
Jika di Indonesia kita mengenal Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebagai ujian masuk perguruan tinggi negeri.
Ternyata di berbagai negara lain juga ada ujian serupa dengan nama dan karakteristik yang unik. Setiap negara memiliki sistem ujian tersendiri yang mencerminkan budaya pendidikan mereka.
Yuk, cari tahu nama-nama ujian masuk perguruan tinggi dari berbagai belahan dunia!
Baca juga: Kenali Persyaratan Beasiswa GKS untuk Kuliah di Korea Selatan
1. CSAT (Korea Selatan)
CSAT atau College Scholastic Ability Test adalah ujian masuk perguruan tinggi di Korea Selatan yang dikenal dengan nama lokalnya yaitu Suneung.
Ujian ini menjadi penentu utama bagi siswa Korea untuk melanjutkan ke universitas impian mereka, terutama universitas ternama seperti SKY (Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University).
Persiapan untuk CSAT sangat intens. Para siswa sering belajar hingga larut malam di sekolah dan mengikuti les tambahan.
Pada hari ujian, pemerintah Korea benar-benar mendukung kelancaran pelaksanaannya. Misalnya, lalu lintas diatur khusus, dan penerbangan dihentikan sementara saat sesi ujian listening.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya CSAT bagi masa depan para siswa di Korea Selatan.
2. Gaokao (China)
Di Tiongkok, ujian masuk perguruan tinggi dikenal dengan nama Gaokao atau National College Entrance Examination.
Ujian ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling berat di dunia. Dilaksanakan selama 2-3 hari dalam setahun, Gaokao menjadi momen yang penuh tekanan bagi para siswa.
Bayangkan saja, dengan populasi yang sangat besar, persaingan untuk masuk universitas bergengsi seperti Tsinghua University atau Peking University menjadi luar biasa ketat.
Tak heran jika para siswa sering menghadapi tekanan sosial yang besar, bahkan sampai mengalami stres berat.
3. A Levels (Inggris)

Di Inggris, ujian masuk perguruan tinggi dilakukan melalui A Levels.
Berbeda dengan ujian lainnya, A Levels lebih fleksibel karena peserta hanya perlu mengambil 3-4 mata pelajaran yang relevan dengan jurusan yang ingin mereka ambil di universitas.
Persiapan A Levels biasanya dimulai sejak dua tahun sebelum ujian. Nilai ujian berkisar dari A* (tertinggi) hingga E.
Untuk masuk universitas bergengsi seperti Oxford atau Cambridge, pelamar biasanya membutuhkan nilai minimum A*AA atau AAA, tergantung pada jurusannya.
4. National Center Test (Jepang)
Jepang memiliki tes yang dinamakan National Center Test, yaitu ujian nasional yang merupakan tahap pertama seleksi masuk universitas.
Uniknya, setelah lulus ujian ini, siswa masih harus mengikuti ujian tambahan di universitas tujuan mereka.
Proses ini membuat seleksi masuk perguruan tinggi di Jepang menjadi sangat ketat. Universitas Tokyo misalnya, dikenal dengan standar masuknya yang sangat tinggi, terutama untuk jurusan seperti hukum atau sains.
Baca juga: 3 Anime yang Bisa Mengasah Kemampuan Bahasa Jepangmu
Banyak siswa di Jepang yang hanya tidur tiga jam sehari demi mempersiapkan diri untuk lulus di tes ini.
5. Baccalaureate (Prancis)
Di Prancis, ujian Baccalaureate atau Bac berfungsi sebagai ujian kelulusan SMA sekaligus syarat masuk universitas.
Siswa memilih tiga spesialisasi selama SMA, seperti seni, sastra, matematika, atau ilmu komputer. Selain itu, ada mata pelajaran wajib seperti filsafat.
Menariknya, filsafat menjadi bagian penting dari Bac, yang membuat banyak remaja Prancis tiba-tiba menjadi “filsuf dadakan” menjelang ujian.
Bac tidak hanya menilai pemahaman akademis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dari para siswa disana.
6. JEE/NEET (India)
India memiliki dua ujian besar untuk masuk ke perguruan tinggi, yaitu JEE (Joint Entrance Examination) untuk jurusan teknik dan NEET (National Eligibility cum Entrance Test) untuk kedokteran.
Persaingan disana sangat ketat, dengan jutaan peserta setiap tahunnya. Untuk teknik, universitas impian para siswa adalah IIT Bombay, sedangkan bagi calon dokter, AIIMS adalah tujuan utama mereka.
Banyak dari siswa India mulai mempersiapkan diri sejak SMP dengan mengikuti les tambahan, ini menunjukkan betapa seriusnya sistem pendidikan mereka.
7. SAT (Amerika Serikat)
Di Amerika Serikat, ujian masuk perguruan tinggi dikenal dengan nama SAT (Scholastic Assessment Test).
Berbeda dengan banyak ujian lain, SAT memiliki kelebihan karena bisa diulang berkali-kali, dan peserta dapat memilih skor terbaik mereka untuk digunakan saat mendaftar ke universitas.
Baca juga: Cara Meningkatkan Skor SAT dan Persiapan Efektif Masuk Universitas Impian
Namun, persaingannya juga tetap ketat, terutama bagi siswa yang ingin masuk ke universitas Ivy League seperti Harvard, MIT, atau Stanford.
Selain sebagai syarat masuk universitas, skor SAT yang tinggi juga sering digunakan untuk mendaftar beasiswa.
Persiapkan Dirimu untuk Kuliah di Luar Negeri
Setiap negara memiliki sistem ujian yang unik, dengan tingkat persaingan dan tantangannya masing-masing. Selain itu, banyak kampus luar negeri yang menerapkan standar akademik serta persyaratan bahasa yang lebih ketat dibandingkan perguruan tinggi di dalam negeri. Hal ini membuat proses pendaftaran menjadi lebih kompleks dan membutuhkan perencanaan yang matang sejak jauh-jauh hari.
Jika kamu bercita-cita untuk kuliah di luar negeri dan masuk ke universitas top dunia, persiapan matang adalah kunci utamanya. Banyak calon mahasiswa gagal bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kurang memahami strategi, timeline pendaftaran, jenis tes yang harus diambil, hingga cara memaksimalkan peluang diterima. Dengan memulai persiapan lebih awal, kamu bisa mempelajari format ujian, melatih kemampuan akademik dan bahasa, serta memperkuat portofolio agar lebih kompetitif.
Ultimate Education hadir untuk membantu kamu mempersiapkan berbagai tes internasional seperti A Levels, SAT, TOEFL, IELTS, dan masih banyak lagi. Semua program dirancang agar sesuai dengan kebutuhan siswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Mulai dari pemahaman materi, strategi menjawab soal, hingga simulasi ujian yang menyerupai tes asli, semuanya disusun secara sistematis agar hasil belajarmu maksimal.
Dengan program bimbingan yang terstruktur dan didukung oleh mentor profesional, impianmu untuk kuliah di kampus-kampus bergengsi dunia bukan lagi sekadar angan-angan. Para mentor yang berpengalaman akan membimbingmu memahami cara belajar yang efektif, memberikan evaluasi berkala, serta memastikan perkembanganmu selalu berada pada jalur yang benar. Kamu juga akan mendapatkan tips penting seperti cara membuat personal statement yang menarik, strategi memilih jurusan yang sesuai, hingga rekomendasi kampus terbaik di negara tujuanmu.
Selain itu, mengikuti bimbingan persiapan ujian internasional juga membantumu membangun kebiasaan belajar yang konsisten dan disiplin. Banyak siswa yang merasa kewalahan karena harus menyeimbangkan persiapan ujian bahasa dan persiapan akademik secara bersamaan. Dengan panduan yang tepat, kamu dapat mengatur waktu lebih efisien dan fokus pada materi yang paling penting agar bisa mencapai skor terbaik.
Jangan tunda lagi, mulai persiapkan dirimu sekarang dan wujudkan masa depan yang cerah! Semakin cepat kamu memulai persiapan, semakin besar juga peluangmu untuk diterima di universitas favorit. Ingat bahwa perjalanan menuju kampus impian bukan hanya tentang melewati ujian, tetapi juga tentang membangun mental yang kuat, meningkatkan kemampuan akademik, dan memperluas wawasan tentang dunia pendidikan internasional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depanmu, dan langkah pertama dimulai hari ini.
