Back

7 Kesalahan Umum di IELTS Writing & Membuat Gagal Raih Band 7

kesalahan umum

IELTS (International English Language Testing System) adalah salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling diakui secara internasional. Salah satu bagian yang kerap dianggap sulit oleh peserta adalah Writing Section.

Meskipun banyak peserta sudah mempersiapkan diri dengan cukup matang, tidak sedikit yang tetap gagal mencapai skor yang diinginkan,khususnya Band 7 atau lebih.

Hal ini biasanya disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mendasar yang sebenarnya bisa dihindari dengan pemahaman yang baik dan latihan yang tepat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh kesalahan umum yang sering dilakukan dalam IELTS Writing, alasan mengapa kesalahan tersebut fatal, serta tips praktis untuk menghindarinya.

Jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tes IELTS, memahami kesalahan ini menjadi langkah penting agar kamu bisa mendapatkan skor maksimal.

Baca juga: Kerja ke Jepang Tanpa Lewat LPK? Ini Dia Cara Realistisnya!

1. Paragraf Tidak Terstruktur dengan Baik

Salah satu kesalahan paling mendasar dalam IELTS Writing adalah penyusunan paragraf yang tidak rapi atau bahkan tidak memiliki struktur yang jelas. Sebuah paragraf yang baik dalam konteks IELTS harus memiliki topik kalimat yang jelas, diikuti oleh penjelasan dan contoh konkret.

Mengapa ini penting? Examiner IELTS menilai kemampuan kamu dalam menyusun argumen secara logis. Tanpa struktur paragraf yang jelas, argumenmu bisa terlihat lemah atau membingungkan.

Solusi: Gunakan struktur dasar paragraf: Topic Sentence – Explanation – Example. Hindari menumpuk terlalu banyak ide dalam satu paragraf. Fokus pada satu gagasan utama untuk setiap paragraf.

2. Format Penulisan yang Keliru

Masih banyak peserta yang tidak memahami perbedaan antara Task 1 dan Task 2 dalam IELTS Writing. Task 1 menuntut deskripsi grafik, tabel, diagram, atau proses, sedangkan Task 2 adalah esai opini atau argumen.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggunakan gaya penulisan naratif atau informal pada bagian yang seharusnya bersifat akademis dan formal.

Mengapa ini penting? IELTS adalah tes akademik; oleh karena itu, ekspektasi terhadap format dan gaya bahasa juga cukup tinggi, terutama dalam Task 2.

Solusi: Pastikan kamu memahami format masing-masing tugas. Untuk Task 1, fokus pada deskripsi objektif. Untuk Task 2, gunakan struktur esai akademik: Introduction – Body Paragraphs – Conclusion.

Hindari bahasa informal, slang, atau kontraksi seperti “don’t” atau “won’t“.

3. Hanya Membahas Sebagian Informasi

Dalam Task 1, peserta sering hanya menjelaskan sebagian data yang terlihat pada grafik atau tabel, sementara informasi penting lainnya terabaikan. Begitu pula dalam Task 2, argumen yang disampaikan sering hanya satu sisi, tanpa mempertimbangkan sudut pandang lain.

Mengapa ini penting? Salah satu kriteria penilaian utama IELTS adalah Task Achievement. Artinya, kamu harus menjawab seluruh pertanyaan dan mencakup semua aspek yang diminta.

Solusi: Baca instruksi dengan saksama dan pastikan kamu menjawab semua bagian dari pertanyaan. Gunakan teknik skimming dan scanning untuk menemukan semua data relevan dalam grafik (Task 1), dan berikan argumen yang seimbang dalam Task 2.

4. Posisi Opini Tidak Jelas

Khusus untuk Task 2, banyak peserta gagal yang menyampaikan opini pribadi secara eksplisit. Hal ini membuat argumen yang disusun menjadi ambigu dan tidak kuat.

Baca juga: 6 Negara yang Sangat Mengutamakan Pendidikan untuk Warganya

Mengapa ini penting? Examiner ingin melihat apakah kamu bisa menyatakan opini dengan jelas dan mendukungnya dengan argumen yang logis.

Solusi: Jika diminta untuk menyatakan opini, tuliskan secara eksplisit dalam paragraf pembuka dan simpulkan kembali dalam paragraf penutup. Misalnya, “In my opinion, the government should prioritize education over military spending.

5. Kesalahan Spelling dan Typo

Meskipun terdengar sepele, kesalahan ejaan (spelling) dan ketikan (typo) bisa berdampak signifikan pada skor Lexical Resource dan Grammar Range and Accuracy. Terutama jika kesalahan tersebut terjadi berulang kali atau membuat arti kalimat menjadi tidak jelas.

Mengapa ini penting? Spelling yang salah bisa mengubah arti kata dan menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail.

Solusi: Latih penulisan tangan jika kamu mengikuti IELTS berbasis kertas, atau gunakan aplikasi pengetikan untuk melatih ejaan jika menggunakan komputer. Baca kembali tulisanmu sebelum waktunya habis.

6. Mengandalkan Frasa Klise

Kesalahan umum lainnya adalah banyak peserta menggunakan frasa-frasa yang terlalu umum atau bahkan sudah terlalu sering dipakai dalam esai IELTS. Misalnya: “Nowadays, people are very busy,” atau “There are many advantages and disadvantages.”

Mengapa ini penting? Examiner menghargai keaslian dan keberagaman bahasa. Frasa klise menunjukkan kurangnya variasi leksikal dan bisa dianggap tidak menarik.

Solusi: Gunakan sinonim dan ekspresi yang lebih bervariasi. Baca contoh-contoh esai Band 8 atau 9 untuk melihat bagaimana para penulis menggunakan bahasa yang kaya dan spesifik.

7. Tidak Berdasarkan Data dan Riset

Meskipun IELTS tidak mengharuskan kamu untuk menyertakan data nyata atau kutipan akademik, menulis argumen yang tidak masuk akal atau tidak realistis tetap akan mengurangi kredibilitas tulisanmu.

Contohnya, menyatakan bahwa “most people live on Mars in the future” tanpa penjelasan yang masuk akal hanya akan memperlemah argumen.

Mengapa ini penting? Argumen yang didasarkan pada logika, fakta umum, atau ilustrasi yang masuk akal akan meningkatkan kekuatan tulisan.

Solusi: Gunakan fakta umum, data fiktif yang masuk akal, atau analogi sederhana. Contohnya: “A survey by the World Health Organization in 2020 showed that over 60% of adults in urban areas are physically inactive.”

Tips Tambahan untuk Meningkatkan Skor IELTS Writing

Selain menghindari kesalahan umum di atas, berikut beberapa strategi tambahan yang bisa membantu kamu meningkatkan performa di bagian Writing IELTS. Bagian ini sering kali menjadi tantangan karena menguji kemampuan berpikir kritis, struktur penulisan, serta ketepatan penggunaan tata bahasa. Dengan memahami strategi yang tepat dan berlatih secara konsisten, kamu bisa naik ke band score yang lebih tinggi, bahkan mencapai 7.0 ke atas.

Baca juga: Mari Belajar Macam-Macam Sapaan dalam Bahasa Jerman!

Sebelum memulai latihan Writing, pastikan kamu sudah memahami dua tipe tugas yang diujikan: Task 1 (menulis laporan berdasarkan grafik, tabel, diagram, atau peta) dan Task 2 (menulis esai argumentatif tentang isu tertentu). Kedua bagian ini memiliki penilaian berbeda, sehingga strategi yang kamu gunakan juga harus disesuaikan. Misalnya, pada Task 1, fokuslah pada kemampuan menjelaskan data dengan jelas dan objektif, sedangkan pada Task 2, kemampuan berargumen dan menyusun ide logis lebih diutamakan.

  • Latihan konsisten: Jadwalkan waktu latihan setiap minggu, dan lakukan simulasi seperti ujian sesungguhnya. Jangan hanya menulis satu-dua esai lalu berhenti. Buatlah jadwal realistis—misalnya 2 kali latihan Task 1 dan 2 kali Task 2 setiap minggu. Dengan begitu, kamu akan terbiasa dengan tekanan waktu dan format soal. Kamu juga bisa mencoba mengetik langsung di komputer agar terbiasa dengan format CBT (Computer-Based Test) IELTS yang kini semakin populer.
  • Dapatkan umpan balik: Kirimkan tulisanmu ke tutor berpengalaman agar bisa mendapatkan koreksi yang akurat. Banyak pelajar merasa tulisannya sudah bagus, padahal masih mengandung kesalahan kecil yang bisa menurunkan skor. Umpan balik profesional akan membantu kamu memperbaiki struktur paragraf, variasi kosa kata, hingga kesesuaian ide dengan topik. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan platform online atau grup belajar IELTS untuk saling bertukar esai dan belajar dari kesalahan orang lain.
  • Perluas kosa kata akademik: Pelajari collocations, idiom formal, dan sinonim untuk memperkaya tulisanmu. Misalnya, daripada selalu menulis “very important,” kamu bisa menggantinya dengan “crucial,” “essential,” atau “of great significance.” Gunakan juga variasi kata sambung seperti “therefore,” “nevertheless,” “consequently,” agar tulisanmu terdengar lebih natural dan bervariasi. Semakin luas kosakata akademik yang kamu kuasai, semakin tinggi kemungkinan mendapatkan skor leksikal yang baik.
  • Tingkatkan grammar: Kuasai berbagai struktur kalimat yang kompleks seperti conditional, passive voice, dan relative clauses. IELTS Writing mengharuskan kamu menggunakan variasi struktur kalimat, bukan hanya kalimat sederhana (simple sentence). Kamu bisa mulai dengan mempelajari pola kalimat majemuk dan mencoba menggunakannya dalam konteks yang relevan. Misalnya, “If governments invested more in education, social inequality could be reduced significantly.” Kalimat seperti ini menunjukkan kemampuan grammar yang lebih matang.
  • Manajemen waktu: Latih kemampuan menyelesaikan kedua tugas dalam waktu 60 menit (Task 1: 20 menit, Task 2: 40 menit). Banyak peserta ujian gagal menyelesaikan esai karena terlalu lama memikirkan ide. Untuk mengatasinya, biasakan membuat outline cepat selama 3–5 menit di awal. Tuliskan poin-poin utama, lalu kembangkan menjadi paragraf lengkap. Dengan manajemen waktu yang baik, kamu bisa menulis dengan lebih fokus dan terstruktur tanpa terburu-buru di akhir waktu.

Selain lima tips di atas, kamu juga bisa menambahkan kebiasaan membaca artikel akademik atau berita internasional setiap hari, seperti dari The Guardian atau BBC. Kegiatan ini akan membantu kamu memahami bagaimana penulis profesional mengembangkan argumen, menyusun paragraf, dan menggunakan kosa kata formal dengan tepat. Semakin sering kamu membaca, semakin mudah pula untuk meniru gaya penulisan yang efektif di ujian IELTS.

Terakhir, jangan lupa untuk menjaga keseimbangan antara kualitas dan kuantitas latihan. Fokuslah pada peningkatan yang bertahap, bukan sekadar mengejar nilai. Dengan dedikasi, kesabaran, dan strategi yang tepat, kamu pasti bisa meningkatkan skor IELTS Writing-mu secara signifikan dan membuka peluang lebih besar untuk studi atau karier internasional.

/ul>

Rekomendasi Kursus IELTS di Ultimate Education

Jika kamu merasa membutuhkan bimbingan profesional untuk meningkatkan kemampuan writing dan bagian lainnya dalam IELTS, Ultimate Education adalah pilihan terbaik untukmu.

Dengan program kursus IELTS yang dirancang khusus oleh pengajar berpengalaman dan bersertifikasi, kamu akan mendapatkan:

  • Materi yang terstruktur dan sesuai standar internasional
  • Simulasi ujian IELTS secara berkala
  • Umpan balik mendetail dari tutor ahli
  • Akses ke bank soal dan latihan komprehensif
  • Fasilitas kelas modern dan suasana belajar kondusif

Ultimate Education berkomitmen membantu kamu untuk meraih skor IELTS impian, termasuk Band 7 atau lebih, dengan pendekatan pembelajaran yang terarah dan personal.

Segera daftarkan diri kamu di program Kursus dan Bimbingan IELTS Ultimate Education dan mulailah langkah nyata menuju masa depan pendidikan atau karier global!