Perbedaan TOEFL dan IELTS terletak pada format tes, sistem skor, cara Speaking dinilai, gaya soal, serta tujuan penggunaan skor. Keduanya sama-sama tes bahasa Inggris internasional yang sering digunakan untuk studi luar negeri, beasiswa, kerja, dan kebutuhan akademik lain. Jika kamu sedang menyiapkan rencana kuliah atau beasiswa, memahami dua tes ini sejak awal akan membantu menentukan jalur persiapan yang lebih tepat, termasuk melalui kursus persiapan IELTS.
Key Points
- TOEFL dan IELTS sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik atau profesional.
- IELTS menggunakan band score 0 sampai 9.
- TOEFL memiliki beberapa jenis, termasuk TOEFL iBT dan TOEFL ITP.
- IELTS memiliki jenis Academic dan General Training.
- Speaking pada IELTS umumnya dilakukan dalam format interview, sedangkan TOEFL iBT memakai respons berbasis komputer.
- Konversi skor TOEFL dan IELTS tidak selalu resmi, sehingga syarat lembaga tujuan harus menjadi acuan utama.
- Pilihan terbaik bergantung pada tujuan, format tes, target score, deadline, dan kenyamanan peserta.
Memahami Dua Tes Ini Sebelum Memilih
TOEFL dan IELTS sama-sama English proficiency test. Keduanya digunakan untuk menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami, menulis, dan berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Tes ini bukan hanya mengukur grammar atau vocabulary. Peserta juga perlu memahami instruksi, menjawab soal dengan strategi, mengatur waktu, dan menyampaikan ide secara jelas.
Karena itu, keputusan memilih tes tidak sebaiknya hanya mengikuti kata orang. Pilihan terbaik harus mengikuti admission requirement, scholarship application, atau kebutuhan lembaga yang meminta skor.
Fungsi TOEFL dan IELTS untuk Studi
Skor TOEFL dan IELTS sering digunakan sebagai bukti kesiapan bahasa Inggris. Kampus atau program internasional memakai skor ini untuk melihat apakah calon mahasiswa mampu mengikuti materi akademik dalam bahasa Inggris.
Dalam proses studi luar negeri, skor bahasa biasanya menjadi salah satu dokumen penting. Namun, skor tersebut bukan satu-satunya faktor karena aplikasi juga bisa mencakup transkrip, essay, rekomendasi, dan dokumen pendukung lain.
Setiap lembaga dapat menentukan syarat berbeda. Ada yang menerima TOEFL, ada yang menerima IELTS, dan ada juga yang menerima keduanya dengan minimum score tertentu.
Jika tujuanmu adalah beasiswa, kamu juga perlu melihat bagaimana skor bahasa masuk ke dalam strategi aplikasi. Panduan persiapan beasiswa bisa membantu memahami hubungan antara skor bahasa dan dokumen akademik lain.
Perbedaan Format Tes yang Paling Terasa
Perbedaan TOEFL dan IELTS paling mudah terlihat dari format tes. Keduanya menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi pengalaman mengerjakannya bisa terasa berbeda.
IELTS terdiri dari Listening, Reading, Writing, dan Speaking. TOEFL iBT juga menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing, tetapi cara pengerjaan, jenis soal, serta cara peserta memberi jawaban dapat berbeda.
Peserta sebaiknya mencoba contoh soal dari kedua tes sebelum menentukan pilihan. Dari sana, peserta bisa melihat format mana yang lebih sesuai dengan kebiasaan belajar dan kenyamanan saat tes.
Listening
Listening pada kedua tes mengukur kemampuan memahami audio. Peserta perlu menangkap ide utama, detail penting, tujuan pembicara, dan konteks percakapan.
Tantangan Listening biasanya muncul dari kecepatan audio, variasi aksen, note taking, dan kemampuan menjaga fokus. Peserta yang mudah kehilangan detail perlu berlatih dengan timer dan evaluasi kesalahan.
Reading
Reading menguji kemampuan memahami teks akademik atau teks berbahasa Inggris. Peserta perlu menguasai skimming, scanning, vocabulary, dan inference.
Beberapa peserta merasa Reading lebih mudah karena bisa melihat teks secara langsung. Namun, bagian ini tetap menuntut ketepatan karena waktu terbatas dan pilihan jawaban sering mirip.
Writing
Writing menilai kemampuan menyusun respons tertulis. IELTS memiliki Writing Task 1 dan Task 2, sedangkan TOEFL iBT dapat memadukan kemampuan membaca, mendengar, dan menulis dalam tugas tertentu.
Skill ini sering menjadi tantangan karena peserta harus mengatur ide, struktur, grammar, vocabulary, dan coherence. Tanpa feedback, peserta sering sulit mengetahui penyebab skor Writing tertahan.
Speaking
Speaking menjadi salah satu pembeda yang paling terasa. IELTS Speaking umumnya berbentuk interview, sehingga peserta berbicara langsung dalam sesi yang lebih interaktif.
TOEFL iBT Speaking memakai format respons berbasis komputer. Peserta perlu menjawab dalam waktu tertentu, sehingga kemampuan berpikir cepat dan menyusun respons ringkas menjadi penting.
Jika kamu ingin memperkuat dasar komunikasi sebelum masuk ke latihan tes, program General English bisa menjadi fondasi awal untuk grammar, vocabulary, dan speaking confidence.
Perbedaan Jenis Tes yang Perlu Dipahami
IELTS memiliki Academic dan General Training. Academic biasanya digunakan untuk studi tingkat undergraduate atau postgraduate, sedangkan General Training lebih sering digunakan untuk kebutuhan kerja, migrasi, atau training tertentu.
TOEFL juga memiliki beberapa format. TOEFL iBT sering digunakan untuk kebutuhan akademik internasional, sedangkan TOEFL ITP biasanya memiliki konteks penggunaan yang berbeda dan tidak selalu dapat menggantikan TOEFL iBT untuk admission luar negeri.
Karena itu, peserta perlu membaca persyaratan resmi dari lembaga tujuan. Jangan hanya memilih berdasarkan nama tes, tetapi pastikan jenis tesnya benar.
Perbedaan Sistem Skor
IELTS memakai band score 0 sampai 9. Setiap skill memiliki skor, lalu hasilnya dapat dirangkum menjadi overall band score.
TOEFL memiliki sistem skor sendiri sesuai jenis tes yang digunakan. Karena ada beberapa jenis TOEFL, peserta harus memastikan skor yang dibahas berasal dari jenis tes yang sama.
Konversi TOEFL dan IELTS bisa memberi gambaran awal, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya acuan. Syarat resmi dari kampus, lembaga beasiswa, atau institusi tujuan tetap harus menjadi dasar keputusan.
Jika kamu masih ingin membaca pembahasan lain tentang dua tes ini, artikel TOEFL vs IELTS bisa menjadi referensi tambahan.
Perbandingan TOEFL dan IELTS Berdasarkan Keputusan Peserta
Tabel ini membantu melihat pilihan tes dari sisi keputusan, bukan hanya dari definisi. Tujuannya agar peserta tidak salah memilih tes hanya karena terlihat lebih mudah atau lebih populer.
| Aspek keputusan | TOEFL | IELTS | Risiko jika salah menilai | Pertanyaan sebelum memilih |
| Tujuan studi | Sering digunakan untuk kebutuhan akademik jika lembaga menerimanya | Sering digunakan untuk studi, beasiswa, migrasi, dan kebutuhan akademik internasional | Skor tidak diterima oleh kampus atau program tujuan | Tes mana yang tertulis di admission requirement? |
| Format Speaking | Respons berbasis komputer pada TOEFL iBT | Umumnya interview dengan examiner | Peserta memilih format yang tidak sesuai kenyamanan berbicara | Lebih nyaman bicara ke komputer atau orang? |
| Jenis skor | Memiliki sistem skor sesuai jenis tes | Band score 0 sampai 9 | Salah membaca target atau memakai konversi yang tidak sesuai | Apakah lembaga meminta skor asli atau menerima konversi? |
| Jenis tes | Ada TOEFL iBT dan TOEFL ITP dengan fungsi yang dapat berbeda | Ada Academic dan General Training | Salah memilih tes untuk admission atau kebutuhan administrasi | Jenis tes mana yang diminta secara resmi? |
| Gaya belajar | Cocok untuk peserta yang nyaman dengan format komputer dan academic English | Cocok untuk peserta yang nyaman dengan variasi format dan Speaking interview | Persiapan terasa berat karena format tidak sesuai kebiasaan | Format mana yang lebih sesuai dengan hasil mock test? |
Mana yang Lebih Cocok untuk Kuliah Luar Negeri
Jawabannya bergantung pada kampus tujuan. Beberapa kampus dapat menerima keduanya, tetapi peserta tetap harus melihat jenis tes dan skor minimum yang diminta.
IELTS Academic sering digunakan untuk konteks study abroad. TOEFL iBT juga banyak digunakan untuk admission akademik, terutama ketika lembaga tujuan mencantumkannya sebagai tes yang diterima.
Peserta tidak boleh memilih hanya berdasarkan opini bahwa salah satu tes lebih mudah. Pilihan harus mengikuti target score, application deadline, dan jenis skor yang diterima lembaga tujuan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Beasiswa
Beasiswa dapat memiliki syarat bahasa yang berbeda. Ada program yang menerima IELTS, ada yang menerima TOEFL, dan ada yang menetapkan jenis tes tertentu dengan skor minimum.
Peserta perlu memperhatikan masa berlaku skor, deadline, dan minimum score per skill. Satu skor overall yang terlihat cukup belum tentu memenuhi syarat jika ada komponen skill yang berada di bawah batas minimum.
Sebaiknya skor bahasa disiapkan lebih awal. Dengan begitu, peserta masih punya waktu memperbaiki hasil jika skor pertama belum sesuai target.
Mana yang Lebih Mudah Dipersiapkan
Tingkat kesulitan bergantung pada kekuatan peserta. Peserta yang nyaman berbicara langsung mungkin merasa IELTS Speaking lebih natural.
Sebaliknya, peserta yang terbiasa dengan format komputer dan respons terstruktur mungkin merasa TOEFL iBT lebih sesuai. Namun, ini tetap perlu dibuktikan melalui latihan atau mock test.
Writing sering menjadi tantangan di kedua tes. Peserta perlu latihan struktur, grammar, vocabulary, dan coherence agar jawaban lebih jelas.
Jika kamu ingin menyiapkan jalur TOEFL secara lebih terarah, halaman kursus persiapan TOEFL dapat membantu memahami kebutuhan belajar dan target skor.
Cara Memilih Antara TOEFL dan IELTS
Langkah pertama adalah cek syarat lembaga tujuan. Pastikan apakah lembaga menerima TOEFL, IELTS, atau keduanya.
Langkah kedua adalah lihat jenis tes yang diminta. Jangan menyamakan TOEFL ITP dengan TOEFL iBT jika lembaga tujuan hanya menerima jenis tertentu.
Langkah ketiga adalah periksa target score dan deadline. Jika deadline dekat, pilih jalur tes yang paling sesuai dengan kesiapan dan jadwal yang tersedia.
Langkah berikutnya adalah mencoba contoh soal atau mock test. Keputusan yang baik sebaiknya berbasis data, bukan hanya asumsi.
Kesalahan Umum Saat Membandingkan TOEFL dan IELTS
Kesalahan pertama adalah memilih berdasarkan kata orang. Pengalaman peserta lain bisa membantu, tetapi tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi.
Kesalahan kedua adalah menganggap semua jenis TOEFL sama. Padahal, fungsi TOEFL iBT dan TOEFL ITP dapat berbeda tergantung lembaga yang meminta skor.
Kesalahan ketiga adalah memakai konversi skor sebagai satu-satunya acuan. Konversi bisa memberi gambaran, tetapi syarat resmi tetap harus diutamakan.
Kesalahan lainnya adalah mengabaikan format Speaking. Banyak peserta baru menyadari bahwa cara berbicara saat tes sangat memengaruhi kenyamanan dan performa.
Dari Bingung Memilih ke Siap Menentukan Tes
TOEFL dan IELTS sama-sama dapat menjadi pilihan valid jika diterima oleh lembaga tujuan. Perbedaan TOEFL dan IELTS tidak perlu dilihat sebagai mana yang selalu lebih baik, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Pilihan terbaik bergantung pada syarat resmi, target score, deadline, jenis tes, dan kenyamanan terhadap format. Peserta perlu memahami semua faktor ini sebelum membayar dan menjadwalkan tes.
Langkah paling aman adalah mencoba latihan awal, membaca admission requirement, lalu membuat study plan. Dengan cara ini, keputusan memilih tes terasa lebih jelas dan tidak terburu-buru.
Tentukan Jalur Tes Bersama Ultimate Education
Banyak peserta sudah tahu perlu skor bahasa Inggris, tetapi masih bingung memilih tes yang paling sesuai. Masalahnya, salah memilih format atau jenis tes bisa membuat persiapan terasa berat dan hasilnya tidak sesuai kebutuhan.
Ultimate Education membantu peserta memetakan pilihan tes, target skor, dan strategi belajar berdasarkan tujuan studi atau kerja di luar negeri. Mulai diskusikan rencana Anda melalui halaman kontak Ultimate Education agar persiapan lebih terarah sejak awal.
Frequently Asked Questions
IELTS 6.5 setara dengan TOEFL berapa?
Konversi IELTS ke TOEFL tidak selalu bersifat resmi dan dapat berubah tergantung jenis TOEFL. IELTS 6.5 umumnya menunjukkan kemampuan bahasa Inggris yang cukup kuat untuk banyak kebutuhan akademik.
Gunakan syarat resmi lembaga tujuan, bukan hanya tabel konversi umum. Jika lembaga meminta jenis tes tertentu, ikuti jenis dan skor yang tertulis pada persyaratan resmi.
Lebih susah IELTS atau TOEFL?
Tingkat kesulitan bergantung pada kekuatan peserta. IELTS bisa terasa lebih natural bagi peserta yang nyaman berbicara langsung dengan examiner.
TOEFL iBT bisa terasa lebih cocok bagi peserta yang nyaman dengan format komputer dan integrated tasks. Pilihan terbaik tetap mengikuti syarat lembaga tujuan dan hasil latihan awal.
Skor TOEFL 500 setara IELTS berapa?
TOEFL 500 biasanya merujuk pada TOEFL ITP, bukan TOEFL iBT. Konversi ke IELTS tidak selalu resmi dan tidak boleh menjadi satu-satunya acuan.
Jika lembaga meminta IELTS atau TOEFL tertentu, ikuti jenis tes dan skor resmi yang diminta. Jangan mengganti skor resmi dengan estimasi konversi tanpa persetujuan lembaga tujuan.
IELTS 4.5 setara TOEFL berapa?
IELTS 4.5 menunjukkan kemampuan yang masih perlu ditingkatkan untuk banyak kebutuhan akademik. Perbandingan dengan TOEFL perlu dibaca hati-hati karena sistem skor dan jenis TOEFL berbeda.
Gunakan ketentuan resmi kampus atau lembaga tujuan sebagai acuan utama. Jika target studi atau beasiswa meminta skor lebih tinggi, peserta perlu membuat rencana belajar yang lebih terarah.