
Buat kamu yang tumbuh besar dengan bayangan wisuda lengkap dengan toga, topi kotak, panggung megah, dan sesi lempar topi bareng teman-teman, kuliah di Jerman mungkin bakal terasa agak “asing”. Soalnya, di Jerman, lulus kuliah itu… ya lulus aja.
Tanpa wisuda resmi yang meriah seperti di Indonesia atau negara lain. Pertanyaannya, emang bener kuliah di Jerman gak ada wisuda? Terus, gimana rasanya lulus tanpa seremoni besar? Apakah momen kelulusannya jadi kurang spesial?
Jawabannya gak sesederhana iya atau tidak. Tradisi akademik di Jerman punya cara pandang yang beda soal kelulusan, dan justru di situlah letak uniknya. Yuk, kita bahas pelan-pelan biar kamu gak kaget kalau suatu hari beneran kuliah di sana.
Baca juga: 3 Jurus Rahasia agar Bisa Lolos Beasiswa LPDP yang Wajib Dipahami Sejak Awal
Wisuda Bukan Tradisi Utama di Jerman
Kalau di Indonesia wisuda itu agenda sakral yang wajib, di Jerman justru sebaliknya. Mayoritas universitas di Jerman tidak menjadikan wisuda sebagai acara resmi universitas.
Artinya, setelah kamu menyelesaikan semua kewajiban akademik, kamu dinyatakan lulus tanpa harus duduk manis di aula besar pakai toga.
Bagi masyarakat Jerman, kelulusan adalah pencapaian akademik, bukan acara seremonial. Yang penting adalah kamu sudah menyelesaikan studi, memenuhi standar ilmiah, dan mendapatkan gelar secara sah. Soal perayaan, itu urusan pribadi masing-masing.
Beberapa universitas memang punya acara simbolis kecil, tapi sifatnya opsional, sederhana, dan tidak semewah wisuda pada umumnya. Bahkan banyak mahasiswa internasional yang baru sadar gak ada wisuda resmi setelah hampir lulus.
Ijazah Datang Lewat Pos, Bukan di Panggung
Hal lain yang sering bikin mahasiswa internasional kaget adalah cara mendapatkan ijazah. Di Jerman, kamu gak akan dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk menerima ijazah dari rektor.
Setelah semua nilai keluar dan administrasi selesai, ijazah biasanya akan dikirim langsung ke alamat rumah lewat pos atau diambil sendiri di bagian layanan akademik.
Dokumen kelulusan ini biasanya terdiri dari beberapa lembar penting, seperti sertifikat kelulusan, transkrip nilai, dan surat keterangan gelar. Semuanya resmi dan diakui secara internasional, meskipun proses penerimaannya terasa simpel banget.
Buat yang terbiasa dengan momen simbolis, mungkin awalnya terasa kurang “wah”. Tapi di sisi lain, proses ini justru praktis, efisien, dan khas gaya Jerman yang anti ribet.
Perayaan Kelulusan Versi Mahasiswa Sendiri
Walaupun universitasnya gak bikin wisuda besar, bukan berarti mahasiswa di Jerman gak merayakan kelulusan sama sekali. Justru banyak dari mereka yang bikin acara sendiri bareng teman-teman terdekat.
Ada yang sekadar makan malam bareng, pesta kecil di apartemen, piknik santai, sampai foto-foto estetik di depan gedung kampus. Beberapa komunitas mahasiswa internasional bahkan sering bikin farewell party untuk teman-teman yang lulus dan akan balik ke negaranya masing-masing.
Perayaan ini biasanya lebih personal, hangat, dan penuh cerita. Gak ada protokol resmi, gak ada dress code ribet, tapi justru terasa lebih dekat dan berkesan.
Gak Ada Wisuda, Tapi Rasa Bangganya Tetap Ada
Satu hal yang penting banget untuk diluruskan, gak adanya wisuda bukan berarti kelulusan di Jerman terasa biasa saja. Justru sebaliknya, banyak mahasiswa merasa bangga banget karena tahu betul betapa beratnya proses kuliah di sana.
Baca juga: Daftar Aktor dan Aktris Korea yang Pernah Kuliah di Sungkyunkwan University
Sistem pendidikan Jerman terkenal ketat, mandiri, dan menuntut tanggung jawab besar dari mahasiswanya. Dosen gak akan ngejar-ngejar, tugas gak selalu diingatkan, dan ujian sering kali menentukan segalanya.
Jadi ketika akhirnya lulus, rasa puas dan bangganya datang dari dalam diri, bukan dari panggung atau tepuk tangan. Bisa lulus dari universitas di Jerman adalah pencapaian besar, dan itu diakui di dunia internasional. Jadi walaupun gak pakai toga, value-nya tetap tinggi.
Perbedaan Budaya Akademik yang Perlu Dipahami
Kalau dibandingkan dengan Indonesia, perbedaan ini memang terasa kontras. Di Indonesia, wisuda bukan cuma soal mahasiswa, tapi juga keluarga. Orang tua datang jauh-jauh, foto bareng, dan menjadikan wisuda sebagai simbol keberhasilan bersama. Di Jerman, budaya akademiknya lebih individual dan profesional.
Fokus utamanya ada pada proses belajar dan hasil akademik, bukan seremoni. Makanya, banyak hal yang terasa lebih sederhana, tapi tetap bermakna. Buat mahasiswa internasional, memahami perbedaan ini penting banget supaya gak kaget dan bisa menikmati prosesnya tanpa ekspektasi yang keliru.
Apakah Semua Universitas di Jerman Sama?
Jawabannya, gak juga. Ada beberapa universitas atau fakultas tertentu yang mengadakan acara kelulusan kecil atau “graduation ceremony” versi mereka sendiri. Tapi skalanya terbatas, gak selalu rutin, dan sering kali diinisiasi oleh fakultas atau organisasi mahasiswa.
Acara seperti ini biasanya lebih ke simbolis, tanpa toga wajib, dan suasananya santai. Jadi kalau kamu berharap wisuda ala film-film, sebaiknya jangan terlalu berharap. Tapi kalau kamu open-minded dan fleksibel, pengalaman ini justru bisa terasa unik.
Justru Lebih Realistis dan Dewasa
Banyak alumni yang bilang, sistem kelulusan di Jerman terasa lebih realistis. Setelah lulus, kamu langsung dihadapkan pada dunia kerja, riset lanjutan, atau kehidupan profesional lainnya tanpa euforia panjang.
Ini sejalan dengan filosofi pendidikan Jerman yang mempersiapkan mahasiswa untuk mandiri dan bertanggung jawab. Kelulusan bukan akhir, tapi awal dari fase hidup yang baru. Dan mungkin, itu juga yang bikin lulusan Jerman dikenal tangguh dan siap kerja.
Baca juga: Karier Kekinian yang Butuh Mandarin Speaker! Peluang Besar Buat Kamu
Jadi, Perlu Takut Kuliah di Jerman Karena Gak Ada Wisuda?
Jawabannya jelas, enggak. Wisuda hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan akademik. Yang jauh lebih penting adalah pengalaman belajar, kualitas pendidikan, dan kesempatan yang kamu dapatkan setelah lulus.
Kalau kamu bisa menerima bahwa setiap negara punya budaya sendiri, kuliah di Jerman justru bisa jadi pengalaman hidup yang luar biasa. Dari sistem belajarnya, lingkungannya, sampai cara mereka memaknai kelulusan.
Fokus ke Proses, Bukan Seremoninya
Lulus kuliah di Jerman tanpa wisuda mungkin terdengar aneh di awal, tapi sebenarnya sangat masuk akal kalau dilihat dari budaya dan sistem pendidikannya. Tanpa toga dan panggung megah, kelulusan tetap terasa bermakna karena kamu tahu betapa besar usaha yang sudah kamu lewati.
Dan pada akhirnya, gelar yang kamu dapatkan tetap diakui, tetap bergengsi, dan tetap membuka banyak peluang di masa depan.
Siap Kuliah di Jerman? Persiapannya Jangan Setengah-Setengah
Kalau kamu serius ingin kuliah di Jerman, salah satu hal krusial yang wajib dipersiapkan adalah kemampuan bahasa Jerman, termasuk sertifikat TestDaF yang jadi syarat utama masuk universitas.
Nah, Ultimate Education hadir sebagai rekomendasi tempat kursus terbaik yang menyediakan kursus dan bimbingan TestDaF dengan materi terarah, pengajar berpengalaman, dan metode belajar yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa internasional.
Bukan cuma itu, Ultimate Education juga menyediakan jasa penerjemah profesional untuk dokumen akademik seperti ijazah, transkrip nilai, dan berkas pendaftaran kuliah ke Jerman. Jadi kamu gak perlu pusing urusan teknis dan bisa fokus ke persiapan masa depanmu.
Kalau mau langkahmu ke Jerman lebih terencana, aman, dan gak trial-error, Ultimate Education bisa jadi partner belajar yang tepat dari awal sampai tujuan.
