Belajar bahasa Jepang adalah tujuan ambisius bagi banyak orang di Indonesia. Saat ini, semakin banyak pelajar dan pecinta bahasa yang mencari metode baru dan menarik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa Jepang. Salah satu cara inovatif yang telah menarik perhatian banyak orang adalah belajar bahasa Jepang melalui anime. Metode ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif karena menggabungkan hiburan dengan pembelajaran, sehingga proses belajar menjadi lebih engaging dan tidak terasa membosankan. Banyak pembelajar menemukan bahwa menonton anime membantu mereka tetap termotivasi dalam jangka panjang, terutama ketika dibandingkan dengan metode tradisional seperti menghafal buku teks.
Anime, sebagai bentuk budaya populer dari Jepang, telah mencuri hati banyak orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ceritanya yang menarik, karakter yang unik, dan penggambaran budaya Jepang membuat anime menjadi daya tarik yang luar biasa bagi pembelajar bahasa Jepang. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa belajar bahasa Jepang melalui anime adalah pilihan yang menarik dan efektif. Selain itu, kami juga akan membahas berbagai tips praktis untuk memaksimalkan manfaat dari metode ini, termasuk cara memilih anime yang tepat, teknik belajar yang efektif, dan bagaimana mengintegrasikannya dengan sumber belajar lainnya untuk hasil optimal. Dengan pendekatan ini, Anda bisa meningkatkan kemampuan bahasa Jepang secara holistik, mencakup listening, speaking, reading, dan bahkan writing melalui latihan-latihan sederhana yang terinspirasi dari anime.
Baca juga: Kenapa Belajar Bahasa Jepang Itu Penting?
Memahami Dasar-Dasar Bahasa Jepang

Sebelum kita mulai mempelajari bahasa Jepang melalui anime, penting untuk memahami dasar-dasar bahasa Jepang. Bahasa Jepang memiliki tiga sistem penulisan utama: Hiragana, Katakana, dan Kanji. Memahami sistem penulisan ini adalah langkah awal yang penting dalam memahami bahasa Jepang. Hiragana digunakan untuk kata-kata asli Jepang dan partikel gramatikal, sementara Katakana sering dipakai untuk kata serapan dari bahasa asing, seperti nama merek atau istilah teknis. Kanji, yang berasal dari karakter Cina, membawa makna dan sering dikombinasikan dengan Hiragana untuk membentuk kata-kata lengkap. Menguasai ketiganya memerlukan latihan rutin, dan anime bisa menjadi alat bantu karena subtitle sering menampilkan campuran dari ketiga sistem ini, membantu Anda terbiasa secara visual.
Selain itu, pemahaman tentang tata bahasa dasar dan struktur kalimat juga krusial. Dengan memahami tata bahasa Jepang, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk mempelajari lebih lanjut melalui anime. Struktur kalimat Jepang biasanya mengikuti pola subjek-objek-predikat, yang berbeda dari bahasa Indonesia atau Inggris. Partikel seperti “wa”, “ga”, dan “o” memainkan peran penting dalam menentukan fungsi kata dalam kalimat. Tips untuk pemula: Mulailah dengan mempelajari pola kalimat sederhana seperti perkenalan diri atau deskripsi objek sehari-hari. Setelah itu, saat menonton anime, coba identifikasi pola-pola ini dalam dialog karakter untuk memperkuat pemahaman. Insight menarik: Banyak pembelajar sukses yang menggabungkan anime dengan flashcards untuk menghafal tata bahasa, membuat proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan.
Peran Anime dalam Pembelajaran Bahasa

Anime dapat berperan sebagai alat yang sangat bermanfaat dalam pembelajaran bahasa Jepang. Salah satu keuntungannya adalah imersi dalam bahasa Jepang yang alami. Melalui anime, kita dapat terbiasa dengan percakapan sehari-hari dan mendengar bahasa Jepang digunakan dalam berbagai konteks. Imersi ini mirip dengan berada di Jepang tanpa harus bepergian, karena Anda terpapar dengan aksen asli, kecepatan bicara alami, dan variasi dialek yang mungkin tidak ditemukan di materi belajar konvensional. Narasi dari anime sering mencakup situasi kehidupan nyata, seperti interaksi keluarga, pertemanan, atau konflik kerja, yang membuat pembelajaran lebih relatable dan mudah diingat.
Karakter-karakter dalam anime juga membantu dalam belajar pengucapan dan intonasi yang tepat. Dengan menirukan cara berbicara karakter dalam anime, kita dapat meningkatkan kemampuan berbicara kita secara keseluruhan. Misalnya, perhatikan bagaimana karakter menyampaikan emosi melalui intonasi—seperti nada tinggi untuk kegembiraan atau rendah untuk kesedihan—ini adalah insight budaya yang penting karena bahasa Jepang sangat bergantung pada konteks nonverbal. Tips praktis: Rekam suara Anda saat menirukan dialog dan bandingkan dengan aslinya menggunakan aplikasi seperti Audacity untuk melihat perbaikan.
Anime juga memberikan kesempatan untuk memahami perbedaan antara bahasa formal dan informal. Bahasa yang digunakan antara karakter yang lebih tua, sebaya, atau lebih muda sering berbeda dan memahami perbedaan ini adalah langkah maju dalam penguasaan bahasa Jepang. Dalam masyarakat Jepang, penggunaan keigo (bahasa hormat) sangat penting untuk menunjukkan rasa hormat, dan anime sering mengilustrasikan ini melalui interaksi karakter. Dengan memperhatikan konteks sosial ini, pembelajar bisa menghindari kesalahan etiket saat berbicara dengan penutur asli. Selain itu, anime genre slice-of-life seperti “K-On!” atau “Non Non Biyori” sangat direkomendasikan karena dialognya mencerminkan percakapan sehari-hari yang autentik.
Baca juga: Tips Lancar Bahasa Jepang – Cara Mudah Menguasai Bahasa Jepang dengan Cepat
Membangun Kosakata dengan Anime

Salah satu aspek penting dari pembelajaran bahasa adalah memperluas kosakata. Anime dapat membantu dalam memperkaya kosakata kita secara kontekstual. Melalui konteks percakapan dalam anime, kita dapat mencerna dan mengingat kata-kata baru dengan lebih mudah. Alih-alih menghafal daftar kata secara acak, anime menyajikan kosakata dalam situasi nyata, yang membantu otak membentuk asosiasi dan retensi jangka panjang. Misalnya, kata seperti “tomodachi” (teman) sering muncul dalam adegan pertemanan, membuatnya lebih mudah diingat daripada sekadar membacanya dari kamus.
Selain itu, tema cerita yang berbeda dalam anime juga dapat membantu dalam pengumpulan kosakata. Misalnya, anime dengan latar belakang sekolah akan mencakup kosakata yang berhubungan dengan lingkungan sekolah, sementara anime bertema petualangan akan membawa kosakata yang berhubungan dengan petualangan dan aksi. Genre seperti mecha (robot) bisa memperkenalkan istilah teknis, sedangkan romance mengajarkan ekspresi emosional. Tips SEO-friendly: Pilih anime berdasarkan minat Anda untuk menjaga motivasi, dan catat kosakata baru dalam jurnal belajar untuk review rutin. Insight: Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini bisa meningkatkan retensi kosakata hingga 50% lebih baik daripada metode tradisional.
Anime juga memperkenalkan kita pada ungkapan bahasa sehari-hari yang tidak selalu diajarkan dalam buku teks atau kelas formal. Memahami ungkapan-ungkapan ini akan membuat bahasa Jepang yang kita kuasai lebih lancar dan alami. Contohnya, frasa seperti “yappari” (seperti yang kuduga) atau “daijoubu” (baik-baik saja) sering digunakan dalam dialog kasual. Dengan mendengarnya berulang kali, Anda bisa mengintegrasikannya ke dalam percakapan sehari-hari. Narasi tambahan: Banyak pembelajar profesional merekomendasikan untuk menonton episode yang sama beberapa kali—pertama dengan subtitle, kemudian tanpa—untuk memperkuat pemahaman ungkapan ini.
Meningkatkan Keterampilan Mendengarkan dan Pemahaman

Kemampuan mendengarkan adalah aspek penting dari pembelajaran bahasa apapun, termasuk bahasa Jepang. Anime dapat membantu meningkatkan kemampuan mendengarkan melalui dialog-dialog yang disajikan dengan cara yang menarik dan menantang. Kecepatan bicara dalam anime sering kali cepat, mencerminkan percakapan nyata, yang melatih telinga Anda untuk menangkap suara dengan lebih baik. Selain itu, variasi aksen dari karakter yang berbeda—seperti dialek Kansai atau Tokyo—memberikan eksposur luas yang berguna untuk pemahaman di dunia nyata.
Penggunaan teks terjemahan dalam anime juga membantu dalam pemahaman. Ketika menonton anime dengan teks terjemahan, kita dapat mengikuti alur cerita sambil memahami makna kata-kata yang digunakan. Mulailah dengan subtitle bahasa Indonesia untuk memahami plot, kemudian ganti ke subtitle Jepang (Romaji atau Kanji) untuk tantangan lebih lanjut. Tips: Gunakan platform seperti Netflix atau Crunchyroll yang memungkinkan pengaturan subtitle multi-bahasa. Insight: Studi dari universitas Jepang menunjukkan bahwa pembelajar yang menggunakan anime untuk listening practice mengalami peningkatan 30% dalam tes pemahaman auditori setelah 3 bulan konsisten.
Baca juga: Mengenal Ucapan Salam dalam Bahasa Jepang
Memahami Budaya Jepang

Anime sering menghadirkan cerita yang tercermin dari budaya Jepang. Melalui anime, kita dapat memahami lebih banyak tentang budaya, tradisi, dan norma-norma sosial yang ada di Jepang. Memahami aspek budaya ini akan membantu kita dalam memahami konteks di balik percakapan dan tindakan karakter dalam anime. Misalnya, festival seperti Hanami (melihat bunga sakura) atau Obon (festival roh) sering digambarkan, memberikan wawasan tentang nilai-nilai seperti harmoni kelompok (wa) dan rasa hormat terhadap alam. Narasi: Ini tidak hanya memperkaya bahasa, tapi juga mempersiapkan Anda untuk interaksi budaya saat bepergian ke Jepang atau berbicara dengan orang Jepang. Tips: Setelah menonton, riset elemen budaya yang muncul untuk memperdalam pemahaman, seperti etiket makan atau cara memberi hadiah.
Melatih Keterampilan Berbicara
Latihan berbicara adalah langkah berikutnya dalam belajar bahasa Jepang melalui anime. Setelah terbiasa dengan cara berbicara karakter dalam anime, kita dapat melakukan latihan dengan cara berbicara sendiri. Dengan berperan sebagai karakter dalam adegan tertentu, kita dapat mengasah kemampuan berbicara dan melatih keterampilan konversasi. Metode shadow speaking—di mana Anda mengulang dialog segera setelah mendengarnya—sangat efektif untuk meningkatkan fluency dan pronunciation. Insight: Banyak aplikasi seperti HelloTalk memungkinkan Anda berlatih dengan penutur asli, di mana Anda bisa mendiskusikan anime favorit untuk mempraktikkan apa yang dipelajari. Tips: Mulailah dengan adegan sederhana, rekam diri Anda, dan evaluasi untuk perbaikan; ini bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara secara signifikan.
Baca juga: Ingin Kuliah di Jepang? Yuk Intip Beasiswa S1 MJSP Hokkaido University
Melengkapi Sumber Belajar

Meskipun anime bisa menjadi alat yang kuat dalam pembelajaran bahasa Jepang, ini sebaiknya digunakan bersamaan dengan sumber belajar lainnya. Buku teks dan aplikasi belajar bahasa Jepang dapat membantu memberikan penjelasan formal tentang tata bahasa dan kosakata, yang mungkin tidak selalu ditemukan dalam anime. Aplikasi seperti Duolingo, Anki, atau Memrise bisa digunakan untuk drill kosakata, sementara buku seperti “Genki” memberikan struktur gramatikal yang solid. Narasi: Pendekatan hybrid ini memastikan keseimbangan antara fun learning dan disiplin akademik, yang sering direkomendasikan oleh guru bahasa Jepang.
Kombinasi belajar formal dan informal akan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang bahasa Jepang dan membantu dalam mengatasi tantangan bahasa yang kompleks. Misalnya, setelah menonton anime, gunakan forum seperti Reddit’s r/LearnJapanese untuk mendiskusikan bagian yang sulit, atau ikuti kursus online di platform seperti Coursera. Tips: Buat jadwal mingguan yang menggabungkan 2-3 episode anime dengan sesi buku teks untuk hasil optimal. Insight: Pembelajar yang menggunakan metode campuran ini sering mencapai level N5 JLPT lebih cepat daripada yang hanya bergantung pada satu sumber.
Menghindari Kesalahan Umum
Meskipun anime adalah sumber yang menarik untuk pembelajaran bahasa Jepang, kita harus berhati-hati dengan penggunaan kata-kata slang atau bahasa fiksi yang mungkin muncul dalam anime. Beberapa kata dan ungkapan mungkin tidak sesuai untuk digunakan dalam situasi formal. Contohnya, slang seperti “ore” (saya, kasar untuk pria) mungkin keren di anime, tapi bisa dianggap tidak sopan di kehidupan nyata. Tips: Selalu cross-check dengan kamus atau native speaker untuk konteks penggunaan yang benar.
Selain itu, penting untuk selalu memeriksa terjemahan untuk memastikan keakuratan dan ketepatan makna dalam bahasa Indonesia. Subtitle fan-made kadang tidak akurat, jadi gunakan sumber resmi jika memungkinkan. Insight: Kesalahan umum ini bisa dihindari dengan bergabung di komunitas belajar bahasa Jepang online, di mana Anda bisa bertanya tentang kebingungan dari anime tertentu.
Baca juga: Perbedaan Tes Bahasa Jepang: JTEST, NAT Test, EJU, dan JLPT
Melacak Kemajuan dan Menetapkan Tujuan
Sebagai pembelajar bahasa, sangat penting untuk melacak kemajuan kita. Membuat rencana belajar yang teratur dan menetapkan tujuan yang dapat dicapai akan membantu kita tetap termotivasi dan fokus dalam perjalanan pembelajaran kita. Misalnya, tetapkan target seperti “menonton 5 episode anime per minggu dan catat 20 kosakata baru”. Gunakan tools seperti Habitica atau Google Sheets untuk tracking. Narasi: Melacak kemajuan tidak hanya menunjukkan perbaikan, tapi juga membantu mengidentifikasi area lemah, seperti listening atau vocabulary. Insight: Pembelajar yang menetapkan tujuan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) cenderung lebih sukses dalam mencapai fluency.
Mengatasi Tantangan
Belajar bahasa Jepang melalui anime mungkin menantang pada awalnya, terutama ketika kita bertemu dengan konstruksi bahasa yang kompleks. Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, kita akan mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan kemampuan bahasa kita secara bertahap. Tantangan umum termasuk kecepatan bicara cepat atau penggunaan Kanji yang rumit, tapi ini bisa diatasi dengan menonton ulang dan menggunakan slowdown tools di pemutar video. Tips: Bergabunglah dengan study group untuk berbagi pengalaman dan solusi. Insight: Banyak pembelajar yang awalnya kesulitan akhirnya menemukan bahwa tantangan ini justru mempercepat kemajuan mereka.
Keamanan dan Etika
Sebagai pembelajar bahasa Jepang, penting untuk memilih anime yang sesuai dengan umur kita. Beberapa anime mungkin berisi konten yang tidak cocok untuk semua kalangan. Selain itu, kita harus selalu menghormati perbedaan budaya dan menghindari mempraktikkan perilaku yang mungkin dianggap tidak pantas dalam budaya Jepang. Misalnya, hindari meniru gestur kasar dari karakter antagonis. Narasi: Etika dalam belajar bahasa mencakup apresiasi budaya tanpa apropriasi, yang membuat Anda menjadi pembelajar yang lebih bertanggung jawab.
Baca Juga: Universitas Unggulan di Jepang: 5 Pilihan Terbaik!
Belajar bahasa Jepang melalui anime adalah pengalaman yang menyenangkan dan efektif. Dengan imersi dalam bahasa Jepang yang alami, peningkatan kosakata, dan latihan berbicara yang terus-menerus, kita akan memperkuat keterampilan bahasa Jepang kita secara keseluruhan. Metode ini telah terbukti membantu ribuan pembelajar di Indonesia mencapai tujuan mereka, dari pemula hingga mahir, sambil menikmati cerita-cerita ikonik dari Jepang.
Jadi, jika Anda seorang pecinta bahasa Jepang dan anime, jangan ragu untuk menggabungkan keduanya untuk memperdalam pemahaman Anda tentang bahasa Jepang dan mengembangkan keterampilan bahasa Anda. Mulailah hari ini dengan memilih satu anime dari daftar rekomendasi kami dan terapkan tips yang telah dibahas untuk hasil maksimal.
Baca juga: Mengenal Tingkatan Tes JLPT: Perbedaan dan Klasifikasinya
10 Anime Terbaik Untuk Belajar Bahasa Jepang:
SKET Dance:
- “SKET Dance” adalah anime berenergi tinggi yang mengikuti petualangan para siswa sekolah menengah di Klub Sekolah saat mereka membantu teman-teman mereka dengan berbagai pekerjaan aneh, menghasilkan konsekuensi lucu. Ini mencakup kosakata sekolah standar dan berdasarkan seri manga populer, menjadikannya pilihan yang bagus untuk meningkatkan keterampilan membaca Anda. Selain itu, dialognya yang dinamis membantu pembelajar memahami ekspresi emosi sehari-hari dan interaksi sosial di lingkungan sekolah Jepang, yang sering mencerminkan kehidupan remaja nyata di sana.
School Rumble:
- Drama sekolah menengah klasik ini berkisah tentang pencarian Tenma Tsukamoto untuk memenangkan hati “cowok nakal” di sekolahnya. Ini memberikan contoh percakapan santai di antara teman-teman dekat, memberikan paparan berharga terhadap dialog Jepang sehari-hari. Ceritanya yang ringan dan humoris membuatnya ideal untuk pemula yang ingin belajar tanpa tekanan, sambil memperkenalkan nuansa romantis dan persahabatan dalam bahasa Jepang.
Doraemon:
- Bergabunglah dengan Nobita, seorang anak laki-laki yang menghadapi masalah-masalah tipikal anak-anak, dengan bantuan kucing robot tanpa telinga ajaibnya, Doraemon. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk pembelajar dari semua tingkatan. Doraemon adalah ikon budaya di Jepang. Anime ini juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan dan kreativitas melalui petualangan sehari-hari, sambil menggunakan kosakata dasar yang bisa langsung diterapkan dalam konversasi sederhana.
Pokémon:
- “Pokémon” telah menjadi seri yang dicintai selama beberapa dekade, mempromosikan pesan persahabatan dan kerja keras. Sebagai pembelajar bahasa Jepang, Anda akan menemui campuran informasi yang berguna dan lebih dari 300 nama Pokémon, bersama dengan kata-kata yang lebih kompleks untuk pelajar tingkat lanjut. Ini juga memperkenalkan konsep kompetisi dan eksplorasi, dengan dialog yang berulang-ulang membantu penguatan memori kosakata.
Shirokuma Cafe:
- Anime ini populer untuk belajar bahasa Jepang karena penggunaan dialog yang mencerminkan percakapan sehari-hari di Jepang. Karakter hewan yang cerdik terlibat dalam diskusi yang sempurna untuk pembelajar pemula. Anda dapat memulai dengan teks terjemahan dan kemudian menguji pemahaman Anda. Ceritanya yang santai tentang kafe hewan memberikan insight unik ke dalam etiket sosial Jepang, seperti cara memesan makanan atau mengobrol dengan teman.
K-On!:
- “K-On!” mengikuti empat gadis sekolah menengah dalam perjalanan mereka menuju ketenaran dan kekayaan dengan band mereka. Ini berfokus pada kosakata terkait seni pertunjukan dan karir musik, menjadikannya pilihan yang bagus untuk pembelajar yang tertarik pada topik ini. Selain itu, anime ini menekankan persahabatan dan hobi, dengan dialog yang penuh energi dan mudah diikuti untuk latihan speaking.
The Promised Neverland:
- Anime ini, dengan twist gelap pada Peter Pan, menampilkan karakter kompleks dan hubungan anak yatim piatu yang merencanakan pelarian mereka. Karena plot yang rumit, ini lebih cocok untuk pembelajar Jepang tingkat lanjut. Dialognya melibatkan strategi dan emosi dalam, memperkaya kosakata terkait perencanaan dan survival dalam konteks naratif yang mendebarkan.
Death Note:
- “Death Note” mengikuti Light Yagami, seorang jenius remaja yang menggunakan buku catatan supernatural untuk menghilangkan mereka yang dianggapnya tidak pantas, dengan tujuan menciptakan utopia tanpa kejahatan. Ini mendalami kosakata penegakan hukum dan pekerjaan polisi, cocok untuk pembelajar tingkat atas. Ceritanya yang filosofis juga mendorong diskusi tentang etika, menggunakan bahasa formal dan debat yang kompleks.
Dragon Ball:
- “Dragon Ball” adalah salah satu seri anime terlama, mengikuti perjalanan Goku untuk mengumpulkan tujuh Dragon Ball yang dapat mengabulkan permintaan. Ini sangat menghibur dan cocok untuk pemula tingkat atas ke atas, menawarkan kosakata dan referensi budaya. Aksi yang intensif memperkenalkan istilah pertarungan dan motivasi, sambil menjaga dialog tetap energik dan mudah diingat.
Detective Conan:
- Berdasarkan karakter Sherlock Holmes yang terkenal, “Detective Conan” mengikuti Conan, seorang detektif sekolah menengah. Ini fokus pada kosakata terkait misteri dan menawarkan campuran bahasa formal dan informal. Dengan lebih dari 900 episode, ada banyak materi untuk pembelajar. Setiap episode seperti puzzle bahasa, membantu mengasah kemampuan deduksi sambil belajar istilah investigasi.
Anime-anime ini memberikan cara yang menyenangkan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Jepang Anda sambil tenggelam dalam cerita yang menarik dan kosakata yang beragam. Dengan memilih berdasarkan level Anda, Anda bisa secara bertahap meningkatkan kompleksitas dan menikmati proses belajar yang berkelanjutan.
FAQs (Frequently Asked Questions)
Apakah saya harus mengerti bahasa Jepang sebelum menonton anime?
Tidak, Anda tidak perlu mengerti bahasa Jepang sebelum menonton anime. Anime dapat membantu Anda terbiasa dengan bahasa Jepang secara bertahap. Mulailah dengan subtitle lengkap dan secara perlahan kurangi ketergantungan padanya untuk membangun kepercayaan diri dalam mendengarkan.
Apa saja jenis anime yang cocok untuk pembelajaran bahasa Jepang?
Pilih anime dengan dialog yang lebih sederhana dan cocok untuk segmen usia Anda. Anime slice-of-life atau komedi sering menjadi pilihan yang baik. Genre ini biasanya memiliki percakapan kasual yang mirip dengan kehidupan sehari-hari, membuatnya lebih mudah untuk diterapkan dalam praktik nyata.
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menguasai bahasa Jepang setelah menonton anime?
Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menguasai bahasa Jepang bervariasi, tergantung pada seberapa banyak komitmen dan usaha yang Anda berikan; namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat, Anda harus tetap konsisten. Rata-rata, dengan 1-2 jam per hari termasuk menonton anime, Anda bisa melihat kemajuan signifikan dalam 6-12 bulan.
Apakah semua kosakata dalam anime berguna untuk pembelajaran bahasa Jepang?
Tidak semua kosakata dalam anime sesuai untuk pembelajaran bahasa Jepang formal. Selalu pastikan untuk memeriksa makna dan konteksnya. Fokus pada kosakata umum dan hindari slang khusus genre yang mungkin tidak berguna di luar konteks fiksi.
Apakah saya harus menggunakan teks terjemahan saat menonton anime?
Penggunaan teks terjemahan dapat membantu Anda memahami dialog dalam anime. Namun, jika Anda merasa percakapan sudah cukup jelas, Anda bisa mencoba menonton tanpa teks terjemahan untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan Anda. Transisi bertahap ini adalah kunci untuk kemajuan mandiri dalam listening.
