Back

15 Tips Mengerjakan IELTS Biar Skor Nggak Anjlok dan Tetap Stabil Sampai Finish

tips mengerjakan ielts

IELTS sering dianggap sebagai salah satu tes bahasa Inggris yang “nggak main-main”. Bukan cuma soal bisa bahasa Inggris atau nggak, tapi juga soal strategi, manajemen waktu, dan mental saat ujian. Banyak peserta yang sebenarnya sudah cukup jago bahasa Inggris, tapi hasil IELTS-nya justru di bawah ekspektasi. Kenapa bisa begitu? Jawabannya simpel: kurang strategi saat mengerjakan tes.

Buat kamu yang baru pertama kali ikut IELTS atau masih pemula, penting banget buat tahu bahwa IELTS bukan tipe tes yang bisa dikerjakan asal ngerti bahasa Inggris. Ada pola, ada jebakan, dan ada cara tertentu supaya skor kamu tetap aman dari awal sampai akhir. Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tips mengerjakan IELTS secara lengkap dan aplikatif, khususnya tips IELTS untuk pemula biar kamu nggak kaget pas hari H.

Santai aja bacanya. Anggap ini kayak senior yang lagi bocorin strategi biar kamu nggak jatuh di lubang yang sama.

Baca juga: Ujian IELTS! Sekadar Tes Bahasa atau Kunci Masa Depan? Ini Fakta yang Wajib Kamu Tahu

1. Pahami Dulu Format IELTS, Jangan Langsung Ngebut Latihan

Kesalahan klasik para pemula adalah langsung ngerjain soal tanpa tahu struktur tesnya. Padahal, IELTS punya empat section utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Masing-masing punya aturan main yang beda.

Misalnya, Listening cuma diputar sekali. Reading akademik punya teks panjang dan waktunya mepet. Writing dinilai dari struktur, bukan cuma grammar. Speaking itu lebih ke komunikasi, bukan hafalan. Kalau kamu belum paham formatnya, latihan sebanyak apa pun bakal kurang maksimal.

Tips mengerjakan IELTS yang paling basic tapi krusial adalah: kenali dulu medan perang sebelum mulai bertarung.

Untuk memulainya, cobalah luangkan waktu sehari atau dua hari untuk membaca buku panduan resmi IELTS atau menonton video penjelasan dari sumber terpercaya seperti British Council atau IDP. Pahami berapa durasi setiap bagian, jenis pertanyaan yang muncul, dan bagaimana sistem penilaiannya bekerja.

Misalnya, di Listening, ada 40 pertanyaan yang dibagi menjadi empat bagian dengan tingkat kesulitan yang meningkat. Di Reading, untuk versi Academic, kamu akan menghadapi tiga teks panjang dari jurnal atau buku, sementara General Training lebih ke teks sehari-hari. Insight penting di sini adalah bahwa memahami format ini bisa mengurangi rasa panik saat tes karena kamu sudah tahu apa yang diharapkan.

Selain itu, ini juga membantu dalam merencanakan jadwal belajar: alokasikan lebih banyak waktu untuk bagian yang menurutmu sulit, seperti Writing jika kamu kurang terbiasa menulis esai. Dengan pendekatan ini, persiapanmu akan lebih efisien dan targeted, sehingga meningkatkan peluang meraih skor band yang diinginkan seperti 6.5 atau lebih tinggi untuk keperluan studi atau kerja di luar negeri.

2. Jangan Remehin Listening, Justru Ini Penentu Awal Skor

Banyak orang mikir Listening itu paling gampang. Faktanya, justru di sini banyak skor yang anjlok karena kurang fokus. Audio cuma diputar satu kali, dan aksennya bisa British, Australian, sampai campuran.

Biasakan diri kamu dengerin berbagai aksen sejak awal. Jangan cuma nonton film Amerika. Coba dengerin podcast BBC, video Australia, atau latihan soal resmi IELTS.

Selain itu, perhatikan instruksi soal. Salah nulis plural atau salah ejaan bisa bikin jawaban kamu dianggap salah, walaupun maksudnya benar.

Bagian Listening sering menjadi batu sandungan karena memerlukan konsentrasi tinggi dalam waktu yang singkat, sekitar 30 menit untuk mendengarkan rekaman yang hanya diputar sekali. Tips IELTS yang efektif adalah mulailah dengan membangun kebiasaan mendengar bahasa Inggris secara aktif setiap hari.

Misalnya, dengarkan podcast seperti BBC Learning English atau TED Talks dengan aksen beragam untuk melatih telinga. Saat latihan, catat kata-kata kunci seperti nama, tanggal, atau angka yang sering muncul dalam pertanyaan.

Insight dari banyak peserta sukses adalah bahwa praktik mendengarkan sambil mencatat bisa meningkatkan akurasi jawaban hingga 20-30%. Jangan lupa, di tes asli, kamu punya waktu 10 menit ekstra untuk mentransfer jawaban ke lembar jawab, jadi gunakan itu untuk memeriksa ejaan dan grammar sederhana. Dengan strategi ini, Listening bukan lagi bagian yang ditakuti, tapi justru bisa jadi booster skor awal yang membuatmu lebih percaya diri menghadapi section berikutnya.

3. Latihan Fokus dan Konsentrasi Itu Wajib

IELTS itu bukan tes kecerdasan, tapi tes konsistensi fokus. Bayangin kamu harus konsentrasi hampir tiga jam tanpa jeda panjang. Kalau belum terbiasa, pasti akan capek mental.

Mulai biasakan latihan dalam durasi panjang. Jangan cuma ngerjain satu section terus berhenti. Sesekali, coba simulasi full test biar tubuh dan otak kamu terbiasa dengan ritme IELTS. Ini salah satu tips IELTS pemula yang sering diremehin, padahal dampaknya gede banget ke skor akhir.

Membangun fokus bukanlah hal yang instan, tapi bisa dilatih seperti otot. Mulai dari sesi belajar 30 menit tanpa distraksi, lalu tingkatkan menjadi satu jam, hingga akhirnya bisa menangani durasi tes penuh.

Teknik seperti Pomodoro bisa membantu: belajar 25 menit, istirahat 5 menit, tapi adaptasikan untuk simulasi tes. Narasi dari pengalaman banyak siswa adalah bahwa kurangnya latihan dan fokus seringkali menyebabkan kesalahan konyol di akhir tes karena kelelahan.

Ingat bahwa tips mengerjakan IELTS ini juga berlaku untuk persiapan tes lain seperti TOEFL, tapi khusus untuk IELTS, fokuslah pada transisi antar section tanpa jeda yang panjang. Tambahkan elemen mindfulness, seperti meditasi singkat sebelum latihan, untuk menjaga ketenangan. Hasilnya, bukan hanya skor yang naik, tapi juga kepercayaan diri yang lebih tinggi, yang pada akhirnya akan membuat performa keseluruhan jadi lebih optimal.

4. Reading Bukan Soal Baca Detail, Tapi Cari Informasi

Reading IELTS bukan lomba baca cepat semua teks. Justru kalau kamu baca kata per kata, waktunya nggak bakal cukup. Strategi yang benar adalah skimming dan scanning.

Cari ide utama dulu, pahami struktur paragraf, baru fokus ke bagian yang relevan dengan pertanyaan. Ingat, urutan soal biasanya sejalan dengan urutan teks. Jadi nggak perlu lompat-lompat nggak jelas.

Tips mengerjakan IELTS di bagian Reading: kerjakan soal sambil membaca, bukan baca dulu baru jawab.

Bagian Reading memerlukan efisiensi karena kamu hanya punya 60 menit untuk 40 pertanyaan dan tiga teks panjang. Skimming artinya membaca cepat untuk mendapatkan gambaran umum, sementara scanning adalah mencari informasi spesifik seperti nama atau tanggal.

Contoh: jika pertanyaan tentang penyebab suatu fenomena, scan paragraf yang membahas “causes” atau sinonimnya. Insight krusial adalah bahwa banyak pertanyaan seperti matching headings atau true/false/not given dirancang untuk menjebak dengan kata-kata yang mirip, jadi latihlah kemampuan membedakan fakta dari opini. Untuk pemula, mulai dengan teks sederhana dari koran seperti The Guardian, lalu tingkatkan ke teks akademik.

Tips tambahan: catat sinonim umum seperti “increase” dengan “rise” atau “grow” untuk menghindari jebakan. Dengan pendekatan ini, Reading bisa menjadi bagian di mana kamu mengumpulkan poin tinggi dengan cepat, serta mendukung target skor overall seperti 7.0 untuk imigrasi atau universitas top.

5. Jangan Terjebak Kata yang Mirip

IELTS suka banget pakai sinonim. Kata di soal hampir nggak pernah sama persis dengan kata yang ada di teks. Kalau kamu cuma cari kata kunci mentah, siap-siap ketipu.

Latih kemampuan memahami makna, bukan sekadar mengenali kata. Ini juga alasan kenapa memperkaya vocabulary itu penting, tapi harus dibarengi dengan pemahaman konteks.

Baca juga: Ini Istilah Tunjangan di Jepang yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Bekerja Disana!

Sinonim dan parafrase adalah senjata utama IELTS untuk menguji pemahaman mendalam. Misalnya, “enhance” di teks bisa diganti dengan “improve” di pertanyaan. Tips IELTS untuk pemula adalah buat daftar sinonim tematik, seperti kata-kata terkait lingkungan (pollution = contamination) atau ekonomi (growth = expansion). Latih dengan membaca artikel dan mengidentifikasi parafrase.

Narasi umum dari examiner adalah bahwa peserta yang terjebak di kata mirip sering kehilangan poin di Reading dan Listening. Memperkaya vocab bukan hanya menghafal, tapi juga menggunakannya dalam kalimat sehari-hari. Hasilnya, kemampuanmu dalam memahami konteks akan meningkat, sehingga membuat tes terasa lebih mudah dan skor jadi lebih konsisten.

6. Writing Itu Bukan Tentang Grammar Sempurna

Ini fakta yang sering bikin kaget: grammar bagus tapi skor Writing rendah. Kenapa? Karena IELTS menilai ide, struktur, dan koherensi.

Untuk Task 1, fokus ke overview dan data utama. Jangan ceritain semua angka. Untuk Task 2, jawab pertanyaan dengan jelas, punya pendapat, dan konsisten dari awal sampai akhir.

Tips IELTS bagi pemula di section Writing: jawaban rapi dan jelas lebih penting daripada sok ribet tapi nggak nyambung.

Penilaian Writing berdasarkan empat kriteria: task response, coherence and cohesion, lexical resource, dan grammatical range. Untuk Task 1 (Academic), gambarkan tren utama dari grafik, bukan detail setiap data, mulailah dengan overview yang merangkum perubahan signifikan. Di Task 2, struktur esai dengan introduction, body paragraphs (satu untuk setiap argumen), dan conclusion.

Contoh: jika topik tentang teknologi, berikan opini jelas seperti “I believe technology improves life” lalu dukung dengan contoh real-life. Banyak peserta yang gagal karena overcomplicating, jadi prioritaskan kejelasan.

Tips tambahan: gunakan linking words seperti “however”, “furthermore” untuk koherensi. Dengan latihan rutin, seperti menulis satu esai per hari dan minta feedback, kamu bisa naikkan skor dari 5.5 ke 7.0, yang krusial untuk aplikasi universitas atau visa.

7. Jangan Hafalin Template Mentah

Template boleh, tapi jangan mentah. Examiner bisa langsung tahu mana jawaban natural dan mana yang terlalu template. Kalau kelihatan kaku dan dipaksakan, skor kamu justru bisa turun.

Gunakan template sebagai kerangka, lalu sesuaikan dengan gaya bahasa kamu sendiri. Buat transisi yang natural, bukan sekadar formalitas.

Template seperti “In this essay, I will discuss…” bisa berguna, tapi modifikasi agar terdengar autentik, misalnya “This essay explores…“. Narasi dari tutor berpengalaman adalah bahwa jawaban templated sering dapat skor rendah di lexical resource karena kurangnya variasi.

Tips mengerjakan IELTS: kumpulkan contoh esai band 7+ dari situs resmi, analisis struktur, lalu adaptasi. Natural writing datang dari latihan membaca esai berkualitas tinggi. Untuk pemula, mulai dengan outline sederhana: intro – paragraf 1 (argumen pro) – paragraf 2 (kontra) – conclusion. Ini memastikan koherensi tanpa kaku, dan meningkatkan peluang skor tinggi secara keseluruhan.

8. Manajemen Waktu Itu Segalanya

Banyak peserta gagal bukan karena nggak bisa, tapi karena kehabisan waktu. Terutama di Reading dan Writing.

Biasakan pas latihan pakai timer. Jangan terlalu lama di satu soal. Kalau mentok, skip dulu dan lanjut ke soal berikutnya. Ini tips mengerjakan IELTS yang kelihatannya sepele, tapi sering menyelamatkan skor.

Di Writing, alokasikan 20 menit untuk Task 1 dan 40 untuk Task 2. Di Reading, bagi 60 menit menjadi 20 menit per passage.

Contoh: jika stuck di pertanyaan 5, tandai dan lanjut, kembali jika ada waktu. Manajemen waktu dapat mencegah blank mind di akhir tes.

Tips: gunakan app timer untuk simulasi, dan review waktu yang terbuang setelah latihan. Dengan ini, kamu bisa selesaikan semua soal, meningkatkan skor potensial hingga satu band penuh, terutama bagi yang sering kehabisan waktu.

9. Speaking Bukan Ujian Hafalan

Speaking IELTS itu ngobrol, bukan pidato. Kamu nggak dinilai dari jawaban panjang atau fancy. Yang dinilai adalah kelancaran, kejelasan, dan kemampuan merespons.

Kalau kamu nggak ngerti pertanyaannya, boleh minta pengulangan. Itu bukan kesalahan. Yang penting jangan diam terlalu lama.

Tips IELTS pemula di section Speaking: jawab jujur, natural, dan jangan panik kalau grammar sedikit berantakan.

Speaking berlangsung 11-14 menit, dibagi tiga bagian: intro, long turn, diskusi. Fokus pada fluency daripada perfection, gunakan filler seperti “well” atau “you know” secara natural.

Contoh: di Part 2, bicara 1-2 menit tentang topik cue card dengan struktur: intro – detail – conclusion. Examiner mencari komunikasi efektif, bukan aksen sempurna.

Tips: rekam diri saat latihan dan dengar ulang untuk perbaikan. Ini akan membantu para pemula untuk naik dari band 5 ke 6.5, secara krusial untuk overall score.

10. Jangan Takut dengan Aksen Kamu

IELTS nggak menuntut aksen British atau American. Aksen Indonesia aman, selama pengucapan jelas dan mudah dipahami.

Fokus ke pronunciation yang jelas, intonasi yang wajar, dan kepercayaan diri saat berbicara. Examiner lebih menghargai komunikasi yang efektif daripada aksen palsu.

Latih pronunciation dengan shadow speaking: ulangi setelah speaker native. Aksen asli yang jelas sering dapat skor lebih tinggi daripada imitasi buruk.

Tips: fokus pada suara sulit seperti “th” atau “r”, dan gunakan app seperti ELSA Speak untuk feedback. Dengan ini, Speaking akan menjadi kekuatan, dan bukan lagi kelemahan.

11. Biasakan Pakai Bahasa Inggris dalam Kehidupan Sehari-hari

Latihan IELTS nggak harus selalu buka buku. Kamu bisa mulai dari hal simpel, seperti nulis catatan harian pakai bahasa Inggris, ngobrol sama diri sendiri, atau mikir pakai bahasa Inggris.

Semakin sering dipakai, otak kamu bakal makin cepat adaptasi saat tes.

Integrasikan bahasa Inggris ke rutinitas: ganti bahasa ponsel ke English, baca berita CNN, atau chat dengan teman internasional. Ini akan membangun intuition alami. Mulai dari kecil, seperti label barang di rumah dengan vocab baru. Hasilnya, tes akan terasa seperti percakapan sehari-hari.

12. Evaluasi Kesalahan, Jangan Cuma Nambah Soal

Latihan banyak tapi nggak pernah evaluasi itu percuma. Setiap kali selesai latihan, cek salahnya di mana. Grammar, vocab, atau salah paham dengan soal? Dengan tahu pola kesalahan kamu, progres bakal lebih cepat dan terarah.

Baca juga: 3 Beasiswa Luar Negeri yang Bikin Kamu Bisa Kuliah Sekaligus Kerja

Buat jurnal kesalahan: catat tipe error dan cara perbaikan. Ini akan mengurangi repeat mistakes hingga 50%. Lakukan juga review dengan tutor atau forum online. Ini juga akan mempercepat progres bagi para pemula.

13. Jangan Bandingin Progress Kamu dengan Orang Lain

Setiap orang punya starting point yang beda. Ada yang cepat naik, ada juga yang butuh waktu. Fokus aja ke perkembangan diri sendiri. Ini penting biar mental kamu tetap stabil dan nggak overthinking jelang ujian.

Set target pribadi, seperti naik 0.5 band per bulan. Fokus internal akan meningkatkan retensi. Track progres dengan app seperti My IELTS Journal.

14. Simulasi Ujian Itu Wajib Hukumnya

Minimal beberapa kali sebelum tes resmi, kamu harus coba simulasi full IELTS test. Dari pada duduk lama, mending isi lembar jawaban dan latihlah dirimu. Simulasi bikin kamu lebih siap secara mental dan fisik.

Lakukan di lingkungan yang mirip tes: ruang tenang dan timer ketat. Simulasi ini akan membantu dalam mengurangi anxiety ketika hari H tiba. Gunakan soal resmi dari Cambridge books. Ini mensimulasikan tekanan real, serta meningkatkan performa.

15. Istirahat dan Menjaga Kesehatan Mental Itu Bagian dari Strategi

Belajar terus tanpa jeda malah bikin burnout. Tidurlah yang cukup, makan teratur, dan jaga pikiran agar tetap tenang. Ingat, IELTS bukan soal siapa yang paling stres, tapi siapa yang paling siap.

Jadwalkan hari libur belajar, lakukan hobi. Istirahat yang cukup akan meningkatkan retensi memori. Lakukan juga meditasi atau olahraga ringan. Ini untuk menjaga agar mental tetap kuat, dan krusial untuk skor optimal.

Mau Persiapan IELTS Lebih Terarah dan Nggak Ribet?

Mengerjakan IELTS itu bukan cuma soal pintar bahasa Inggris, tapi soal strategi yang tepat. Dengan memahami format, melatih fokus, mengatur waktu, dan menjaga mental, skor kamu bisa tetap stabil dan bahkan meningkat.

Buat kamu yang masih pemula, jangan minder duluan. Dengan tips mengerjakan IELTS yang tepat dan latihan yang terarah, IELTS itu sangat bisa untuk ditaklukkan.

Kalau kamu ngerasa belajar sendiri masih bingung atau takut salah arah, Ultimate Education bisa jadi solusi yang tepat. Di sini, tersedia kursus dan bimbingan IELTS dengan materi yang terstruktur, latihan intensif, dan pendampingan yang disesuaikan dengan level kamu, dari pemula sampai target skor tinggi. Nggak cuma itu, Ultimate Education juga menyediakan jasa penerjemah profesional buat kamu yang butuh hasil terjemahan akurat dan berkualitas.

Belajar jadi lebih fokus, progres lebih terasa, dan persiapan IELTS pun nggak lagi bikin overthinking. Kalau mau tanya-tanya atau langsung daftar, Ultimate Education siap bantu kamu jadi versi terbaik saat hari tes nanti 💪✨

Ingat, kesuksesan di IELTS sering kali datang dari persiapan yang holistik, Banyak alumni sukses yang mengatakan bahwa kunci utama adalah konsistensi dan kesabaran. Jadi, terapkan tips-tips di atas secara bertahap, dan pantau perkembanganmu. Jika kamu membutuhkan bantuan lebih lanjut, seperti contoh soal atau rencana belajar personal, jangan ragu untuk mencari sumber terpercaya seperti Ultimate Education. Selamat belajar, dan semoga skor IELTS-mu melampaui ekspektasi!