
Bagian Data Insights (DI) di GMAT Focus Edition sering bikin kamu deg-degan? Yup, Data Insights ini menuntut kamu dalam kemampuan membaca grafik, memahami tabel, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data. Tapi tenang! Kalau kamu tahu strateginya, bagian ini bisa jadi salah satu poin terkuat kamu loh!
Di artikel ini, yuk kita bahas strategi simpel namun efektif untuk kamu yang baru mulai belajar GMAT Data Insights.
Kalau butuh bantuan untuk persiapan GMAT, cek Ultimate Education, yang tutornya kamu bilang ramah dan materi gampang dipahami!
Baca juga: Rekomendasi Buku GMAT Terbaik untuk kamu!
1. Kenali Format Soal GMAT Data Insights
Sebelum mulai latihan, pastikan kamu benar-benar paham jenis soal yang akan muncul. Di GMAT Focus, Data Insights mencakup beberapa format, seperti:
- Data Sufficiency (versi baru dan lebih ringkas)
- Graphics Interpretation (grafik, diagram, chart)
- Table Analysis / Spreadsheet (mirip Excel)
- Two-Part Analysis
- Multi-Source Reasoning
Memahami format-format ini membuatmu lebih siap secara mental, tahu strategi apa yang digunakan, dan kamu bisa menghemat waktu saat ujian.
2. Fokus pada Baca-Data, Bukan Hafalan Rumus
Kesalahan umum pemula adalah mengira Data Insights itu tes matematika berat.
Padahal tidak! GMAT hanya ingin tahu seberapa baik kamu membaca dan memahami data. Yang perlu kamu kuasai:
- membaca grafik dan tren naik/turun,
- memahami rasio, persentase, dan perbandingan kuantitatif,
- mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dari data,
- mencari informasi yang relevan dan mengabaikan yang tidak penting.
Kuncinya: tepat, bukan ribet.
Baca juga: Jangan Lakukan Ini! Kesalahan Umum dan Solusi Jitu Dalam GMAT
3. Gunakan Strategi Eliminasi
Di banyak pertanyaan bagian GMAT Data Insights, terutama Two-Part Analysis dan Table Analysis, pilihan jawaban bisa mirip dan “sama-sama masuk akal”. Jadi, langkah eliminasi yang efektif yaitu:
- Hilangkan jawaban yang jelas tidak mungkin (misal: angka terlalu ekstrem, tidak sesuai informasi grafik).
- Pisahkan data penting vs data pengalih.
- Jika grafik rumit, cari tren utama dulu sebelum menghitung detail.
- Gunakan quick check, cukup cek apakah jawaban tersebut masuk akal tanpa menghitung seluruhnya.
Dengan metode ini, waktu pengerjaan kamu jadi lebih efisien dan risiko salah jawab berkurang.
4. Kuasai Pola Data Sufficiency Versi Baru
Di GMAT Focus, Data Sufficiency tetap muncul dengan gaya pertanyaan yang lebih modern dan ringkas. Jadi, kunci mengerjakan bagian ini:
- Pahami apa yang ditanya
- Cek apakah pernyataan 1 cukup, pernyataan 2 cukup, atau keduanya harus digabung
- Jangan menghitung sampai hasil akhir—cukup nilai kecukupan informasi
Dengan mindset ini, kamu bisa menyelesaikan soal lebih cepat.
Baca juga: Bingung Memilih Negara Terbaik untuk Kuliah? Cek 7 Cara Ini!
5. Jangan Terjebak Detail yang Tidak Diperlukan

Pada bagian GMAT Data Insights, kamu sering diberikan tabel atau grafik panjang dengan banyak kolom, baris, atau catatan kecil.
Tujuannya memang untuk menguji apakah kamu bisa memilah informasi penting dan mengabaikan yang tidak relevan.
Apa yang perlu kamu lakukan?
- Baca pertanyaan lebih dulu. Jangan langsung lihat grafik. Pertanyaan akan menentukan data mana yang harus dicari.
- Cari kata kunci. Misalnya: percentage growth, highest value, comparison between two years. Ini memandu kamu untuk fokus pada area tertentu.
- Abaikan angka tambahan. Banyak soal memberikan angka pengalih atau catatan yang tidak berkaitan. Jangan buang waktu membaca semuanya.
- Hati-hati dengan detail kecil yang menyesatkan. Kadang ada footnote seperti “estimated” atau “projected”, tapi jika tidak ditanya, tinggalkan saja.
6. Latihan Konsisten 20–30 Menit per Hari
Buat pemula, strategi latihan terbaik bukan maraton 3 jam, latihan sedikit tapi rutin. Mengapa 20–30 menit efektif?
- Tidak melelahkan, tapi cukup untuk membuat otak terbiasa membaca data.
- Kamu bisa fokus hanya pada 3–5 soal per hari lalu review secara mendalam.
- Konsistensi membuat progres lebih stabil daripada belajar acak atau jarang.
Format latihan harian yang bisa kamu ikuti:
- Kerjakan 2 soal grafik (Graphics Interpretation)
- Kerjakan 1 soal Data Sufficiency
- Kerjakan 1 soal Table Analysis
- Review kesalahan selama 10 menit
Yang paling penting bukan jumlah soalnya, tapi pemahaman:
- Kenapa jawaban salah?
- Kenapa jawaban benar bisa didapat lebih cepat?
- Bagian mana yang bikin bingung?
Dengan cara ini, dalam 2–3 minggu saja kamu akan merasakan peningkatan signifikan.
Baca juga: 5 Kiat Memilih Universitas yang Tepat Setelah Lulus SMA
7. Ikut Bimbingan yang Terstruktur
Buat banyak orang, belajar sendiri GMAT bisa terasa membingungkan karena:
- materinya luas,
- format soal Data Insights tidak seperti ujian biasa,
- butuh teknik membaca data yang spesifik.
Di sinilah pentingnya ikut bimbingan terstruktur, terutama jika kamu ingin progres cepat atau butuh panduan yang jelas.
Ultimate Education adalah lembaga pendidikan yang fokus pada persiapan studi ke luar negeri, termasuk tes-tes standar internasional seperti GMAT, GRE, SAT, IELTS, dan TOEFL.
Materi GMAT dibagi menjadi beberapa level dari dasar hingga lanjutan sehingga cocok untuk peserta dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Kamu akan diajarkan strategi menyelesaikan soal Quantitative, Verbal, serta Integrated Reasoning secara efisien.
Daftarkan dirimu sekarang dan capai skor GMAT impianmu!
