Back

Beasiswa Japanese Studies 2024: Program, Persyaratan, dan Tips Studi di Jepang

Pemerintah Jepang menyelenggarakan Program Japanese Studies 2024 dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa S1 di Indonesia yang sedang menempuh studi di jurusan sastra atau pendidikan bahasa Jepang. Tujuan dari program ini adalah memberikan peluang kepada mahasiswa tersebut untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan mendalami pemahaman tentang kebudayaan Jepang.

Beasiswa Japanese Studies adalah bagian dari inisiatif Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) untuk memperkuat hubungan budaya dan akademik dengan negara lain, termasuk Indonesia. Program ini tidak hanya menawarkan pengalaman belajar di Jepang, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperdalam pemahaman lintas budaya, meningkatkan keterampilan bahasa, dan membangun jaringan internasional yang berharga. Bagi mahasiswa Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk menjelajahi kekayaan budaya Jepang, mulai dari tradisi seperti tea ceremony hingga aspek modern seperti teknologi dan pop culture.

Program ini bersifat non-gelar dan berlangsung selama 1 tahun, dimulai dari bulan September/Oktober 2024 hingga Agustus/September 2025. Para peserta yang berhasil menyelesaikan program akan menerima sertifikat sebagai pengakuan.

Beasiswa ini menawarkan berbagai fasilitas bagi para penerima, termasuk tidak adanya ikatan dinas, tiket pesawat pulang-pergi dari Indonesia ke Jepang, biaya kuliah yang ditanggung penuh, serta pembebasan biaya pembuatan visa pelajar. Selain itu, beasiswa Monbukagakusho ini juga menyediakan tunjangan hidup sebesar ¥117.000 per bulan (sekitar Rp12,6 juta) yang akan diberikan setiap akhir bulan selama masa studi di Jepang.

Tunjangan ini dirancang untuk membantu mahasiswa menutupi biaya hidup di Jepang, termasuk akomodasi, makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari. Dengan dukungan finansial yang memadai, peserta dapat fokus sepenuhnya pada studi dan pengalaman budaya tanpa khawatir tentang beban keuangan. Program ini juga memberikan akses ke universitas-universitas ternama di Jepang, seperti University of Tokyo, Kyoto University, atau Osaka University, yang dikenal dengan fasilitas akademik dan budaya yang luar biasa.

Baca juga: Beasiswa Pertukaran Mahasiswa – Peluang Luar Biasa

Persyaratan Beasiswa

Persyaratan untuk mengikuti Beasiswa Japanese Studies 2024 adalah sebagai berikut:

  • Mahasiswa aktif minimal semester 3 pada jenjang S1/D4 di jurusan sastra, pendidikan, budaya, atau bahasa Jepang.
  • Menjaga kesehatan jasmani dan rohani agar kondisinya tidak mengganggu proses perkuliahan selama di Jepang.
  • Memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai.
  • Usia pelamar maksimal 29 tahun pada tanggal 1 April 2024 (lahir antara 2 April 1994 sampai 1 April 2006).
  • Direkomendasikan oleh institusi tempat berkuliah saat ini, melalui seleksi internal di institusi tersebut.
  • Belum menjalani sidang skripsi baik selama proses seleksi maupun setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
  • Bersedia kembali ke Indonesia dan melanjutkan studi setelah program beasiswa berakhir.
  • Pelamar yang memiliki salah satu kondisi atau situasi berikut tidak dapat mendaftar beasiswa untuk program ini.

Persyaratan ini dirancang untuk memastikan bahwa pelamar memiliki dasar akademik dan kemampuan bahasa yang kuat untuk sukses dalam program ini. Kemampuan bahasa Jepang biasanya diukur melalui sertifikat JLPT (Nihongo Noryoku Shiken) level N3 atau lebih tinggi, meskipun beberapa universitas mungkin menerima N4 dengan syarat tertentu. Selain itu, kesehatan jasmani dan rohani sangat penting karena kehidupan di Jepang bisa menuntut adaptasi yang signifikan, terutama dalam hal ritme akademik dan budaya yang berbeda. Pelamar juga harus menunjukkan komitmen untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan studi mereka, sehingga program ini benar-benar menjadi investasi dalam pengembangan akademik dan budaya.

Bagi mahasiswa Indonesia, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk seleksi internal di universitas asal. Biasanya, universitas akan melakukan penyaringan awal untuk memilih kandidat terbaik sebelum mengajukan aplikasi ke Kedutaan Jepang. Pastikan untuk membangun hubungan baik dengan dosen pembimbing dan menunjukkan dedikasi dalam studi bahasa atau budaya Jepang untuk mendapatkan rekomendasi yang kuat.

Mari kita eksplorasi peluang menarik dalam artikel ini yang membahas Beasiswa S3 di Jepang! Temukan informasi lengkap tentang kriteria penerimaan, manfaat, dan kisah inspiratif dari mereka yang berhasil meraih beasiswa ini.

Dokumen yang Diperlukan

https://youtu.be/HxIvOX2A354?si=YqwHbTRYJ-Nz_qyX

Dokumen yang diperlukan untuk aplikasi Beasiswa Japanese Studies 2024 adalah sebagai berikut:

Pengantar Ketua Jurusan (Asli: 1 lembar; Fotokopi 1 lembar)

Surat ini mencakup daftar mahasiswa yang direkomendasikan dengan format yang fleksibel.

Surat pengantar ini berfungsi sebagai bukti bahwa universitas mendukung aplikasi Anda. Pastikan surat ini ditulis dengan jelas, mencantumkan nama lengkap, jurusan, dan alasan mengapa Anda direkomendasikan. Untuk memperkuat aplikasi, mintalah ketua jurusan untuk menyoroti prestasi akademik atau keterlibatan Anda dalam kegiatan terkait budaya Jepang, seperti klub bahasa atau acara budaya.

Print-out E-mail Konfirmasi Registrasi Online dengan Nomor Ujian Pelamar (Asli: 1 lembar; Fotokopi: 1 lembar)

Teliti bagian Prosedur Pendaftaran poin 3.

Dokumen ini adalah bukti bahwa Anda telah mendaftar melalui sistem online resmi. Pastikan Anda menyimpan email konfirmasi dengan hati-hati dan mencetaknya sesuai format yang diminta. Jika ada kendala teknis saat pendaftaran online, segera hubungi Kedutaan Jepang atau pihak universitas untuk mendapatkan panduan.

Form Pendaftaran 2024 (1 file asli; 1 file fotokopi)

Isi sesuai petunjuk yang terdapat pada formulir.

Formulir ini adalah dokumen utama yang mencerminkan profil dan motivasi Anda. Isi dengan jujur dan pastikan tidak ada kesalahan penulisan. Sertakan informasi tentang pengalaman belajar bahasa Jepang, kegiatan ekstrakurikuler, atau proyek budaya yang relevan untuk menunjukkan dedikasi Anda terhadap studi Jepang.

Pasfoto Berwarna (2 lembar)

Foto harus dicetak pada kertas foto, bukan HVS atau kertas lain. Foto formal harus diambil dalam enam bulan terakhir dengan latar belakang biru, merah, atau putih. Seukuran 3 x 4 cm atau 3,5 x 4,5 cm. Tempelkan pada kotak foto yang tersedia di formulir pendaftaran (Form Pendaftaran 2024).

Pastikan pasfoto memenuhi standar formalitas, seperti pakaian rapi dan ekspresi wajah netral. Foto yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan penolakan aplikasi, jadi perhatikan detail ini dengan cermat. Jika memungkinkan, gunakan jasa fotografi profesional untuk hasil terbaik.

Placement Preference Application Form – (Asli: 1 lembar; Fotokopi: 1 lembar)

Pilih hingga 3 universitas dari “Course Guide of Japanese Studies Program 2024.

Pemilihan universitas adalah langkah strategis. Teliti program yang ditawarkan masing-masing universitas, seperti fokus pada bahasa, sastra, atau budaya Jepang, dan sesuaikan dengan minat Anda. Misalnya, jika Anda tertarik pada budaya tradisional, universitas seperti Kyoto University mungkin ideal, sedangkan untuk pop culture, universitas di Tokyo bisa lebih relevan. Pastikan pilihan Anda mencerminkan tujuan akademik dan budaya Anda.

Transkrip Nilai dari Semester 1 sampai Saat Ini (Asli: 1 rangkap; Fotokopi: 1 rangkap)

Semua dokumen harus dilegalisasi atau dicap basah oleh perguruan tinggi yang mengajukan permohonan, dan hasil terjemahan juga harus dilegalisasi atau dicap basah oleh perguruan tinggi yang mengajukan permohonan; hasil scan tidak diperbolehkan.

Transkrip nilai adalah cerminan performa akademik Anda. Pastikan nilai Anda kompetitif, terutama di mata kuliah terkait bahasa atau budaya Jepang. Jika transkrip dalam bahasa Indonesia, gunakan jasa penerjemah tersumpah untuk menerjemahkannya ke bahasa Inggris atau Jepang, dan pastikan legalisasi dilakukan oleh universitas untuk menghindari masalah teknis.

Surat Keterangan Mahasiswa (satu lembar asli dan satu lembar fotokopi)

Surat ini menjelaskan bahwa pelamar adalah mahasiswa dari jurusan dan universitas tertentu. Harus dilengkapi dengan informasi tentang lokasi mahasiswa dan tanggal lahirnya.

Surat ini biasanya dikeluarkan oleh fakultas atau bagian akademik universitas Anda. Pastikan informasi seperti nama jurusan, status mahasiswa aktif, dan tanggal lahir ditulis dengan benar. Jika memungkinkan, minta universitas untuk menyertakan pernyataan bahwa Anda adalah kandidat yang layak untuk program ini.

Rekomendasi dari Ketua Jurusan atau Dosen Pembimbing (Asli: satu eksemplar; Fotokopi: satu eksemplar)

Gunakan formulir yang telah disediakan.

Surat rekomendasi adalah elemen kunci dalam aplikasi. Pilih dosen atau ketua jurusan yang mengenal Anda secara akademik dan pribadi. Mintalah mereka untuk menyoroti kemampuan bahasa Jepang, prestasi akademik, atau keterlibatan Anda dalam kegiatan budaya Jepang, seperti festival atau seminar. Surat yang spesifik dan personal akan lebih meyakinkan daripada surat generik.

Fotokopi sertifikat Nihongo Noryoku Shiken/JLPT (jika ada) dan lembar skornya (fotokopi dua lembar)

Untuk pelamar yang memiliki sertifikat. Hanya sertifikat JLPT yang diterbitkan sebelum atau setelah Januari 2022 diterima.

Jika Anda belum memiliki sertifikat JLPT, pertimbangkan untuk mengikuti tes sebelum batas waktu pendaftaran. Sertifikat ini sangat membantu untuk membuktikan kemampuan bahasa Anda. Jika Anda sudah memiliki JLPT N3 atau lebih tinggi, ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan. Untuk mempersiapkan JLPT, ikuti kursus intensif atau gunakan sumber belajar online seperti aplikasi atau buku latihan resmi JLPT.

Baca juga: Beasiswa S1 Jepang: Peluang & Persyaratan

Tips untuk Anda yang Ingin Melanjutkan Studi di Jepang

Jika Anda berencana melanjutkan studi di Jepang, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:

Pilih Jurusan dan Universitas dengan Bijak:

  • Teliti universitas dan program studi yang sesuai dengan minat dan tujuan karir Anda.
  • Pastikan memahami persyaratan masuk dan kurikulum yang ditawarkan.

Sebelum memilih universitas, gunakan sumber seperti situs resmi MEXT atau Japan Study Support (JPSS) untuk membandingkan program studi. Perhatikan reputasi universitas, fasilitas penelitian, dan peluang magang atau kegiatan budaya. Misalnya, jika Anda ingin mendalami sastra Jepang, universitas seperti Waseda University memiliki program yang kuat. Jika fokus Anda adalah budaya pop, universitas di kota besar seperti Tokyo atau Osaka mungkin lebih cocok. Pastikan pilihan Anda selaras dengan tujuan jangka panjang Anda.

Pelajari Bahasa Jepang:

  • Kuasai bahasa Jepang sebelum berangkat, terutama jika program studi memerlukan komunikasi dalam bahasa Jepang.
  • Persiapkan diri dengan mengikuti kursus atau menggunakan sumber belajar online.

Kemampuan bahasa Jepang adalah kunci untuk sukses dalam program ini. Selain JLPT, cobalah untuk mempraktikkan bahasa secara aktif melalui percakapan dengan penutur asli atau bergabung dengan komunitas bahasa Jepang di Indonesia. Aplikasi seperti Duolingo, Bunpro, atau situs seperti NHK Easy Japanese juga bisa membantu. Jika memungkinkan, ikuti kursus intensif di lembaga terpercaya untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan sehari-hari di Jepang.

Cari Informasi Beasiswa:

  • Telusuri berbagai beasiswa yang tersedia untuk mahasiswa internasional di Jepang.
  • Persiapkan dokumen aplikasi dengan baik sesuai persyaratan beasiswa yang diminati.

Selain Beasiswa Japanese Studies, Jepang menawarkan program lain seperti MEXT Undergraduate Scholarship atau beasiswa dari universitas tertentu. Teliti setiap opsi untuk menemukan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan aplikasi Anda menonjol dengan menulis motivation letter yang kuat, menjelaskan bagaimana pengalaman di Jepang akan mendukung tujuan akademik dan profesional Anda.

Pahami Kehidupan Kampus:

  • Ketahui sistem pendidikan tinggi di Jepang dan adaptasi ke kehidupan kampus.
  • Cari informasi tentang organisasi mahasiswa dan kegiatan ekstrakurikuler.

Kehidupan kampus di Jepang sering kali melibatkan kegiatan klub, seperti kendo, ikebana, atau klub bahasa Inggris. Bergabung dengan klub ini tidak hanya membantu Anda beradaptasi, tetapi juga memperluas jaringan sosial dan memperdalam pemahaman budaya. Banyak universitas juga menawarkan orientasi untuk mahasiswa internasional, jadi manfaatkan sesi ini untuk memahami sistem akademik dan fasilitas kampus.

Rencanakan Keuangan dengan Bijak:

  • Hitung estimasi biaya hidup dan belajar di Jepang.
  • Siapkan rencana keuangan yang mencakup biaya kuliah, akomodasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

Meskipun beasiswa mencakup banyak biaya, siapkan dana cadangan sekitar Rp10–15 juta untuk kebutuhan awal, seperti deposit akomodasi atau keperluan darurat. Biaya hidup di Jepang bervariasi tergantung kota; Tokyo dan Osaka lebih mahal (sekitar ¥80,000–¥120,000/bulan untuk kebutuhan dasar), sedangkan kota kecil seperti Hiroshima lebih terjangkau. Gunakan aplikasi penganggaran seperti Money Forward untuk melacak pengeluaran Anda.

Yuk, mari kita temukan petualangan akademis baru bersama! Baca artikel ini yang membahas tentang studi sarjana di Jepang, dan temukan segala informasi terkait proses pendaftaran, kehidupan kampus, hingga peluang karir setelah lulus.

Kenali Budaya dan Etika Jepang:

Kenali Budaya Jepang melalui Beasiswa Japanese Studies
  • Pelajari norma-norma budaya dan etika di Jepang.
  • Hormati tradisi lokal dan budaya serta terlibat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Budaya Jepang sangat menekankan sopan santun, seperti membungkuk saat menyapa atau menghindari berbicara keras di tempat umum. Pelajari etiket dasar, seperti cara menggunakan sumpit atau menghadiri acara formal. Berpartisipasi dalam festival lokal, seperti Hanami atau Obon, juga akan memperkaya pengalaman budaya Anda dan membantu membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

Networking dan Hubungan Sosial:

  • Bangun jaringan dengan mahasiswa lokal dan internasional.
  • Ikuti kegiatan sosial dan kultural untuk memperluas lingkaran pertemanan.

Jaringan sosial sangat penting untuk pengalaman di Jepang. Bergabunglah dengan komunitas seperti PPI Jepang (Persatuan Pelajar Indonesia) untuk dukungan emosional dan akademik. Hadiri acara universitas, seperti seminar budaya atau workshop, untuk bertemu dengan profesional dan akademisi di bidang Japanese Studies. Jaringan ini bisa membuka peluang untuk magang, kolaborasi, atau bahkan studi lanjutan di Jepang.

Manfaatkan Fasilitas Kampus:

  • Gunakan fasilitas kampus seperti perpustakaan, pusat sumber daya, dan layanan dukungan mahasiswa.
  • Terlibat dalam kegiatan riset atau proyek yang ditawarkan oleh universitas.

Banyak universitas Jepang menawarkan perpustakaan dengan koleksi lengkap tentang budaya dan sejarah Jepang, serta akses ke database akademik internasional. Manfaatkan juga pusat bahasa atau laboratorium budaya untuk memperdalam pengetahuan Anda. Beberapa universitas bahkan menyediakan program mentoring atau pelatihan keterampilan, yang bisa meningkatkan profil akademik Anda.

Ikuti Prosedur Visa dengan Teliti:

  • Pahami prosedur pengurusan visa pelajar Jepang.
  • Ajukan visa dengan dokumen yang lengkap dan sesuai dengan persyaratan.

Proses visa pelajar Jepang memerlukan dokumen seperti Certificate of Eligibility (COE) dari universitas tujuan. Pastikan semua dokumen, seperti paspor dan surat penerimaan, lengkap sebelum mengajukan visa di Kedutaan Jepang. Proses ini bisa memakan waktu 1–2 bulan, jadi ajukan segera setelah diterima di program beasiswa.

Persiapkan Diri untuk Kehidupan Sehari-hari:

  • Kenali sistem transportasi dan fasilitas umum di sekitar kampus.
  • Persiapkan diri dengan membawa barang-barang penting dan sesuai dengan iklim Jepang.

Sistem transportasi Jepang, seperti shinkansen atau subway, sangat efisien tetapi membutuhkan adaptasi. Pelajari cara menggunakan kartu transportasi seperti Suica atau Pasmo untuk menghemat biaya. Untuk iklim, siapkan pakaian hangat untuk musim dingin (terutama di wilayah utara seperti Hokkaido) dan pakaian ringan untuk musim panas yang lembap. Bawa juga barang pribadi seperti obat-obatan penting, karena beberapa mungkin sulit ditemukan di Jepang.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda dapat memaksimalkan pengalaman studi Anda di Jepang dan membangun dasar yang kuat untuk pengembangan karir masa depan.

Baca juga: Studi S2 di Jepang: Peluang, Beasiswa, dan Tips

Artikel ini menguraikan tentang peluang beasiswa Japanese Studies 2024 yang menjadi pintu gerbang bagi para pelajar yang bersemangat untuk mengeksplorasi budaya dan ilmu Jepang. Beasiswa ini menawarkan kesempatan unik untuk memperdalam pemahaman tentang bahasa, sejarah, dan kehidupan sehari-hari Jepang. Dengan persyaratan yang jelas dan proses seleksi yang ketat, beasiswa ini menantang para pemohon untuk menunjukkan dedikasi dan antusiasme mereka terhadap studi Jepang. Dengan demikian, ini bukan hanya sekadar bantuan keuangan, tetapi juga sebuah kesempatan untuk membangun jembatan budaya dan meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Jepang.

Lebih dari itu, program ini membuka peluang untuk terlibat dalam kegiatan budaya, seperti festival tradisional, workshop kaligrafi, atau kunjungan ke situs bersejarah seperti kuil di Kyoto. Peserta juga dapat berinteraksi dengan komunitas akademik dan masyarakat lokal, yang akan memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan global. Bagi mahasiswa Indonesia, ini adalah kesempatan untuk menjadi duta budaya, memperkenalkan kekayaan Indonesia sambil menyerap nilai-nilai Jepang seperti disiplin, kerja keras, dan rasa hormat.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang.

FAQs (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa saja persyaratan umum untuk mengajukan beasiswa Japanese Studies 2024?

Persyaratan umum mencakup kemampuan bahasa Jepang, riwayat akademis yang kuat, serta surat rekomendasi dan motivasi yang meyakinkan.

Selain itu, pelamar harus aktif sebagai mahasiswa S1/D4, berusia di bawah 29 tahun, dan mendapatkan rekomendasi dari universitas. Kemampuan bahasa Jepang (minimal JLPT N3) sangat penting untuk memastikan Anda dapat mengikuti perkuliahan dan beradaptasi dengan kehidupan di Jepang.

Bagaimana proses seleksi dilakukan?

Proses seleksi melibatkan evaluasi dokumen aplikasi, tes bahasa Jepang, dan wawancara. Pemohon diharapkan untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap studi Jepang.

Tes bahasa biasanya mencakup penilaian kemampuan berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Jepang. Wawancara akan mengevaluasi motivasi, rencana studi, dan kesiapan Anda untuk hidup di Jepang. Persiapkan diri dengan berlatih wawancara dan mempelajari pertanyaan umum, seperti alasan memilih program ini dan bagaimana Anda akan berkontribusi pada hubungan Indonesia-Jepang.

Apa manfaat utama dari mendapatkan beasiswa Japanese Studies 2024?

Beasiswa ini tidak hanya memberikan dukungan keuangan, tetapi juga membuka pintu untuk pengalaman belajar di lingkungan akademis Jepang yang mendalam, memungkinkan pemohon untuk terlibat langsung dengan budaya Jepang.

Manfaat lainnya termasuk akses ke jaringan akademik dan profesional, pengalaman budaya yang tak ternilai, dan sertifikat yang diakui secara internasional. Pengalaman ini juga dapat menjadi batu loncatan untuk melanjutkan studi atau karir di Jepang, seperti menjadi penerjemah, peneliti, atau tenaga pendidik.

Berapa banyak beasiswa yang akan diberikan dan berapa lama masa studi yang ditanggung?

Jumlah beasiswa dan durasi masa studi yang ditanggung dapat bervariasi. Ini bergantung pada program studi dan kebijakan penyelenggara beasiswa.

Untuk Japanese Studies 2024, masa studi adalah satu tahun, dan jumlah penerima biasanya terbatas (sekitar 10–20 orang dari Indonesia, tergantung kuota tahunan). Pastikan untuk memeriksa informasi terbaru di situs Kedutaan Jepang atau MEXT.

Apakah beasiswa ini terbuka untuk semua tingkat pendidikan?

Beasiswa ini umumnya terbuka untuk tingkat sarjana, magister, dan doktoral, dengan persyaratan khusus untuk masing-masing tingkat pendidikan.

Namun, Beasiswa Japanese Studies 2024 khusus untuk mahasiswa S1/D4 yang belum menyelesaikan skripsi. Jika Anda mencari beasiswa untuk tingkat magister atau doktoral, pertimbangkan program MEXT lainnya, seperti Research Student Scholarship.

Bagaimana prosedur pengajuan aplikasi?

Prosedur pengajuan aplikasi melibatkan pengisian formulir aplikasi, menyertakan dokumen-dokumen yang diminta, dan mengikuti tahapan seleksi yang telah ditetapkan.

Pendaftaran dilakukan melalui universitas asal, yang akan mengirimkan aplikasi ke Kedutaan Jepang. Setelah lolos seleksi internal, Anda akan mengikuti tes tulis dan wawancara. Pastikan untuk memeriksa tenggat waktu (biasanya sekitar Februari–Maret) dan menyiapkan semua dokumen jauh-jauh hari.

Apakah beasiswa ini hanya ditujukan untuk jurusan tertentu dalam Japanese Studies?

Beberapa beasiswa mungkin memiliki fokus pada bidang studi tertentu, seperti bahasa, sastra, atau seni Jepang. Namun, ada juga beasiswa yang bersifat lebih umum dan mencakup berbagai bidang dalam Japanese Studies.

Untuk Japanese Studies 2024, fokus utama adalah bahasa, sastra, pendidikan, atau budaya Jepang. Pastikan jurusan Anda relevan, dan jika ragu, konsultasikan dengan koordinator program di universitas Anda untuk memastikan kelayakan.