5 Startup Asia Tenggara yang Lagi Melejit dan Siap Jadi Game Changer! Anak Muda Wajib Tahu!
Di tengah dunia yang makin cepat, kompetitif, dan penuh ide gila tapi visioner, Asia Tenggara lagi-lagi membuktikan kalau kawasan ini […]
Temukan berbagai artikel informatif dengan topik beragam yang disajikan secara ringkas, lengkap, dan mudah dipahami.
Di tengah dunia yang makin cepat, kompetitif, dan penuh ide gila tapi visioner, Asia Tenggara lagi-lagi membuktikan kalau kawasan ini […]
Halo, sobat ultimate education! Coba deh cek dompet kalian, atau setidaknya googling gambar uang kertas 100 dolar Amerika Serikat. Di sana terpampang wajah seorang pria tua dengan rambut agak botak di tengah tapi gondrong di samping, dan tatapannya yang bijak banget. Yap, itulah Benjamin Franklin.
Banyak orang sering salah kaprah dan mengira kalau Benjamin Franklin itu adalah Presiden Amerika Serikat. Plot twist: Dia nggak pernah jadi presiden! Tapi, pengaruhnya terhadap dunia, khususnya Amerika, itu segede gunung. Dia adalah definisi nyata dari manusia “Palugada” (Apa Lu Mau Gue Ada). Mau cari ilmuwan? Dia jago. Mau cari diplomat? Dia masternya. Mau cari penulis, penemu, aktivis, sampai musisi? Benjamin Franklin memborong semuanya.
Ada beberapa negara yang level menghargai sejarahnya sudah bukan main lagi. Mereka bukan cuma jaga, tapi benar-benar ngerangkul masa lalu, belajar dari kesalahan, lalu nge-upgrade diri mereka jadi versi yang lebih matang
Kita semua tahu, punya mimpi buat kuliah di kampus top dunia kayak Harvard, Oxford, atau MIT itu valid banget. Tapi, seringkali mimpi itu terbentur tembok tebal bernama “biaya”. Bayangin aja, biaya kuliah di luar negeri per semester bisa buat beli mobil baru di Indonesia. Belum lagi biaya hidup, tiket pesawat, dan jajan boba di sana. Duh, pusing!
Tapi, tunggu dulu. Jangan buru-buru mengubur mimpimu. Pemerintah Indonesia lagi gencar-gencarnya bagi-bagi “tiket emas” buat anak muda berprestasi kayak kamu lewat program beasiswa Indonesia Maju. Program ini digadang-gadang jadi game changer buat pelajar Indonesia yang punya potensi tapi terkendala biaya.
Siapa di sini yang feed Instagram atau TikTok-nya isinya suasana musim gugur di Seoul, jajanan street food Myeongdong, atau vlog mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di Korea? Pasti banyak banget kan? Gelombang budaya Korea atau Hallyu memang sukses bikin kita nggak cuma jatuh cinta sama musik dan dramanya, tapi juga sama sistem pendidikannya.
Tapi, begitu mimpi itu mau diwujudkan, biasanya muncul satu pertanyaan besar yang bikin overthinking: “Duitnya cukup nggak ya?”
Wajar banget kok kalau kamu khawatir. Selama ini, biaya kuliah di Korea Selatan sering dicitrakan sangat mahal, eksklusif, dan cuma buat anak sultan. Padahal, realitanya nggak selalu begitu, lho. Jika dibandingkan dengan negara-negara tujuan studi populer lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Australia, Korea Selatan menawarkan sweet spot yang menarik: kualitas pendidikan kelas dunia dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.
Utang negara sering jadi topik yang bikin banyak orang langsung mikir berat. Kedengarannya ribet, penuh angka, dan identik sama masalah ekonomi.
Smartphone sudah jadi bagian hidup yang nyaris tidak terpisahkan. Dari bangun tidur sampai sebelum tidur lagi, tangan kita hampir selalu dekat dengan layar ponsel. Tapi di balik desain keren, kamera canggih, dan sistem operasi yang makin pintar, ada sosok-sosok penting yang jarang dibahas.
Dalam bahasa Inggris, reported speech itu sering banget jadi momok karena aturannya yang lumayan tricky. Ada tenses yang berubah, ada kata ganti yang harus diganti, belum lagi kalau bentuk kalimatnya pertanyaan. Tapi tenang aja, di artikel super lengkap ini, kita bakal kupas tuntas semuanya sampai ke akar-akarnya.
Buat sobat Ultimate Education yang lagi persiapan buat kuliah ke luar negeri, entah itu lagi sibuk Persiapan IELTS atau lagi pusing sama Persiapan SAT, materi ini wajib banget dikuasai di luar kepala. Yuk, kita mulai bedah!