Skip to main content
Persiapan TOEFL

10 Tips Belajar TOEFL iBT untuk Pemula! Panduan Santai Biar Naik Skor

10 Tips Belajar TOEFL iBT untuk Pemula! Panduan Santai Biar Naik Skor

10 Tips Belajar TOEFL iBT untuk Pemula! Panduan Santai Biar Naik Skor
10 Tips Belajar TOEFL iBT untuk Pemula! Panduan Santai Biar Naik Skor

Buat banyak orang, tes TOEFL iBT sering terasa seperti “boss level” dalam dunia bahasa Inggris. Apalagi kalau baru pertama kali dengar istilahnya. Rasanya ribet, formatnya panjang, dan semuanya pakai bahasa Inggris. Tapi sebenarnya, kalau tahu cara belajarnya dari awal, TOEFL iBT tidak seseram yang dibayangkan.

Banyak pelajar atau profesional yang butuh skor TOEFL iBT untuk berbagai tujuan. Mulai dari mendaftar kuliah di luar negeri, melamar beasiswa, hingga persyaratan kerja di perusahaan internasional. Karena itu, penting banget memahami cara belajar yang tepat sejak awal supaya prosesnya tidak terasa berat.

Nah, buat kamu yang masih pemula dan bingung harus mulai dari mana, artikel ini akan membahas berbagai tips belajar TOEFL iBT yang praktis, realistis, dan cocok untuk pemula. Mulai dari memahami format tes sampai strategi belajar yang bisa bikin progres kamu terasa lebih cepat.

Yuk kita bahas satu per satu.

Baca juga: Kursus GMAT di Ultimate Education! Persiapan Maksimal untuk Meraih Skor Tinggi

Kenalan Dulu dengan TOEFL iBT

Sebelum membahas berbagai tips belajar TOEFL iBT, langkah pertama yang penting dilakukan adalah memahami terlebih dahulu seperti apa sebenarnya tes ini. Banyak orang langsung fokus pada latihan soal tanpa memahami struktur dan tujuan dari tes tersebut. Padahal, dengan mengenal format dan karakteristik TOEFL iBT sejak awal, proses belajar bisa menjadi lebih terarah dan efektif.

TOEFL iBT merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language Internet-Based Test, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris yang dilakukan secara daring melalui komputer dan internet. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik, khususnya bagi mereka yang bahasa pertamanya bukan bahasa Inggris.

Secara umum, TOEFL iBT menguji empat keterampilan utama dalam bahasa Inggris, yaitu reading (membaca), listening (mendengarkan), speaking (berbicara), dan writing (menulis). Keempat keterampilan ini dinilai secara terpadu karena dalam kehidupan akademik, seseorang tidak hanya dituntut untuk memahami teks, tetapi juga mampu mendengarkan penjelasan, menyampaikan pendapat secara lisan, serta menulis gagasan secara jelas dan terstruktur.

Pada bagian reading, peserta akan diminta membaca beberapa teks akademik yang biasanya diambil dari topik seperti ilmu pengetahuan, sejarah, atau sosial. Setelah membaca teks tersebut, peserta harus menjawab berbagai pertanyaan yang menguji pemahaman terhadap ide utama, informasi detail, makna kata dalam konteks, serta kemampuan menarik kesimpulan dari bacaan.

Selanjutnya, pada bagian listening, peserta akan mendengarkan percakapan atau kuliah singkat yang biasanya menggambarkan situasi akademik, misalnya diskusi antara mahasiswa dengan dosen atau penjelasan materi dalam kelas. Setelah mendengarkan rekaman tersebut, peserta akan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi percakapan, ide utama, maupun sikap pembicara.

Kemudian, bagian speaking mengharuskan peserta untuk memberikan respons secara lisan terhadap beberapa pertanyaan atau situasi tertentu. Dalam bagian ini, peserta biasanya diminta menyampaikan pendapat, menjelaskan suatu ide, atau merangkum informasi dari bacaan dan rekaman yang telah didengar sebelumnya. Jawaban peserta direkam melalui mikrofon dan kemudian dinilai oleh penilai yang telah ditentukan.

Terakhir, pada bagian writing, peserta diminta untuk menulis esai dalam bahasa Inggris. Biasanya terdapat dua jenis tugas, yaitu tugas yang mengharuskan peserta menggabungkan informasi dari bacaan dan rekaman (integrated writing) serta tugas yang meminta peserta menuliskan pendapat atau argumen terhadap suatu topik tertentu (independent writing). Penilaian pada bagian ini mencakup kejelasan ide, struktur tulisan, tata bahasa, serta penggunaan kosakata.

TOEFL iBT umumnya digunakan sebagai persyaratan masuk universitas di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta beberapa negara di Eropa dan Asia. Banyak institusi pendidikan tinggi menggunakan skor TOEFL iBT sebagai salah satu indikator untuk menilai apakah calon mahasiswa internasional mampu mengikuti perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Selain untuk keperluan pendidikan, skor TOEFL iBT juga sering digunakan untuk melamar beasiswa internasional, program pertukaran pelajar, atau bahkan peluang kerja di perusahaan multinasional. Oleh karena itu, tes ini memiliki peran penting bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau berkarier di lingkungan global.

Dari segi durasi, TOEFL iBT berlangsung sekitar dua jam lebih, tergantung pada format terbaru yang diterapkan oleh penyelenggara tes. Selama tes berlangsung, peserta harus menjaga fokus dan konsentrasi karena setiap bagian memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Tidak hanya kemampuan bahasa yang diuji, tetapi juga kemampuan mengelola waktu dan memahami informasi dengan cepat.

Pahami Struktur Tes dengan Baik

Salah satu kesalahan umum pemula saat belajar TOEFL iBT adalah langsung menghafal vocabulary tanpa memahami struktur tesnya terlebih dahulu.

Padahal, memahami format tes itu penting banget. Ini karena setiap section punya karakter soal yang berbeda.

Secara umum, TOEFL iBT terdiri dari empat bagian utama:

  1. Reading
  2. Listening
  3. Speaking
  4. Writing

Setiap bagian punya waktu dan tipe soal yang berbeda. Misalnya, reading akan berisi teks akademik yang cukup panjang, sementara listening berisi percakapan atau kuliah singkat.

Kalau kamu sudah tahu pola soal di masing-masing bagian, belajar jadi lebih terarah. Kamu juga bisa mengatur strategi latihan dengan lebih efektif.

Bangun Kebiasaan Membaca dalam Bahasa Inggris

Salah satu bagian dalam TOEFL iBT yang sering dianggap paling menantang oleh banyak peserta, terutama pemula, adalah bagian reading. Hal ini bukan tanpa alasan. Teks yang diberikan dalam bagian ini umumnya cukup panjang, memiliki struktur akademik, serta menggunakan kosakata yang tidak selalu familiar bagi pembaca yang belum terbiasa membaca teks berbahasa Inggris.

Selain panjangnya teks, topik yang diangkat juga sering berkaitan dengan bidang akademik seperti ilmu pengetahuan, sejarah, psikologi, atau lingkungan. Topik-topik tersebut terkadang terasa cukup kompleks bagi peserta yang jarang membaca artikel ilmiah atau teks akademik dalam bahasa Inggris. Akibatnya, banyak peserta merasa kesulitan memahami isi bacaan dalam waktu yang terbatas.

Namun, kabar baiknya adalah kemampuan membaca dalam bahasa Inggris sebenarnya dapat meningkat dengan cukup cepat jika dilatih secara konsisten dan terstruktur. Reading bukan hanya soal memahami arti kata per kata, tetapi juga melatih kemampuan untuk menangkap ide utama, memahami hubungan antar kalimat, serta mengenali struktur argumentasi dalam sebuah teks.

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan reading adalah dengan membangun kebiasaan membaca dalam bahasa Inggris setiap hari. Aktivitas ini tidak harus dimulai dari bacaan yang terlalu berat seperti jurnal ilmiah atau artikel akademik yang kompleks. Sebaliknya, kamu bisa memulai dari bacaan yang lebih ringan dan menarik.

Misalnya, kamu dapat membaca artikel edukasi, berita internasional, blog populer, atau bahkan konten informatif yang tersedia di berbagai situs internet. Banyak situs berita internasional seperti media edukatif, artikel sains populer, atau platform pembelajaran yang menyediakan bacaan dengan bahasa yang relatif mudah dipahami. Dengan membaca secara rutin, secara tidak langsung kamu akan terbiasa dengan berbagai kosakata dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris.

Tujuan utama dari kebiasaan membaca ini adalah untuk melatih otak agar terbiasa memproses informasi dalam bahasa Inggris. Semakin sering seseorang membaca, semakin cepat pula ia mampu memahami pola kalimat, mengenali struktur paragraf, serta memahami makna sebuah teks tanpa harus menerjemahkan setiap kata ke dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, saat membaca, penting juga untuk memperhatikan bagaimana sebuah paragraf menyampaikan ide utamanya. Dalam banyak teks akademik, ide utama biasanya muncul pada kalimat pertama atau kalimat terakhir dalam paragraf. Kalimat tersebut berfungsi sebagai inti pembahasan yang kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat-kalimat pendukung.

Kemampuan untuk menemukan main idea atau gagasan utama ini sangat penting dalam TOEFL iBT, karena banyak pertanyaan dalam bagian reading yang secara khusus menanyakan inti pembahasan dari sebuah paragraf atau keseluruhan teks. Jika peserta dapat dengan cepat mengidentifikasi ide utama, maka proses menjawab soal akan menjadi jauh lebih mudah dan efisien.

Selain mencari gagasan utama, peserta juga perlu melatih kemampuan untuk memahami detail informasi, makna kata dalam konteks, serta hubungan antar gagasan dalam teks. Latihan ini akan membantu peserta memahami bagaimana penulis menyusun argumen dan menjelaskan ide dalam sebuah tulisan akademik.

Seiring waktu, kebiasaan membaca juga akan membantu memperkaya kosakata (vocabulary). Tanpa disadari, kata-kata yang sering muncul dalam berbagai bacaan akan menjadi lebih familiar. Hal ini sangat membantu ketika menghadapi teks dalam TOEFL iBT, karena peserta tidak lagi merasa asing dengan banyak istilah yang digunakan.

Dengan kata lain, semakin sering seseorang membaca teks berbahasa Inggris, semakin besar pula kemampuannya untuk memahami pola tulisan akademik. Proses membaca akan terasa lebih cepat, lebih efisien, dan tidak lagi terasa terlalu berat.

Oleh karena itu, membangun kebiasaan membaca dalam bahasa Inggris merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan diri menghadapi TOEFL iBT. Latihan yang dilakukan secara rutin tidak hanya meningkatkan kemampuan memahami teks, tetapi juga membantu peserta menjadi lebih percaya diri saat mengerjakan bagian reading dalam tes tersebut.

Perbanyak Latihan Listening

Bagian listening sering mengejutkan pemula karena aksen yang digunakan bisa berbeda-beda. Kadang terdengar seperti percakapan santai, kadang seperti kuliah di universitas.

Untuk mengatasinya, kamu perlu sering mendengarkan bahasa Inggris dalam berbagai konteks.

Beberapa cara yang bisa dicoba antara lain:

  • Mendengarkan podcast berbahasa Inggris
  • Menonton video edukasi atau kuliah online
  • Menonton film atau series tanpa subtitle bahasa Indonesia

Saat latihan listening, jangan hanya fokus pada kata per kata. Cobalah memahami ide besar dari percakapan tersebut.

Di TOEFL iBT, kemampuan memahami konteks jauh lebih penting dibanding sekadar mengenali setiap kata.

Latih Speaking Walaupun Sendiri

Banyak pemula merasa gugup saat menghadapi bagian speaking. Hal ini wajar karena kita diminta berbicara dalam bahasa Inggris dengan waktu yang terbatas.

Salah satu cara paling efektif untuk melatih speaking adalah dengan membiasakan diri berbicara setiap hari.

Tidak perlu langsung dengan orang lain. Kamu bisa mulai dengan cara sederhana seperti:

  • Menjawab pertanyaan latihan dengan suara keras
  • Merekam diri sendiri saat berbicara
  • Menceritakan aktivitas sehari-hari dalam bahasa Inggris

Cara ini mungkin terasa canggung di awal. Tapi lama-lama kamu akan terbiasa menyusun kalimat secara spontan.

Speaking dalam TOEFL iBT tidak menuntut aksen sempurna. Yang lebih penting adalah kejelasan ide, struktur jawaban, dan kelancaran berbicara.

Baca juga: GMAT Itu Apa Sih? Ini Dia Pengertian, Fungsi, dan Siapa Saja yang Membutuhkannya

Pelajari Pola Penulisan untuk Writing

Writing dalam TOEFL iBT biasanya meminta kamu menulis esai berdasarkan topik tertentu atau merangkum informasi dari reading dan listening.

Untuk pemula, bagian ini bisa terasa sulit karena harus menulis dengan struktur yang jelas dalam waktu terbatas. Supaya lebih mudah, kamu bisa mulai dengan mempelajari pola dasar penulisan esai bahasa Inggris.

Biasanya sebuah esai terdiri dari:

  • Introduction
  • Body paragraph
  • Conclusion

Dengan memahami struktur ini, kamu tidak perlu bingung lagi saat mulai menulis.

Selain itu, penting juga untuk melatih kemampuan mengembangkan ide. Jangan hanya menulis satu kalimat pendek. Cobalah menjelaskan alasan, contoh, dan penjelasan tambahan.

Semakin jelas argumen yang kamu tulis, semakin baik penilaian writing kamu.

Perkaya Vocabulary Secara Bertahap

Vocabulary memang penting dalam TOEFL iBT, tetapi cara belajarnya harus tepat.

Menghafal ratusan kata sekaligus justru sering membuat kita cepat lupa. Lebih efektif jika kamu mempelajari kata baru secara bertahap dan langsung menggunakannya dalam kalimat.

Misalnya, setiap hari kamu mempelajari lima sampai sepuluh kata baru. Setelah itu, coba gunakan kata tersebut dalam tulisan atau percakapan.

Dengan cara ini, vocabulary tidak hanya dihafal tetapi juga benar-benar dipahami. Selain itu, fokuslah pada vocabulary akademik yang sering muncul dalam teks TOEFL.

Gunakan Latihan Soal Secara Konsisten

Tips belajar TOEFL iBT berikutnya yang tidak kalah penting adalah rutin mengerjakan latihan soal. Latihan soal membantu kamu memahami tipe pertanyaan yang sering muncul dalam tes. Selain itu, kamu juga bisa melatih manajemen waktu.

Cobalah mengerjakan latihan soal secara bertahap. Tidak perlu langsung satu paket tes penuh. Misalnya hari ini fokus pada reading, besok latihan listening, dan seterusnya.

Dengan latihan yang konsisten, kamu akan mulai mengenali pola soal dan menemukan strategi yang paling cocok untuk diri sendiri.

Buat Jadwal Belajar yang Realistis

Belajar TOEFL iBT tidak harus dilakukan secara ekstrem. Justru belajar sedikit tetapi konsisten setiap hari biasanya memberikan hasil yang lebih baik.

Cobalah membuat jadwal belajar yang realistis. Misalnya satu hingga dua jam per hari dengan fokus yang berbeda setiap harinya.

Contohnya:

  1. Hari pertama fokus reading
  2. Hari kedua listening
  3. Hari ketiga speaking
  4. Hari keempat writing

Dengan jadwal seperti ini, semua skill bisa berkembang secara seimbang. Selain itu, jadwal belajar juga membantu menjaga motivasi supaya tidak cepat bosan.

Jangan Takut Melakukan Kesalahan

Banyak pemula merasa minder saat belajar TOEFL iBT karena takut salah dalam berbicara atau menulis. Padahal kesalahan adalah bagian normal dari proses belajar bahasa.

Semakin sering kamu mencoba, semakin cepat juga kemampuan bahasa Inggris berkembang. Jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Fokus saja pada progres yang kamu buat setiap hari.

Ingat, tujuan utama belajar TOEFL iBT bukan hanya mendapatkan skor tinggi, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Rekomendasi Kursus GMAT Terbaik di Indonesia

Manfaatkan Bimbingan Profesional

Belajar secara mandiri memang memungkinkan, tetapi sering kali prosesnya terasa lebih lama karena kita tidak tahu strategi yang paling efektif. Di sinilah peran kursus atau bimbingan profesional menjadi sangat membantu.

Dengan mengikuti kursus TOEFL iBT, kamu bisa mendapatkan materi yang lebih terstruktur, latihan soal yang relevan, serta bimbingan dari pengajar yang berpengalaman.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan feedback langsung terhadap speaking dan writing, dua bagian yang sering sulit dinilai jika belajar sendiri.

Rekomendasi Kursus TOEFL iBT Terbaik

Belajar TOEFL iBT memang membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Namun dengan strategi yang tepat, prosesnya bisa terasa jauh lebih ringan.

Mulai dari memahami format tes, membiasakan membaca dan mendengar bahasa Inggris, hingga rutin latihan speaking dan writing, semua langkah tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan kamu secara bertahap.

Yang paling penting adalah menjaga semangat belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Kalau kamu ingin mempersiapkan TOEFL iBT dengan lebih serius dan terarah, kamu juga bisa mempertimbangkan mengikuti program kursus yang didampingi oleh pengajar profesional.

Sebagai rekomendasi, Ultimate Education menyediakan kursus dan bimbingan TOEFL iBT yang dirancang khusus untuk membantu peserta memahami strategi tes dengan lebih efektif. Programnya dilengkapi dengan materi pembelajaran yang terstruktur, latihan soal yang relevan dengan format tes terbaru, serta bimbingan langsung dari tutor berpengalaman.

Tidak hanya itu, Ultimate Education juga menyediakan layanan jasa penerjemah profesional untuk berbagai kebutuhan dokumen berbahasa asing, baik untuk keperluan akademik, bisnis, maupun administrasi.

Dengan dukungan pembelajaran yang tepat dan latihan yang konsisten, mendapatkan skor TOEFL iBT yang kamu targetkan bukan lagi sekadar mimpi. Sekarang tinggal mulai langkah pertama dan terus tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu setiap hari.

Zola Azizah

Zola Azizah

Penulis di Ultimate Education

Lihat semua artikel →

Artikel Terkait

Need Help? Chat with us