Belajar listening Bahasa Inggris sering dianggap sebagai bagian tersulit dalam penguasaan bahasa.
Banyak orang merasa sudah rajin mendengarkan lagu, nonton film, atau latihan soal, tapi kemampuan listening tetap stagnan.
Bisa jadi masalahnya bukan pada kemampuan, melainkan cara belajar yang keliru.
Nah, biar kamu nggak terjebak di kesalahan yang sama, yuk kita bahas kesalahan belajar listening Bahasa Inggris sekaligus cara memperbaikinya!
Baca juga: 9 Tips Pronunciation Bahasa Inggris agar Lebih Natural
Kesalahan Belajar Listening Bahasa Inggris
1. Terlalu Bergantung pada Subtitle
Banyak orang yang belajar Bahasa Inggris merasa lebih nyaman menonton film atau mendengarkan video dengan subtitle Bahasa Indonesia.
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat otak lebih fokus membaca daripada mendengarkan.
Akibatnya, kemampuan listening tidak berkembang karena telinga tidak benar-benar dilatih mengenali bunyi dan intonasi Bahasa Inggris.
Idealnya, subtitle digunakan secara bertahap: dengarkan tanpa subtitle terlebih dahulu, lalu gunakan subtitle Bahasa Inggris hanya untuk konfirmasi.
Solusinya:
- Mulai dengan subtitle Bahasa Inggris, bukan Indonesia
- Dengarkan tanpa subtitle dulu, baru cek dengan subtitle
- Ulangi audio 2–3 kali untuk melatih pemahaman
2. Terlalu Fokus pada Setiap Kata
Kesalahan belajar listening Bahasa Inggris lainnya adalah mencoba memahami setiap kata yang terdengar.
Saat ada satu kata yang tidak dipahami, konsentrasi langsung hilang dan kita ketinggalan informasi berikutnya.
Padahal, listening bukan tentang memahami semua kata, namun menangkap ide utama dan maksud dari pembicara.
Dengan terlalu fokus pada detail kecil, pemahaman keseluruhan justru jadi kacau.
Solusinya:
- Latih listening for gist (menangkap ide utama)
- Fokus pada kata kunci seperti subject, verb, angka, dan tujuan pembicara
- Abaikan kata yang tidak penting
Baca juga: 7 Tipe Pertanyaan Reading IELTS yang Harus Kamu Pahami Sebelum Ujian
3. Tidak Terbiasa dengan Berbagai Aksen
Banyak orang yang belajar Bahasa Inggris hanya terbiasa dengan satu aksen, biasanya Amerika, sehingga kesulitan saat mendengar aksen British, Australia, atau aksen non-native.
Hal ini sangat merugikan, terutama untuk tes internasional seperti IELTS atau TOEFL yang menggunakan berbagai aksen.
Kurangnya memahami suatu aksen membuat telinga “kaget” dan memperlambat pemahaman saat ujian atau berkomunikasi.
Solusinya:
Dengarkan konten dari berbagai negara seperti:
- British: BBC Learning English
- Australian: ABC News
- American: NPR, TED Talks
Biasakan telinga dengan perbedaan intonasi dan pelafalan.
4. Kurang Latihan yang Konsisten
Listening sering dilatih hanya ketika mendekati ujian, bukan sebagai kebiasaan harian.
Padahal, kemampuan listening ini membutuhkan konsistensi agar telinga terbiasa dengan pola bahasa.
Latihan yang jarang dan tidak terjadwal membuat perkembangan terasa lambat dan tidak stabil.
Listening akan jauh lebih efektif jika dilatih sedikit demi sedikit setiap hari.
Baca juga: 5 Do and Don’ts IELTS Speaking yang WAJIB Kamu Tahu
5. Mendengarkan Secara Pasif

Mendengarkan sambil melakukan aktivitas lain, seperti scrolling media sosial atau bekerja, membuat latihan listening menjadi pasif.
Audio hanya terdengar sebagai latar belakang tanpa benar-benar diproses oleh otak.
Akibatnya, meskipun sering mendengarkan audio Bahasa Inggris, kemampuan memahami tetap rendah karena tidak ada fokus dan analisis terhadap isi percakapan.
Solusinya:
- Latihan 10–30 menit setiap hari lebih efektif daripada 2 jam seminggu
- Buat jadwal tetap (misalnya pagi sebelum kerja/kuliah)
- Gunakan podcast, audio pendek, atau soal latihan
6. Tidak Mencatat Kosakata Baru
Banyak orang yang belajar Bahasa Inggris mengandalkan ingatan tanpa mencatat kosakata baru yang sering muncul saat listening.
Akibatnya, kata yang sama terdengar berulang kali tetapi tetap tidak dipahami.
Tanpa pencatatan dan pengulangan, kosakata sulit melekat dan kemampuan listening pun terhambat, terutama pada topik akademik atau profesional.
Baca juga: 5 Buku Self-Development bagi Pekerja Remote untuk Menghindari Burnout
7. Takut Salah dan Kurang Percaya Diri
Rasa takut salah sering membuat pelajar enggan berlatih listening secara serius.
Setiap kali salah menangkap informasi, mereka merasa gagal dan kehilangan motivasi.
Padahal, kesalahan adalah bagian penting dari proses belajar.
Sikap terlalu perfeksionis justru membuat progres terhambat dan latihan menjadi tidak maksimal.
Solusinya:
- Terima bahwa salah itu bagian dari proses
- Fokus pada progres, bukan kesempurnaan
- Latihan bersama tutor atau teman agar lebih percaya diri
Baca juga: 7 Latihan Daily Conversation Bahasa Inggris di Rumah yang Bisa Kamu Coba
Kemampuan listening Bahasa Inggris tidak meningkat hanya dengan “banyak mendengar”, tapi harus dengan cara yang tepat.
Menghindari beberapa kesalahan belajar listening Bahasa Inggris seperti terlalu bergantung pada subtitle, kurang konsisten, dan pasif saat mendengarkan akan mempercepat progresmu.
Mau Lancar Listening di Era Jaman Now?
Ultimate Education punya program kursus IELTS atau TOEFL, atau General English, les privat, dan latihan soal yang bisa bantu kamu naik lebih mantap pemahamannya.
Tutornya juga ramah dan penjelasannya mudah banget dipahami!
Dengan memahami jenis-jenis soal yang paling sering muncul dan strategi menjawabnya, vocabulary dan kemampuan listening Bahasa Inggris kamu bisa lebih percaya diri.
Mulai latihan dari bagian termudah, catat pola soal, dan konsisten setiap hari.
Siap gaspol dan dapat skor tinggi? Yuk, mulai belajar General English bareng Ultimate Education dan wujudkan karier impianmu!
