
Bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri atau ingin memperluas karier di ranah internasional? Salah satu syarat utama yang sering menjadi pintu gerbang adalah memiliki skor IELTS yang tinggi.
IELTS (International English Language Testing System) merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara internasional dan digunakan oleh ribuan institusi pendidikan, perusahaan, hingga lembaga pemerintahan di seluruh dunia.
Namun, seperti ujian pada umumnya, tes IELTS tidak bisa dianggap sepele. Untuk mendapatkan skor tinggi, terutama band 7 ke atas, dibutuhkan strategi, latihan yang konsisten, dan pemahaman yang baik tentang format tes.
Nah, jika kamu sedang mempersiapkan diri menghadapi IELTS dan menargetkan band tinggi, berikut ini adalah 7 tips cerdas yang wajib kamu terapkan agar bisa menaklukkan tes IELTS dengan percaya diri dan hasil memuaskan.
Baca juga: Seru! Ini 5 Fakta Mengejutkan Sekolah Korea yang Belum Diketahui
1. Pahami Format Tes IELTS Secara Menyeluruh
Langkah pertama sebelum menghadapi IELTS adalah memahami struktur tes itu sendiri. Tes IELTS terdiri dari empat bagian utama, yaitu:
- Listening (mendengarkan): 4 bagian, 40 soal.
- Reading (membaca): 3 bagian, 40 soal.
- Writing (menulis): 2 tugas.
- Speaking (berbicara): Wawancara dengan penguji.
Setiap bagian memiliki durasi, jenis soal, dan penilaian yang berbeda. Dengan memahami format ini, kamu akan lebih siap secara mental dan tahu bagaimana mengatur waktu saat mengerjakan.
Tips tambahan: Pelajari perbedaan antara IELTS Academic dan IELTS General Training, karena masing-masing memiliki fokus yang berbeda, terutama pada bagian Reading dan Writing.
2. Perkaya Kosakata dan Latihan Grammar Secara Rutin
Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya soal berbicara lancar, tetapi juga penggunaan kata yang tepat dan struktur kalimat yang benar.
Salah satu komponen penting dalam IELTS adalah kemampuan memahami dan menggunakan kosakata (vocabulary) dan tata bahasa (grammar) dengan baik.
- Perbanyak membaca artikel, jurnal, berita berbahasa Inggris untuk mengenali kosakata akademik.
- Buat catatan harian tentang idiom, phrasal verbs, dan sinonim kata yang sering muncul di tes IELTS.
- Lakukan latihan grammar, terutama tenses, conditional sentences, passive voice, dan complex sentences.
Mengapa ini penting? Karena bagian Writing dan Speaking dinilai dari coherence, cohesion, grammar accuracy, dan lexical resource.
3. Latihan Mendengarkan dengan Berbagai Aksen Bahasa Inggris
Salah satu tantangan dalam tes Listening IELTS adalah beragamnya aksen yang digunakan, mulai dari British, American, hingga Australian English.
Kamu tidak hanya diuji dalam memahami kata per kata, tapi juga konteks percakapan, intonasi, dan ide utama pembicaraan.
Baca juga: IELTS Academic vs General! Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Cara melatih kemampuan Listening secara efektif:
- Dengarkan podcast berbahasa Inggris dari berbagai negara.
- Tonton film atau serial dengan subtitle bahasa Inggris.
- Gunakan platform seperti BBC Learning English, TED Talks, atau YouTube Channel edukatif.
Jangan lupa untuk menulis catatan saat mendengarkan. Latihan ini akan membantu meningkatkan fokus dan daya tangkap terhadap ide utama.
4. Biasakan Membaca Cepat dan Efektif
Bagian Reading terdiri dari 3 teks panjang dan 40 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Tanpa kemampuan membaca cepat dan efektif, kamu akan kesulitan menyelesaikan semua soal tepat waktu.
Strategi membaca cerdas:
- Skimming: Membaca cepat untuk menangkap inti paragraf atau ide utama.
- Scanning: Mencari informasi spesifik dalam teks.
- Fokus pada kata kunci dan kalimat pertama setiap paragraf.
- Latih diri mengerjakan reading practice setiap hari minimal 1 teks.
Ingat, kunci utama pada bagian ini bukan hanya memahami isi bacaan, tapi juga kecepatan dalam menemukan jawaban.
5. Pelajari Struktur Writing Task 1 dan 2 dengan Baik
Bagian Writing adalah salah satu yang sering dianggap paling menantang. Kamu akan diminta menyusun dua jenis tulisan:
- Task 1 (Academic): Menjelaskan grafik, diagram, atau tabel.
- Task 2: Menulis esai tentang opini atau argumen terhadap suatu topik.
Kunci keberhasilan dalam Writing adalah struktur dan coherence. Pastikan kamu mengikuti format yang tepat:
- Pendahuluan (introduction)
- Paragraf utama (body paragraphs)
- Kesimpulan (conclusion)
Gunakan variasi kalimat, hubungkan ide dengan baik, dan hindari pengulangan kata. Latih menulis setiap hari dan minta feedback dari tutor atau teman belajar.
6. Latihan Speaking dengan Simulasi Tes Asli
Speaking IELTS adalah bagian wawancara langsung dengan penguji dan dibagi menjadi tiga bagian:
- Perkenalan dan pertanyaan umum.
- Topik individu yang harus dijelaskan dalam waktu tertentu (cue card).
- Diskusi lanjutan tentang topik sebelumnya.
Tips agar lancar saat Speaking:
- Latihan berbicara sendiri di depan cermin atau merekam suara.
- Gunakan cue card dan coba jawab dalam waktu 1-2 menit.
- Perkaya jawaban dengan contoh, pendapat pribadi, dan elaborasi.
Baca juga: Cara Memulai Kebiasaan Baru agar Hidup Lebih Produktif
Yang terpenting, jangan takut membuat kesalahan. Penilaian Speaking lebih mengutamakan kelancaran, kejelasan ide, dan struktur kalimat yang logis, bukan aksen sempurna.
7. Simulasi Tes IELTS Secara Berkala
Latihan intensif sangat penting, tapi melakukan simulasi tes secara berkala akan memberikan pengalaman nyata dalam mengelola waktu dan tekanan saat ujian.
Cara melakukan simulasi efektif:
- Gunakan timer saat mengerjakan.
- Simulasikan semua bagian tes dalam satu waktu.
- Gunakan soal-soal dari sumber resmi atau lembaga terpercaya.
Dengan sering melakukan simulasi, kamu akan lebih percaya diri dan terbiasa dengan suasana tes yang sebenarnya.
Bonus Tips! Jaga Kesehatan dan Mental Menjelang Tes
Tidak kalah penting dari persiapan akademik adalah menjaga kondisi fisik dan mental. Tidur cukup, makan sehat, dan lakukan aktivitas relaksasi menjelang hari-H ujian. Stres berlebihan justru bisa menghambat performa kamu saat tes berlangsung.
Banyak peserta ujian yang terlalu fokus belajar hingga lupa memperhatikan kesehatannya. Padahal, tubuh yang lelah dan pikiran yang tegang dapat menurunkan kemampuan fokus, memengaruhi daya ingat, bahkan membuatmu mudah panik di ruang ujian. Karena itu, cobalah untuk menyeimbangkan waktu belajar dengan waktu istirahat. Tidurlah minimal 7 jam setiap malam agar otak memiliki waktu cukup untuk memproses dan menyimpan informasi yang telah kamu pelajari.
Selain tidur, pola makan juga berperan besar. Hindari konsumsi berlebihan kafein atau makanan cepat saji yang bisa membuat perut tidak nyaman. Sebagai gantinya, konsumsi makanan bernutrisi seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan protein tinggi. Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dan konsentrasi tetap terjaga. Kamu juga bisa menambahkan camilan sehat seperti kacang almond atau yogurt untuk menjaga energi selama belajar.
Tidak hanya fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Coba luangkan waktu 10–15 menit setiap hari untuk melakukan relaksasi sederhana, seperti meditasi, pernapasan dalam, atau jalan santai di sekitar rumah. Aktivitas ini dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan membantu menjaga mood positif menjelang ujian. Jika kamu merasa tegang atau cemas, bicarakan dengan teman, keluarga, atau mentor agar tidak memendam tekanan sendirian.
Selain itu, penting juga untuk mengatur jadwal belajar yang realistis. Hindari kebiasaan begadang semalaman sebelum ujian (yang sering disebut “sistem kebut semalam”), karena cara ini justru membuat otak kelelahan. Lebih baik gunakan hari-hari terakhir menjelang tes untuk meninjau ulang materi ringan, membaca catatan penting, atau mengerjakan latihan soal singkat agar otak tetap aktif tanpa stres berlebihan.
Kalau kamu merasa sulit menjaga fokus, cobalah teknik Pomodoro—belajar selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit. Teknik sederhana ini terbukti efektif meningkatkan konsentrasi dan mencegah kejenuhan. Di sela waktu istirahat, lakukan peregangan ringan atau minum air agar tubuh tetap segar. Jangan lupa juga untuk menjauh sejenak dari layar gawai agar mata tidak cepat lelah.
Menjelang hari ujian, persiapkan juga hal-hal teknis yang sering terlupakan: pastikan lokasi ujian sudah kamu ketahui, siapkan dokumen penting seperti kartu peserta dan identitas diri, serta atur alarm agar tidak terlambat. Hal-hal kecil ini bisa menenangkan pikiran dan membuatmu lebih percaya diri saat berangkat ke tempat ujian.
Ingat, ujian hanyalah satu tahap dari perjalanan panjang menuju impianmu. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain atau merasa minder dengan pencapaian mereka. Fokuslah pada proses dan usaha yang telah kamu lakukan. Dengan tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan persiapan matang, kamu sudah selangkah lebih dekat menuju hasil terbaik. Semangat dan percayalah pada kemampuanmu sendiri!
Raih Skor Impianmu dengan Persiapan yang Matang
Mendapatkan skor IELTS band 7 atau lebih memang tidak mudah, tetapi bukan hal yang mustahil. Dengan strategi belajar yang tepat, konsistensi latihan, dan bimbingan yang profesional, kamu bisa menaklukkan setiap bagian tes dengan percaya diri.
Ingat, bukan hanya tentang seberapa pintar kamu dalam bahasa Inggris, tapi juga seberapa siap kamu menghadapi format dan tantangan dalam ujian IELTS. Gunakan 7 tips cerdas di atas sebagai panduan, dan jangan ragu untuk mencari bantuan jika merasa perlu.
Ingin Skor Band 7+? Yuk Gabung di Ultimate Education!
Jika kamu ingin meningkatkan peluang untuk meraih skor tinggi dalam waktu yang lebih efektif, Ultimate Education hadir sebagai solusi terbaik untuk kamu!
Kami menyediakan program kursus dan bimbingan IELTS yang dirancang khusus dengan metode pembelajaran interaktif, pengajar bersertifikat, dan materi yang selalu diperbarui sesuai standar resmi.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengikuti simulasi tes IELTS gratis, mendapatkan feedback langsung dari tutor ahli, serta akses ke materi premium yang mendukung kemajuanmu.
🎯 Siap raih skor IELTS impianmu?
🎓 Daftar sekarang di Ultimate Education dan jadikan mimpimu studi atau bekerja di luar negeri jadi kenyataan!
Karena skor tinggi itu bukan sekadar impian, tapi target yang bisa kamu capai bersama Ultimate Education.
