Kuliah di luar negeri adalah impian banyak mahasiswa Indonesia. Selain kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas internasional, pengalaman tersebut juga dapat membuka pintu peluang karier yang lebih luas. Namun, salah satu pertimbangan utama bagi calon mahasiswa adalah biaya kuliah di luar negeri. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai biaya kuliah di luar negeri, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, jenis biaya yang perlu diperhatikan, sumber pendanaan, serta tips mengelola biaya secara efektif. Selain itu, memahami biaya kuliah di luar negeri secara mendalam dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih bijak, menghindari kejutan finansial, dan memaksimalkan manfaat dari investasi pendidikan ini. Banyak mahasiswa yang sukses di luar negeri karena mereka merencanakan anggaran dengan teliti sejak awal, mempertimbangkan tidak hanya biaya langsung seperti tuition fee, tetapi juga biaya tidak langsung seperti adaptasi budaya yang mungkin memerlukan pengeluaran tambahan. Dengan informasi yang akurat, Anda bisa mengeksplorasi opsi-opsi yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Baca juga: Persiapan Penting Sebelum Studi di Luar Negeri
Manfaat Kuliah di Luar Negeri
Sebelum membahas biaya kuliah di luar negeri, penting untuk menyadari manfaat yang dapat diperoleh dari pengalaman tersebut. Studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk memperluas pengetahuan, mempelajari budaya baru, mengembangkan jaringan internasional, dan meningkatkan kemampuan bahasa asing. Selain itu, studi di luar negeri juga dapat meningkatkan nilai jual dalam dunia kerja, membuka peluang kerja di perusahaan multinasional, dan memberikan wawasan global yang berharga. Pengalaman ini tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang pengembangan diri secara holistik. Misalnya, tinggal di lingkungan yang berbeda dapat melatih kemandirian, adaptabilitas, dan pemahaman lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini. Banyak alumni kuliah di luar negeri yang kembali ke Indonesia dengan perspektif baru, yang membantu mereka dalam berkontribusi pada pengembangan negara, baik di sektor bisnis, teknologi, maupun sosial. Selain itu, jaringan yang dibangun selama studi bisa menjadi aset jangka panjang, seperti kolaborasi internasional atau peluang bisnis di masa depan.
Baca Juga: Berapa Skor Tes IELTS Minimal Untuk Kuliah Di Luar Negeri? Ada Universitas Tujuan Kamu…
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Kuliah di Luar Negeri

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya kuliah di luar negeri. Memahami faktor-faktor ini akan membantu calon mahasiswa dalam merencanakan anggaran studi mereka. Faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan: Selain itu, dengan mengetahui elemen-elemen ini, Anda bisa membandingkan berbagai opsi negara dan universitas untuk menemukan yang paling sesuai dengan kondisi finansial Anda. Misalnya, memilih negara dengan mata uang yang lebih stabil atau program yang menawarkan fleksibilitas durasi bisa menghemat biaya secara signifikan. Penting juga untuk memperhitungkan fluktuasi kurs mata uang, karena hal ini bisa memengaruhi total biaya secara tak terduga.
Lokasi
Biaya kuliah di luar negeri dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi negara tujuan. Negara-negara dengan biaya hidup tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia cenderung memiliki biaya kuliah yang lebih tinggi. Sebaliknya, negara-negara di Eropa Timur atau Asia seperti Jerman, Malaysia, atau Polandia sering kali menawarkan biaya yang lebih rendah, bahkan gratis untuk beberapa program, dengan kualitas pendidikan yang tetap kompetitif. Lokasi juga memengaruhi biaya non-akademik, seperti iklim yang mungkin memerlukan pakaian musim dingin atau akses ke transportasi umum yang efisien. Oleh karena itu, riset mendalam tentang indeks biaya hidup di kota tujuan, seperti menggunakan tools seperti Numbeo, bisa membantu dalam estimasi yang lebih akurat.
Jenis Program
Biaya kuliah juga dipengaruhi oleh jenis program yang diambil. Program sarjana umumnya memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan program magister atau doktoral. Program khusus seperti MBA atau kedokteran sering kali lebih mahal karena melibatkan fasilitas laboratorium canggih atau pengajar ahli. Selain itu, program online atau hybrid yang semakin populer pasca-pandemi bisa menjadi alternatif yang lebih murah, mengurangi biaya akomodasi dan transportasi. Memilih program dengan opsi co-op atau internship berbayar juga bisa membantu mengimbangi biaya melalui pengalaman kerja yang dibayar.
Universitas
Universitas ternama biasanya memiliki biaya kuliah yang lebih tinggi. Namun, ada juga universitas dengan reputasi baik yang menawarkan beasiswa dan bantuan keuangan kepada mahasiswa berprestasi. Universitas negeri di beberapa negara sering kali lebih murah daripada swasta, meskipun persaingan masuk lebih ketat. Selain itu, faktor seperti ranking QS atau Times Higher Education bisa menjadi indikator, tapi jangan abaikan universitas regional yang mungkin menawarkan program unggulan dengan biaya lebih rendah dan dukungan komunitas yang kuat.
Tingkat Pendidikan
Biaya kuliah juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang diambil. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seperti program doktoral, umumnya memiliki biaya yang lebih tinggi. Hal ini karena program lanjutan sering melibatkan riset mendalam, akses ke fasilitas khusus, dan bimbingan intensif dari profesor. Namun, banyak program doktoral yang didanai melalui assistantship atau fellowship, yang bisa menutupi biaya bahkan memberikan stipend bulanan. Memahami struktur biaya per semester atau per kredit juga penting untuk menghitung total investasi.
Durasi Kuliah
Durasi kuliah di luar negeri juga mempengaruhi biaya. Program studi jangka pendek biasanya memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan program studi jangka panjang. Misalnya, program diploma atau certificate bisa selesai dalam 1-2 tahun, sementara sarjana memerlukan 3-4 tahun. Memilih accelerated program atau transfer kredit dari pendidikan sebelumnya bisa memperpendek durasi dan menghemat biaya secara keseluruhan. Selain itu, faktor seperti cuti semester atau part-time study juga bisa memengaruhi total pengeluaran.
Baca juga: Kuliah di luar negeri dan dapatkan beragam manfaatnya! Nomor 6 mungkin membuat kamu terkesan
Biaya-biaya yang Perlu Diperhatikan

Ketika merencanakan kuliah di luar negeri, ada beberapa jenis biaya yang perlu diperhatikan. Memahami komponen biaya ini akan membantu calon mahasiswa dalam mengatur anggaran mereka dengan lebih baik. Anda harus mempertimbangkan beberapa biaya berikut: Selain itu, membuat spreadsheet anggaran yang mencakup estimasi bulanan bisa menjadi alat bantu yang efektif untuk melacak pengeluaran dan menghindari defisit. Banyak mahasiswa yang lupa memperhitungkan biaya inflasi atau perubahan kebijakan universitas, yang bisa menambah beban finansial jika tidak diantisipasi sejak dini.
Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan mencakup biaya kuliah dan biaya registrasi. Cangkupan biaya ini bervariasi tergantung pada program yang dipilih dan universitas. Biaya ini sering kali menjadi komponen terbesar, dan bisa dibayar per semester atau tahunan. Beberapa universitas menawarkan diskon untuk pembayaran di muka, atau biaya tambahan untuk mata kuliah lab atau field trip. Penting untuk memeriksa apakah biaya ini sudah termasuk akses ke perpustakaan digital atau software pendukung studi.
Biaya Hidup
Biaya hidup mencakup pengeluaran sehari-hari seperti makan, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pribadi lainnya. Cangkupan biaya hidup juga tergantung pada lokasi negara tujuan. Di kota besar, biaya ini bisa mencapai ribuan dolar per bulan, termasuk utilitas seperti listrik dan internet. Tips untuk menghemat termasuk berbagi apartemen dengan teman atau memilih kampus dengan fasilitas makan gratis. Selain itu, mempelajari pola konsumsi lokal bisa membantu mengadaptasi anggaran agar lebih realistis.
Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan merupakan biaya penting yang perlu diperhatikan. Beberapa universitas mengharuskan mahasiswa internasional untuk memiliki asuransi kesehatan selama masa kuliah. Asuransi ini melindungi dari biaya medis tak terduga, seperti kunjungan dokter atau rawat inap. Pilih polis yang mencakup kondisi pra-eksisting jika relevan, dan bandingkan provider untuk mendapatkan cakupan terbaik dengan premi terjangkau. Di beberapa negara seperti Australia, asuransi ini wajib dan bisa diintegrasikan dengan visa studi.
Biaya Akomodasi
Biaya akomodasi mencakup sewa tempat tinggal, baik di asrama kampus maupun di luar kampus. Cangkupan biaya ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tipe akomodasi yang dipilih. Asrama kampus sering lebih murah dan nyaman untuk mahasiswa baru, sementara apartemen pribadi memberikan privasi lebih. Pertimbangkan faktor seperti jarak ke kampus untuk menghemat transportasi, dan cari opsi dengan utilitas termasuk untuk menghindari biaya tambahan.
Baca Juga: Mempersiapkan Kuliah di Luar Negeri: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Transportasi
Biaya transportasi meliputi tiket pesawat, transportasi lokal, dan biaya perjalanan lainnya. Calon mahasiswa perlu mempertimbangkan biaya ini dalam perencanaan mereka. Tiket pesawat pulang-pergi bisa menjadi pengeluaran besar, terutama saat liburan. Di kota tujuan, gunakan kartu transportasi mahasiswa untuk diskon, atau sepeda untuk opsi ramah lingkungan dan hemat. Rencanakan perjalanan wisata dengan budget rendah untuk menjaga keseimbangan antara eksplorasi dan penghematan.
Buku dan Materi Kuliah
Biaya untuk buku dan materi kuliah juga perlu diperhitungkan. Beberapa program studi mungkin memiliki persyaratan khusus dalam hal buku dan materi yang diperlukan. Buku teks bisa mahal, tapi alternatif seperti e-book, perpustakaan kampus, atau beli second-hand bisa menghemat hingga 50%. Untuk program STEM, biaya software atau alat lab tambahan juga harus diantisipasi, dan cari universitas yang menyediakan lisensi gratis untuk mahasiswa.
Biaya Visa dan Keimigrasian
Calon mahasiswa perlu memperhatikan biaya visa dan keimigrasian yang diperlukan untuk memasuki dan tinggal di negara tujuan. Proses ini melibatkan biaya aplikasi, biometrik, dan mungkin pemeriksaan kesehatan. Waktu pemrosesan visa bisa memengaruhi biaya, seperti jika perlu layanan ekspres. Persiapkan dokumen dengan teliti untuk menghindari penolakan yang bisa menambah biaya berulang.
Biaya Penerbangan
Biaya tiket pesawat juga perlu diperhitungkan dalam anggaran kuliah di luar negeri. Harga tiket pesawat dapat bervariasi tergantung pada jarak dan musim perjalanan. Pesan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik, dan pertimbangkan maskapai budget atau penerbangan connecting. Selain itu, biaya bagasi ekstra untuk barang bawaan studi juga harus dihitung.
Baca juga: Uji Kemampuanmu dengan Mock Test: Hadapi Ujian dengan Percaya Diri
Beasiswa dan Sumber Pendanaan Lainnya

Untuk membantu mengurangi beban biaya kuliah di luar negeri, calon mahasiswa dapat mencari beasiswa dan sumber pendanaan lainnya. Berikut beberapa sumber pendanaan yang Anda pertimbangkan: Mencari pendanaan ini memerlukan persiapan dini, seperti membangun portofolio prestasi dan menulis esai yang kuat. Banyak sumber pendanaan yang tidak hanya melihat nilai akademik, tapi juga kontribusi sosial atau potensi kepemimpinan. Bergabung dengan komunitas alumni atau forum online bisa memberikan insight tentang peluang tersembunyi.
Beasiswa Pemerintah dan Lembaga Swasta
Pemerintah dan lembaga swasta sering kali menawarkan berbagai macam beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi. Calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai beasiswa ini dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Beasiswa seperti LPDP dari Indonesia atau Fulbright dari AS bisa menutupi biaya penuh, termasuk hidup. Persiapkan aplikasi dengan referensi kuat dan statement of purpose yang autentik untuk meningkatkan peluang.
Program Pertukaran Mahasiswa
Program pertukaran mahasiswa adalah kesempatan untuk belajar di luar negeri dengan biaya yang lebih terjangkau. Pada program ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar di universitas mitra dengan biaya yang lebih rendah. Program seperti Erasmus+ di Eropa atau exchange melalui universitas Indonesia bisa mengurangi biaya hingga setengah, sambil memberikan pengalaman internasional. Pastikan kredit Anda transferable untuk menghindari perpanjangan studi.
Pinjaman Pendidikan
Jika beasiswa tidak mencukupi, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan opsi pinjaman pendidikan. Namun, sebelum mengambil pinjaman, penting untuk memahami syarat-syarat dan tingkat bunga yang dikenakan. Pinjaman dari bank seperti BNI atau internasional seperti Prodigy Finance bisa fleksibel, tapi hitung ROI pendidikan Anda untuk memastikan pinjaman ini layak. Konsultasi dengan penasihat keuangan bisa membantu dalam keputusan ini.
Baca Juga: Jenis – Jenis Seleksi Beasiswa dan Tips Sukses Untuk Setiap Tahapan
Pekerjaan Paruh Waktu
Mencari pekerjaan paruh waktu selama masa kuliah dapat membantu mahasiswa dalam membiayai sebagian biaya mereka. Namun, penting untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak mengganggu fokus utama yaitu studi. Pekerjaan seperti tutor kampus atau barista bisa memberikan penghasilan tambahan, sekaligus pengalaman kerja yang berharga untuk CV. Periksa regulasi visa mengenai jam kerja maksimal untuk menghindari masalah hukum.
Dukungan dari Keluarga
Dukungan dari keluarga juga bisa menjadi sumber pendanaan. Calon mahasiswa dapat berdiskusi dengan keluarga mengenai rencana kuliah dan mencari cara bersama untuk mengatur keuangan. Ini bisa berupa kontribusi bulanan atau bantuan dalam mencari sponsor. Komunikasi terbuka tentang ekspektasi finansial bisa memperkuat dukungan emosional sekaligus material.
Baca juga: Beasiswa Fully Funded 2023 – Peluang Mendapatkan Beasiswa Penuh untuk Tahun Ini
Tips Mengelola Biaya Kuliah di Luar Negeri

Mengelola biaya kuliah di luar negeri membutuhkan perencanaan yang cermat dan disiplin dalam mengatur keuangan. Berikut beberapa saran yang mungkin bermanfaat bagi Anda: Implementasikan tips ini secara konsisten untuk mencapai keseimbangan antara pengalaman studi dan stabilitas finansial. Banyak mahasiswa sukses karena mereka menggunakan app budgeting seperti Mint atau YNAB untuk memantau pengeluaran real-time.
Rencanakan Anggaran Secara Cermat
Buatlah anggaran yang rinci untuk biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya lainnya. Pertimbangkan dengan seksama pendapatan yang tersedia dan keluaran yang diperlukan. Sertakan buffer untuk pengeluaran darurat, seperti perbaikan laptop atau kunjungan keluarga. Tinjau anggaran bulanan untuk penyesuaian berdasarkan pengalaman aktual.
Cari Beasiswa yang Tepat
Selidiki dan cari beasiswa yang sesuai dengan bidang studi dan prestasi akademik Anda. Ajukan beasiswa dengan waktu yang cukup agar Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkannya. Gunakan database seperti Scholarship.com atau situs pemerintah untuk menemukan peluang, dan sesuaikan aplikasi dengan cerita pribadi Anda.
Pertimbangkan Negara dengan Biaya Hidup Terjangkau
Pilihlah negara tujuan yang memiliki biaya hidup yang lebih terjangkau. Beberapa negara mungkin menawarkan biaya kuliah yang lebih rendah dan biaya hidup yang lebih hemat. Negara seperti Jerman dengan tuition gratis atau Kanada dengan kota kecil yang murah bisa menjadi pilihan, sambil mempertahankan standar pendidikan tinggi.
Baca Juga: Beasiswa LPDP: Peluang Wujudkan Mimpi Kuliah Di Luar Negeri
Hemat Pengeluaran Sehari-hari
Pertimbangkan cara untuk menghemat pengeluaran sehari-hari, seperti memasak sendiri daripada makan di luar, menggunakan transportasi umum, dan mencari diskon atau promosi. Gabung klub mahasiswa untuk akses ke event gratis, atau gunakan app cashback untuk belanja harian.
Manfaatkan Diskon dan Penawaran Khusus
Selalu perhatikan diskon dan penawaran khusus untuk mahasiswa internasional. Banyak tempat, termasuk toko, restoran, dan tempat wisata, menawarkan harga khusus bagi mahasiswa. Dapatkan kartu ISIC untuk diskon global, dan ikuti newsletter universitas untuk promo lokal.
Jaga Kesehatan dengan Baik
Dengan menjaga kesehatan secara umum, Anda dapat menghindari biaya medis yang tidak terduga. Pertimbangkan untuk memiliki polis asuransi kesehatan yang memadai. Rutin olahraga, makan sehat, dan manajemen stres bisa mencegah penyakit, sambil memanfaatkan fasilitas kesehatan kampus yang gratis.
Pertimbangkan Pekerjaan Paruh Waktu
Mencari pekerjaan paruh waktu yang sesuai dengan jadwal kuliah dapat membantu dalam membiayai sebagian biaya studi. Pastikan pekerjaan tersebut tidak mengganggu kesuksesan akademik Anda. Pilih pekerjaan terkait bidang studi untuk pengalaman relevan, seperti internship berbayar.
Baca juga: Tips Sukses Wawancara Beasiswa Kuliah Luar Negeri
Mengikuti kuliah di luar negeri adalah pengalaman yang tak ternilai. Namun, sebagai calon mahasiswa, penting untuk memahami biaya kuliah di luar negeri dan merencanakan anggaran dengan cermat. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya, jenis biaya yang perlu diperhatikan, serta sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan, Anda dapat merencanakan kuliah Anda dengan lebih baik dan mengelola keuangan Anda dengan bijaksana. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tapi juga membangun resiliensi finansial yang berguna seumur hidup. Banyak yang berhasil karena mereka melihat biaya sebagai investasi, bukan beban, dan memanfaatkan setiap peluang untuk optimalisasi.
Baca Juga: Maudy Ayunda Jadi Role Model Pendidikan? Karena….
FAQ
1. Apakah semua universitas di luar negeri menawarkan beasiswa?
Tidak, tidak semua universitas di luar negeri menawarkan beasiswa. Namun, banyak universitas yang memiliki program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Selain itu, beasiswa bisa datang dari sumber eksternal seperti pemerintah atau yayasan, jadi eksplorasi luas diperlukan untuk menemukan yang cocok.
2. Bagaimana cara mencari beasiswa untuk studi di luar negeri?
Anda dapat mencari informasi beasiswa melalui situs web universitas, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah. Selain itu, Anda juga dapat mencari informasi melalui organisasi dan yayasan yang menawarkan beasiswa. Gunakan platform seperti Fastweb atau Scholarships.com, dan ikuti webinar tentang aplikasi beasiswa untuk tips insider.
3. Apakah ada program pinjaman pendidikan untuk studi di luar negeri?
Ya, ada beberapa lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman pendidikan khusus untuk kuliah di luar negeri. Pastikan Anda memahami persyaratan dan kondisi pinjaman sebelum mengambil keputusan. Bandingkan suku bunga dan periode grace untuk memilih yang paling menguntungkan.
4. Apakah ada peluang kerja paruh waktu bagi mahasiswa internasional di luar negeri?
Ya, banyak negara memberikan izin kerja paruh waktu bagi mahasiswa internasional. Namun, aturan mengenai pekerjaan paruh waktu bisa berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Di Australia misalnya, mahasiswa bisa bekerja hingga 20 jam per minggu selama semester, dan full-time saat libur.
5. Apakah biaya kuliah di luar negeri lebih mahal daripada di Indonesia?
Secara umum, biaya kuliah di luar negeri cenderung lebih tinggi daripada di Indonesia. Namun, ada beberapa negara yang menawarkan biaya kuliah yang lebih terjangkau. Dengan beasiswa atau program murah, total biaya bisa setara atau bahkan lebih rendah jika mempertimbangkan kualitas dan peluang karier.
RATA-RATA BIAYA BELAJAR DI LUAR NEGERI
Tidak peduli negara mana yang Anda pilih dalam rencana studi luar negeri Anda, Anda perlu mempertimbangkan biaya yang terkait dengan mengejar gelar tertentu. Selain biaya kuliah, Anda juga harus memperhitungkan biaya hidup, termasuk pengeluaran sehari-hari, transportasi, akomodasi, dan bahkan bahan pendidikan. Estimasi ini bisa bervariasi berdasarkan gaya hidup pribadi, tapi menggunakan data dari sumber seperti Expatistan bisa memberikan gambaran yang lebih akurat. Selain itu, faktor seperti inflasi tahunan harus dipertimbangkan untuk proyeksi jangka panjang.
Total biaya hidup secara signifikan tergantung pada kota tempat tinggal yang Anda pilih. Kota metropolitan besar seperti New York, Sydney, atau London cenderung lebih mahal dalam hal belanja bahan makanan, akomodasi, dan makan di luar. Di sisi lain, kota kecil atau pinggiran bisa menghemat hingga 30-50% biaya, tanpa mengurangi akses ke fasilitas pendidikan.
Sekarang, mari kita bahas rata-rata biaya mengejar gelar di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat: Data ini berdasarkan estimasi umum, dan disarankan untuk memeriksa situs resmi universitas untuk angka terbaru, karena biaya bisa berubah setiap tahun akademik.
Australia
Biaya kuliah tahunan untuk mahasiswa internasional tingkat sarjana dan pascasarjana yang belajar di Australia rata-rata sekitar AUD 30.840 dan $31.596, secara berturut-turut. Secara khusus, biaya kuliah untuk gelar master di Australia biasanya berada dalam kisaran AUD 20.000 hingga $37.000. Biaya ini sering mencakup akses ke fasilitas modern, dan banyak universitas menawarkan payment plan untuk kemudahan.
Sementara itu, biaya untuk gelar doktoral atau PhD di Australia bervariasi antara AUD $14.000 dan $37.000, tergantung pada program studi tertentu yang Anda pilih. Program riset sering didukung oleh grant, yang bisa mengurangi beban secara signifikan.
Inggris
Di Inggris, biaya kuliah berfluktuasi tergantung pada lembaga pendidikan dan program studi yang Anda pilih. Bagi mahasiswa internasional tingkat sarjana dan pascasarjana, biaya kuliah tahunan dapat berkisar antara GBP 10.000 hingga £38.000 dan GBP 11.000 hingga £32.000, secara berturut-turut. Universitas seperti Oxford atau Cambridge mungkin di ujung atas, tapi menawarkan prestige yang tinggi. Pertimbangkan juga biaya tambahan untuk society atau klub kampus.
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, biaya kuliah rata-rata biasanya berada dalam kisaran USD 4.800 hingga $48.500 per tahun. Untuk perguruan tinggi swasta, biaya kuliah cenderung sekitar USD 32.500, sedangkan untuk perguruan tinggi negeri, biayanya sekitar USD 24.300 per tahun. Penting untuk diingat bahwa biaya kuliah dapat bervariasi tergantung pada apakah seorang mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta atau negeri. Selain itu, negara bagian bisa memengaruhi biaya, dengan California atau New York lebih mahal daripada Midwest. Banyak yang memanfaatkan community college untuk dua tahun pertama guna menghemat sebelum transfer ke universitas empat tahun.
