Skip to main content
Beasiswa

35 Beasiswa S2 Luar Negeri Fully Funded 2026 & Syarat Lengkapnya

Muhammad Irfan Fadillah Muhammad Irfan Fadillah · 26 Juli 2026 · 17 menit baca

35 Beasiswa S2 Luar Negeri Fully Funded 2026 & Syarat Lengkapnya

Panduan 35 beasiswa S2 luar negeri fully funded 2026 Ultimate Education
Panduan 35 beasiswa S2 luar negeri fully funded 2026 Ultimate Education
Ditinjau Oleh: Tim Academic Ultimate Education Terakhir Diperbarui: Juli 2026
*Syarat & kuota dapat berubah sesuai kebijakan resmi masing-masing penyedia beasiswa.

Sekilas Info Beasiswa S2 Luar Negeri

Beasiswa S2 luar negeri fully funded adalah skema pendanaan penuh studi magister yang menanggung 100% biaya kuliah (tuition fee), tunjangan hidup bulanan (living allowance), tiket pesawat PP, asuransi kesehatan, visa, hingga dana darurat.

Program Utama Pilihan Pendaftar Indonesia:

  • Beasiswa LPDP (Kementerian Keuangan RI)
  • Chevening Scholarship (Pemerintah Inggris/UK)
  • Australia Awards Scholarships / AAS (Pemerintah Australia/DFAT)
  • Fulbright Scholarship (Pemerintah AS/AMINEF)
  • Global Korea Scholarship / GKS (Pemerintah Korea Selatan/NIIED)

Persyaratan Utama: Sertifikasi bahasa Inggris akademik resmi (IELTS minimal 6.0–6.5 atau TOEFL iBT), rencana studi (essay/statement of purpose), serta kualifikasi kepemimpinan atau akademik.

Bayangkan terbang ke negara impian, duduk di ruang kelas kampus top dunia, dan fokus mengejar gelar magister tanpa perlu pusing memikirkan biaya kuliah atau tagihan kosan setiap bulan. Bagi banyak profesional muda dan lulusan S1 di Indonesia, skenario ini bukan sekadar mimpi di siang bolong.

Namun, realita di lapangan seringkali bikin ciut duluan. Menurut catatan tim konsultan Ultimate Education saat mendampingi ratusan applicant setiap tahunnya, lebih dari 65% calon pendaftar merasa bingung menentukan beasiswa yang paling pas dengan profil mereka. Banyak yang membuang waktu mendaftar ke program yang tidak sesuai kualifikasi usia, IPK, atau latar belakang kerja.

Di artikel ini, kita akan membongkar daftar 35 beasiswa S2 luar negeri fully funded terbaik, membandingkan fasilitasnya, menyusun timeline persiapan 12 bulan, serta mempelajari cara mengatasi hambatan bahasa Inggris agar berkas kamu tidak berakhir di tumpukan penolakan.

Siapa Saja Penyelenggara Beasiswa S2 Luar Negeri Fully Funded Terbaik?

Mendapatkan pendanaan penuh itu bukan soal keberuntungan semata, melainkan soal mencocokkan profil pribadimu dengan target applicant yang dicari oleh masing-masing lembaga penyedia beasiswa (entity). Berikut adalah analisis mendalam mengenai 5 beasiswa magister fully funded terpopuler beserta profil ideal kandidatnya (Who Should Apply):

1. Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

Pemerintah Indonesia (Kemenkeu RI)

Profil Singkat: Program pendanaan negara untuk mencetak pemimpin masa depan. LPDP menyediakan jalur Reguler, Afirmasi (daerah 3T/prasejahtera), dan Targeted (PNS/TNI/POLRI/Wirausaha) ke ratusan universitas terbaik dunia.

  • Fasilitas: Biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, dana buku, asuransi kesehatan, tiket pesawat PP, dana kedatangan, hingga dana darurat.
  • Syarat Bahasa: Minimal IELTS 6.5 (Magister Luar Negeri).
  • Siapa yang Cocok Apply: ASN/PNS, profesional muda, peneliti, wirausahawan, serta pendaftar dari daerah afirmasi yang berkomitmen kembali dan berkontribusi untuk Indonesia.
🌐 Portal Resmi LPDP Kemenkeu

2. Chevening Scholarship

Pemerintah Inggris (UK FCDO)

Profil Singkat: Beasiswa kepemimpinan paling bergengsi di Inggris untuk kuliah S2 selama 1 tahun (program Master di UK umumnya lebih singkat dibanding negara lain).

  • Fasilitas: Biaya kuliah penuh (tanpa batas untuk sebagian besar jurusan), tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat PP, dan biaya visa.
  • Syarat Utama: Wajib memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun (total 3.000 jam kerja) dan jiwa leadership yang kuat.
  • Siapa yang Cocok Apply: Profesional karir menengah, pemimpin NGO/komunitas, jurnalis, dan mid-level manager yang mengincar gelar Master cepat 1 tahun di Inggris.
🌐 Portal Resmi Chevening UK

3. Australia Awards Scholarships (AAS)

Pemerintah Australia (DFAT)

Profil Singkat: Beasiswa bilateral jangka panjang untuk mendukung pembangunan Indonesia melalui pendidikan di universitas-universitas top Australia.

  • Fasilitas: Pelatihan Bahasa Inggris Pra-Keberangkatan (IAT) di Indonesia selama beberapa bulan, biaya kuliah 100%, tunjangan hidup, tiket PP, serta asuransi kesehatan OSHC.
  • Syarat Bahasa: Minimal IELTS 6.0 / TOEFL iBT 74.
  • Siapa yang Cocok Apply: Pekerja di sektor pembangunan, pegawai NGO, PNS, akademisi, dan pendaftar dari Targeted Provinces (daerah fokus pembangunan).
🌐 Portal Resmi Australia Awards Indonesia

4. Fulbright Master’s Degree Program

Pemerintah AS (AMINEF)

Profil Singkat: Beasiswa pertukaran budaya dan akademik komprehensif untuk menempuh gelar Magister di universitas-universitas ternama Amerika Serikat.

  • Fasilitas: Biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, asuransi kesehatan, tiket pesawat PP internasional, serta dukungan pengurusan visa J-1.
  • Syarat Utama: IPK minimal 3.00, skor TOEFL ITP minimal 550 atau TOEFL iBT 80 / IELTS 6.5.
  • Siapa yang Cocok Apply: Dosen muda, peneliti, praktisi seni/budaya, dan profesional yang tertarik dengan riset mendalam serta kolaborasi lintas budaya di AS.
🌐 Portal Resmi AMINEF Fulbright

5. Global Korea Scholarship (GKS)

Pemerintah Korea Selatan (NIIED)

Profil Singkat: Beasiswa penuh dari Pemerintah Korsel yang mencakup 1 tahun pelatihan bahasa Korea wajib sebelum memasuki perkuliahan S2 selama 2 tahun.

  • Fasilitas: Biaya kuliah 100%, tunjangan bulanan tinggi, tunjangan pemukiman awal, tiket PP, biaya pelatihan bahasa Korea, dan dana penyelesaian studi.
  • Siapa yang Cocok Apply: Lulusan baru (fresh graduate S1), penggiat budaya Korea, serta peneliti muda berusia di bawah 40 tahun.
🌐 Portal Resmi Study in Korea (GKS)

*Catatan: Persyaratan dan skema beasiswa dapat berubah sewaktu-waktu. Data di atas telah diperbarui per tahun 2026 dari portal resmi masing-masing penyelenggara.

Biar makin gampang membandingkan mana yang paling pas buat kamu, simak tabel matrik analisis di bawah ini:

Perbandingan Beasiswa S2 Luar Negeri Fully Funded

Nama Beasiswa Penyelenggara (Entity) Syarat Minimum Bahasa General Deadline Est. Tunjangan Hidup / Bulan Cocok Untuk (Who Should Apply)
LPDP Reguler Kemenkeu RI IELTS 6.5 Tahap 1 (Jan–Feb)
Tahap 2 (Jun–Jul)
Rp 18 jt – Rp 30 jt
(Tergantung Negara)
ASN, Profesional, Wirausaha, Umum
Chevening UK Government (FCDO) Ikut Syarat Kampus
(Min. IELTS 6.5)
Nov (Setiap Tahun) £1,300 – £1,700
(Sekitar Rp 26–34 jt)
Professional, Mid-Career, Leaders (Kerja Min. 2 Thn)
AAS Australia Govt (DFAT) IELTS 6.0 April (Setiap Tahun) AUD 2,300 – 2,600
(Sekitar Rp 23–26 jt)
Sektor Pembangunan, NGO, PNS, Akademisi
Fulbright US Government (AMINEF) TOEFL iBT 80 /
IELTS 6.5
Februari (Setiap Tahun) USD 1,500 – 2,500
(Sekitar Rp 24–40 jt)
Dosen Muda, Peneliti, Praktisi Riset
GKS Korea Govt (NIIED) IELTS 6.0 / TOPIK L3 Feb–Maret
(Embassy/Univ)
KRW 1,000,000+
(Sekitar Rp 12–15 jt)
Fresh Graduate S1, Pencinta Budaya/Sains Korea
Rujukan dari Website Resmi (Official Sources): LPDP KemenkeuChevening UKAAS AustraliaFulbright AMINEFStudy in Korea (GKS)
*Data diperbarui secara teratur sesuai panduan pendaftaran resmi terbaru.

Beasiswa Mana yang Cocok untuk Saya?

Berdasarkan statistik pendampingan ratusan alumni di Ultimate Education, berikut adalah pemetaan rekomendasi beasiswa berdasarkan profil kualifikasi dirimu:

Profil Kamu Rekomendasi Beasiswa Utama Alasan & Keunggulan Jalur
Fresh Graduate (Tanpa Pengalaman Kerja) LPDP Reguler, GKS (Korea), MEXT (Jepang), Erasmus Mundus Tidak mewajibkan syarat pengalaman kerja profesional minimal. Fokus seleksi pada prestasi akademik & esai.
Mid-Career / Profesional (Pengalaman 2+ Tahun) Chevening (UK), AAS (Australia), DAAD EPOS (Jerman) Sangat menghargai rekam jejak kepemimpinan (leadership), jaringan profesional (networking), dan dampak karir.
Usia 35 Tahun ke Atas Chevening, AAS, Fulbright (AS), Manaaki NZ Bebas batas umur maksimal pendaftaran. Sangat ramah bagi pemburu beasiswa senior/praktisi senior.
IPK Pas-pasan (< 3.00 / 2.75 – 2.99) AAS (Australia), LPDP Afirmasi, Turkiye Burslari Syarat minimum IPK lebih fleksibel (min 2.75). Kekurangan IPK bisa ditutupi dengan pengalaman kerja & IELTS tinggi.
PNS / TNI / POLRI / Dosen Akademisi LPDP Targeted, Fulbright, AAS Targeted Sector Memiliki kuota khusus aparatur negara dengan syarat batas usia dan skor IELTS yang jauh lebih porsional.

Daftar Lengkap 30 Beasiswa S2 Luar Negeri Fully Funded Lainnya

🇪🇺 1. Regional Eropa & Inggris 10 Program
NAMA BEASISWA SYARAT UTAMA FASILITAS & BENEFIT
6
Erasmus Mundus (EMJMD)
S1 relevan, IELTS 6.5+, tanpa syarat usia/kerja. Biaya kuliah 100%, €1.000/bln, tiket pesawat, kuliah di 2–3 negara.
7
DAAD EPOS (Jerman)
Kerja min. 2 thn bidang pembangunan, IELTS 6.0+. Biaya kuliah gratis, tunjangan €934/bln, asuransi, tiket PP.
8
Eiffel Excellence (Prancis)
Dicalonkan kampus Prancis target, usia maks. 25/30 thn. Tunjangan €1.181/bln, tiket pesawat, asuransi, kegiatan budaya.
9
NL Scholarship (Belanda)
Non-EEA applicant, lulus seleksi univ riset mitra. Bantuan biaya pendanaan studi €5.000 pada tahun pertama.
10
Swedish Institute (SISGP)
Kerja min. 3.000 jam, kepemimpinan, IELTS 6.5. Biaya kuliah penuh, SEK 12.000/bln, dana jalan SEK 15.000.
11
Swiss Govt Excellence (Swiss)
Proposal riset terukur, rekomendasi profesor Swiss. Tunjangan CHF 1.920/bln, asuransi, bebas biaya kuliah.
12
VLIR-UOS (Belgia)
WN negara berkembang, fokus isu pembangunan/sains. Biaya kuliah, tunjangan hidup, akomodasi, tiket pesawat.
13
Gates Cambridge (Inggris)
Diterima di Univ of Cambridge, kepemimpinan tinggi. Biaya kuliah penuh, tunjangan £20.000/tahun, tiket pesawat.
14
Clarendon Fund (Oxford)
Otomatis saat melamar Univ of Oxford, IPK tinggi. Biaya kuliah 100% + tunjangan hidup bulanan.
15
Ireland Fellows (Irlandia)
Pengalaman kerja 2-3 thn, jurusan prioritas Irlandia. Biaya kuliah, tunjangan hidup, tempat tinggal, visa.
🌏 2. Regional Asia & Timur Tengah 9 Program
NAMA BEASISWA SYARAT UTAMA FASILITAS & BENEFIT
16
MEXT (Jepang)
Usia < 35 thn, IPK 3.2+, IELTS 6.0 / JLPT N2. Biaya kuliah 100%, ¥144.000/bln, tiket pesawat PP.
17
Turkiye Burslari (Turki)
Usia maks. 30 thn, IPK min. 75%, tanpa TOEFL di awal. Biaya kuliah, asrama, tunjangan bulanan, kursus bahasa 1 thn.
18
Taiwan ICDF (Taiwan)
Lulusan S1, syarat bahasa program mitra ICDF. Biaya kuliah, asrama, tunjangan NT$18.000/bln, tiket pesawat.
19
BDGS (Brunei Darussalam)
Usia maks. 35 thn, pendaftaran via Kemenlu. Bebas biaya kuliah, BND 650/bln, asrama, tiket PP.
20
Chinese Govt (CGS) (Tiongkok)
WN Non-Tiongkok, usia di bawah 35 thn. Biaya kuliah, tempat tinggal, asuransi, RMB 3.000/bln.
21
King Fahd Univ (KFUPM – Saudi)
IPK min. 3.00, TOEFL 70 / IELTS 6.0, STEM/Bisnis. Biaya kuliah, tunjangan bulanan, asrama, buku, tiket PP.
22
KAIST Scholarship (Korea Selatan)
Lulusan STEM/Sains, IELTS 6.5 / TOEFL 83. Biaya kuliah 100%, KRW 350.000+/bln, asuransi.
23
SINGA Award (Singapura)
Lulusan riset Sains & Teknik, paspor valid. Biaya kuliah penuh, SGD 2.700/bln, dana awal SGD 1.000.
24
UBD Graduate (Brunei)
Proposal riset Master by Research yang kuat. Pembebasan biaya kuliah, BND 500/bln, akomodasi.
🌎 3. Regional Amerika, Australia, & Pasifik 5 Program
NAMA BEASISWA SYARAT UTAMA FASILITAS & BENEFIT
25
Manaaki NZ (Selandia Baru)
Usia min. 18 thn, IELTS 6.5, komitmen kembali. Biaya kuliah, NZD 531/minggu, dana kedatangan, asuransi.
26
Vanier Canada (Kanada)
Potensi kepemimpinan tinggi, prestasi puncak. Pendanaan CAD 50.000 per tahun.
27
OAS Academic (Amerika Serikat)
Pendaftar negara anggota, IELTS/TOEFL sesuai kampus. Bantuan hingga USD 10.000/tahun (kuliah & hidup).
28
Hubert H. Humphrey (Amerika Serikat)
Non-gelar (Professional Dev), kerja min. 5 thn. Biaya program, tunjangan bulanan, asuransi, laptop.
29
OAS Chile (Univ of Chile)
Bahasa Spanyol/Inggris sesuai jurusan. Potongan biaya kuliah hingga 100% + tunjangan awal.
🏛️ 4. Beasiswa Konsorsium & Lembaga Dunia 6 Program
NAMA BEASISWA SYARAT UTAMA FASILITAS & BENEFIT
30
World Bank (JJ/WBGSP)
Kerja min. 3 thn bidang pembangunan, diterima kampus mitra. Biaya kuliah, tunjangan bulanan, tiket pesawat PP, asuransi.
31
ADB – Japan (ADB-JSP)
WN anggota ADB, kerja min. 2 thn, usia maks. 35 thn. Biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, tiket PP.
32
OFID Scholarship (OPEC Fund)
Usia 23-32 thn, IPK 3.0+, diterima program S2. Bantuan hingga USD 50.000 (biaya studi & akomodasi).
33
JJWBGSP (Japan / World Bank)
Profesional bidang ekonomi/pembangunan, rekomendasi. Biaya kuliah, tunjangan bulanan, tiket pesawat.
34
Rotary Peace (Rotary Int.)
Pengalaman perdamaian/resolusi konflik min. 3 thn. Biaya kuliah, tempat tinggal, transportasi PP, magang.
35
Schwarzman Scholars (Tiongkok / Tsinghua)
Usia 18-28 thn, IELTS 7.0 / TOEFL 100. Biaya kuliah penuh Tsinghua Univ, asrama, $4.000, laptop.

Memilih beasiswa yang pas memang penting, tapi keberhasilanmu sebetulnya sangat ditentukan oleh seberapa rapi kamu menyusun roadmap persiapan jauh-jauh hari seperti panduan di bawah ini…

Timeline Persiapan 12 Bulan Menuju Beasiswa S2 Luar Negeri

Bulan 1–4
Fase 1: Persiapan Skor Bahasa & Riset Jurusan

Fokus belajar intensif IELTS/TOEFL iBT hingga mencapai skor target (min. 6.5 – 7.0). Tentukan 3 universitas dan program studi yang linier dengan latar belakangmu.

Bulan 5–7
Fase 2: Perburuan LoA (Letter of Acceptance) Kampus Target

Daftar ke universitas luar negeri target untuk mendapatkan LoA Unconditional. Hubungi calon supervisor/dosen pembimbing jika mengambil program Master by Research.

Bulan 8–10
Fase 3: Penyusunan Esai, Surat Rekomendasi & Berkas Beasiswa

Rakit Personal Statement/Essay sesuai prompt beasiswa. Minta Surat Rekomendasi resmi dari atasan/dosen pembimbing S1. Lakukan proofreading esai berulang kali.

Bulan 11–12
Fase 4: Submit Portal Resmi & Simulasi Wawancara (Mock Interview)

Submit berkas sebelum deadline portal ditutup. Latihan wawancara (Mock Interview) intensif bersama alumni/mentor untuk mematangkan jawaban spontan.

Persyaratan Krusial: Kenapa Bahasa Inggris Sering Jadi “Batu Sandungan”?

Kesalahan paling fatal yang paling sering kami temui di Ultimate Education adalah pendaftar yang sibuk mengasah esai berbulan-bulan, tetapi menunda tes IELTS hingga 2 minggu sebelum deadline beasiswa. Begitu skor keluar dan ternyata Writing band-nya cuma 5.5, seluruh berkas esai yang indah itu gugur begitu saja di sistem registrasi.

— Mr Ballard (Native Mentor Ultimate Education)

Menguasai bahasa Inggris akademik bukan cuma masalah formalitas selembar kertas. Komite beasiswa menggunakan sertifikat ini untuk memastikan kamu tidak akan depresi saat harus membaca puluhan jurnal ilmiah tiap minggu atau saat berdiskusi di kelas internasional.

Jika kamu belum pernah mengambil tes resmi, sebaiknya pelajari dulu rincian estimasi biaya tes IELTS resmi di Indonesia agar kamu bisa mengalokasikan anggaran belajar dengan bijak.

Bagi kamu yang merasa kemampuan bahasa Inggrisnya masih stuck di tingkat menengah, mempraktikkan panduan cara belajar IELTS secara efektif dari nol akan sangat membantu menghemat waktu persiapanmu.

Namun bagaimana jika profilmu tidak sempurna? Misalnya IPK pas-pasan atau belum punya sertifikat IELTS saat pendaftaran dibuka? Mari kita bedah solusinya di bawah ini…

Strategi Khusus Pendaftar Unik

Tidak semua pendaftar memiliki rekam jejak ideal. Berdasarkan pendampingan mentor di Ultimate Education, berikut beberapa skenario khusus yang paling sering ditanyakan beserta strategi taktis untuk mengatasinya:

🎯 1. Ingin Kuliah Luar Negeri Tanpa LPDP?

LPDP memang populer, tapi persaingannya sangat ketat dengan rasio kelulusan rata-rata di bawah 10–15%. Jika kamu mencari alternatif tanpa LPDP, kamu bisa mengincar beasiswa internal kampus (University-Specific Scholarships) seperti Eiffel Excellence Scholarship (Prancis), Holland Scholarship / NL Scholarship (Belanda), atau ETH Zurich Excellence Scholarship (Swiss).

🗣️ 2. Apakah Ada Beasiswa S2 Luar Negeri Tanpa IELTS?

Beberapa beasiswa menerima tes alternatif seperti TOEFL iBT atau Duolingo English Test (DET) untuk kampus tertentu. Namun, untuk program fully funded berskala global, sertifikat IELTS/TOEFL iBT hampir selalu menjadi standar mutlak. Jika kamu belum memegang sertifikat IELTS saat pendaftaran dibuka, kamu bisa mencari jalur beasiswa yang menyediakan Pre-sessional English Course seperti AAS (Australia Awards).

💼 3. Peluang Beasiswa untuk Usia 30+ / 35+ Tahun

Jangan berkecil hati jika usiamu sudah berkepala tiga. Beasiswa seperti Chevening (UK) dan AAS (Australia) TIDAK MEMILIKI BATASAN USIA MAKSIMAL. Pihak penyedia beasiswa justru sangat menghargai pendaftar yang memiliki pengalaman kerja matang dan pemahaman industri yang jelas.

Testimonial Alumni: Cerita Nyata Dari Yang Berhasil

Raditya A. (Penerima Beasiswa Chevening – MSc in Innovation Management, UK)

“Dulu saya sempat ragu karena IPK S1 saya hanya 3.1 dan skor IELTS awal saya cuma 5.5. Setelah mengikuti program bimbingan intensif dan pemetaan strategi esai di Ultimate Education, saya berhasil mendongkrak skor IELTS jadi 7.0 dalam 3 bulan dan lolos wawancara Chevening di percobaan pertama!”

Pusat Informasi

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah usia 35 tahun ke atas masih bisa mendaftar beasiswa S2 luar negeri fully funded? +

Bisa banget! Beasiswa seperti Chevening (Inggris), AAS (Australia), dan Fulbright (Amerika Serikat) tidak membatasi umur maksimal pendaftar. Namun untuk LPDP Reguler S2, batas usia maksimal saat pendaftaran adalah 35 tahun (kecuali jalur Afirmasi atau PNS/TNI/POLRI yang syarat usianya lebih longgar).

Apakah IPK di bawah 3.00 (misal IPK 2.8 – 2.9) bisa lolos beasiswa? +

Bisa, tergantung penyedia beasiswanya. AAS (Australia) menetapkan syarat IPK minimal 2.75 untuk kategori khusus. Selain itu, kamu bisa menutupi kekurangan IPK dengan pengalaman kerja yang impresif, publikasi ilmiah, atau skor IELTS yang tinggi (misal 7.5+).

Mana yang lebih mudah lolos: LPDP atau Chevening? +

Keduanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. LPDP lebih menekankan pada kontribusi nyata untuk Indonesia, nasionalisme, dan kelengkapan akademis. Sementara Chevening sangat berfokus pada rekam jejak kepemimpinan (leadership skills), jaringan profesional (networking), dan pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Berapa kali kita diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP? +

Kamu diperbolehkan mendaftar LPDP sebanyak yang kamu mau selama belum pernah dinyatakan lulus seleksi substansi/wawancara dan usiamu belum melewati batas maksimal. Jika gagal di tahap administrasi atau bakat skolastik, kamu masih bisa mencoba di gelombang berikutnya.

Apakah sertifikat IELTS bisa menyusul setelah mendaftar beasiswa? +

Untuk sebagian besar beasiswa seperti LPDP Reguler Luar Negeri, sertifikat IELTS wajib diunggah sejak pendaftaran awal (tidak bisa menyusul). Namun, pada beasiswa AAS atau jalur pendaftaran ke universitas tertentu, kamu bisa mendapatkan penawaran bersyarat (Conditional Offer) dan melampirkan skor bahasa Inggris belakangan sebelum perkuliahan dimulai.

Temukan Rekomendasi Beasiswa Luar Negeri yang Pas Buat Kamu

Masih bingung menentukan beasiswa mana yang paling cocok dengan latar belakang pendidikan, usia, dan target kampus impianmu? Kamu tidak perlu bingung menyaring informasi satu per satu.

Gunakan panduan dan direktori interaktif kami untuk melihat daftar lengkap beasiswa yang sedang dibuka beserta persyaratannya.

⚡ Amankan Langkah Pertama Kuliah Luar Negeri

Mulai Persiapan Beasiswa Luar Negeri Impianmu Hari Ini

Siapkan Sertifikat IELTS & Dokumen Beasiswamu Bersama Ultimate Education

Mengejar mimpi kuliah S2 di luar negeri secara gratis memang butuh kerja keras, tapi kamu tidak harus berjuang sendirian. Hambatan terbesar seperti target skor IELTS yang tinggi atau kebingungan menyusun struktur esai bisa kamu selesaikan secara terukur.

Di Ultimate Education, kami tidak hanya mengajarkan trik menjawab soal tes bahasa, tetapi juga membantu memetakan study plan, memoles dokumen pendaftaran, hingga melatih kesiapan wawancara beasiswamu bersama para mentor profesional berpengalaman.

Yuk, ambil langkah pertamamu hari ini! Amankan jadwal konsultasi 1-on-1 gratis bareng tim ahli Ultimate Education sebelum kuota bulan ini penuh.

KONSULTASI PERSIAPAN BEASISWA VIA WHATSAPP
Kategori: Beasiswa
Share:
Muhammad Irfan Fadillah

Muhammad Irfan Fadillah

Penulis di Ultimate Education. Berbagi wawasan dan tips seputar persiapan studi ke luar negeri dan beasiswa.

Lihat semua artikel

Bingung Mulai dari Mana?

Konsultasikan kebutuhan belajarmu dengan tim akademik kami. Kami akan bantu pilihkan program yang paling sesuai dengan target skor dan jadwalmu.

Need Help? Chat with us