Perbedaan TOEFL dan IELTS! Tes Manakah yang Paling Mudah?
Selamat datang, Global Achievers!
Jika impian Anda adalah melanjutkan studi, meraih beasiswa, atau berkarier di kancah internasional, Anda pasti sudah tidak asing dengan dua tes Bahasa Inggris utama: TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System).
Pertanyaan yang sering muncul di benak pelajar, mahasiswa, dan profesional di Indonesia bukan hanya “Apa bedanya?” tetapi juga “Mana yang lebih mudah?” Jawabannya: Tidak ada yang mutlak lebih mudah atau lebih sulit.
Tingkat kemudahan bergantung pada gaya belajar Anda, kekuatan bahasa Anda, dan kenyamanan terhadap format ujian. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan TOEFL dan IELTS, membedah format, jenis soal, hingga faktor psikologis yang menentukan kemudahan.
Kami juga menyediakan panduan strategis yang actionable agar Anda dapat memilih tes yang paling cocok dan terasa paling mudah untuk Anda.
Baca juga: Kosakata Prancis yang Mirip Bahasa Indonesia, Ternyata Banyak Banget!
I. Mengapa Pertanyaan “Mana yang Lebih Mudah?” Adalah Keliru: Fokus pada Kesesuaian
Sebelum masuk ke detail teknis, mari luruskan paradigma. Daripada mencari tes yang “paling mudah” secara universal, Anda harus mencari tes yang paling sesuai dengan profil Anda.
Kesesuaian ini menciptakan pengalaman tes yang lebih nyaman, mengurangi stres, dan meningkatkan peluang meraih skor tinggi.
1. Perbandingan Filosofi Pengujian (Academic vs. Broader Context)
Takeaway Krusial:
- Jika Anda penggemar konten Amerika dan nyaman dengan format pilihan ganda yang rigid, TOEFL iBT mungkin terasa lebih familiar.
- Jika Anda menyukai keragaman aksen, interaksi personal, dan tipe soal variatif, IELTS akan terasa lebih natural.
II. Perbedaan Detail per Bagian: Mengapa Rasanya Berbeda
“Kemudahan” tes sering ditentukan oleh kenyamanan Anda terhadap jenis soal spesifik. Berikut adalah perbandingan empat bagian tes dan faktor yang membuatnya terasa lebih mudah atau sulit.
1. Reading Section: Marathon Teks Panjang vs. Fleksibilitas Tipe Soal
Siapa yang Merasa Ini Lebih Mudah?
- Pilih TOEFL iBT jika: Anda unggul dalam ujian pilihan ganda, nyaman membaca teks ilmiah panjang di layar komputer, dan jago analisis mendalam.
- Pilih IELTS jika: Anda cepat bosan dengan pilihan ganda, lebih suka menuliskan jawaban singkat, dan pandai mencari detail spesifik (scanning).
2. Listening Section: Aksen Konsisten vs. Multitasking Intensif
Siapa yang Merasa Ini Lebih Mudah?
- Pilih TOEFL iBT jika: Anda terbiasa dengan aksen Amerika, jago note-taking cepat, dan suka format pilihan ganda.
- Pilih IELTS jika: Anda memiliki pendengaran fleksibel terhadap berbagai aksen dan lebih suka tahu pertanyaan sebelum rekaman dimulai.
3. Writing Section: Integrasi Sintesis vs. Analisis Visual Data
Siapa yang Merasa Ini Lebih Mudah?
- Pilih TOEFL iBT jika: Anda pengetik cepat dan unggul dalam mensintesis informasi dari teks/audio.
- Pilih IELTS jika: Anda nyaman menjelaskan data statistik (Task 1) dan punya waktu lebih lega untuk esai mendalam (Task 2).
4. Speaking Section: Komputer vs. Wawancara Manusia
Siapa yang Merasa Ini Lebih Mudah?
- Pilih TOEFL iBT jika: Anda gugup saat dinilai langsung dan nyaman menyampaikan ide dalam monolog singkat.
- Pilih IELTS jika: Anda percaya diri berinteraksi, dapat membangun percakapan alami, dan ingin pronunciation dinilai secara real-time.
III. Keputusan Mutlak: Faktor Eksternal dan Tujuan Anda
Selain kenyamanan format, ada faktor eksternal yang harus dipertimbangkan. Jangan ambil tes yang tidak diterima di tempat tujuan Anda!
1. Faktor Penerimaan Institusi dan Migrasi (Wajib Cek!)
Ini adalah kompas utama Anda. Kesalahan di sini berarti waktu dan biaya tes sia-sia.
- Target Negara Amerika Utara (AS, Kanada): Universitas di AS secara historis lebih familiar dengan TOEFL iBT, tetapi sebagian besar kini menerima IELTS.
- Target Negara Commonwealth (Inggris, Australia, Selandia Baru, Eropa): IELTS memiliki pengakuan lebih kuat di wilayah ini.
- Tujuan Imigrasi: Untuk migrasi ke Kanada, Australia, atau Inggris, IELTS (terutama General Training) sering menjadi persyaratan wajib yang tidak tergantikan oleh TOEFL.
2. Keputusan Berdasarkan Profil Pelajar Indonesia
- Aksen Indonesia: Banyak pelajar Indonesia terbiasa dengan aksen Amerika karena paparan media. TOEFL iBT (fokus pada American English) mungkin memberikan keunggulan di Listening.
- Kebiasaan Belajar: Jika Anda terbiasa dengan ujian pilihan ganda di sekolah, format TOEFL iBT akan terasa lebih akrab di Reading.
- Biaya dan Waktu Pengumuman: Biaya kedua tes relatif sebanding, tetapi Computer-delivered IELTS sering memiliki waktu pengumuman skor lebih cepat, menguntungkan jika Anda terdesak tenggat waktu.
IV. Strategi Latihan Terbaik Agar Tes Pilihan Anda “Terasa Lebih Mudah“
Setelah memilih TOEFL iBT atau IELTS berdasarkan kesesuaian, tugas selanjutnya adalah membuat tes tersebut terasa mudah melalui persiapan cerdas.
1. Strategi Menghilangkan “Kesulitan” TOEFL iBT
- Kuasai Note-Taking Akademik: Latih mencatat efektif dengan singkatan dan simbol. Fokus pada poin utama ceramah, definisi, dan contoh.
- Latihan Time Crunch Speaking: Latih respons 45-60 detik dengan timer. Buat template respons kaku untuk memastikan semua poin tercakup.
- Tingkatkan Kecepatan Mengetik: Latih menulis 100 kata dalam 10 menit untuk Academic Discussion dengan kecepatan dan ketepatan.
Baca juga: Kursus Persiapan TOEFL iBT Online! Pilihan Program dan Biayanya
2. Strategi Menjinakkan “Kesulitan” IELTS
- Fleksibilitas Aksen Harian: Tonton berita BBC (British), ABC (Australian), dan dengarkan podcast dengan aksen non-Amerika untuk Listening.
- Kuasai Tipe Soal Menjebak: Fokus pada True/False/Not Given dan Matching Headings di Reading. Kenali pola jebakan dan perbedaan False vs. Not Given.
- Spesialisasi Task 1 Writing: Latih 10 jenis grafik (garis, batang, pai, proses, peta) dan kuasai kosakata deskriptif (e.g., peak, plummet, remained stable).
3. Memanfaatkan Latihan Simulasi Holistik
Kunci kesuksesan bukan hanya mengetahui perbedaan TOEFL dan IELTS, tetapi mengalami perbedaan tersebut:
- Ambil Diagnostic Test: Ikuti simulasi tes lengkap untuk kedua format dan rasakan mana yang lebih nyaman.
- Analisis Kesalahan: Buat log kesalahan. Apakah Anda salah di multiple choice (cocok TOEFL) atau True/False/Not Given (cocok IELTS)? Apakah Anda gugup berbicara ke komputer atau manusia? Biarkan hasil evaluasi menentukan pilihan.
V. Raih Skor Impian Anda Bersama Ultimate Education
Kini Anda memahami perbedaan TOEFL dan IELTS serta mana yang “terasa lebih mudah” bagi Anda. Saatnya mengubah strategi ini menjadi skor nyata.
Di Ultimate Education, kami tidak hanya membantu memilih tes yang tepat, tetapi juga menyediakan bimbingan personal dan intensif untuk setiap aspek ujian, mulai dari Integrated Writing TOEFL hingga Speaking Interview IELTS.
Jangan biarkan pertanyaan “mana yang lebih mudah?” menjadi hambatan. Fokus pada persiapan cerdas dan terarah:
- Bimbingan Terbaik untuk IELTS: Kunjungi www.ultimateducation.co.id/persiapan-ielts untuk menguasai Band Score tinggi.
- Persiapan Tes Standar Lain: Untuk studi S1/S2 di luar negeri, kami menawarkan bimbingan SAT dan GMAT.
- Konsultasi Studi Global: Temukan informasi lengkap di www.ultimateducation.co.id.
Pilihan tes terbaik adalah yang paling sesuai dengan diri Anda. Ambil keputusan, siapkan strategi, dan raih skor terbaik bersama Ultimate Education!