
Kalau kamu lagi siap-siap daftar IELTS, kemungkinan besar yang kepikiran cuma satu: “Gimana caranya dapet skor tinggi?” atau “Tesnya susah nggak sih?”
Padahal, di balik sistem tes IELTS yang kelihatannya serius dan formal, ada banyak banget fakta unik IELTS yang jarang diketahui peserta. Bahkan, beberapa di antaranya bisa bikin kamu lebih siap mental, lebih pede, dan pastinya lebih strategis saat ujian.
Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tuntas berbagai fakta unik IELTS yang sering luput dari perhatian. Mulai dari sistem penilaian, aturan tersembunyi, sampai kebiasaan kecil yang ternyata berpengaruh besar ke skor kamu.
Yuk, kita bongkar satu per satu.
Baca juga: IELTS Berbasis Komputer! Plus Minus, Tips, dan Alasan Kenapa Banyak yang Beralih ke Sistem Digital
Mengenal IELTS Lebih Dekat Sebelum Bahas Fakta Uniknya
Sebelum masuk ke pembahasan utama, kita kenalan dulu secara singkat sama IELTS.
IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan bahasa Inggris internasional yang diakui di lebih dari 140 negara. Tes ini biasanya jadi syarat buat:
- Kuliah ke luar negeri
- Beasiswa internasional
- Kerja di perusahaan global
- Imigrasi ke negara tertentu
- Daftar kampus internasional
IELTS sendiri punya dua jenis utama, yaitu:
- IELTS Academic
Untuk kebutuhan pendidikan dan riset. - IELTS General Training
Untuk kerja dan imigrasi.
Keduanya sama-sama menguji empat skill utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
IELTS dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara komprehensif, bukan hanya hafalan kosakata atau aturan grammar. Tes ini menekankan pada penggunaan bahasa dalam konteks nyata, seperti percakapan sehari-hari, diskusi akademik, atau komunikasi profesional. Hal ini membuat IELTS menjadi standar emas untuk membuktikan kemampuan bahasa Inggris kamu di mata institusi global. Selain itu, tes ini diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan evolusi bahasa Inggris modern, memastikan relevansi dan keadilan bagi semua peserta dari berbagai latar belakang budaya.
Nah, sekarang kita masuk ke bagian serunya.
1. Tes Speaking IELTS Bukan Cuma Soal Grammar
Banyak peserta mikir kalau Speaking IELTS itu soal grammar doang. Pokoknya kalau struktur kalimat rapi, aman. Padahal, kenyataannya nggak sesimpel itu.
Dalam penilaian Speaking, examiner melihat empat aspek utama:
- Fluency and Coherence
- Lexical Resource
- Grammatical Range and Accuracy
- Pronunciation
Artinya, kamu nggak harus ngomong super formal kayak dosen linguistik. Justru, ngomong natural, lancar, dan nggak banyak berhenti itu nilainya lebih tinggi.
Fakta unik IELTS di bagian ini adalah: kadang peserta yang grammar-nya biasa aja bisa dapet skor lebih tinggi daripada yang terlalu kaku tapi nggak lancar.
Tipsnya: Lebih baik ngomong sederhana tapi mengalir, daripada ribet tapi macet.
Untuk lebih memahami, bayangkan saja seperti sedang ngobrol dengan teman asing. Jika kamu bisa menyampaikan ide dengan jelas tanpa terlalu banyak jeda, itu sudah poin besar. Banyak peserta yang gagal karena terlalu fokus pada kata-kata rumit, tapi lupa bahwa fluency adalah tentang alur cerita yang logis. Insight dari para expert: latihan rekam suara sendiri dan dengarkan ulang untuk identifikasi area improvement, seperti filler words seperti “um” atau “eh” yang bisa mengganggu coherence. Selain itu, ekspresi wajah dan bahasa tubuh juga secara tidak langsung mempengaruhi rasa percaya diri kamu, meskipun tidak dinilai langsung.
2. Jawaban Panjang di Writing Belum Tentu Dapet Skor Tinggi
Banyak orang sengaja bikin essay super panjang di Writing karena mikir, “Semakin panjang, semakin bagus.” Padahal, itu mitos.
IELTS punya batas minimum kata:
- Task 1: minimal 150 kata
- Task 2: minimal 250 kata
Kalau kurang, skor pasti dipotong. Tapi kalau kepanjangan? Nggak otomatis naik.
Yang dinilai justru:
- Struktur
- Kejelasan ide
- Koherensi
- Relevansi
- Vocabulary
- Grammar
Fakta unik IELTS di sini: essay 260 kata yang rapi bisa jauh lebih bagus nilainya dibanding essay 400 kata yang muter-muter.
Jadi, fokus ke kualitas, bukan kuantitas.
Dalam praktiknya, essay yang efektif adalah yang punya paragraf pengantar kuat, body dengan argumen didukung contoh nyata, dan kesimpulan yang ringkas. Hindari pengulangan ide yang sama hanya untuk menambah panjang; itu justru menurunkan koherensi. Tips SEO-friendly untuk writing IELTS: gunakan transisi kata seperti “furthermore”, “however”, atau “in addition” untuk membuat alur lebih natural. Insight dari peserta sukses: rencanakan outline dulu sebelum tulis, ini bisa hemat waktu dan pastikan relevansi dengan topik. Ingat, examiner mencari kemampuan analisis, bukan seberapa banyak kamu bisa tulis.
3. Aksen Kamu Nggak Jadi Masalah Besar
Takut logat Indonesia kelihatan banget pas Speaking? Tenang. IELTS nggak menuntut kamu punya aksen British atau American.
Yang penting:
- Ucapan jelas
- Mudah dipahami
- Konsisten
- Nggak bikin examiner bingung
Fakta unik IELTS ini sering bikin lega peserta: selama pronunciation kamu jelas, aksen bukan masalah. Malah, banyak peserta Asia, Afrika, dan Eropa Timur yang punya aksen khas tapi tetap dapet band 7–8.
Hal ini karena IELTS menghargai keragaman bahasa Inggris global, di mana variasi aksen adalah hal normal. Narasi dari cerita peserta: seorang dari Indonesia dengan aksen Jawa yang kental berhasil skor 8 karena fokus pada intonasi dan ritme, bukan meniru aksen native. Tips: latihan dengan mendengarkan podcast dari berbagai aksen untuk adaptasi telinga, dan rekam diri untuk koreksi. Insight: pronunciation yang baik bukan soal sempurna, tapi efektif dalam komunikasi, yang mana sangat berguna di dunia nyata seperti meeting internasional atau kuliah abroad.
4. Listening IELTS Diputar Sekali, Nggak Diulang
Ini fakta unik IELTS yang sering bikin shock peserta pemula.
- Audio di Listening cuma diputar satu kali.
- Nggak ada tombol rewind.
- Nggak ada pengulangan.
Makanya, konsentrasi jadi kunci utama.
Kalau kamu kehilangan satu jawaban, jangan panik. Langsung fokus ke soal berikutnya. Karena kalau terus kepikiran yang tadi, kamu bisa kehilangan banyak poin sekaligus.
Latihan rutin pakai simulasi asli itu wajib banget.
Baca juga: Kegunaan IELTS Buat Studi, Kerja, dan Migrasi! Satu Tes untuk Banyak Pintu Masa Depan
Bagian listening dirancang untuk menguji kemampuan mendengar dalam situasi real-life, seperti ceramah atau percakapan sehari-hari. Insight: audio sering mencakup distraktor, info yang mirip tapi salah, jadi prediksi pertanyaan sebelum dengar bisa membantu. Tips: biasakan dengar audio IELTS resmi, dan catat kata kunci saat latihan. Narasi: banyak peserta yang awalnya kesulitan, tapi setelah latihan konsisten, bisa tangkap detail kecil yang krusial untuk skor tinggi. Ini juga melatih skill untuk kehidupan nyata, seperti mengikuti instruksi di tempat kerja internasional.
5. Salah Ejaan Bisa Bikin Jawaban Salah Total
Ini dia fakta unik IELTS yang sering bikin kaget. Di bagian Listening dan Reading, spelling itu krusial.
Contoh:
Jawaban: “environment”
Kamu tulis: “enviroment”
Langsung salah. Nggak peduli maksudnya benar, sistemnya tetap menghitung salah. Makanya, skill spelling bahasa Inggris itu nggak bisa diremehkan.
Aturan ketat ini memastikan ketelitian, yang penting dalam komunikasi tertulis profesional. Tips: gunakan app seperti Quizlet untuk hafal spelling umum, dan periksa ulang jawaban jika waktu memungkinkan. Insight: kesalahan spelling sering terjadi pada kata-kata panjang atau nama proper, jadi latihan dengan daftar kata IELTS spesifik bisa meningkatkan akurasi. Narasi: peserta yang rajin latihan spelling biasanya hindari potongan skor tidak perlu, sehingga overall band naik signifikan.
6. Examiner Speaking Nggak Boleh Kasih Petunjuk
Kalau kamu blank pas Speaking, jangan berharap examiner bakal nolong.
Mereka dilarang:
- Mengoreksi jawaban
- Memberi clue
- Membenarkan grammar
- Mengulang pertanyaan terlalu sering
Fakta unik IELTS ini penting supaya kamu siap mental. Jadi, kalau tiba-tiba lupa, tarik napas, jawab seadanya, lanjut. Lebih baik jawab imperfect daripada diam.
Ini menekankan kemandirian dalam berkomunikasi, mirip situasi dunia nyata. Insight: silence panjang bisa turunkan fluency score, jadi paraphrasing atau contoh sederhana bisa selamatkan situasi. Tips: persiapkan topik umum seperti hobby atau environment, dan latihan dengan timer. Narasi: banyak cerita sukses dari peserta yang belajar dari kegagalan pertama, di mana mereka belajar handle blank moment dengan tenang.
7. Reading IELTS Itu Soal Manajemen Waktu, Bukan Cuma Paham Teks
Di Reading, kamu dapet 60 menit buat 40 soal. Tanpa waktu tambahan buat mindahin jawaban. Artinya, rata-rata cuma sekitar 1,5 menit per soal.
Fakta unik IELTS di sini: banyak peserta yang sebenarnya paham bacaan, tapi gagal karena kehabisan waktu.
Strategi penting:
- Skimming dulu
- Scan keyword
- Jangan baca dari awal sampai akhir
- Fokus ke pertanyaan
Reading bukan lomba baca novel, tapi lomba cari informasi cepat.
Teks reading sering kompleks dengan sinonim dan paraphrasing, jadi skill vocabulary luas krusial. Insight: bagi waktu per passage, misal 20 menit masing-masing, untuk hindari stuck. Tips: latihan dengan timer ketat dan review kesalahan untuk pola. Narasi: peserta yang terapkan strategi ini sering naik dari band 6 ke 7.5, karena efisiensi waktu memungkinkan jawab lebih banyak soal benar.
8. Skor IELTS Bisa Dibulatkan
IELTS pakai sistem band score 0–9.
Uniknya, skor akhir bisa berbentuk desimal, misalnya:
- 6.25 → 6.5
- 6.75 → 7.0
- 7.125 → 7.0
Nilai akhir kamu adalah rata-rata dari empat skill.
Fakta unik IELTS ini penting karena satu skill bisa “menyelamatkan” skill lain. Makanya, jangan fokus cuma satu bagian.
Sistem pembulatan ini adil, tapi memerlukan keseimbangan. Insight: jika tiga skill 7.0 dan satu 6.0, overall 6.75 dibulatkan ke 7.0. Tips: identifikasi weak skill awal dan alokasikan latihan lebih. Narasi: banyak kasus di mana improvement kecil di satu area naikkan overall band, membuka pintu beasiswa atau kerja impian.
9. Kamu Bisa Minta Remark Kalau Nggak Puas
Kalau merasa skor kamu nggak sesuai, kamu bisa ajukan Enquiry on Results (EOR) atau remark. Nanti, jawaban kamu akan diperiksa ulang oleh examiner lain.
Fakta unik IELTS: cukup banyak peserta yang skornya naik setelah remark, terutama di Writing dan Speaking.
Tapi ingat, ini berbayar dan nggak selalu berhasil.
Proses remark independen untuk keadilan. Insight: peluang naik lebih tinggi jika skor borderline, seperti 6.5 saat target 7.0. Tips: ajukan dalam 6 minggu setelah hasil, dan siapkan alasan kuat. Narasi: cerita peserta yang skor naik 0.5 band setelah remark, akhirnya lolos universitas top, menunjukkan sistem ini bisa jadi second chance berharga.
10. Persiapan Mental Sama Pentingnya dengan Skill
Banyak yang belajar berbulan-bulan, tapi gagal karena:
- Gugup
- Panik
- Overthinking
- Kurang tidur
- Salah fokus
Padahal, mental yang stabil itu separuh kemenangan.
Fakta unik IELTS terakhir ini sering diremehkan. Padahal, peserta yang tenang biasanya lebih konsisten performanya.
Baca juga: Ultimate Education Ngadain Lomba Writing untuk Kamu yang Jago Nulis, Yuk Ikutan!
Mental preparation meliputi teknik relaksasi seperti meditasi atau visualisasi sukses. Insight: stres bisa turunkan performa hingga 1 band, jadi integrasikan wellness dalam rutinitas belajar. Tips: tidur cukup malam sebelum tes, dan latihan mindfulness. Narasi: peserta yang gabung komunitas IELTS sering bagikan cerita bagaimana mengelola anxiety jadi kunci raih skor target.
Cara Memanfaatkan Fakta Unik IELTS Ini untuk Naik Skor
Setelah tahu semua fakta unik IELTS di atas, sekarang pertanyaannya: gimana cara memanfaatkannya?
Ini beberapa tips praktis:
1. Latihan Pakai Simulasi Asli
Biasakan diri dengan format IELTS asli, bukan soal random.
Simulasi ini bantu adaptasi tekanan waktu dan format, tingkatkan kepercayaan diri secara bertahap.
2. Fokus ke Kelemahan Pribadi
Ada yang lemah di Writing, ada yang di Listening. Jangan disamaratakan.
Diagnosa lewat practice test, lalu alokasikan 60% waktu latihan ke area weak untuk hasil optimal.
3. Perbanyak Speaking Practice
Ngomong tiap hari walau cuma 10 menit.
Gabung klub bahasa atau app tandem untuk feedback real-time, buat practice lebih engaging dan efektif.
4. Bangun Kebiasaan Baca Bahasa Inggris
Artikel, berita, jurnal, apa pun.
Ini tingkatkan vocabulary dan speed reading secara natural, plus bikin reading section terasa familiar.
5. Ikut Bimbingan yang Terarah
Belajar sendiri bagus, tapi dibimbing lebih efektif.
Mentor bisa beri strategi personalisasi, identifikasi blind spot, dan motivasi kontinu sampai target tercapai.
IELTS Itu Bisa Ditaklukkan, Asal Tahu Strateginya

Dari semua pembahasan tadi, bisa disimpulkan kalau IELTS bukan cuma soal jago bahasa Inggris. Tapi juga soal strategi, mindset, dan pemahaman sistem.
Dengan memahami berbagai fakta unik IELTS yang jarang diketahui peserta, kamu sekarang punya bekal lebih kuat buat menghadapi ujian. Bukan cuma belajar keras, tapi belajar cerdas.
Mengintegrasikan fakta-fakta ini ke rutinitas persiapan bisa ubah pendekatan kamu dari reaktif jadi proaktif, maksimalkan potensi skor. Ingat, ribuan peserta sukses karena paham nuansa ini, bukan hanya hafal materi.
Rekomendasi Tempat Kursus IELTS Terpercaya
Kalau kamu pengen persiapan IELTS yang lebih terarah, lebih cepat paham, dan nggak bikin stres, Ultimate Education bisa jadi pilihan terbaik buat kamu.
Di sini, kamu bisa dapetin:
- Kursus IELTS dengan mentor berpengalaman
- Program bimbingan sesuai level kemampuan
- Latihan soal update sesuai standar resmi
- Simulasi tes berkala
- Jasa penerjemah profesional untuk kebutuhan akademik dan dokumen
Belajarnya santai, materinya jelas, dan pendampingannya intensif sampai kamu siap ujian.
Jadi, daripada trial-error sendirian, lebih baik persiapkan IELTS kamu bareng Ultimate Education, supaya target skor bukan cuma mimpi, tapi benar-benar bisa kamu raih.
Ultimate Education tidak hanya fokus pada tes, tapi juga pengembangan skill bahasa jangka panjang, yang berguna untuk karir dan studi. Dengan kelas kecil dan feedback personal, progress kamu terukur dan cepat. Banyak alumni yang raih band 7+ dan sukses apply ke universitas top dunia, bukti kualitas program mereka.