Back

Biaya Hidup Kuliah di Malaysia Realistis Gak Sih Buat Anak Indonesia? Ini Jawabannya!

Buat banyak pelajar Indonesia, Malaysia tuh sering banget jadi destinasi idaman buat kuliah luar negeri yang tetap “ramah dompet”. Jaraknya dekat, budayanya nggak terlalu bikin kaget, kualitas kampusnya keren, dan pastinya kesempatan buat dapetin pengalaman internasional itu real.

Tapi yang paling bikin penasaran pasti satu hal: biaya hidupnya mahal nggak sih? Bisa kejang dompet nggak tiap bulan? Tenang, kita bahas santai dan jujur aja ya. Biar kamu punya gambaran yang realistis sebelum benar-benar memutuskan lanjut studi ke Malaysia.

Baca juga: Jepang Pilih India Buat Lanjutkan Generasi? Emang Separah Apa Masalahnya?

Kenapa Banyak Pelajar Indonesia yang Milih Malaysia?

Sebelum bahas angka-angka, mari paham dulu kenapa Malaysia jadi pilihan favorit.

  1. Pendidikan Berkualitas Internasional
    Banyak kampus di Malaysia sudah punya akreditasi internasional, kerja sama dengan universitas dunia, bahkan beberapa kampusnya jadi cabang dari universitas luar negeri ternama. Jadi ijazahnya bukan cuma keren di foto wisuda, tapi juga kuat di dunia kerja.
  2. Bahasa Lebih Bersahabat
    Bahasa Melayu lumayan mirip sama Bahasa Indonesia. Selain itu, banyak kampus yang pakai pengantar bahasa Inggris. Jadi kamu bisa improve skill bahasa sekaligus tetap nyaman.
  3. Lingkungan Lebih Familiar
    Kuliner nggak jauh beda, cuacanya mirip, dan komunitas pelajar Indonesia di sana juga banyak. Jadi nggak merasa sendirian.
  4. Dekat dari Indonesia
    Balik kampung lebih gampang dan lebih murah dibanding kuliah di Eropa atau Amerika. Cocok buat yang masih pengen tetap dekat keluarga.

Nah sekarang, mari masuk ke pembahasan inti yang paling ditunggu.

Biaya Hidup Kuliah di Malaysia: Berapa Sih Per Bulan?

Sebenarnya biaya hidup di Malaysia itu fleksibel banget, tergantung gaya hidup, lokasi kota, tipe kampus, dan cara kamu mengatur keuangan. Tapi secara umum, gambaran rata-ratanya kira-kira seperti ini.

1. Biaya Tempat Tinggal atau Asrama

Ini salah satu komponen terbesar dalam biaya hidup mahasiswa.

Rata-rata:

  • Kos atau asrama: sekitar Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000 per bulan

Biasanya mahasiswa punya beberapa pilihan. Ada asrama kampus yang biasanya lebih murah dan sudah termasuk fasilitas tertentu kayak WiFi, listrik, dan keamanan. Ada juga kos atau apartment sharing bareng teman yang bikin biaya jadi lebih ringan.

Kalau kamu pintar cari promo atau sharing bareng 2 sampai 3 orang, biaya tinggal bisa lebih hemat banget. Lokasi juga ngaruh besar.

Kuala Lumpur biasanya lebih mahal dibanding daerah seperti Johor Bahru, Melaka, atau Kedah. Tapi semua masih relatif lebih terjangkau dibanding negara tetangga kayak Singapura.

2. Biaya Makan Sehari-hari

Nah ini penting banget, karena mau anak kos lokal atau internasional, urusan makan tetap nomor satu.

Rata-rata:

  • Sekali makan: sekitar Rp20.000 sampai Rp40.000

Kalau dikali 2 sampai 3 kali makan sehari, kira-kira pengeluaran makan bisa sekitar:

  • Rp1.500.000 sampai Rp3.000.000 per bulan

Tapi sekali lagi, ini tergantung gaya hidup. Kalau kamu sering makan di restoran fancy, sering nongkrong di coffee shop, atau doyan makanan internasional, ya jelas lebih mahal. Tapi kalau makan di food court kampus, warung lokal, atau masak sendiri bareng anak kos, biaya bisa jadi jauh lebih hemat.

Serunya, pilihan makanan di Malaysia tuh banyak banget. Ada nasi lemak, roti canai, ayam goreng, masakan India, Chinese food, sampai makanan yang rasanya mirip masakan Indonesia. Jadi urusan perut, aman banget.

3. Biaya Transportasi

Ini nggak kalah penting, apalagi kalau tempat tinggal kamu agak jauh dari kampus.

Rata-rata:

  • Transportasi bulanan: sekitar Rp300.000 sampai Rp500.000

Di Malaysia, transportasi umumnya cukup nyaman. Ada bus, MRT, LRT, dan transportasi online. Banyak mahasiswa yang pilih tinggal dekat kampus supaya bisa jalan kaki dan hemat transport. Tapi kalau rumah agak jauh, tenang aja karena transport public di sana relatif terjangkau dan rutenya jelas.

Kalau kamu tipe anak aktif yang sering jalan ke mall, nongkrong, eksplor kota, ya pasti biaya transport sedikit lebih besar. Tapi kalau cuma kampus–kos–kampus, ya lebih aman di dompet.

Baca juga: Kata-Kata Bahasa Inggris yang Tulisannya Simpel Tapi Dalem Banget Maknanya

Jadi, Total Biaya Hidupnya Berapa?

Kalau kita rangkum secara kasar, total biaya hidup mahasiswa di Malaysia dalam satu bulan bisa jadi seperti ini:

  • Tempat tinggal: Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000
  • Makan: Rp1.500.000 sampai Rp3.000.000
  • Transportasi: Rp300.000 sampai Rp500.000

Kalau dijumlah:

  • Total perkiraan biaya hidup per bulan: sekitar Rp2.800.000 sampai Rp5.500.000

Masih masuk akal banget untuk ukuran kuliah luar negeri. Bahkan kalau dibandingkan dengan beberapa kota besar di Indonesia, biayanya nggak beda jauh.

That is why banyak pelajar Indonesia ngerasa Malaysia tuh jadi pilihan paling realistis buat dapetin kuliah internasional tanpa bikin keluarga shock lihat pengeluaran.

Tips Biar Biaya Hidup di Malaysia Tetap Aman dan Nggak Bikin Panik

Biar hidup di negeri orang tetap nyaman dan dompet tetap bernapas lega, kamu bisa banget pakai beberapa trik ini.

1. Pilih Tempat Tinggal yang Strategis

Cari kos atau asrama yang dekat kampus atau dekat akses transport publik. Selain hemat, kamu juga lebih hemat waktu dan tenaga. Sharing room juga lumayan banget buat potong biaya.

2. Atur Jadwal Makan dengan Bijak

Nggak harus makan mahal tiap hari. Kombinasikan makan di luar dengan masak sederhana bareng teman. Selain hemat, vibes anak kosnya juga lebih terasa.

3. Manfaatkan Diskon Mahasiswa

Di Malaysia banyak banget tempat yang kasih student discount. Mulai dari transportasi, tempat wisata, bahkan beberapa restoran. Jadi jangan malu pakai kartu mahasiswa ya.

4. Catat Pengeluaran

Biar nggak kaget saat akhir bulan, coba biasakan nyatat pengeluaran. Simple tapi efektif banget buat kontrol keuangan.

5. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Nongkrong boleh, self reward boleh, tapi tetap realistis. Ingat tujuan utama kamu ke Malaysia, yaitu kuliah dan bangun masa depan.

Baca juga: 3 Tokoh Super Ini Bisa Keliling Dunia Tanpa Perlu Paspor! Kok Bisa?

Worth It Nggak Kuliah di Malaysia?

Jawabannya: worth it banget, apalagi buat kamu yang pengen kuliah internasional tapi tetap pengen biaya hidup yang masih manusiawi.

Dengan perencanaan yang matang, gaya hidup yang terkontrol, dan manajemen keuangan yang rapi, hidup sebagai mahasiswa di Malaysia itu sangat mungkin berjalan nyaman, seru, dan penuh pengalaman berharga.

Kamu bukan cuma bakal dapetin pendidikan berkualitas, tapi juga pengalaman tinggal di lingkungan multikultur, networking internasional, dan vibes hidup mandiri yang bakal bikin kamu jauh lebih siap menghadapi dunia kerja nanti.

Pengen Kuliah di Malaysia? Siapin Bahasa Inggris Kamu Dulu Dong

Kalau kamu udah mulai kebayang serunya kuliah di Malaysia, jangan lupa satu hal penting: kemampuan bahasa Inggris itu krusial banget.

Banyak kampus di Malaysia pakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, dan biasanya wajib punya sertifikat seperti IELTS, TOEFL, atau tes bahasa lain sesuai kebutuhan kampus.

Biar persiapanmu makin matang, kamu bisa banget ikut program persiapan bahasa dan tes internasional di tempat yang terpercaya.

Ultimate Education siap jadi partner terbaik kamu. Di sini tersedia kursus dan bimbingan IELTS, TOEFL iBT, TOEFL ITP, GMAT, GRE, ACT, GED, TOEIC, IGCSE, SAT, PTE, sampai jasa penerjemah buat dokumen pendidikan kamu.

Pengajarnya berpengalaman, sistem belajarnya terstruktur, dan pastinya bikin kamu lebih percaya diri menghadapi tes internasional maupun persiapan studi ke luar negeri.

Jadi kalau kamu lagi cari rekomendasi tempat kursus terbaik, Ultimate Education adalah pilihan yang pas banget buat nemenin perjalanan akademikmu.