
Hai, teman-teman! Lagi mikirin gimana caranya bisa kuliah di luar negeri, dapat beasiswa bergengsi seperti LPDP atau Chevening, atau bahkan pindah ke negara impian seperti Australia dan Kanada?
Kalau iya, ada satu “gerbang” penting yang wajib banget kamu lewati: tes IELTS (International English Language Testing System).
IELTS ini ibarat tiket emas yang akan menentukan langkahmu. Skor yang biasanya ditargetkan adalah 6.5 ke atas, supaya bisa masuk universitas top dunia atau lolos syarat beasiswa internasional.
Nah, kalau kamu masih pemula dan baru mau mulai belajar, jangan khawatir. Artikel ini akan membahas cara belajar IELTS dari nol sampai mahir dengan bahasa santai, strategi praktis, plus trik yang bisa langsung kamu coba.
Dan kalau butuh bimbingan lebih serius, ada kabar baik! Ultimate Education siap mendampingi lewat kursus IELTS, les privat Bahasa Inggris, jasa translate, hingga interpreter profesional. Jadi, yuk kita kupas pelan-pelan!
Baca juga: Panduan dan Strategi Lengkap untuk Bisa Lolos Beasiswa Luar Negeri
Apa Itu IELTS?
IELTS adalah tes internasional yang mengukur kemampuan Bahasa Inggris dalam Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Tes ini diakui oleh lebih dari 11.000 institusi di 140+ negara.
Ada dua jenis IELTS:
- IELTS Academic → untuk kuliah, studi lanjutan, atau beasiswa.
- IELTS General Training → biasanya dipakai untuk kerja atau imigrasi.
Format Tes IELTS:
- Listening: 30 menit, 40 soal.
- Reading: 60 menit, 40 soal.
- Writing: 60 menit, 2 tugas (grafik/esai atau surat/esai).
- Speaking: 11–14 menit, wawancara tatap muka.
Skor IELTS disebut band score dengan rentang 0–9. Untuk universitas atau beasiswa biasanya diminta minimal 6.5–7.0.
✨ Fun fact: Menurut data British Council 2024, ada lebih dari 3,5 juta peserta IELTS setiap tahun, dan ribuan di antaranya berasal dari Indonesia. Banyak yang membidik skor 6.5+ demi beasiswa LPDP atau kuliah di universitas papan atas seperti Oxford atau Melbourne.
Materi yang Diujikan di IELTS
1. Listening (30 menit, 40 soal)
Kamu akan mendengarkan percakapan sehari-hari, monolog sederhana, diskusi akademik, hingga kuliah formal.
Fokusnya: menangkap kata kunci, memahami detail, dan terbiasa dengan aksen Inggris, Australia, hingga Amerika.
2. Reading (60 menit, 40 soal)
Teks bisa berupa artikel akademik (untuk Academic) atau iklan/laporan (untuk General).
Fokusnya: skimming (baca cepat ide utama), scanning (cari detail spesifik), serta menjawab tipe soal seperti True/False/Not Given.
3. Writing (60 menit, 2 tugas)
- Task 1 (Academic): Analisis grafik/tabel.
- Task 1 (General): Menulis surat formal/informal.
- Task 2: Esai argumentatif.
Fokusnya: struktur tulisan, grammar, dan kosakata akademik.
4. Speaking (11–14 menit)
Percakapan dibagi jadi tiga bagian: pertanyaan sehari-hari, monolog singkat, dan diskusi mendalam.
Fokusnya: kefasihan, intonasi, dan penggunaan kosakata yang tepat.
Cara Belajar IELTS dari Nol Sampai Mahir
Nah, ini dia bagian paling ditunggu. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu ikuti:
1. Kenali Format Tes
Jangan langsung lompat latihan soal kalau belum paham formatnya. Pelajari dulu struktur dan tipe soal dari www.ielts.org atau buku resmi Cambridge.
2. Kuasai Dasar Bahasa Inggris
Mulai dari grammar dasar, tenses, sampai 1.000 kosa kata umum. Bisa pakai buku English Grammar in Use, aplikasi Duolingo, atau belajar dengan tutor di Ultimate Education biar lebih terarah.
3. Asah Listening Skill
Biasakan telinga dengan podcast, film, atau berita beraksen Inggris dan Australia. Catat angka, nama, dan detail penting saat mendengarkan.
4. Tingkatkan Reading Comprehension
Baca artikel panjang seperti di National Geographic atau The Guardian. Latihan skimming dan scanning minimal 3 teks per hari.
5. Latih Writing dengan Rutin
Biasakan menulis esai 250 kata setiap hari. Ikuti struktur sederhana: Introduction → Body → Conclusion. Supaya lebih cepat naik level, mintalah feedback dari tutor.
6. Berani Speaking!
Jangan takut salah. Latih kemampuan bicara setiap hari, bisa dengan partner belajar atau simulasi interview bersama tutor Ultimate Education.
Baca juga: Daftar 10 Universitas Korea Terbaik untuk Mahasiswa Internasional
7. Perbanyak Soal Latihan Resmi
Gunakan Cambridge IELTS seri terbaru atau soal dari situs resmi. Targetkan minimal 40 soal latihan per hari.
8. Ikut Simulasi Tes
Simulasi akan bantu kamu terbiasa dengan durasi 2 jam 45 menit. Ultimate Education juga punya layanan simulasi IELTS lengkap dengan prediksi skor.
9. Perluas Kosakata Akademik
Pelajari 50 kosakata baru setiap minggu. Contoh: “evaluate,” “impact,” “assumption.”
10. Analisis Kesalahan
Setelah latihan, jangan hanya lihat skor. Catat kesalahan grammar, vocabulary, atau strategi, lalu perbaiki di latihan berikutnya.
Contoh Soal IELTS
Listening
Audio: “Can you book a hotel room for two nights?”
Pertanyaan: How many nights will the person stay?
Jawaban: Two nights.
Reading
Teks: “Renewable energy sources, such as solar power, are increasingly popular…”
Pertanyaan: “Solar power is the only renewable energy source.”
Jawaban: False.
Writing
Topik: “Some people believe technology harms society. Discuss both views and give your opinion.”
Struktur: Introduction → Body 1 (pro) → Body 2 (contra) → Conclusion.
Speaking
Pertanyaan: “Describe a memorable event you attended.”
Jawaban: Bisa pakai struktur Past → Present → Future untuk cerita lebih lengkap.
Tantangan & Solusi
Menghadapi berbagai tantangan saat belajar bahasa Inggris sering membuat frustrasi, terutama jika tujuan Anda adalah meningkatkan skor ujian atau kemampuan komunikasi profesional. Setiap skill—listening, reading, writing, dan speaking—memiliki kendala unik yang membutuhkan strategi khusus. Berikut adalah beberapa solusi praktis yang dapat Anda terapkan sehari-hari untuk mengatasi hambatan tersebut.
- Listening sulit? Dengarkan podcast BBC atau latihan audio resmi. Mulailah dari materi yang lebih mudah dan perlahan tingkatkan kompleksitasnya. Catat kata-kata baru, ulangi bagian yang sulit dipahami, dan dengarkan berulang kali hingga terbiasa dengan aksen dan intonasi. Tips tambahan: gunakan transkrip audio jika tersedia, lalu bandingkan apa yang Anda dengar dengan teks asli untuk memahami kesalahan persepsi.
- Reading lambat? Biasakan baca cepat tiap hari. Selain membaca artikel singkat, luangkan waktu membaca berita, blog, atau buku berbahasa Inggris untuk melatih kecepatan dan pemahaman. Gunakan teknik scanning untuk menemukan informasi penting tanpa membaca setiap kata. Catat kosakata baru dan buat daftar istilah yang sering muncul agar kemampuan membaca meningkat secara bertahap. Ini juga membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi saat ujian resmi.
- Writing kurang? Tulis esai harian, minta koreksi tutor. Mulai dengan topik sederhana, lalu tingkatkan ke topik kompleks yang memerlukan argumentasi dan analisis. Fokus pada struktur kalimat, kohesi paragraf, dan penggunaan kosakata yang variatif. Selain itu, baca contoh esai berkualitas untuk memahami gaya penulisan yang baik. Praktik rutin akan meningkatkan kefasihan menulis dan meminimalkan kesalahan tata bahasa.
- Speaking grogi? Latihan interview dengan jasa interpreter. Rekam diri sendiri saat berbicara, lalu dengarkan kembali untuk mengevaluasi pengucapan dan intonasi. Bergabung dengan komunitas bahasa Inggris atau melakukan roleplay situasi nyata akan membantu meningkatkan kepercayaan diri. Tips tambahan: cobalah berbicara dengan tempo lambat dan jelas, gunakan frasa transisi alami, dan jangan takut membuat kesalahan—ini bagian dari proses belajar yang efektif.
Dengan menerapkan strategi di atas secara konsisten, Anda tidak hanya akan mengatasi kelemahan masing-masing skill, tetapi juga membangun pondasi bahasa Inggris yang kuat. Ingat, peningkatan kemampuan bahasa adalah proses bertahap. Kombinasikan latihan mandiri dengan feedback dari tutor atau komunitas untuk hasil maksimal. Jangan lupa untuk selalu mencatat kemajuan Anda agar motivasi tetap terjaga.
Kalau bingung soal grammar atau butuh dokumen aplikasi dalam Bahasa Inggris, kamu juga bisa pakai jasa translate Ultimate Education.
Baca juga: 15 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Kaum Introvert! Mulai Dari Passion hingga Prospek Karir
Waktu & Biaya Persiapan
- Durasi belajar: 3–6 bulan (1–2 jam per hari) untuk pemula hingga skor 6.5+.
- Biaya tes IELTS: Rp2,8–3,2 juta (2025).
- Buku & latihan: Rp200 ribu – Rp500 ribu.
- Kursus: Rp2–5 juta untuk program 3–6 bulan di Ultimate Education.
Partner Terbaik Persiapan IELTS
Belajar sendiri memang bisa, tapi jauh lebih efektif kalau ada mentor berpengalaman. Nah, di Ultimate Education, kamu bisa dapat:
- Kursus IELTS intensif dengan target skor 6.5–7.0+.
- Les privat Bahasa Inggris sesuai kebutuhan (Writing, Speaking, Grammar).
- Jasa translate dokumen akademik atau esai beasiswa.
- Jasa interpreter untuk latihan Speaking IELTS maupun wawancara beasiswa.
Metode belajarnya interaktif, tutor ramah, dan sudah terbukti membantu ribuan pelajar Indonesia mencapai skor IELTS impian mereka.
👉 Kunjungi www.ultimateducation.co.id untuk konsultasi gratis dan mulai perjalananmu menuju skor tinggi!
Saatnya Jadi Mahir IELTS!
IELTS memang terlihat menantang, tapi dengan strategi yang tepat, latihan konsisten, dan bimbingan profesional, skor 6.5–7.0+ bukan mimpi.
Mulailah dengan memahami format tes, bangun fondasi Bahasa Inggris, perbanyak latihan, dan jangan lupa jaga mental serta fisik sebelum tes.
Kalau ingin lebih terarah, percayakan persiapanmu pada Ultimate Education.
Dengan kursus IELTS, les privat, jasa translate, dan interpreter, impian kuliah atau imigrasi ke luar negeri bisa jadi kenyataan.
✨ Jadi, sudah siapkah kamu menaklukkan IELTS tahun 2025?
