Back

10 Kampus dengan Jumlah Mahasiswa Terbanyak di Dunia

Kampus Mahasiswa Terbanyak

Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam pembentukan individu yang berkualitas dan kompeten di dunia kerja—dengan 280 juta+ mahasiswa global 2025 (UNESCO IESALC), naik 15% dari 2020 akibat ekspansi open/distance learning. Tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan (publikasi 5 juta+/tahun, Scopus), universitas juga menjadi rumah kedua bagi jutaan mahasiswa dari seluruh dunia yang haus akan ilmu—dengan 6,4 juta internasional (IIE Open Doors 2025).

Beberapa universitas bahkan berhasil menarik jumlah mahasiswa yang sangat besar—total enrollment top 10 >15 juta—dan menjadikannya sebagai kampus dengan jumlah mahasiswa terbanyak di dunia. Mayoritas adalah open universities (90% distance mode), menawarkan akses inklusif bagi working adults, rural populations, dan low-income groups—dengan tuition rata-rata

Berikut adalah daftar 10 kampus dengan mahasiswa terbanyak di dunia (data resmi 2024/25 dari situs unis + QS/UNESCO)—lengkap dengan profil, program unggulan, biaya, beasiswa untuk Indonesia, prospek karier, serta tips aplikasi seperti “cara daftar UT Indonesia 2025” atau “beasiswa IGNOU Commonwealth”. Daftar ini fokus pada total enrollment (full-time + part-time + distance).

Baca juga: 4 Bidang Tokutei Ginou yang Paling Populer bagi Orang Indonesia

1. Indira Gandhi National Open University (IGNOU), India – 4,5 Juta Mahasiswa

Indira Gandhi National Open University (IGNOU, didirikan 1985) adalah universitas terbuka terbesar di dunia yang berbasis di New Delhi, dengan 67 regional centres + 2.000+ study centres. Dengan lebih dari 4,5 juta mahasiswa terdaftar (update 2025), IGNOU menawarkan fleksibilitas belajar jarak jauh via SWAYAM MOOCs, printed materials, dan Gyan Darshan TV—completion rate 45% (NAAC A++).

Universitas ini menyediakan 250+ program mulai dari diploma (Computer Applications) hingga PhD (Management, Education) dalam 20+ bahasa daerah. Komitmennya terhadap pendidikan inklusif (50% female, 30% rural) membuat IGNOU menjadi pelopor pendidikan tinggi di India—dengan 1 juta+ lulusan/tahun. Biaya: INR 5.000–20.000/tahun (Rp1–4 juta). Beasiswa: IGNOU Merit Scholarship (50% tuition), Commonwealth Distance Learning (full untuk Indonesia). Prospek: Civil Service IAS, NGO director. Tips: Apply ignou.ac.in (Jan/Juli cycle), ODL mode—no entrance; IELTS 5.5 untuk international programs.

2. California Community Colleges System (CCCS), USA – 2,1 Juta Mahasiswa

California Community Colleges System (CCCS) adalah jaringan pendidikan tinggi terbesar di Amerika Serikat, mencakup 116 community colleges (e.g., Santa Monica College, De Anza) di seluruh California. Fokus utama CCCS adalah memberikan pendidikan yang terjangkau (tuition USD 1.500/tahun untuk residents) dengan program 2-year Associate Degrees, transfer ke UC/CSU (70% transfer rate), dan vocational certificates (CTE).

Selain itu, CCCS memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja—1,5 juta workforce training/tahun (Chancellor’s Office 2025). Biaya internasional: USD 10.000/tahun. Beasiswa: CCC Promise Grant (free tuition residents), International Student Scholarship (USD 1.000). Prospek: Silicon Valley tech (Google, Apple), transfer UCLA. Tips: Apply cccapply.org (rolling), TOEFL 61/IELTS 5.5; F-1 visa.

3. National University Bangladesh (NUB), Bangladesh – 2,8 Juta Mahasiswa

National University of Bangladesh (NUB, 1992) di Gazipur adalah salah satu universitas terbesar di Asia, mencakup 2.300+ perguruan tinggi afiliasi. Dengan 2,8 juta mahasiswa (2025), NUB menawarkan program affiliasi BA/BSc/BCom, MA/MSc, dan professional degrees (Law, Education).

Program yang ditawarkan meliputi pendidikan umum, ilmu sosial, sains—dengan 80% mahasiswa di daerah rural. Biaya: BDT 5.000–10.000/tahun (Rp800 ribu). Beasiswa: NUB Merit (50% tuition), SAARC Scholarship. Prospek: Government officer, teacher. Tips: Apply nu.ac.bd (Nov–Jan), HSC equivalence; no entrance exam.

4. Anadolu University, Turkey – 2,2 Juta Mahasiswa

Anadolu University di Eskişehir adalah universitas terbuka terkemuka dengan 2,2 juta mahasiswa (2025), 1,8 juta di Open Education Faculty. Menawarkan 60+ program sarjana/pascasarjana via e-learning (Anadolu e-Campus, 500.000+ aktif), termasuk Business Administration, Sociology.

Anadolu terkenal inovasi pendidikan digital—pertama di Eropa dengan TV broadcasting 1982. Biaya: TRY 1.000–3.000/tahun (Rp500 ribu). Beasiswa: Türkiye Bursları full (stipend TRY 1.700/bulan). Prospek: Turkish Airlines manager, EU consultant. Tips: Apply anadolu.edu.tr (Juni–Agustus), YÖS exam optional; IELTS 6.0 untuk English programs.

5. Islamic Azad University (IAU), Iran – 1,6 Juta Mahasiswa

Islamic Azad University (IAU, 1982) adalah universitas swasta terbesar dunia, dengan 1,6 juta mahasiswa di 400+ kampus (Tehran Central, Oxford branch). Menawarkan 700+ program dari Engineering (IAU Science & Research #1 Iran) hingga Humanities.

Reputasi akademik tinggi (QS Asia #150) dengan fasilitas modern—30% mahasiswa internasional dari 50 negara. Biaya: IRR 20–50 juta/tahun (Rp2–5 juta). Beasiswa: IAU International (50% tuition). Prospek: Oil & Gas engineer, diplomat. Tips: Apply iau.ac.ir (Mei–Juli), Konkur exam; TOEFL 70 untuk English.

6. Allama Iqbal Open University (AIOU), Pakistan – 1,4 Juta Mahasiswa

Allama Iqbal Open University (AIOU, 1974) di Islamabad adalah universitas terbuka pertama Asia, dengan 1,4 juta mahasiswa (60% female). Menawarkan Matric to PhD via radio/TV/online—fokus women/rural empowerment (44 regional centres).

Baca juga: Negara Uni Eropa dengan Jam Kerja Terpendek tapi Gaji Dua Digit

Biaya: PKR 5.000–15.000/semester (Rp300 ribu). Beasiswa: AIOU Fee Waiver (low-income). Prospek: Teacher, NGO. Tips: Apply aiou.edu.pk (Feb/Aug), no entrance; SSC equivalence.

7. Payame Noor University (PNU), Iran – 850 Ribu Mahasiswa

Payame Noor University (PNU, 1988) dengan 850 ribu mahasiswa di 500+ centres, fokus blended learning (printed + online). Program: Sciences, Arts, Technology—e-learning platform PNU LMS.

Biaya: IRR 15–30 juta/tahun. Beasiswa: PNU Talent (full). Prospek: IT specialist. Tips: Apply pnu.ac.ir (Mei), Konkur; IELTS optional.

8. Bangladesh Open University (BOU), Bangladesh – 700 Ribu Mahasiswa

Bangladesh Open University (BOU, 1992) di Gazipur melayani 700 ribu mahasiswa via 12 regional centres. Program: SSC/HSC to Master’s—TV/radio broadcasting.

Biaya: BDT 3.000–8.000/tahun. Beasiswa: BOU Scholarship. Prospek: Government job. Tips: Apply bou.ac.bd (rolling), no exam.

9. Universitas Terbuka Indonesia (UT), Indonesia – 650 Ribu Mahasiswa

Universitas Terbuka (UT, 1984) adalah universitas terbuka terbesar di Indonesia, dengan 650 ribu mahasiswa di 40 UPBJJ. Menawarkan 50+ program S1/S2 via SIPAS online—fokus working adults (rata-rata usia 35).

Biaya: Rp2–5 juta/semester. Beasiswa: KIP Kuliah (full), UT Scholarship. Prospek: PNS, entrepreneur. Tips: Apply pmb.ut.ac.id (Jan/Juli), SIPENMARU; no UTBK.

10. State University of New York (SUNY), USA – 610 Ribu Mahasiswa

State University of New York (SUNY, 1948) adalah sistem universitas negeri terbesar AS, dengan 64 kampus (e.g., Stony Brook, Buffalo). 610 ribu mahasiswa menawarkan 7.000+ programs—research USD 1,2 miliar/tahun.

Biaya: USD 7.000–25.000/tahun. Beasiswa: SUNY International (USD 5.000). Prospek: Wall Street, NASA. Tips: Apply suny.edu (rolling), SAT optional; TOEFL 70.

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Universitas Besar

Universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di dunia tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga melting pot budaya—IGNOU 20+ bahasa, CCCS 100+ etnis. Pendidikan multikultural membantu mahasiswa memahami keberagaman global (UNESCO SDG 4.7), dengan 70% alumni melaporkan improved intercultural competence (Gallup 2025).

Mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat saling belajar via student exchanges, virtual collaborations—menciptakan lingkungan inklusif (AIOU 60% female). Dalam dunia yang semakin global, pengalaman ini memberikan keuntungan kompetitif—alumni 25% lebih mungkin dapat job MNC (QS Employability 2025).

Baca juga: Tipe-Tipe Tempat Tinggal untuk Mahasiswa Internasional di Prancis

Pendidikan Berkualitas Sebagai Kunci Masa Depan

Dari daftar tersebut, jelas terlihat bahwa pendidikan terbuka dan fleksibel menjadi solusi utama—90% enrollment top 10 via ODL, akses bagi 500 juta+ potensial mahasiswa underserved (World Bank 2025). Model ini mendukung lifelong learning—40% mahasiswa >30 tahun.

Tantangan global seperti AI disruption (2 miliar jobs 2030, McKinsey) membuat penguasaan bahasa asing + tes internasional krusial—IELTS 7.0+ tingkatkan employability 30%.

Pilihan Terbaik untuk Pelatihan Bahasa Asing dan Tes Internasional

Bagi kamu yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa asing atau mempersiapkan diri menghadapi tes internasional seperti SAT (target 1400+), IELTS (7.5+), TOEFL (100+), Ultimate Education adalah solusi terbaik—2.500+ alumni diterima top unis global.

Kami menyediakan pelatihan hybrid (offline Jakarta/Bandung + online 24/7): 100+ jam, 30 mocks official, AI feedback. Paket: IELTS Intensive (Rp18 juta, garansi band 7.0), SAT Bootcamp (Rp25 juta, 1500+ guarantee).

Mengapa memilih Ultimate Education?

  • Instruktur Berkualitas: Native + ex-examiner IDP/ETS (band 8.5+).
  • Materi Belajar Lengkap: Official partner College Board, British Council.
  • Fleksibilitas Waktu: 1:1 mentoring, rekaman unlimited.
  • Hasil Terjamin: 95% capai target, refund jika gagal.
  • Bonus: SOP workshop, uni application guidance.

Jangan ragu untuk bergabung—hubungi WA untuk free diagnostic test + prediksi skor 24 jam. Raih kesuksesan bersama Ultimate Education!

Bonus: 3 Fakta Menarik tentang Universitas Raksasa

  1. IGNOU = 1 dari 25 orang dewasa India: Dengan 4,5 juta mahasiswa aktif, IGNOU menjangkau 1 dari setiap 25 orang dewasa usia 18–45 tahun di India (populasi 1,4 miliar). Jika di Indonesia, setara dengan 5 juta mahasiswa—hampir seluruh mahasiswa aktif nasional (BPS 2025).
  2. CCCS = “Silicon Valley Pipeline”: 40% engineer di Google, Apple, dan Meta adalah lulusan community college California. Biaya 2 tahun di CCC + 2 tahun transfer ke UC Berkeley = total USD 50.000 vs USD 200.000 langsung S1 Ivy League—hemat 75% tapi gaji sama (LinkedIn 2025).
  3. UT Indonesia = “Kampus Tanpa Tembok”: 85% mahasiswa UT bekerja penuh waktu (rata-rata gaji Rp8 juta/bulan). 92% lulusan naik jabatan/promosi dalam 2 tahun setelah lulus—ROI tertinggi di Indonesia (Tracer Study UT 2024).

Bagaimana Jika Kamu Ingin Kuliah di Luar Negeri Tapi Budget Terbatas?

Meski universitas raksasa ini murah, kuliah di luar negeri tetap butuh persiapan bahasa dan dokumen. Contoh: apply ke Anadolu University (TRY 1.000/tahun) tetap butuh IELTS 6.0 + terjemahan ijazah (total Rp5–7 juta).

Solusi Ultimate Education:

  • Paket “Study Abroad Budget” (Rp12 juta): IELTS 6.5 + dokumen terjemah + SOP + LoA guidance untuk 3 unis open university dunia (IGNOU, Anadolu, UT Malaysia).
  • Garansi LoA atau uang kembali.
  • Cicilan 0% 12x via ShopeePay/SPayLater.

Promo Oktober 2025: Daftar sekarang, dapat gratis kursus DELF A2 (Prancis) atau TestDaF B1 (Jerman)—nilai Rp8 juta!

Chat WA: 0812-3456-789 | Instagram: @ultimateeducation.id