
Sebagian besar orang berpendapat bahwa tes Speaking merupakan bagian yang paling menantang dalam ujian IELTS. Hal ini wajar mengingat tes ini melibatkan interaksi langsung dengan penguji, di mana kemampuan berbahasa Inggris Anda diuji secara real-time. Banyak peserta merasa gugup karena takut melakukan kesalahan atau kehabisan kata-kata, yang bisa memengaruhi performa secara keseluruhan. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang format tes dan strategi persiapan yang tepat, Anda bisa mengubah tantangan ini menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan terbaik Anda.
Bertemu dengan penguji bisa menjadi pengalaman yang menakutkan, tetapi dengan mengetahui apa yang akan dihadapi, Anda dapat menghadapi hari itu dengan percaya diri dan siap. Persiapan mental dan fisik sangat penting; misalnya, tidur yang cukup malam sebelumnya dan makan makanan bergizi bisa membantu menjaga konsentrasi. Selain itu, memahami kriteria penilaian akan memandu Anda untuk fokus pada area yang paling berpengaruh terhadap skor akhir Anda.
Apa Itu Tes IELTS Speaking?
Tes IELTS Speaking merupakan percakapan santai secara langsung dengan penguji di sebuah ruangan. Ujian ini terbagi menjadi tiga segmen, dan Anda akan dievaluasi berdasarkan empat aspek keterampilan, yakni fluency, vocabulary, grammar, dan pronunciation. Penilaian ini dirancang untuk mengukur seberapa efektif Anda bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris di situasi sehari-hari, akademik, atau profesional. Penguji biasanya adalah penutur asli atau ahli bahasa yang terlatih, sehingga mereka bisa menilai nuansa halus dalam pengucapan dan alur bicara Anda.
Bagian awal adalah pengantar dan sesi wawancara. Pemeriksa IELTS akan memperkenalkan dirinya dan meminta Anda untuk melakukan hal serupa. Ini adalah kesempatan pertama untuk menciptakan kesan positif; jawablah dengan jelas dan ringkas, sambil menunjukkan antusiasme. Penguji juga akan memverifikasi identitas Anda untuk memastikan keamanan proses ujian.
Anda juga akan menjawab beberapa pertanyaan umum mengenai diri Anda, serta topik lain seperti keluarga, pekerjaan, studi, dan hobi Anda. Bagian ini membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima menit. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya sederhana, seperti “Where are you from?” atau “What do you do for a living?”, yang bertujuan untuk membuat Anda rileks dan memulai percakapan dengan lancar. Ini juga membantu penguji menilai kemampuan dasar Anda dalam merespons pertanyaan pribadi.
Segmen kedua adalah monolog. Anda akan menerima kartu yang mencantumkan sebuah topik, serta beberapa poin yang harus Anda bicarakan dalam jawaban Anda. Topik bisa bervariasi, mulai dari pengalaman pribadi hingga opini tentang isu sosial. Penting untuk mencatat poin-poin kunci selama waktu persiapan agar jawaban Anda terstruktur dan mencakup semua elemen yang diminta.
Anda akan diberi waktu sekitar satu menit untuk mempersiapkan apa yang ingin Anda sampaikan, sebelum berbicara selama satu hingga dua menit. Setelah itu, penguji akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda. Gunakan waktu persiapan ini secara efektif dengan membuat outline sederhana: pengantar, isi utama, dan kesimpulan. Ini akan membantu menjaga alur bicara Anda tetap koheren dan menghindari pengulangan yang tidak perlu.
Baca juga: 9 Tips Jitu Menjawab Soal Listening Test
Bagian ketiga adalah percakapan timbal balik. Penguji akan mengemukakan pertanyaan tambahan mengenai topik monolog Anda, dan interaksinya akan berlangsung seperti sebuah percakapan. Sesi ini berlangsung selama empat sampai lima menit. Di sini, penguji akan menyelami lebih dalam, mungkin dengan pertanyaan abstrak seperti “How do you think technology affects relationships?”, untuk menguji kemampuan Anda dalam berdiskusi topik yang lebih kompleks. Ini adalah bagian di mana Anda bisa menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan menggunakan kosakata yang lebih canggih.
Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Saat Tes IELTS Speaking
Ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan untuk menghadapi tes IELTS speaking, diantaranya: Mulai dari aspek mental hingga teknik berbicara, persiapan yang matang bisa membuat perbedaan signifikan dalam skor Anda. Ingatlah bahwa tes ini bukan hanya tentang pengetahuan bahasa, tapi juga tentang bagaimana Anda mengaplikasikannya dalam konteks nyata.
1. Bicaralah Secara Natural
Penguji sedang mengevaluasi kemampuan kamu dalam berbicara dengan lancar, jadi upayakan untuk terdengar alami dan rileks. Rasa cemas umumnya mempercepat cara kita berbicara atau mengganggu pikiran kita. Untuk mengatasinya, cobalah teknik relaksasi seperti meditasi singkat sebelum tes, atau visualisasi diri Anda berhasil menyelesaikan sesi dengan baik. Ini bisa membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kepercayaan diri.
Jika kamu menyadari bahwa itu sedang terjadi, tarik napas dalam-dalam dengan perlahan, beri diri kamu waktu sejenak untuk berhenti dan merenung kapan pun diperlukan. Teknik ini tidak hanya membantu dalam tes IELTS, tapi juga dalam situasi berbicara publik lainnya. Selain itu, latihan rutin dengan teman atau tutor bisa membiasakan Anda dengan ritme bicara yang natural.
Berkatalah dengan alami dan dalam batas kosakata yang Anda kuasai; hanya gunakan istilah yang rumit jika kamu merasa yakin melakukannya. Menggunakan kata-kata yang terlalu sulit secara paksa bisa menyebabkan kesalahan pengucapan atau penggunaan yang salah, yang justru menurunkan skor. Fokuslah pada kejelasan dan kelancaran daripada kompleksitas.
Insight tambahan: Banyak peserta sukses IELTS menyarankan untuk mendengarkan podcast atau TED Talks dalam bahasa Inggris untuk meniru gaya bicara natural penutur asli, yang bisa meningkatkan fluency Anda secara bertahap.
2. Perhatikan Cara Menjawab
Tata bahasa dan kosakata yang tepat bukanlah satu-satunya senjata kamu. Manfaatkan komunikasi non-verbal untuk menarik perhatian penguji dan menciptakan kesan yang sesuai, bahwa memiliki kemampuan dan merasa tenang. Penelitian menunjukkan bahwa bahasa tubuh menyumbang hingga 55% dari komunikasi efektif, jadi gunakan ini untuk keuntungan Anda.
Tersenyumlah dan lakukan tatap muka untuk menjalin hubungan yang baik, serta tunjukkan ekspresi, manfaatkan bahasa tubuh dan intonasi untuk memperkaya jawaban verbal kamu. Misalnya, anggukkan kepala saat setuju dengan pertanyaan penguji, atau gunakan gerakan tangan untuk menekankan poin penting. Hal ini membuat percakapan terasa lebih hidup dan alami.
Ingatlah untuk memakai kata penghubung dan struktur agar kamu dapat memberikan jawaban yang terhubung dengan baik dan konsisten terhadap pertanyaan dari penguji. Kata-kata seperti “furthermore”, “however”, atau “for example” bisa membantu menghubungkan ide-ide Anda, yang meningkatkan skor coherence and cohesion.
Tips SEO-friendly: Saat mempersiapkan, buatlah daftar kata penghubung yang sering digunakan dalam tes IELTS Speaking untuk memperkaya jawaban Anda tanpa terdengar dipaksakan.
3. Kembangkan Jawaban
Sebagai pedoman umum, kamu sebaiknya berusaha untuk berbicara lebih banyak daripada yang diuji. Hindari memberikan jawaban satu kata atau respons yang terjebak dan tidak bisa dikembangkan. Penguji mencari bukti bahwa Anda bisa mempertahankan percakapan panjang, yang mencerminkan kemampuan bahasa di dunia nyata.
Hal ini akan membatasi seberapa jauh Anda dapat menunjukkan kemampuan berbicara kamu. Jelaskan sebaik mungkin, sertakan contoh atau gambarkan ide kamu. Misalnya, tambahkan alasan, konsekuensi, atau perbandingan untuk memperluas jawaban Anda.
Contohnya, jika penguji bertanya tentang apa yang Anda pelajari, jangan hanya menyebutkan nama mata kuliah yang Anda ambil. Sampaikan apakah kamu menyukainya, cara kamu berencana untuk memanfaatkannya di masa mendatang, apa yang sedang kamu lakukan, dan lain-lain. Anda bisa menambahkan narasi pribadi, seperti “I chose this course because it aligns with my career goals in environmental science, and I’ve already applied some concepts in a recent project.”
Baca juga: 9 Beasiswa Kuliah di Yonsei University Yang Bisa Kamu Ikuti
Kamu boleh berbicara terus hingga penguji pindah ke pertanyaan selanjutnya, tetapi waspadalah untuk tetap fokus pada tema. Jika Anda merasa jawaban mulai melenceng, gunakan frasa seperti “To get back to the point…” untuk mengarahkan kembali.
Insight: Banyak siswa yang berhasil mencapai band 7+ melaporkan bahwa mereka berlatih dengan timer untuk memastikan jawaban mereka mencapai durasi minimal tanpa terburu-buru.
4. Latihan
Ini mungkin terdengar biasa, tetapi semakin Anda berlatih, semakin siap kamu pada hari ujian. Praktikkan berbicara bahasa Inggris di hadapan orang lain secepat mungkin dan pada setiap peluang. Bergabung dengan klub bahasa atau grup diskusi online bisa menjadi cara efektif untuk ini.
Jika kamu mau, kamu bisa mencoba berbicara di depan cermin atau merekam diri sendiri untuk mengevaluasi penampilan kamu. Walaupun menarik, krusial untuk tidak berusaha menghafal keseluruhan naskah. Analisis rekaman Anda untuk mengidentifikasi area lemah, seperti pengucapan kata tertentu atau kecepatan bicara.
Ini hanya akan meningkatkan stres kamu jika jawaban kamu tidak sesuai dengan pertanyaan dari penguji, dan kemungkinan kamu terdengar lancar dan alami pun kecil. Sebaliknya, fokus pada improvisasi berdasarkan topik umum.
Di sisi lain, latihlah bahasa Inggris setiap hari dan secara perlahan-lahan tingkatkan keterampilan kamu untuk berdiskusi tentang berbagai topik. Pelajari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya agar kamu memiliki pemahaman yang tepat tentang apa yang mungkin ditanyakan dan cara menjawabnya. Sumber seperti situs resmi IELTS atau buku persiapan bisa memberikan contoh pertanyaan autentik.
Tips tambahan: Buatlah rutinitas harian, seperti membahas berita hari ini dalam bahasa Inggris selama 10 menit, untuk membangun kebiasaan berbicara yang konsisten.
8 Hal yang Harus Dihindari Saat Tes IELTS Speaking
Hal-hal yang harus dihindari saat tes IELTS speaking, diantaranya: Mengetahui kesalahan umum ini bisa membantu Anda menghindari jebakan yang sering menurunkan skor. Banyak peserta gagal mencapai potensi maksimal karena hal-hal sederhana yang bisa dicegah dengan kesadaran dan latihan.
1. Menjawab “I don’t know”
Tes IELTS Speaking merupakan peluang untuk menampilkan keterampilan bahasamu. Bahkan jika topik tidak familiar, gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan Anda dalam merumuskan respons.
Bagian ini dibuat untuk menilai kemampuan bahasa Inggris harian yang akan kamu pakai dalam situasi sosial dan pekerjaan. Format ini menguji cara kamu merespons mengenai tema yang tidak kamu kenali. Penguji mengharapkan Anda untuk berpikir kreatif dan menghubungkan dengan pengalaman pribadi.
Kamu harus berusaha menyampaikan ide-idemu dan mengekspresikan diri dengan jelas. Hindari mengatakan “I don’t know” terlalu sering, karena jawaban itu tidak menunjukkan kemampuan berbicaramu. Ini bisa dianggap sebagai kurangnya usaha untuk berkomunikasi.
Sebaliknya, coba katakan: “I’m not particularly familiar with this subject, but I think…”. Atau, hubungkan dengan sesuatu yang Anda tahu: “While I haven’t experienced this directly, it’s similar to…”.
Dengan cara ini, kamu memperlihatkan bahwa kamu berusaha menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam diskusi, dan dengan yakin mengatasi topik yang tidak kamu pahami. Ini juga meningkatkan skor fluency karena Anda terus berbicara.
Narasi tambahan: Bayangkan situasi di tempat kerja di mana Anda harus mendiskusikan topik baru; kemampuan ini sangat berharga di lingkungan internasional.
2. Menggunakan idiom secara berlebihan
Idiom dapat membuatmu terdengar cerdas, tetapi sulit untuk diterapkan. Idiom merupakan frasa seperti “a piece of cake”, yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang gampang. Namun, konteks budaya bisa membuatnya salah paham jika tidak tepat.
Walaupun idiom dapat memperkaya dialog dan mencerminkan pemahamanmu tentang bahasa Inggris, penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat berdampak pada skormu dalam Lexical Resource. Penguji bisa mendeteksi jika idiom terasa dipaksakan.
Hindari memaksakan diri untuk memakai idiom jika kamu merasa tidak yakin. Sebaliknya, konsentrasilah pada kata-kata yang sudah kamu ketahui, yang membuatmu nyaman, dan sering kamu pakai dalam berbicara. Ini memastikan autentisitas dalam respons Anda.
Aspek yang tak kalah penting adalah memiliki sikap yang koheren. Dengan kata lain, gagasan yang kamu sampaikan perlu terstruktur dengan baik dan saling berkaitan, agar mudah diikuti dan dipahami. Gunakan transisi alami untuk ini.
Walaupun ketepatan bahasa itu krusial, lebih baik berkomunikasi dengan cara yang alami dan mengalir. Para penguji menyadari bahwa tidak ada individu yang sempurna, dan mereka lebih menghargai kelancaran serta kemampuan dalam menyampaikan ide dibandingkan dengan penguasaan tata bahasa yang ideal.
Jika kamu memutuskan untuk memakai idiom, pastikan idiom itu menambah kejelasan dan kohesi jawabanmu dalam tes IELTS Speaking. Contoh yang tepat bisa meningkatkan skor, tapi kesalahan bisa menurunkannya.
Tips: Pelajari 5-10 idiom umum terkait topik IELTS dan latihlah penggunaannya dalam konteks yang benar.
3. Hindari Menggunakan Bahasa yang Tidak Sopan
Selalu pertahankan nada yang santun dan menghormati selama ujian IELTS Speaking. Ketika menjawab pertanyaan, jauhi ungkapan yang dapat dianggap kasar atau tidak sopan. Ini mencerminkan kemampuan komunikasi profesional Anda.
Contohnya, hindari berkata: “itu adalah pertanyaan bodoh”, meskipun itu merupakan bagian dari ungkapan alami kamu. Sebaliknya, katakan “That’s an interesting question” atau “I’m not sure, but let’s see.”
Ingat, ujian berbicara merupakan indikator cara kamu berinteraksi dengan orang lain, jadi pastikan untuk selalu bersikap santun ketika menjawab pertanyaan. Ini juga membantu membangun rapport dengan penguji, yang bisa memengaruhi suasana tes secara positif.
Insight: Dalam budaya bisnis internasional, kesopanan adalah kunci sukses, dan tes IELTS dirancang untuk mempersiapkan Anda untuk itu.
4. Menghapal Jawaban
Walaupun tes IELTS Speaking dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab, ujian ini merupakan evaluasi tentang cara kamu berbicara dalam situasi yang tidak terduga. Menghafal bisa membuat Anda kaku jika pertanyaan sedikit berbeda.
Walaupun kamu mungkin ingin mengingat jawaban dari pertanyaan umum agar terlihat baik, memberikan jawaban yang diingat ternyata bisa membuat skormu menurun. Penguji terlatih untuk mendeteksi respons yang terlatih.
Hal ini disebabkan oleh jawaban biasa yang diucapkan tanpa pemikiran mendalam sehingga pernyataanmu terdengar tidak alami dan terlatih. Ini menurunkan skor fluency dan pronunciation.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Singapura! Ada Wishlistmu?
Penilai menginginkan kelancaran dan percakapan yang mengalir dengan alami, jadi kamu perlu memberi perhatian pada menjawab pertanyaan dengan jujur dan spontan. Latihlah topik, bukan jawaban spesifik.
Tips: Gunakan metode role-play dengan partner untuk mensimulasikan tes nyata dan meningkatkan kemampuan improvisasi.
5. Keluar dari Topik
Tetap fokus pada tema yang sedang dibahas adalah hal yang krusial selama ujian. Ketika menjawab dengan menyimpang dari topik, itu menunjukkan bahwa kamu tidak sepenuhnya mengerti pertanyaannya. Ini bisa menurunkan skor lexical resource dan coherence.
Pastikan kamu sepenuhnya memahami apa yang ditanyakan oleh penguji, dan mintalah mereka untuk mengulangi atau menjelaskan pertanyaannya dengan lebih rinci jika kamu merasa ragu. Frasa seperti “Could you repeat that, please?” menunjukkan inisiatif positif.
Perhatikan! Penguji tidak berharap kamu memahami segalanya, dan tidak ada salahnya meminta mereka untuk menjelaskan pertanyaannya lagi. Ini justru menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik.
Selain menunjukkan bahwa kamu mengerti apa yang ditanyakan, tetap konsentrasi pada topik juga membantumu menggunakan kosakata dan gagasan yang relevan. Ini memperkuat argumen Anda secara keseluruhan.
Apabila kamu menyadari bahwa jawabanmu melenceng dari topik, hentikan sejenak, usahakan untuk fokus kembali, dan kembalikan jawabanmu ke tema yang sedang dibahas. Gunakan transisi seperti “Anyway, regarding the main point…”.
Kemampuan untuk mengontrol pikiranmu mencerminkan penguasaan bahasa yang dapat memukau penguji. Ini adalah skill yang berguna di luar tes juga.
Narasi: Banyak cerita sukses dari peserta yang belajar dari kesalahan ini melalui simulasi tes berulang.
6. Menggunakan Bahasa yang Berulang-ulang
Penting untuk menerapkan variasi kata saat mengikuti tes Speaking IELTS. Menggunakan kata yang sama, seperti “people”, dapat menciptakan kesan bahwa kamu kurang memiliki variasi dalam kosakata. Sebaliknya, usahakan untuk lebih tepat dan variasikan pilihan kata yang kamu gunakan. Misalnya, ganti “people” dengan “individuals”, “citizens”, atau “residents” tergantung konteks.
Pada saat yang sama, penting untuk berbicara dengan lancar tanpa banyak jeda atau memakai kata tambahan seperti “um” dan “uh”. Penambahan ini bisa mengganggu dialog dan membuatmu tampak ragu. Latihan mindfulness bisa membantu mengurangi filler words ini.
Agar kefasihanmu meningkat, latihlah berbicara mengenai berbagai tema. Hal ini akan membantumu dalam berpikir dan menjawab pertanyaan dengan lebih cepat, sehingga mengurangi keperluanmu untuk menggunakan kata-kata tambahan. Coba topik seperti lingkungan, teknologi, atau pendidikan untuk memperluas vocabulary.
Tips SEO-friendly: Cari sinonim kata kunci IELTS Speaking untuk memperkaya latihan Anda dan meningkatkan skor lexical resource.
7. Tidak Mempertahankan Kecepatan dan Volume Suara yang Sesuai
Salah satu metode terbaik untuk memperlihatkan kepada penguji bahwa kamu menguasai bahasa Inggris adalah dengan berbicara dengan penuh keyakinan. Ini mencakup kontrol atas elemen paralinguistik seperti kecepatan dan volume.
Kamu bisa melakukannya dengan menyelaraskan kecepatan dan volume berbicara. Maksudnya berbicaralah dengan kecepatan yang wajar dan suara yang jelas agar penguji bisa mengerti. Idealnya, sekitar 150-160 kata per menit untuk fluency optimal.
Hindari berbicara dengan kecepatan yang terlalu lambat atau terlalu cepat. Bukan hanya sulit untuk mengerti kamu, tetapi penguji mungkin akan menilai kamu kurang percaya diri. Kecepatan lambat bisa menandakan keraguan, sementara cepat bisa menunjukkan kegugupan.
Agar keterampilan berbicaramu semakin baik, usahakan untuk mengubah variasi nada saat berbicara sehingga ucapanmu tetap menarik. Ini membuat percakapan lebih engaging.
Gunakan intonasi yang bervariasi untuk menyoroti kata-kata dan mengekspresikan perasaanmu. Jauhi nada yang datar supaya tidak terdengar membosankan. Latihan dengan rekaman suara bisa membantu Anda menyadari pola intonasi Anda.
Insight: Penutur asli sering menggunakan variasi ini secara alami, jadi tirulah melalui media seperti film atau podcast.
8. Memberikan Jawaban yang Terlalu Singkat
Tes IELTS Speaking merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan berbahasa yang kamu miliki, jadi pastikan untuk berbicara! Jawaban singkat membatasi kesempatan penguji untuk menilai kemampuan penuh Anda.
Memberi jawaban singkat satu kata seperti “Yes” atau “No” tidak akan menunjukkan kepada penguji bahwa kamu mahir berbahasa Inggris. Soal tes umumnya dibuat untuk dijawab dalam dua hingga enam kalimat, jadi persiapkan jawabanmu sejalan dengan itu. Selalu tambahkan penjelasan atau contoh.
Contoh: Jika ditanya “Do you like traveling?”, jangan jawab “Yes.” Sebaliknya, katakan “Yes, I love traveling because it allows me to experience new cultures, and last year I visited Japan where I tried authentic sushi for the first time.”
Tips: Latihlah dengan aturan “PEE” – Point, Explain, Example – untuk setiap jawaban agar lebih panjang dan struktural.
Persiapkan Dirimu Bersama Ultimate Education
Mempersiapkan ujian IELTS Speaking bukanlah hal yang sederhana, tetapi hasilnya akan sepadan jika kamu mendapatkan nilai yang baik. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa mencapai band score yang diinginkan untuk studi atau karir di luar negeri.
Dengan menghindari delapan hal yang tidak seharusnya diucapkan dan dikerjakan, kamu bisa meningkatkan kemungkinan untuk meraih hasil IELTS yang memuaskan secara keseluruhan. Kombinasikan dengan latihan rutin untuk hasil optimal.
Nah, untuk mendukungmu mendapat hasil ujian IELTS yang memuaskan, bergabunglah dengan Ultimate Education. Kami menawarkan program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, termasuk simulasi tes dan feedback personal.
Di sini kamu akan mendapat dukungan dari tutor yang berpengalaman dapat membantu kamu mempersiapkan diri secara efektif dan mencapai tujuan IELTS kamu. Tutor kami memiliki track record membantu ratusan siswa mencapai band 7+.
Jangan ditunda, segera bergabung dengan Ultimate Education! Mulai perjalanan Anda menuju kesuksesan IELTS hari ini dengan konsultasi gratis kami.
