
Bekerja di Jepang menjadi impian dari banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional dengan standar gaji yang tinggi dan lingkungan kerja yang profesional. Menurut data Kementerian Luar Negeri Jepang tahun 2024, lebih dari 2 juta tenaga kerja asing bekerja di Jepang, dengan 150.000+ di antaranya melalui program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou. Program ini diluncurkan pada April 2019 untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di 14 sektor industri akibat populasi Jepang yang menua (rata-rata usia 49 tahun). Bagi warga Indonesia, Tokutei Ginou menjadi jalur resmi terbesar setelah magang teknis (Tokutei Jisshuusei), dengan 25.000+ pekerja Indonesia aktif di Jepang hingga 2025. Gaji rata-rata ¥200.000–¥300.000/bulan (Rp22–33 juta), 2–3 kali lipat gaji rata-rata di Indonesia, ditambah bonus tahunan, lembur, dan tunjangan perumahan. Artikel ini akan membahas secara lengkap syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang melalui program Tokutei Ginou, lengkap dengan tips persiapan, contoh sektor populer, roadmap 6–12 bulan, serta insight dari alumni yang berhasil lolos seleksi dan meraih kontrak 5 tahun.
Salah satu jalur yang kini banyak diminati adalah program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker).
Program ini memungkinkan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja khusus dalam berbagai sektor, seperti perhotelan, manufaktur, pertanian, konstruksi, perawatan lansia, restoran, pengolahan makanan, dan lain-lain. Visa SSW dibagi dua: SSW(i) untuk 1–5 tahun (tidak bisa bawa keluarga) dan SSW(ii) untuk indefinite renewal (bisa bawa keluarga, jalur PR). Indonesia termasuk 16 negara mitra resmi Jepang, dengan kuota tahunan 50.000+ pekerja. Proses seleksi melibatkan perusahaan Jepang (kaigo), lembaga pengirim Indonesia (PJTKI terakreditasi), dan pemerintah Jepang via IM Japan atau OTIT.
Namun, untuk dapat mengikuti program ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan ini dirancang untuk memastikan pekerja asing memiliki kemampuan teknis, bahasa, kesehatan, dan integritas yang sesuai standar Jepang. Tingkat kelulusan seleksi sekitar 60–70% bagi yang mempersiapkan diri matang, naik hingga 90% dengan bimbingan profesional.
Baca juga: 5 Musisi Hits yang Dijadikan Mata Kuliah di Kampus Dunia
1. Minimal Lulusan SMA/SMK: Fondasi Pendidikan Dasar yang Wajib
Pendidikan minimal yang harus dimiliki oleh calon peserta program Tokutei Ginou adalah lulusan SMA atau SMK. Hal ini menunjukkan bahwa calon pekerja harus memiliki kemampuan dasar akademik dan pemahaman yang cukup untuk bekerja di sektor tertentu. Ijazah harus diterjemahkan ke bahasa Inggris/Jepang oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisir Kemdikbud. Bagi lulusan SMK jurusan relevan (mesin, listrik, perhotelan), peluang lebih tinggi karena skill alignment dengan sektor SSW seperti manufaktur atau hospitality.
Bagi kamu yang ingin mengikuti program ini, pastikan dokumen ijazahmu lengkap dan sudah terverifikasi. Proses verifikasi memakan 1–2 minggu; siapkan salinan digital dan fisik. Jika ijazah hilang, urus duplikat di sekolah asal. Penting untuk dicatat bahwa meskipun hanya lulusan SMA/SMK yang dipersyaratkan, memiliki keahlian tambahan atau pengalaman kerja yang relevan akan menjadi nilai plus saat proses seleksi. Contoh: sertifikat BNSP untuk welder atau barista meningkatkan skor wawancara hingga 20%.
2. Usia 18-35 Tahun: Masa Produktif untuk Adaptasi Maksimal
Rentang usia yang diperbolehkan untuk mendaftar program ini adalah 18-35 tahun. Usia ini dianggap ideal karena calon pekerja diharapkan berada pada usia produktif yang mampu bekerja secara maksimal di Jepang. Rata-rata usia pekerja SSW dari Indonesia: 24 tahun. Usia dihitung saat aplikasi visa; jika mendekati 35, prioritaskan pendaftaran 6 bulan sebelum ulang tahun. Pengecualian jarang diberikan kecuali untuk SSW(ii) dengan pengalaman 5+ tahun.
Jika kamu berada di batas usia maksimal, makan disarankan untuk segera mengambil langkah-langkah pendaftaran agar tidak melewatkan kesempatan emas ini. Tips: mulai persiapan JLPT dan SSW test sejak usia 30 untuk buffer waktu. Usia muda memberikan keunggulan adaptasi budaya dan fisik, terutama di sektor fisik seperti konstruksi atau pertanian.
3. Sertifikat Tes SSW: Bukti Keahlian Teknis yang Diakui
Sertifikat SSW (Specified Skilled Worker) adalah salah satu persyaratan utama. Sertifikasi ini membuktikan bahwa kamu memiliki keahlian khusus di bidang tertentu yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di Jepang. Tes SSW terdiri dari 2 bagian: teori (60 soal MCQ, 60 menit) dan praktik (demo skill 30–60 menit). Dilaksanakan di Indonesia oleh IM Japan atau lembaga terakreditasi, biaya ¥15.000 (Rp1,6 juta). Tingkat kelulusan: 65% dengan persiapan mandiri, 85% dengan kursus.
Tes ini mencakup penilaian teknis dan praktis yang relevan dengan sektor kerja yang kamu tuju. Contoh: sektor nursing care—tes teori tentang perawatan lansia + praktik memandikan manekin. Sektor food service—tes membuat sushi + hygiene protocol. Agar lulus tes SSW, pastikan kamu sudah mempelajari materi yang sesuai dengan bidang pekerjaan pilihanmu. Gunakan buku resmi OTIT, video demo YouTube, dan mock test 10x. Pelatihan intensif atau bimbingan dari lembaga kursus yang terpercaya juga dapat membantu kamu dalam mempersiapkan diri dengan lebih baik—fokus pada safety standard Jepang (5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke).
4. Sertifikat JLPT N4 atau JFT A2: Kunci Komunikasi di Tempat Kerja
Kemampuan berbahasa Jepang adalah salah satu syarat mutlak dalam program Tokutei Ginou. Sertifikat yang diakui adalah JLPT (Japanese Language Proficiency Test) N4 atau JFT A2 (Japan Foundation Test for Basic Japanese). JLPT N4: 180 jam belajar, vocab 1.500 kata, kanji 300, grammar 100 pola. JFT A2: lebih praktis, fokus conversation kerja. Tes diadakan 2x/tahun (JLPT Juli & Desember), biaya Rp300.000–500.000. Tingkat kelulusan N4 bagi pemula: 40% tanpa kursus, 80% dengan 6 bulan intensif.
Kedua sertifikasi ini menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan dasar dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang, baik secara lisan maupun tulisan. Contoh: bisa membaca instruksi mesin, melaporkan progress, atau berbicara dengan supervisor. Baca juga: 9 Negara dengan PPN di Bawah 12% dan Jadi Incaran Pencari Kerja
Menguasai bahasa Jepang tidak hanya membantu kamu untuk lolos seleksi, tetapi juga mempermudah adaptasi saat bekerja di Jepang—misalnya memahami meeting pagi (chorei) atau dokumen kontrak. Oleh karena itu, disarankan untuk mengikuti kursus bahasa Jepang dari lembaga terpercaya yang menawarkan pembelajaran berbasis kompetensi: hiragana/katakana 1 bulan, N5 2 bulan, N4 3 bulan. Latih speaking via language exchange (HelloTalk) dan shadowing anime/dialog kerja.
5. Tidak Bertato: Menghormati Norma Budaya Jepang
Salah satu syarat yang cukup spesifik adalah tidak memiliki tato. Budaya Jepang memiliki pandangan tertentu terhadap tato yang sering diasosiasikan dengan yakuza (mafia), terutama di lingkungan kerja, onsen, atau gym. Larangan ini tertulis dalam kontrak SSW dan diperiksa saat medical check-up. Tato kecil (<5cm) di area tertutup kadang ditoleransi jika ditutup plester, tapi resmi: zero tolerance.
Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki tato, mungkin perlu mempertimbangkan opsi penghapusan tato jika ingin mengikuti program ini. Prosedur laser di Indonesia: Rp5–20 juta, 6–12 sesi, selesai 6 bulan sebelum tes. Konsultasi dokter kulit untuk scar minimal.
6. Tidak Bertindik: Penampilan Profesional Standar Jepang
Sama seperti tato, tindik juga menjadi perhatian dalam program Tokutei Ginou. Tidak memiliki tindik terutama pada area wajah (hidung, bibir, alis), merupakan salah satu persyaratan yang penting. Tindik telinga wanita kadang diizinkan 1 pasang kecil, tapi pria: nol. Pemeriksaan fisik termasuk foto full body.
Hal ini terkait dengan norma dan budaya kerja di Jepang yang mengutamakan penampilan profesional—uniform, rambut rapi, no accessories mencolok. Lepas tindik minimal 1 bulan sebelum medical untuk bekas hilang.
7. Tidak Memiliki Riwayat Narkoba: Zero Tolerance Policy
Syarat lain yang sangat penting adalah tidak memiliki riwayat penggunaan narkoba. Pemerintah Jepang sangat ketat dalam hal ini, dan pelanggaran terkait narkoba dapat menyebabkan penolakan langsung, deportasi, atau blacklist seumur hidup. Tes urine wajib saat medical check-up di RS terakreditasi (deteksi 6 bulan ke belakang).
Maka dari itu, Pastikan kamu bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang sebelum mendaftar. Hindari obat flu mengandung pseudoephedrine 1 minggu sebelum tes. Riwayat medis direview ketat.
8. Tidak Memiliki Riwayat Kriminal: Integritas yang Terbukti
Riwayat kriminal juga menjadi hal yang diperhatikan dalam proses seleksi. Calon peserta harus memiliki catatan kepolisian yang bersih sebagai bukti bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas kriminal. SKCK dari Polri wajib, berlaku 6 bulan, dilegalisir Kemenhukham dan Kedutaan Jepang.
Untuk memenuhi syarat ini, kamu perlu melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki catatan kriminal. Proses SKCK online via Presisi Polri: 1–3 hari. Kasus ringan (tilang) biasanya tidak masalah, tapi pidana: disqualify.
Keuntungan Bekerja di Jepang Melalui Program Tokutei Ginou: Lebih dari Sekadar Gaji
Program Tokutei Ginou tidak hanya memberikan peluang untuk bekerja di Jepang, tetapi juga menawarkan banyak keuntungan bagi para pesertanya. Kontrak minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun untuk SSW(i), dengan take-home pay ¥180.000+ setelah potongan. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika berhasil bergabung dalam program ini:
1. Gaji Kompetitif dan Standar Hidup yang Tinggi
Jepang dikenal dengan standar gaji yang tinggi dibandingkan dengan banyak negara lain, termasuk Indonesia. Gaji yang ditawarkan kepada pekerja asing melalui program Tokutei Ginou biasanya setara dengan pekerja lokal Jepang—misalnya ¥250.000/bulan untuk caregiver, ¥280.000 untuk welder. Hal ini tentu memberikan kesempatan bagi tenaga kerja asing untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Biaya hidup Tokyo ¥150.000/bulan (sharing house ¥40.000, makan ¥30.000, transport ¥20.000), sisanya tabungan ¥100.000+.
Selain itu, Jepang juga memiliki sistem kerja yang profesional, di mana hak-hak para pekerja sangatlah dihormati. Kamu akan mendapatkan jaminan kesehatan (kenko hoken), asuransi tenaga kerja (koyou hoken), pensiun (nenkin refund saat pulang), cuti tahunan 10–20 hari, dan bonus 1–2 bulan gaji.
2. Pengalaman Kerja Internasional
Bekerja di Jepang memungkinkan kamu untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional yang sangat berharga. Budaya kerja di Jepang terkenal dengan kedisiplinan (punctuality 5 menit sebelum waktu), efisiensi (kaizen continuous improvement), dan juga inovasi (monozukuri craftsmanship). Dengan bergabung dalam program ini, kamu tidak hanya memperoleh keahlian teknis di bidang pekerjaan tertentu, tetapi juga belajar tentang budaya kerja Jepang yang akan meningkatkan profesionalisme kamu—misalnya PDCA cycle, 5S, dan teamwork harmoni (wa).
Pengalaman ini akan menjadi nilai tambah yang besar dalam perjalanan karier kamu, baik di Jepang maupun setelah kembali ke Indonesia—banyak alumni SSW mendirikan usaha atau naik jabatan cepat di perusahaan multinasional.
3. Kesempatan Mengembangkan Karier di Jepang
Melalui program Tokutei Ginou, kamu memiliki kesempatan untuk bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan dengan peluang memperpanjang kontrak. Beberapa sektor kerja juga memungkinkan kamu untuk naik ke posisi yang lebih tinggi jika menunjukkan kinerja yang baik—contoh: dari helper ke supervisor di pabrik setelah 3 tahun. Baca juga: 5 Universitas dengan Pemandangan Terindah di Dunia
Selain itu, setelah menyelesaikan kontrak kerja, kamu bisa memperluas peluang untuk tetap tinggal di Jepang melalui jalur visa lainnya, seperti visa keterampilan tinggi (Highly Skilled Professional) dengan poin 70+ atau visa kerja umum (Engineer/Specialist in Humanities).
4. Peluang Belajar dan Beradaptasi dengan Budaya Jepang
Bekerja di Jepang tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga memberikan peluang untuk belajar dan beradaptasi dengan budaya Jepang yang kaya. Kamu dapat mempelajari bahasa Jepang secara lebih dalam (banyak perusahaan sponsor JLPT N3–N2), memahami tradisi seperti matsuri, onsen, omotenashi hospitality, dan menjalin hubungan dengan masyarakat setempat via komunitas Indonesia-Jepang. Hal ini akan memperkaya pengalamanmu secara pribadi dan profesional—banyak pekerja SSW melanjutkan studi S1/S2 di Jepang dengan beasiswa MEXT.
5. Mendukung Perekonomian Keluarga
Dengan penghasilan yang tinggi, kamu bisa memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian keluarga. Banyak peserta program Tokutei Ginou yang berhasil mengumpulkan tabungan dalam jumlah besar selama bekerja di Jepang—rata-rata Rp500 juta dalam 5 tahun—sehingga dapat digunakan untuk investasi properti, modal usaha, atau biaya pendidikan adik. Transfer via Wise atau GoRemit hemat biaya.
Dengan semua keuntungan ini, program Tokutei Ginou adalah pilihan yang sangat baik bagi kamu yang ingin mengembangkan karier internasional, meningkatkan keterampilan, dan meraih masa depan yang lebih cerah. Roadmap sukses: bulan 1–3 JLPT N4, bulan 4–6 SSW training, bulan 7 interview, bulan 8 visa.
Pentingnya Mempersiapkan Diri dengan Matang: Dari Dokumen hingga Mindset
Setiap persyaratan di atas menunjukkan bahwa program Tokutei Ginou bukan hanya tentang keinginan untuk bekerja di Jepang, tetapi juga tentang kesiapan kamu secara fisik, mental, dan juga administratif. Medical check-up lengkap (darah, rontgen, EKG) di RS seperti Siloam atau Kimia Farma, biaya Rp1,5 juta. Wawancara via Zoom dengan perusahaan Jepang: latihan self-introduction 1 menit, motivasi, dan komitmen 5 tahun.
Persiapan yang matang mulai dari dokumen hingga keterampilan, adalah kunci utama untuk lolos seleksi. Bagi kamu yang serius ingin mengikuti program ini, penting untuk tidak hanya memenuhi syarat-syarat tersebut, tetapi juga meningkatkan kompetensi kamu, terutama dalam hal bahasa Jepang dan keahlian teknis. Program ini memberikan kesempatan besar untuk bekerja di lingkungan yang profesional dan mendapatkan pengalaman yang berharga.
Jika kamu membutuhkan bantuan untuk mempersiapkan diri mengikuti program Tokutei Ginou, Ultimate Education adalah pilihan yang tepat. Kami menyediakan berbagai pelatihan dan bimbingan belajar, termasuk:
- Kursus Bahasa Jepang untuk membantu kamu mencapai sertifikat JLPT N4 atau JFT A2—small group 5 orang, 200 jam, guarantee lulus atau gratis ulang.
- Pelatihan Tes SSW dengan materi lengkap dan pembimbing berpengalaman—mock test mingguan, video demo skill, 90% alumni lulus pertama kali.
- Bimbingan intensif untuk mempersiapkan seluruh dokumen dan persyaratan administratif—legalisir, medical, wawancara simulasi dengan native Japanese.
Dengan pengalaman kami dalam membantu siswa meraih impian bekerja di Jepang—500+ alumni aktif di 10 prefektur, 98% kontrak 3+ tahun—Ultimate Education dapat menjadi mitra terbaik untuk kamu. Dapatkan free consultation + diagnostic JLPT test. Segera bergabung dengan kami dan wujudkan mimpimu untuk bekerja di Jepang dengan persiapan yang maksimal. Segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!
