Back

Jangan Takut GRE! Simak Panduan Lengkap untuk Menghadapi Ujian

Graduate Record Examination (GRE) berfungsi sebagai langkah penting bagi para siswa yang bercita-cita untuk diterima di program magister bergengsi, mencakup gelar Master of Science (MS) dan Ph.D., di universitas dan perguruan tinggi internasional. Skor GRE diakui oleh lebih dari 1.500 lembaga di seluruh dunia, menjadikannya komponen kunci dalam proses penerimaan untuk berbagai program pascasarjana. Di Amerika Serikat, universitas ternama seperti Harvard, MIT, dan Stanford menempatkan GRE sebagai salah satu kriteria utama untuk mengevaluasi kesiapan akademis calon mahasiswa. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang persyaratan skor GRE, rentang skor yang kompetitif, strategi persiapan, dan bagaimana skor ini memengaruhi peluang penerimaan di program pascasarjana impianmu.

Di Amerika Serikat, persyaratan GRE bervariasi antar universitas, program, dan bidang studi. Sebagai ujian standar, GRE mengevaluasi tiga bidang utama: Penalaran Verbal (Verbal Reasoning), Penalaran Kuantitatif (Quantitative Reasoning), dan Menulis Analitis (Analytical Writing). Setiap bagian memiliki bobot yang berbeda tergantung pada program yang dituju. Misalnya, program STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) cenderung menekankan skor Kuantitatif, sementara program humaniora lebih memprioritaskan skor Verbal. Meraih skor GRE yang kompetitif sangat penting untuk meningkatkan peluang diterima di universitas ternama, karena skor ini sering menjadi salah satu indikator utama kemampuan akademis seorang pelamar.

Sistem penilaian GRE terdiri dari skala 130 hingga 170 untuk Verbal dan Quantitative Reasoning, dengan peningkatan 1 poin, serta skala 0 hingga 6 untuk Analytical Writing, dengan peningkatan 0,5 poin. Meskipun tidak ada skor minimum universal untuk GRE di Amerika Serikat, setiap universitas dan program menetapkan ekspektasi spesifik. Kandidat dari Indonesia perlu memahami persyaratan ini dan menyesuaikan persiapan mereka untuk mencapai skor yang sesuai dengan standar program yang dituju.

Baca juga: Mengejar Gelar Master: GRE Insights

Aspek Kunci Terkait Persyaratan Skor GRE

Skor GRE

Memahami aspek kunci persyaratan skor GRE sangat penting untuk merencanakan aplikasi yang kuat. Berikut adalah rincian faktor-faktor utama yang memengaruhi penerimaan berdasarkan skor GRE dan komponen aplikasi lainnya:

  • Skor Verbal dan Kuantitatif (Rentang Tipikal 155-167): Untuk banyak program Magister di Amerika Serikat, rentang skor kompetitif untuk Verbal dan Quantitative Reasoning berada antara 155 dan 167. Skor dalam rentang ini sering dianggap cukup kuat untuk berbagai universitas, termasuk institusi ternama seperti University of California, Berkeley, atau Columbia University. Skor di atas 160 dianggap sangat kompetitif untuk program top-tier.
  • Pengaruh Bidang Studi: Bidang studi yang berbeda memiliki ekspektasi skor yang berbeda. Program STEM, seperti ilmu komputer atau teknik, sering menuntut skor Kuantitatif yang lebih tinggi (misalnya, di atas 165), sementara program humaniora, seperti sastra atau sejarah, lebih menekankan skor Verbal (di atas 160). Kandidat harus meneliti persyaratan spesifik bidang studi mereka.
  • Standar Spesifik Universitas: Setiap universitas menetapkan ambang skor GRE berdasarkan tingkat kompetitivitas program dan jumlah pelamar. Misalnya, universitas seperti MIT mungkin mengharapkan skor mendekati 165 untuk kedua bagian, sementara universitas lain mungkin menerima skor lebih rendah untuk program tertentu.
  • Surat Rekomendasi: Surat rekomendasi dari dosen, atasan, atau profesional lain memberikan wawasan tentang kemampuan akademis, keterampilan penelitian, dan potensi kepemimpinan pelamar. Surat yang kuat dapat membantu menyeimbangkan skor GRE yang kurang kompetitif, terutama jika pelamar memiliki pengalaman yang relevan.
  • Pengalaman Kerja: Beberapa program, terutama di bidang seperti administrasi publik, kebijakan publik, atau manajemen, sangat menghargai pengalaman kerja profesional. Pengalaman ini dapat menunjukkan kesiapan pelamar untuk menangani tantangan akademis dan profesional di tingkat pascasarjana.
  • Tes Kemampuan Bahasa Inggris: Untuk pelamar internasional, termasuk dari Indonesia, tes seperti IELTS atau TOEFL sering diperlukan untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris. Skor minimum biasanya sekitar IELTS 7.0 atau TOEFL iBT 100, tergantung pada universitas.

Secara ringkas, skor GRE adalah salah satu komponen penting dalam aplikasi pascasarjana, tetapi universitas menerapkan pendekatan holistik. Kombinasi skor GRE yang kuat, IPK tinggi, surat rekomendasi yang meyakinkan, dan pengalaman yang relevan dapat meningkatkan peluang diterima di program impianmu.

Jelajahi perbedaan antara GRE dan IELTS untuk membuat pilihan yang berdasarkan informasi tentang ujian berstandar untuk tujuan akademik atau profesional di luar negeri, disini.

Rentang Skor

Untuk mendapatkan penerimaan di universitas Amerika Serikat yang bergengsi untuk program Magister of Science (MS), mencapai skor GRE yang kompetitif adalah langkah penting. Skor GRE yang tinggi tidak hanya meningkatkan peluang penerimaan tetapi juga dapat membuka pintu untuk beasiswa atau asisten penelitian. Berikut adalah pembagian rentang skor dan tingkat kompetitivitasnya:

  • Skor Luar Biasa (320-340): Skor total GRE (Verbal + Kuantitatif) antara 320 hingga 340 dianggap luar biasa. Skor ini sangat kompetitif untuk universitas top seperti Stanford, MIT, atau Harvard, dan sering kali menempatkan pelamar di persentil atas (90% atau lebih).
  • Skor Baik (Di atas 300): Skor di atas 300 dianggap baik dan cukup kompetitif untuk banyak program pascasarjana. Skor ini biasanya mencakup Verbal dan Kuantitatif di kisaran 150-160, yang cocok untuk universitas seperti University of Michigan atau NYU.
  • Skor Rata-rata (270-300): Skor dalam rentang ini dianggap rata-rata dan mungkin cukup untuk beberapa program yang kurang kompetitif. Namun, untuk universitas ternama, pelamar dengan skor ini perlu melengkapi aplikasi mereka dengan komponen lain yang kuat, seperti pengalaman penelitian atau esai yang menonjol.
  • Skor Kurang Kompetitif (Di bawah 260): Skor di bawah 260 sering kali dianggap kurang kompetitif dan dapat menyulitkan penerimaan di program bergengsi. Pelamar dengan skor ini mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengulang tes setelah persiapan tambahan.
  • Ambang Kompetitif (Di atas 318): Banyak universitas top-tier menetapkan ambang kompetitif di atas 318 untuk skor total. Skor ini biasanya mencerminkan Verbal dan Kuantitatif di atas 159, menjadikan pelamar kompetitif untuk sebagian besar program MS.

Penting untuk meneliti persyaratan skor spesifik dari universitas dan program yang kamu tuju. Beberapa program mungkin lebih fleksibel, terutama jika pelamar memiliki pengalaman kerja atau prestasi akademis yang luar biasa. Selain itu, skor Analytical Writing yang tinggi (di atas 4.5) dapat menjadi nilai tambah untuk program yang menekankan kemampuan menulis dan analisis.

Baca juga: Membongkar GRE: Kunci Anda untuk Diterima di Pascasarjana

Persyaratan Skor GRE untuk Program Magister of Science (MS) Spesifik

Persyaratan Skor GRE

Persyaratan skor GRE bervariasi tergantung pada bidang studi dan universitas. Berikut adalah rincian persyaratan skor untuk beberapa program MS di universitas ternama di Amerika Serikat, memberikan gambaran tentang ekspektasi yang berbeda-beda:

MS dalam Teknik:

Harvard: Program MS dalam Teknik Universitas Harvard mencari skor kompetitif Verbal – 160 dan Kuantitatif – 167. Skor Kuantitatif yang tinggi sangat penting karena bidang teknik membutuhkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah matematis yang kuat. Pelamar juga disarankan memiliki skor Analytical Writing di atas 4.0 untuk menunjukkan kemampuan komunikasi akademis.

MS dalam Pendidikan:

Harvard: Untuk program MS dalam Pendidikan, Harvard menargetkan skor Verbal – 163 dan Kuantitatif – 158. Penekanan pada skor Verbal yang lebih tinggi mencerminkan pentingnya kemampuan komunikasi dan pemahaman teks dalam bidang pendidikan, meskipun dasar kuantitatif tetap diperlukan untuk analisis data pendidikan.

MS dalam Ilmu Komputer:

Massachusetts Institute of Technology (MIT): Program MS dalam Ilmu Komputer di MIT mengharapkan skor Verbal – 160 dan Kuantitatif – 164. Skor Kuantitatif yang tinggi sangat krusial mengingat sifat teknis program ini, yang melibatkan pemrograman, algoritma, dan analisis data. Skor Analytical Writing di atas 4.5 juga dihargai untuk proyek penelitian.

Mengapa tes GRE penting untuk studi S2 di luar negeri? Pelajari caranya di sini.

MS dalam Matematika:

Stanford: Program MS dalam Matematika Universitas Stanford menetapkan standar tinggi dengan skor Verbal – 165 dan Kuantitatif – 167. Skor Kuantitatif yang mendekati sempurna diperlukan karena sifat program yang sangat analitis dan berbasis penelitian. Skor Verbal yang tinggi juga membantu menunjukkan kemampuan komunikasi ilmiah.

MS dalam Psikologi:

University of California, Los Angeles (UCLA): Untuk MS dalam Psikologi, UCLA mengharapkan skor Verbal – 163 dan Kuantitatif – 154. Skor Verbal yang kuat sangat penting untuk memahami literatur psikologi dan menyusun laporan penelitian, sementara skor Kuantitatif yang lebih rendah mencerminkan fokus yang lebih besar pada analisis kualitatif.

MS dalam Kimia:

University of California, Berkeley: Program MS dalam Kimia di UC Berkeley menargetkan skor Verbal – 159 dan Kuantitatif – 160. Keseimbangan antara kedua skor ini penting untuk menunjukkan kemampuan meneliti dan mengkomunikasikan temuan ilmiah dalam bidang kimia.

MS dalam Fisika:

Harvard: Program MS dalam Fisika Universitas Harvard menuntut skor Verbal – 167 dan Kuantitatif – 167. Skor yang sangat tinggi ini mencerminkan sifat kompetitif dan ketat dari program fisika, yang membutuhkan kemampuan analitis dan kuantitatif yang luar biasa untuk penelitian tingkat lanjut.

Persyaratan skor GRE ini memberikan gambaran tentang standar yang ditetapkan oleh program MS di berbagai bidang. Pelamar dari Indonesia perlu menyesuaikan persiapan mereka untuk memenuhi ekspektasi spesifik ini, sambil memastikan komponen aplikasi lainnya, seperti pernyataan tujuan (Statement of Purpose) dan pengalaman penelitian, juga kuat.

Baca juga: Tes GRE: Persyaratan, Manfaat, dan Biaya

Strategi Persiapan GRE untuk Skor Kompetitif

Mencapai skor GRE yang kompetitif memerlukan persiapan yang terstruktur dan disiplin. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu kandidat, terutama dari Indonesia, memaksimalkan performa mereka di GRE:

1. Pahami Format Ujian

Sebelum memulai persiapan, pelajari struktur GRE, termasuk jenis soal di bagian Verbal, Kuantitatif, dan Analytical Writing. GRE adalah tes komputer-adaptif, di mana tingkat kesulitan soal menyesuaikan dengan performa kamu. Gunakan sumber resmi seperti situs ETS atau buku GRE Official Guide untuk memahami format dan contoh soal.

2. Buat Jadwal Belajar

Rencanakan jadwal belajar selama 2-4 bulan, tergantung pada tingkat kemampuan awalmu. Alokasikan waktu untuk setiap bagian tes, misalnya, 1 jam untuk Verbal, 1 jam untuk Kuantitatif, dan 30 menit untuk latihan esai setiap hari. Sertakan simulasi tes penuh setiap minggu untuk membiasakan diri dengan durasi dan tekanan ujian.

3. Gunakan Sumber Belajar Berkualitas

Manfaatkan sumber resmi seperti ETS PowerPrep, yang menyediakan tes latihan gratis, serta platform seperti Magoosh, Kaplan, atau Manhattan Prep untuk latihan soal tambahan. Bergabung dengan kursus persiapan GRE, seperti yang ditawarkan oleh Ultimate Education, dapat memberikan panduan terstruktur, feedback personal, dan strategi khusus untuk meningkatkan skor.

4. Fokus pada Area Lemah

Lakukan tes diagnostik untuk mengidentifikasi kelemahan, misalnya, dalam pemahaman bacaan (reading comprehension) atau soal kuantitatif seperti geometri. Alokasikan lebih banyak waktu untuk berlatih di area ini sambil tetap mempertahankan kekuatan di bagian lain. Misalnya, pelamar Indonesia yang lebih kuat dalam Kuantitatif mungkin perlu fokus ekstra pada kosa kata Verbal.

5. Latih Penulisan Esai

Bagian Analytical Writing sering diabaikan, tetapi skor di atas 4.0 dapat membuat perbedaan dalam aplikasi. Latih penulisan esai dengan topik resmi dari ETS, fokus pada struktur yang jelas, argumen logis, dan penggunaan bahasa yang tepat. Mintalah feedback dari tutor atau teman untuk meningkatkan kualitas esaimu.

6. Kelola Waktu Selama Tes

GRE menuntut manajemen waktu yang baik, terutama karena jumlah soal dan waktu yang terbatas. Latih diri untuk menjawab soal Verbal dan Kuantitatif dalam waktu rata-rata 1,5-2 menit per soal. Gunakan strategi seperti melewati soal sulit dan kembali lagi nanti untuk memaksimalkan skor.

Dengan persiapan yang terarah, kandidat dapat mencapai skor GRE yang kompetitif, membuka peluang untuk diterima di universitas ternama dan mendapatkan beasiswa. Persiapan yang konsisten dan sumber belajar yang tepat adalah kunci keberhasilan.

FAQs

Apa itu GRE, dan mengapa itu penting untuk penerimaan program pascasarjana di Amerika Serikat?

GRE (Graduate Record Examination) adalah ujian standar yang menilai kesiapan akademis pelamar untuk program pascasarjana, seperti MS atau Ph.D. Skor GRE penting karena digunakan oleh universitas untuk membandingkan kemampuan kandidat dari berbagai latar belakang, membantu menentukan kesiapan untuk studi tingkat lanjut.

Apakah semua program pascasarjana di Amerika Serikat memerlukan skor GRE?

Tidak, tidak semua program memerlukan GRE. Beberapa universitas telah menghapus persyaratan GRE, terutama untuk program non-STEM atau selama pandemi COVID-19. Namun, banyak program top-tier masih menganggap GRE sebagai komponen penting. Periksa persyaratan spesifik universitas yang kamu tuju.

Apa rentang skor tipikal untuk program Magister di Amerika Serikat?

Rentang skor kompetitif untuk Verbal dan Kuantitatif biasanya antara 155-167, tergantung pada program. Skor total di atas 318 dianggap kompetitif untuk banyak universitas ternama, sementara skor di atas 320 sangat ideal untuk program top-tier.

Apakah ada persyaratan skor spesifik untuk berbagai bidang studi?

Ya, bidang studi yang berbeda memiliki ekspektasi skor yang berbeda. Program STEM seperti teknik atau ilmu komputer biasanya menuntut skor Kuantitatif di atas 160, sementara program humaniora seperti psikologi lebih menekankan skor Verbal di atas 160. Analytical Writing di atas 4.0 juga penting untuk beberapa bidang.

Dapatkah skor GRE yang tinggi menggantikan GPA yang lebih rendah, dan sebaliknya?

Ya, skor GRE yang tinggi dapat membantu menyeimbangkan GPA yang lebih rendah, dan sebaliknya, karena universitas menggunakan pendekatan holistik. Pengalaman kerja, surat rekomendasi, dan pernyataan tujuan yang kuat juga dapat memperkuat aplikasi meskipun salah satu komponen kurang kompetitif.

Apakah ada universitas Amerika yang tidak memerlukan skor GRE untuk diterima?

Ya, beberapa universitas, seperti University of Chicago untuk beberapa program atau University of Arizona untuk program tertentu, tidak lagi memerlukan GRE. Selalu periksa situs resmi universitas untuk persyaratan terbaru.

Apa peran skor GRE Analytical Writing dalam proses penerimaan?

Skor Analytical Writing (0-6) menilai kemampuan menulis analitis dan komunikasi tertulis. Skor di atas 4.0 penting untuk program yang menekankan penulisan, seperti humaniora atau ilmu sosial, dan dapat menunjukkan kemampuan menyusun argumen yang logis dan terstruktur.

Berapa kali saya dapat mengikuti GRE, dan apakah saya dapat memilih skor mana yang akan dikirimkan ke universitas?

Kamu dapat mengikuti GRE hingga lima kali dalam setahun, dengan interval minimal 21 hari antar tes. Melalui fitur ScoreSelect dari ETS, kamu dapat memilih skor terbaik dari semua tes yang telah diambil untuk dikirimkan ke universitas, memberikan fleksibilitas untuk menampilkan performa terbaikmu.

Apa itu skor GRE yang kompetitif, dan bagaimana saya dapat mempersiapkan diri untuk mencapainya?

Skor GRE yang kompetitif adalah skor yang memenuhi atau melebihi persyaratan program yang dituju, biasanya di atas 318 (total Verbal + Kuantitatif). Untuk mencapainya, gunakan materi belajar resmi ETS, ikuti kursus persiapan seperti di Ultimate Education, dan lakukan latihan rutin dengan simulasi tes.

Apakah ada tes atau kriteria alternatif untuk penerimaan program pascasarjana di Amerika Serikat?

Beberapa program menerima tes alternatif seperti GMAT untuk bidang bisnis atau manajemen. Untuk pelamar internasional, tes bahasa seperti IELTS atau TOEFL sering diperlukan. Selalu periksa persyaratan spesifik program yang kamu tuju.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai GRE Prep Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang untuk bimbingan profesional dan strategi persiapan yang terbukti efektif.