Back

10 Cara Menguasai Reporting Speech: Panduan Lengkap, Rumus, & Strategi Tes 2025

Daftar Isi

  1. Pendahuluan: Kenapa Reporting Speech Itu “Skill Mahal”?
  2. Apa Itu Reporting Speech? (Bedah Definisi & Konsep)
  3. Perbedaan Mendasar: Direct Speech vs Indirect Speech
  4. Anatomi Perubahan dalam Reporting Speech
  1. Deep Dive: Perubahan Tenses Lengkap (Disertai Logika)
  1. Jenis-Jenis Reporting Speech & Rumusnya
  1. Reporting Verbs: Jangan Cuma Pakai “Said” dan “Told”!
  2. Pengecualian Penting: Kapan Tense TIDAK Berubah?
  3. Reporting Speech dalam Medan Tempur Tes (IELTS, SAT, GRE)
  4. Tutorial Langkah Demi Langkah Menguasai Reporting Speech
  5. Kesalahan Umum yang Sering Bikin Nilai Jeblok
  6. FAQ Lengkap Seputar Reporting Speech
  7. Penutup & Rekomendasi Belajar

Pendahuluan: Kenapa Reporting Speech Itu “Skill Mahal”?

seorang siswa kebingungan belajar penggunaan do does did
seorang siswa kebingungan belajar penggunaan do does did

Halo Sobat Ultimate Education! Mari kita bicara jujur sejenak.

Dalam perjalanan belajar bahasa Inggris, ada beberapa materi yang sering dianggap “batu sandungan”. Salah satunya adalah reporting speech. Banyak pelajar yang merasa frustrasi karena harus menghafal tabel perubahan tense yang seolah tak berujung.

Tapi tahukah kamu? Reporting speech adalah indikator utama kefasihan (fluency) tingkat lanjut.

  • Di dunia kerja, kamu butuh skill ini untuk menulis minutes of meeting (notulen rapat). Kamu harus melaporkan apa yang dikatakan bosmu kepada klien.
  • Di dunia akademik, ini adalah nyawa dari citation (kutipan). Saat kamu menulis skripsi atau esai dan mengutip jurnal (“According to Anderson, he argued that…”), kamu sedang menggunakan reporting speech.
  • Di tes internasional seperti IELTS atau TOEFL, kesalahan di bagian ini bisa menurunkan skor Grammatical Range and Accuracy secara drastis.

Jadi, menguasai reporting speech bukan sekadar biar lulus ujian sekolah, tapi investasi jangka panjang untuk karier dan pendidikanmu. Artikel ini didesain sebagai “kitab suci” yang bisa kamu jadikan rujukan kapan saja kamu bingung.


Apa Itu Reporting Speech? (Bedah Definisi & Konsep)

Secara linguistik, reporting speech (sering juga disebut Indirect Speech atau Reported Speech) adalah mekanisme gramatikal yang digunakan untuk menyampaikan kembali isi perkataan, pemikiran, atau pertanyaan seseorang tanpa mengulang kata-katanya secara persis (verbatim).

Filosofi “Melaporkan”

Coba bayangkan kamu adalah seorang reporter berita. Tugas reporter adalah menyampaikan informasi dari narasumber ke penonton.

  • Narasumber (kemarin): “Saya akan menaikkan harga BBM.”
  • Reporter (hari ini): “Presiden mengatakan bahwa beliau akan menaikkan harga BBM.”

Perhatikan perubahannya?

  1. Kata ganti “Saya” berubah jadi “Beliau”.
  2. Konteks waktunya bergeser.

Inilah inti dari reporting speech dalam bahasa inggris. Kita menyesuaikan kalimat asli agar relevan dengan siapa yang bicara sekarang, kapan bicara itu dilaporkan, dan di mana pelaporan itu terjadi.


Perbedaan Mendasar: Direct Speech vs Indirect Speech

sorang siswi berfikir definisi dasar dalam penggunaan do does did.
sorang siswi berfikir definisi dasar dalam penggunaan do does did.

Seringkali kebingungan muncul karena kita tidak bisa membedakan mana yang Direct dan mana yang Indirect. Yuk, kita bedah perbedaannya secara mikroskopis.

  1. Direct Speech (Kalimat Langsung)

Ini adalah “rekaman asli” dari ucapan seseorang.

  • Ciri Fisik: Selalu diapit oleh tanda kutip (“…”).
  • Sifat: Dramatis, real-time, dan akurat 100% sesuai ucapan asli.
  • Penggunaan: Sering dipakai di novel, naskah drama, atau kutipan langsung di berita.
  • Contoh: Sarah said, “I am watching TV.”
  1. Indirect Speech (Reporting Speech)

Ini adalah “parafrase” atau laporan ulang.

  • Ciri Fisik: Tidak ada tanda kutip. Sering menggunakan kata hubung that (untuk pernyataan) atau if/whether (untuk pertanyaan).
  • Sifat: Informatif, integratif (menyatu dengan kalimat pelapor), dan mengalami penyesuaian tata bahasa.
  • Penggunaan: Percakapan sehari-hari, tulisan akademik, laporan bisnis.
  • Contoh: Sarah said that she was watching TV.

Tabel Perbandingan Head-to-Head

FiturDirect SpeechReporting Speech
VisualAda tanda kutip (” “)Bersih, menyatu dalam satu kalimat
PerspektifOrang pertama (I, My, We)Orang ketiga (He, She, They) – tergantung konteks
Waktu (Tense)Saat bicara (Present)Mundur ke masa lalu (Past) – Backshift
StrukturDua klausa terpisah komaSatu kalimat majemuk (Complex Sentence)

Anatomi Perubahan dalam Reporting Speech

Untuk mengubah Direct menjadi Indirect, ada tiga organ vital yang harus dibedah. Jika satu saja salah, kalimatmu akan terdengar aneh atau maknanya berubah.

Logika “Backshift” (Perubahan Tense)

Kenapa tenses harus berubah? Ini pertanyaan sejuta umat.

Jawabannya: Jarak Waktu.

Saat Budi bicara “I am hungry” (Saya lapar), itu terjadi di masa lalu (misalnya kemarin). Saat kamu menceritakannya hari ini, rasa lapar Budi itu sudah lewat. Makanya, Present (am) berubah menjadi Past (was). Fenomena memundurkan tense ini disebut Backshift.

Perubahan Pronoun (Sudut Pandang)

Ini soal logika siapa bicara ke siapa.

  • Kalau Budi (laki-laki) bicara tentang dirinya sendiri (“I”), maka kita menyebutnya “He”.
  • Kalau Budi bicara kepadamu (“You”), dan kamu lapor ke orang lain, maka “You” menjadi “Me”.

Perubahan Time & Place Reference

Keterangan waktu dan tempat bersifat relatif terhadap pembicara.

  • Kata “Here” (di sini) bagi pembicara asli, menjadi “There” (di sana) bagi pelapor jika lokasinya sudah pindah.
  • Kata “Tomorrow” (besok) bagi pembicara asli kemarin, adalah “Today” (hari ini) bagi kita, atau “The next day” (hari berikutnya) dalam konteks cerita lampau.

Deep Dive: Perubahan Tenses Lengkap (Disertai Logika)

Ini adalah bagian terpenting dari artikel ini. Sobat Ultimate Education, tolong perhatikan pola perubahannya. Ingat prinsipnya: MUNDUR SATU LANGKAH KE BELAKANG.

Present Tenses ke Past Tenses

  1. Simple Present → Simple Past
  • Direct: “I study English every day.”
  • Reporting: She said (that) she studied English every day.
  • Logika: Kebiasaan itu dinyatakan di masa lalu.
  1. Present Continuous → Past Continuous
  • Direct: “I am reading a book.”
  • Reporting: He said (that) he was reading a book.
  • Logika: Sedang terjadi saat itu (dulu), bukan sekarang.
  1. Present Perfect → Past Perfect
  • Direct: “I have finished my homework.”
  • Reporting: She said (that) she had finished her homework.
  • Logika: Sudah selesai pada momen bicara di masa lalu.
  1. Present Perfect Continuous → Past Perfect Continuous
  • Direct: “I have been waiting for two hours.”
  • Reporting: He said (that) he had been waiting for two hours.

Past Tenses ke Past Perfect

Nah, kalau aslinya sudah Past, mau mundur ke mana lagi? Jawabannya: Past Perfect (Masa lalu yang lebih lampau).

  1. Simple Past → Past Perfect
  • Direct: “I bought a car yesterday.”
  • Reporting: He said (that) he had bought a car the day before.
  • Logika: Dia bicara kemarin, beli mobilnya sehari sebelum kemarin. Jadi kejadian belinya lebih lampau lagi.
  1. Past Continuous → Past Perfect Continuous
  • Direct: “I was walking down the street.”
  • Reporting: He said (that) he had been walking down the street.
  1. Past Perfect → Tetap Past Perfect
  • Direct: “I had arrived before noon.”
  • Reporting: He said (that) he had arrived before noon.
  • Catatan: Past Perfect adalah “mentok”-nya tenses mundur. Tidak bisa mundur lagi.

Future Tenses & Modals

Untuk modal verbs, perubahannya cukup hafalkan pasangannya:

  • Will → Would
  • Direct: “I will call you.” → Indirect: He said he would call me.
  • Can → Could
  • Direct: “I can swim.” → Indirect: He said he could swim.
  • May → Might
  • Direct: “I may be late.” → Indirect: He said he might be late.
  • Must → Had to (Kewajiban)
  • Direct: “I must go.” → Indirect: He said he had to go.
  • Shall → Should (Saran/Kewajiban)
  • Direct: “What shall I do?” → Indirect: He asked what he should do.

PENTING: Modal berikut ini TIDAK BERUBAH:

  • Should, Could, Might, Ought to, Would.
  • Direct: “You should study.” → Indirect: He said I should study.

Jenis-Jenis Reporting Speech & Rumusnya

Beda jenis kalimat, beda pula cara melaporkannya. Jangan pukul rata semua pakai “said that”.

Reporting Statements (Kalimat Berita)

Ini yang paling standar.

  • Rumus: S + Reporting Verb + (that) + S + V (Backshift) + …
  • Direct: “I like ice cream.”
  • Indirect: He said (that) he liked ice cream.
  • Tips: Kata “that” boleh dihilangkan dalam percakapan informal, tapi sebaiknya dipakai dalam tulisan akademik (IELTS/TOEFL) agar struktur jelas.

Reporting Questions (Kalimat Tanya)

Ini jebakan Batman! Dalam reporting speech, struktur kalimat tanya BERUBAH menjadi kalimat berita. Tanda tanya hilang dan posisi Subject-Verb kembali normal (bukan dibalik).

a. Wh- Questions (Who, What, Where, When, Why, How)

  • Rumus: S + Asked + Wh-word + Subject + Verb (Backshift).
  • Direct: “Where is John?”
  • Indirect: She asked where John was.
  • (SALAH: She asked where was John.) -> Ini kesalahan paling umum!
  • Direct: “Why did you cry?”
  • Indirect: He asked why I had cried.

b. Yes/No Questions (Do, Does, Did, Are, Is, Have, Modals)

Karena tidak ada kata tanya (Wh-), kita butuh kata hubung pengganti, yaitu If atau Whether.

  • Rumus: S + Asked + If/Whether + Subject + Verb.
  • Direct: “Do you speak English?”
  • Indirect: He asked if I spoke English.
  • Direct: “Are you happy?”
  • Indirect: She asked whether I was happy.

Reporting Commands & Requests (Perintah)

Bentuk ini unik karena menggunakan To Infinitive. Kita tidak terlalu pusing dengan tenses di sini.

  • Rumus Positif: S + Told/Asked/Advised + Object + to + V1.
  • Rumus Negatif: S + Told/Asked/Advised + Object + not to + V1.
  • Direct (Command): “Sit down!”
  • Indirect: The teacher ordered us to sit down.
  • Direct (Prohibition): “Don’t smoke here.”
  • Indirect: He warned me not to smoke there.
  • Direct (Request): “Please help me.”
  • Indirect: She asked me to help her.

Reporting Exclamations (Seruan)

Bagaimana melaporkan “Wow!”, “Ouch!”, atau “Hooray!”?

Kita gunakan kata kerja deskriptif.

  • Direct: “Wow! That’s amazing!”
  • Indirect: He exclaimed with admiration that it was amazing.
  • Direct: “Ouch! My foot hurts.”
  • Indirect: He exclaimed with pain that his foot hurt.

Reporting Verbs: Jangan Cuma Pakai “Said” dan “Told”!

Salah satu ciri tulisan level pemula adalah penggunaan kata “said” yang berulang-ulang. Dalam IELTS Writing atau SAT Essay, variasi kosakata sangat dinilai. Berikut daftar Reporting Verbs yang bisa bikin tulisanmu terdengar lebih sophisticated:

Kelompok Netral:

  • Said: Mengatakan
  • Stated: Menyatakan (lebih formal)
  • Mentioned: Menyebutkan
  • Reported: Melaporkan

Kelompok Persuasif/Argumentatif (Bagus untuk Akademik):

  • Claimed: Mengklaim (belum tentu benar)
  • Argued: Berargumen
  • Asserted: Menegaskan
  • Maintained: Bersikukuh
  • Contended: Berpendapat

Kelompok Saran & Perintah:

  • Advised: Menyarankan
  • Urged: Mendesak
  • Warned: Memperingatkan
  • Instructed: Menginstruksikan
  • Demanded: Menuntut

Kelompok Pertanyaan:

  • Inquired: Menanyakan (formal)
  • Wondered: Bertanya-tanya (dalam hati)
  • Questioned: Mempertanyakan (ragu)

Contoh Penggunaan:

  • Pemula: The scientist said that climate change is real.
  • Pro: The scientist asserted that climate change is real.

Pengecualian Penting: Kapan Tense TIDAK Berubah?

Tidak semua reporting speech harus mundur tenses-nya. Ada kondisi khusus di mana kita tetap menggunakan tenses asli.

  1. Fakta Umum (General Truths)

Jika yang dibicarakan adalah fakta ilmiah yang selamanya benar.

  • Direct: “The sun rises in the East.”
  • Indirect: Teacher said that the sun rises in the East. (Matahari masih terbit di timur sampai sekarang, kan? Jadi jangan diubah ke Past).
  1. Reporting Verb Present Tense

Jika kata kerja pelapornya bukan “Said” tapi “Says” (Present).

  • Direct: “I am tired.”
  • Indirect: He says that he is tired. (Dia bilangnya barusan, atau kebiasaan dia bilang begitu).
  1. Kondisi Masih Relevan (Up to date)
  • Direct: “I am twenty years old.”
  • Indirect: She said she is twenty years old. (Jika ulang tahunnya belum lewat, dia masih 20 tahun sekarang).
  1. Conditional Sentences Type 2 & 3

Kalimat pengandaian tipe 2 dan 3 tidak mengalami perubahan tenses karena strukturnya sudah “mentok”.

  • Direct: “If I were rich, I would travel.”
  • Indirect: He said that if he were rich, he would travel.

Reporting Speech dalam Medan Tempur Tes (IELTS, SAT, GRE)

Bagaimana materi ini diujikan dalam tes standar internasional? Sobat Ultimate Education perlu tahu triknya.

  1. IELTS (Writing & Speaking)
  • Writing Task 1: Saat mendeskripsikan diagram/data, kamu sering melaporkan temuan. Tapi di sini lebih sering pakai Passive Voice atau Reporting Verbs.

Contoh: “It is clearly shown that…” atau “The graph indicates that…”

  • Speaking Part 3: Penguji sering tanya pendapat orang lain.

Question: “Do people in your country prefer tea or coffee?”

Answer: “Well, many people claim that coffee gives them energy, but older generations say that tea is healthier.” (Perhatikan penggunaan reporting verbs variatif).

Mau tips lebih dalam soal IELTS? Cek panduan Persiapan IELTS kami.

  1. SAT (Writing & Language)

Di SAT, soal sering menjebak di Sequence of Tenses dan Pronoun Consistency.

  • Jebakan SAT: “The senator argued that the bill will improve the economy.” (Salah, karena ‘argued’ itu Past, harusnya ‘would’).
  • Kamu harus jeli melihat reporting verb utamanya. Jika Past, anak kalimat harus ikut Past.

Untuk strategi SAT yang lebih tajam, silakan kunjungi Persiapan SAT.

  1. GRE (Verbal Reasoning)

GRE menuntut pemahaman teks yang kompleks. Seringkali reporting speech disembunyikan dalam kalimat super panjang (complex compound sentences) untuk menguji logika bacamu. Kamu harus tahu siapa yang mengklaim apa.

  • Latihan: Bedakan mana opini penulis, mana opini ahli yang dikutip (reported argument).

Butuh latihan soal verbal GRE yang menantang? Cek Persiapan GRE.


Tutorial Langkah Demi Langkah Menguasai Reporting Speech

Jangan cuma dibaca, dipraktikkan dong! Berikut langkah konkretnya:

Langkah 1: Identifikasi Tense Asli

Lihat kalimat langsungnya. “I have eaten.” -> Oh, ini Present Perfect.

Langkah 2: Tentukan Target Tense

Ingat rumus mundur. Present Perfect -> Past Perfect (Had eaten).

Langkah 3: Ubah Pronoun (Sesuai Logika)

Siapa yang bicara? Andi (laki-laki). Berarti “I” jadi “He”.

Langkah 4: Ubah Keterangan Waktu (Jika Ada)

Ada kata “Now”? Ubah jadi “Then”.

Langkah 5: Rakit Kalimat

Gabungkan dengan kata kerja pelapor.

  • Andi said + that + he + had eaten + then.
  • Result: Andi said that he had eaten then.

Langkah 6: Cek Ulang Makna

Apakah maknanya masih sama dengan aslinya? Jika ya, kamu berhasil!


Kesalahan Umum yang Sering Bikin Nilai Jeblok

Hati-hati, Sobat Ultimate Education, jangan sampai terjatuh di lubang yang sama!

  1. Double Past (Over-correction):
  • Direct: “I wanted to go.” (Simple Past)
  • Salah: He said he had wanted to gone. (Verb setelah to infinitive jangan diubah!).
  • Benar: He said he had wanted to go.
  1. Lupa Mengubah “You”:
  • Direct: Mom said to me, “You look tired.”
  • Salah: Mom said that you looked tired. (Lho, kok ibu bilang kamu lelah? Kan ibu ngomong ke saya).
  • Benar: Mom said that I looked tired.
  1. Salah Posisi di Indirect Question:

Ini paling fatal. Ingat, dalam indirect question, tidak ada inversi (pertukaran posisi) antara subjek dan auxiliary verb.

  • Salah: I wonder who is he.
  • Benar: I wonder who he is.
  1. Mencampuradukkan “Say” dan “Tell”:
  • Salah: He said me that… (Say tidak boleh langsung ketemu objek orang).
  • Benar: He said to me that… ATAU He told me that…

FAQ Lengkap Seputar Reporting Speech

  1. Apakah semua “modal verbs” harus berubah bentuk?

Tidak. Hanya Will, Can, May, Shall, Must yang wajib berubah. Sisanya seperti Could, Would, Should, Might tetap sama.

  1. Bolehkah menghilangkan kata “that”?

Boleh, terutama dalam speaking atau tulisan informal. “He said he was hungry” itu benar. Tapi di tulisan akademik formal, disarankan tetap pakai “that”.

  1. Bagaimana melaporkan kalimat perintah negatif?

Gunakan pola not to + verb. Contoh: “Don’t run!” menjadi “He told me not to run.”

  1. Apakah Past Perfect bisa berubah lagi?

Tidak. Past Perfect adalah bentuk waktu paling lampau dalam struktur bahasa Inggris.

  1. Bagaimana reporting speech untuk kalimat “Let’s…”?

Biasanya menggunakan kata kerja suggest.

  • Direct: “Let’s go to the beach.”
  • Indirect: He suggested going to the beach. ATAU He suggested that we should go to the beach.
  1. Apa bedanya reporting speech dan passive voice?

Sangat beda. Reporting speech fokus pada pelaporan ucapan orang. Passive voice fokus pada objek yang dikenai tindakan. Namun, keduanya bisa digabung. Contoh: It was reported that… (Ini adalah Passive Voice dari Reporting Speech).

  1. Kenapa saya sering salah di soal “Error Recognition” TOEFL tentang materi ini?

Biasanya karena kurang teliti pada word order (urutan kata) di klausa pertanyaan atau ketidaksesuaian pronoun.

  1. Apakah native speaker selalu patuh pada aturan ini?

Dalam percakapan santai, native speaker sering tidak mengubah tenses jika kejadiannya baru saja terjadi. Tapi untuk keperluan tes akademik, kamu WAJIB ikut aturan baku.

  1. Bagaimana jika ada dua kalimat dalam satu kutipan langsung?

Gunakan kata hubung and added that.

  • Direct: “I am late. I missed the bus.”
  • Indirect: He said that he was late and added that he had missed the bus.
  1. Materi ini masuk level apa?

Reporting speech mulai diperkenalkan di level Pre-Intermediate (A2), tapi penguasaan penuh dengan nuansa kompleks ada di level Upper-Intermediate (B2) ke atas.


Penutup & Rekomendasi Belajar

universitas kedokteran terbaik di dunia versi ultimate education
universitas kedokteran terbaik di dunia versi ultimate education

Wah, panjang juga ya perjalanan kita membedah reporting speech grammar ini! Bagaimana, Sobat Ultimate Education? Apakah kabut kebingunganmu sudah mulai pudar?

Inti dari reporting speech adalah fleksibilitas dan logika. Jangan menghafal mati tabelnya tanpa memahami konteks “kenapa” harus berubah. Bayangkan dirimu sebagai pembawa pesan yang ingin menyampaikan informasi seakurat mungkin sesuai dengan situasi saat ini.

Skill ini memang butuh jam terbang. Semakin sering kamu membaca artikel bahasa Inggris, novel, atau berita, semakin terasah instingmu dalam menentukan tenses yang pas.

Namun, kami paham bahwa belajar grammar sendirian kadang membosankan dan membingungkan. Apalagi kalau targetmu adalah skor tinggi di tes IELTS, TOEFL, SAT, atau GRE dalam waktu dekat. Kamu butuh mentor yang bisa mengoreksi kesalahanmu secara langsung dan memberikan strategi praktis.

Di Ultimate Education, kami tidak hanya mengajarkan rumus. Kami mengajarkan logic dan usage agar bahasa Inggrismu terdengar natural dan akademis.

Yuk, jangan ragu untuk melangkah lebih jauh bersama kami:

Atau kunjungi halaman utama kami di www.ultimateducation.co.id untuk konsultasi gratis mengenai kebutuhan belajarmu.

Grammar is the logic of speech, even as logic is the grammar of reason. Semangat belajar, dan sampai jumpa di puncak kesuksesan! 🚀


Referensi Eksternal Tepercaya: