
Melanjutkan pendidikan ke luar negeri merupakan impian banyak pelajar di Indonesia. Inggris (United Kingdom/UK) menjadi salah satu destinasi favorit karena kualitas pendidikannya yang diakui secara global, lingkungan multikultural, serta beragam pilihan universitas ternama seperti University of Oxford, University of Cambridge, hingga University College London.
Studi di Inggris menawarkan pengalaman akademik dan budaya yang tak tertandingi, namun mempersiapkan diri secara finansial adalah langkah krusial untuk memastikan keberhasilan perjalanan pendidikanmu. Selain biaya kuliah, biaya hidup sehari-hari di Inggris merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dengan matang. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang estimasi biaya hidup di berbagai kota di Inggris, mencakup akomodasi, makanan, transportasi, asuransi kesehatan, dan biaya administratif lainnya. Dengan informasi ini, kamu dapat merencanakan anggaran dengan lebih bijak dan meminimalkan risiko keuangan selama masa studi.
Baca juga: Trik Jitu Menulis Esai Beasiswa Luar Negeri Meski Nol Pengalaman
1. Biaya Akomodasi Tempat Tinggal
Biaya akomodasi merupakan komponen pengeluaran terbesar bagi mahasiswa internasional di Inggris. Pilihan tempat tinggal sangat memengaruhi total biaya hidup, sehingga penting untuk memilih opsi yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhanmu. Mahasiswa dapat memilih antara tinggal di asrama kampus (university halls), rumah sewa bersama (shared flat/house), atau menyewa kamar/studio pribadi di luar kampus.
Asrama kampus sering menjadi pilihan populer bagi mahasiswa tahun pertama karena lokasinya yang dekat dengan kampus, fasilitas lengkap, dan suasana komunitas yang mendukung. Namun, biayanya cenderung lebih tinggi dibandingkan rumah sewa bersama. Rumah sewa bersama memungkinkan kamu berbagi biaya dengan mahasiswa lain, sehingga lebih hemat, tetapi mungkin memerlukan adaptasi dengan gaya hidup bersama. Sementara itu, menyewa studio pribadi menawarkan privasi lebih, tetapi harganya lebih mahal.
Beberapa faktor yang memengaruhi biaya akomodasi meliputi:
- Lokasi kota dan kedekatan dengan pusat kota atau kampus
- Fasilitas yang tersedia (contoh: kamar mandi dalam, dapur pribadi, laundry)
- Jenis akomodasi (asrama kampus, rumah bersama, studio pribadi)
- Lama kontrak sewa (kontrak jangka pendek biasanya lebih mahal)
Berikut estimasi rata-rata biaya akomodasi per bulan di beberapa kota besar di Inggris:
- London: Rp 20 – 25 juta
- Manchester: Rp 8 – 12 juta
- Birmingham: Rp 10 – 14 juta
- Edinburgh: Rp 12 – 15 juta
Catatan: Angka ini adalah estimasi dan bisa berubah tergantung fluktuasi nilai tukar serta pilihan akomodasi. Pastikan untuk memeriksa situs resmi universitas atau penyedia akomodasi untuk informasi terbaru.
Untuk menghemat biaya akomodasi, pertimbangkan untuk tinggal di luar pusat kota, terutama di kota mahal seperti London, dan manfaatkan situs seperti Rightmove atau Zoopla untuk menemukan opsi sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, memesan akomodasi jauh-jauh hari sebelum tiba di Inggris dapat membantu mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
2. Biaya Makanan dan Kebutuhan Sehari-hari
Biaya makanan sangat bervariasi tergantung pada gaya hidup dan kebiasaan makanmu. Memasak sendiri adalah cara paling hemat untuk mengelola pengeluaran makanan, terutama jika kamu berbelanja di supermarket yang menawarkan harga terjangkau seperti Tesco, Sainsbury’s, Lidl, atau Aldi. Berikut estimasi biaya makan per bulan:
- Masak sendiri: Rp 3 – 5 juta
- Kombinasi masak dan makan di luar: Rp 5 – 7 juta
- Makan di luar secara rutin: Rp 7 – 10 juta
Untuk menghemat, cobalah merencanakan menu mingguan dan belanja bahan makanan dalam jumlah besar untuk mendapatkan diskon. Banyak supermarket di Inggris menawarkan promo “buy one get one free” atau diskon akhir hari untuk produk segar. Selain itu, membawa bekal ke kampus dapat mengurangi kebutuhan untuk membeli makanan di kantin, yang biasanya lebih mahal.
Selain makanan, kamu juga perlu menganggarkan dana untuk kebutuhan sehari-hari, seperti:
- Alat mandi dan kebersihan (sabun, sampo, pasta gigi)
- Kebutuhan belajar (buku, alat tulis, printer)
- Pakaian musim dingin (jaket, sepatu boots, syal)
- Paket data internet & telepon
Total biaya untuk kebutuhan ini diperkirakan sekitar Rp 1,5 – 2,5 juta per bulan. Untuk mengelola pengeluaran, pertimbangkan membeli barang bekas berkualitas untuk kebutuhan belajar (misalnya, buku di toko amal seperti Oxfam) dan pilih paket internet dengan harga pelajar dari penyedia seperti Vodafone atau EE.
3. Biaya Transportasi
Transportasi merupakan aspek penting dalam anggaran mahasiswa, terutama jika kamu tinggal jauh dari kampus. Untungnya, Inggris memiliki sistem transportasi umum yang efisien, dan mahasiswa sering kali mendapatkan diskon melalui kartu pelajar, seperti 16-25 Railcard atau Student Oyster Card di London.
Berikut estimasi biaya transportasi per bulan di beberapa kota besar:
- London: Rp 1,5 – 2,5 juta (menggunakan Oyster Card dengan Student Discount)
- Manchester: Rp 500 ribu – 1 juta
- Birmingham: Rp 800 ribu – 1,5 juta
- Edinburgh: Rp 1 – 1,5 juta
Selain transportasi umum, banyak mahasiswa memilih bersepeda untuk menghemat biaya dan menjaga kesehatan. Beberapa universitas menawarkan program peminjaman sepeda atau diskon pembelian sepeda. Berjalan kaki juga menjadi pilihan populer jika kampus dan tempat tinggal berada dalam jarak yang wajar. Untuk perjalanan antar kota, memesan tiket kereta atau bus jauh-jauh hari melalui platform seperti Trainline atau National Express dapat menghemat hingga 50%.
4. Asuransi Kesehatan dan Biaya Administratif Lainnya
Asuransi kesehatan dan biaya administratif adalah pengeluaran wajib yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa internasional. Inggris menawarkan akses ke NHS (National Health Service), layanan kesehatan nasional yang memberikan perawatan gratis atau berbiaya rendah bagi mahasiswa yang membayar Immigration Health Surcharge (IHS).
Biaya IHS saat ini sekitar £776 (Rp 15 juta) untuk dua tahun studi, yang dibayarkan saat mengajukan visa pelajar. Dengan IHS, kamu bisa mendapatkan layanan seperti konsultasi dokter, perawatan rumah sakit, dan obat-obatan dengan biaya minimal. Pastikan untuk mendaftar ke dokter umum (GP) setempat setelah tiba di Inggris agar dapat mengakses layanan NHS dengan mudah.
Baca juga: 5 Jurusan Recommended untuk Berkarier di Luar Negeri
Selain IHS, biaya administratif lain yang perlu dianggarkan meliputi:
- Visa pelajar (Student Visa): Sekitar £490 (Rp 9,5 juta)
- Biaya penerjemahan dokumen: Rp 500 ribu – 1 juta per dokumen
- Biaya aplikasi universitas: £20 – £50 (Rp 400 ribu – 1 juta) per aplikasi
Untuk menghindari keterlambatan, siapkan dokumen seperti transkrip akademik, surat rekomendasi, dan bukti keuangan jauh-jauh hari. Menggunakan jasa konsultan pendidikan terpercaya seperti Ultimate Education dapat membantu memastikan semua dokumen memenuhi standar universitas dan proses visa berjalan lancar.
5. Total Estimasi Biaya Hidup per Kota
Berikut adalah gambaran estimasi total biaya hidup per bulan bagi mahasiswa internasional di beberapa kota besar di Inggris, mencakup akomodasi, makanan, kebutuhan sehari-hari, dan transportasi:
London: Rp 32 juta per bulan, dengan rincian akomodasi (Rp 20 – 25 juta), makanan dan kebutuhan harian (Rp 5 – 7 juta), dan transportasi (Rp 1,5 – 2,5 juta). London adalah kota termahal di Inggris, tetapi menawarkan akses ke fasilitas pendidikan dan budaya yang luar biasa.
Manchester: Rp 15 – 21 juta per bulan, dengan akomodasi (Rp 8 – 12 juta), makanan dan kebutuhan harian (Rp 4 – 6 juta), dan transportasi (Rp 500 ribu – 1 juta). Manchester dikenal sebagai kota yang ramah mahasiswa dengan biaya hidup lebih terjangkau.
Birmingham: Rp 17 – 25 juta per bulan, dengan akomodasi (Rp 10 – 14 juta), makanan dan kebutuhan harian (Rp 4 – 6 juta), dan transportasi (Rp 800 ribu – 1,5 juta). Birmingham menawarkan keseimbangan antara biaya dan fasilitas kota besar.
Edinburgh: Rp 19 – 23 juta per bulan, dengan akomodasi (Rp 12 – 15 juta), makanan dan kebutuhan harian (Rp 4 – 6 juta), dan transportasi (Rp 1 – 1,5 juta). Edinburgh adalah pilihan populer bagi mahasiswa yang mencari suasana kota bersejarah dengan pendidikan berkualitas.
Catatan: Estimasi ini dapat bervariasi berdasarkan gaya hidup, kurs mata uang, dan kebijakan lokal. Selalu lakukan riset tambahan sebelum membuat keputusan.
6. Tips Menghemat Biaya Hidup di UK
Mengelola anggaran dengan bijak adalah kunci untuk menikmati pengalaman studi di Inggris tanpa tekanan finansial. Berikut beberapa tips praktis untuk menghemat biaya hidup:
- Cari beasiswa: Banyak universitas di Inggris, seperti University of Edinburgh atau University College London, menawarkan beasiswa penuh atau parsial untuk mahasiswa internasional. Teliti opsi seperti Chevening Scholarship atau universitas-specific awards.
- Masak sendiri: Memasak di rumah jauh lebih hemat daripada makan di luar. Belajar resep sederhana dan belanja di supermarket diskon seperti Lidl atau Aldi.
- Gunakan kartu pelajar: Kartu pelajar seperti International Student Identity Card (ISIC) atau NUS Card memberikan diskon di toko, restoran, dan transportasi.
- Berburu barang diskon: Manfaatkan promo supermarket, belanja di toko amal untuk pakaian atau buku, dan gunakan aplikasi seperti Too Good To Go untuk makanan murah.
- Gabung komunitas mahasiswa Indonesia: Komunitas seperti PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Inggris sering berbagi tips hemat, seperti tempat tinggal murah atau acara gratis untuk mahasiswa.
- Kerja paruh waktu: Mahasiswa internasional dengan visa pelajar diperbolehkan bekerja hingga 20 jam per minggu selama masa kuliah. Pekerjaan seperti asisten perpustakaan atau barista dapat membantu menutupi biaya hidup.
Untuk informasi lebih lanjut tentang beasiswa, baca: Trik Jitu Menulis Esai Beasiswa Luar Negeri Meski Nol Pengalaman
7. Persiapan Bahasa dan Tes Masuk Universitas
Persiapan akademik dan bahasa adalah langkah penting untuk diterima di universitas di Inggris. Selain memenuhi syarat akademik, kamu harus membuktikan kemampuan bahasa Inggris melalui tes standar internasional. Berikut adalah tes yang umum diminta:
- IELTS (International English Language Testing System): Skor minimal biasanya 6.5–7.0 untuk program sarjana atau pascasarjana.
- TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language): Skor setara dengan IELTS, sering diterima sebagai alternatif.
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program): Digunakan untuk beberapa program tertentu.
- SAT (Scholastic Assessment Test): Diperlukan untuk program foundation atau beberapa universitas.
- GMAT dan GRE: Untuk program pascasarjana di bidang bisnis, manajemen, atau sains.
- ACT dan GED: Alternatif untuk masuk universitas tertentu.
Persiapan tes ini membutuhkan strategi yang tepat, termasuk latihan rutin, memahami format tes, dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Mengikuti kursus persiapan tes seperti yang ditawarkan oleh Ultimate Education dapat membantu kamu mencapai skor yang dibutuhkan.
Baca juga: 6 Kampus Seni Terbaik di Jepang untuk Para Calon Seniman
8. Menyesuaikan Diri dengan Kehidupan di Inggris
Menyesuaikan diri dengan kehidupan di Inggris bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa internasional, terutama dari Indonesia. Berikut beberapa tips untuk beradaptasi:
- Pahami budaya lokal: Inggris memiliki budaya yang sopan dan teratur. Pelajari kebiasaan seperti antre dengan rapi atau mengucapkan “please” dan “thank you” dalam interaksi sehari-hari.
- Siapkan diri untuk cuaca: Cuaca di Inggris sering dingin dan hujan, jadi investasikan dana untuk pakaian hangat berkualitas tinggi.
- Bangun jaringan sosial: Bergabung dengan klub universitas atau acara PPI untuk bertemu mahasiswa lain dan membangun dukungan sosial.
- Kelola waktu dengan baik: Sistem pendidikan di Inggris menekankan kemandirian, jadi biasakan membuat jadwal belajar dan mengatur keuangan dengan disiplin.
9. Membuat Rencana Keuangan yang Efektif
Menyusun rencana keuangan yang matang sebelum berangkat ke Inggris sangat penting untuk menghindari stres finansial. Berikut langkah-langkahnya:
- Buat anggaran bulanan: Catat semua pengeluaran, termasuk akomodasi, makanan, transportasi, dan hiburan, untuk memastikan dana cukup hingga akhir studi.
- Siapkan dana darurat: Sisihkan setidaknya Rp 10–15 juta untuk keadaan tak terduga, seperti biaya medis atau perjalanan mendadak.
- Manfaatkan rekening bank pelajar: Banyak bank di Inggris, seperti Barclays atau HSBC, menawarkan rekening khusus mahasiswa dengan biaya rendah dan fasilitas seperti kartu debit gratis.
- Pantau nilai tukar: Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap poundsterling dapat memengaruhi anggaranmu, jadi gunakan aplikasi seperti XE Currency untuk memantau perubahan.
10. Butuh Bimbingan untuk Tes IELTS, TOEFL, atau SAT?
Persiapan studi ke luar negeri bukan hanya soal keuangan, tetapi juga kesiapan akademik dan bahasa. Ultimate Education menawarkan solusi lengkap untuk membantu kamu meraih skor tinggi di tes masuk universitas dan mempersiapkan aplikasi kuliah.
Ultimate Education menyediakan kursus dan bimbingan untuk:
- SAT
- IELTS
- TOEFL iBT
- TOEFL ITP
- GMAT
- GRE
- ACT
- GED
Dengan pengajar berpengalaman, kurikulum terstruktur, dan pendekatan personal, Ultimate Education telah membantu ratusan siswa meraih skor maksimal dan diterima di universitas top dunia. Program ini mencakup latihan intensif, simulasi tes, dan bimbingan aplikasi universitas untuk memastikan kamu siap bersaing di kancah internasional.
Jadi, jangan ragu untuk bergabung dan wujudkan impian kuliah di UK bersama Ultimate Education!
Kesimpulan: Merencanakan Studi di Inggris dengan Bijak
Kuliah di Inggris adalah investasi besar, baik dari segi finansial maupun akademik. Dengan memahami estimasi biaya hidup, mulai dari akomodasi hingga transportasi, kamu dapat merencanakan anggaran dengan lebih baik dan fokus pada pengalaman belajar. Manfaatkan tips hemat, cari beasiswa, dan persiapkan diri dengan baik untuk tes bahasa seperti IELTS atau TOEFL. Dengan bimbingan dari Ultimate Education, impianmu untuk studi di universitas ternama seperti Oxford atau Cambridge bisa menjadi kenyataan. Mulailah perencanaanmu sekarang dan wujudkan masa depan akademik yang gemilang!
