Back

Kenapa Harus Kuliah ke Italia? Ini 6 Alasan yang Perlu Kamu Tahu!

kuliah di Italia

Jika kamu sedang merencanakan studi ke luar negeri, Italia mungkin belum berada di urutan teratas daftar tujuan kamu. Namun, negara yang terletak di jantung Eropa Selatan ini sebenarnya menyimpan segudang keunggulan sebagai destinasi pendidikan tinggi. Dari kota-kota bersejarah yang penuh seni hingga universitas-universitas berusia ratusan tahun, Italia menawarkan kombinasi sempurna antara akademik berkualitas, pengalaman budaya mendalam, dan gaya hidup yang menyenangkan—semua dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan banyak negara Eropa lainnya.

Tak hanya terkenal akan warisan sejarah dan budayanya yang kaya, Italia juga memiliki sistem pendidikan yang kompetitif, lingkungan hidup yang nyaman, serta kehidupan sosial yang menyenangkan. Negara ini menjadi rumah bagi lebih dari 60.000 mahasiswa internasional setiap tahunnya, yang datang dari berbagai belahan dunia untuk mengejar gelar di bidang seni, desain, teknik, bisnis, hingga humaniora. Dengan lokasi strategis di tengah Laut Mediterania, Italia bukan hanya tempat belajar—tapi juga destinasi untuk menemukan diri sendiri di tengah keindahan abadi.

Nah, di artikel ini kita akan membahas secara lengkap alasan-alasan kenapa kamu harus mempertimbangkan Italia sebagai negara tujuan untuk melanjutkan studi. Kami akan mengulas 6 alasan utama secara mendalam, lengkap dengan data, insight dari mahasiswa Indonesia yang sudah kuliah di Italia, serta tips praktis agar persiapanmu lebih matang. Yuk, simak 6 alasan utama kenapa kuliah di Italia bisa menjadi keputusan terbaik dalam hidupmu—dan mungkin, mengubah cara pandangmu tentang studi di luar negeri!

Baca juga: SKY University! Kumpulan 3 Universitas Paling Elit di Korea Selatan

1. Negara yang Hangat dan Menyenangkan untuk Ditinggali

Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan suasana yang hangat, baik secara iklim maupun sosial. Iklim mediterania yang mendominasi sebagian besar wilayah Italia menciptakan empat musim yang relatif bersahabat. Musim panas (giugno–agosto) hangat dengan suhu rata-rata 25–30°C, cocok untuk menikmati pantai di Sicily atau Amalfi. Musim semi (marzo–maggio) dipenuhi bunga sakura dan festival lokal, sementara musim gugur (settembre–novembre) menawarkan pemandangan dedaunan emas di Tuscany. Bahkan musim dingin (dicembre–febbraio) di Italia selatan jarang turun di bawah 5°C—jauh lebih nyaman dibandingkan Eropa Utara.

Musim panas hangat dengan langit cerah, musim semi yang penuh bunga, musim gugur dengan dedaunan berwarna-warni, serta musim dingin yang tidak terlalu ekstrem—semua menciptakan pengalaman hidup yang menyenangkan bagi mahasiswa internasional. Iklim ini mendukung gaya hidup aktif: bersepeda di kota, piknik di taman, atau sekadar berjalan-jalan menikmati arsitektur bersejarah tanpa perlu jaket tebal sepanjang tahun.

Selain itu, masyarakat Italia juga terkenal ramah dan ekspresif. Budaya sosial yang terbuka membuat mahasiswa asing merasa lebih mudah beradaptasi dan diterima. Orang Italia dikenal dengan konsep la dolce vita—menikmati hidup dengan santai, penuh semangat, dan selalu siap berbagi tawa. Mereka sering mengajak teman baru untuk aperitivo (happy hour dengan camilan), passeggiata (jalan santai sore hari), atau sekadar ngobrol panjang di piazza.

Orang-orang di Italia senang berbincang, hangout di kafe, atau sekadar menikmati sore di taman kota. Bagi kamu yang datang dari budaya kolektif seperti Indonesia, atmosfer sosial Italia akan terasa cukup familiar dan bersahabat. Banyak mahasiswa Indonesia di Italia mengaku bahwa dalam 1–2 bulan, mereka sudah memiliki lingkaran pertemanan lokal yang hangat—sesuatu yang jarang didapat di negara Eropa lain yang lebih individualis. Rasa familia dan kehangatan sosial ini membantu mengurangi homesickness dan membuat pengalaman kuliah di Italia terasa seperti pulang ke rumah kedua.

Manfaatkan acara international student welcome week di universitas untuk langsung berkenalan dengan teman lokal dan internasional. Jangan ragu untuk memulai percakapan—orang Italia sangat terbuka dan menghargai usaha berbahasa Italia sederhana seperti Ciao, come stai?.

2. Rumah bagi Salah Satu Lembaga Pendidikan Tertua di Dunia

Italia bukan hanya dikenal karena keindahan arsitektur dan budayanya, tetapi juga karena sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Tahukah kamu bahwa Universitas Bologna di Italia adalah universitas tertua di Eropa dan salah satu yang tertua di dunia? Didirikan pada tahun 1088 oleh sekelompok pelajar yang ingin belajar hukum, kedokteran, dan seni secara mandiri, Bologna menjadi cikal bakal sistem universitas modern yang kita kenal hari ini—dengan struktur fakultas, gelar akademik, dan kebebasan berpikir.

Didirikan pada tahun 1088, universitas ini menjadi tonggak sejarah lahirnya sistem pendidikan tinggi modern di benua Eropa. Hingga kini, Universitas Bologna tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia, terutama di bidang hukum, humaniora, dan ilmu sosial—sering masuk dalam peringkat QS Top 100 global.

Selain Bologna, ada banyak universitas ternama lainnya di Italia seperti Sapienza University of Rome (didirikan 1303, universitas terbesar di Eropa dengan 115.000 mahasiswa), Politecnico di Milano (terkemuka di bidang teknik, arsitektur, dan desain—peringkat 1 di Italia untuk engineering), Università di Padova (tempat Galileo Galilei pernah mengajar), dan Università degli Studi di Milano (kuat di kedokteran dan life sciences).

Lembaga-lembaga ini tidak hanya memiliki reputasi akademik yang solid, tetapi juga menawarkan berbagai program studi lintas disiplin yang relevan dengan perkembangan zaman. Misalnya, program Sustainable Fashion di Politecnico di Milano, International Relations di Bologna, atau Neuroscience di Sapienza—semuanya dirancang dengan kurikulum berbasis riset dan kolaborasi industri.

Sistem pendidikan tinggi di Italia juga berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Penelitian Italia (MIUR), yang menjamin kualitas kurikulum dan pengajaran. Semua universitas negeri di Italia terakreditasi secara nasional dan diakui di seluruh Uni Eropa melalui proses Bologna—artinya gelar S1/S2 Italia otomatis diakui di 48 negara Eropa tanpa proses equivalenza tambahan.

Universitas-universitas di Italia terlibat dalam berbagai proyek riset internasional dan menjalin kerja sama dengan institusi dari seluruh dunia. Contohnya: Politecnico di Milano bekerja sama dengan MIT dan Tsinghua University, sementara Sapienza terlibat dalam proyek CERN dan ESA. Bagi mahasiswa Indonesia, kuliah di Italia berarti akses ke jaringan akademik global yang kuat—sangat berharga untuk karir di perusahaan multinasional atau riset internasional.

Pilih universitas berdasarkan spesialisasi—misalnya Politecnico untuk desain/teknik, Bocconi untuk bisnis, atau Sant’Anna untuk ilmu politik. Gunakan situs Universitaly.it untuk mencari program dan persyaratan resmi.

3. Tersedia Lebih dari 600 Program Studi Berbahasa Inggris

Salah satu kekhawatiran utama mahasiswa internasional saat ingin kuliah di luar negeri adalah kendala bahasa. Namun kamu tidak perlu khawatir karena saat ini Italia telah menyediakan lebih dari 600 program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris, baik di jenjang S1, S2, maupun S3. Data dari Study in Italy (2025) menunjukkan bahwa jumlah program berbahasa Inggris meningkat 15% setiap tahun sejak 2020—menjadikan Italia salah satu negara non-Anglophone dengan penawaran terbanyak di Eropa.

Program-program ini mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, teknik, arsitektur, ilmu sosial, bisnis internasional, desain, seni, bahkan studi humaniora. Contoh populer: MSc in Management di Bocconi University, Bachelor in Design di IED Milano, Master in Artificial Intelligence di Politecnico di Torino, atau MA in Cultural Heritage di University of Bologna. Fleksibilitas bahasa ini tentu sangat memudahkan mahasiswa asing yang belum fasih berbahasa Italia—Anda bisa fokus pada akademik tanpa beban bahasa tambahan.

Baca juga: Gak Pake Lama! Ini Cara Tercepat untuk Bisa Tinggal di Jerman

Selain itu, banyak kampus yang juga menyediakan kursus bahasa Italia secara gratis atau dengan biaya terjangkau bagi mahasiswa internasional agar mereka tetap bisa beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di luar kampus. Universitas seperti Sapienza dan Padova menawarkan Italian for Foreigners (A1–B2) tanpa biaya tambahan—sangat membantu untuk belanja di pasar, ngobrol dengan tetangga, atau magang di perusahaan lokal.

Dengan sistem pembelajaran berstandar internasional dan kurikulum berbasis praktik serta riset, mahasiswa lulusan Italia siap bersaing di kancah global. Banyak program menawarkan internship wajib di perusahaan seperti Ferrari, Gucci, ENI, atau startup di Milan—memberikan pengalaman kerja Eropa sebelum lulus.

Bahkan, beberapa program double degree atau pertukaran pelajar juga ditawarkan melalui kerja sama internasional antara universitas Italia dan institusi di negara lain—misalnya double degree dengan Columbia University atau NUS Singapore. Gelar dari Italia sangat dihargai di Asia Tenggara—banyak alumni Indonesia bekerja di perusahaan multinasional di Jakarta atau Singapura setelah lulus.

Cari program di Universitaly.it atau Mastersportal.com, pastikan skor IELTS/TOEFL sesuai (minimal 6.5/78), dan ajukan aplikasi 6–9 bulan sebelum semester dimulai (September/Februari).

4. Kuliner Italia yang Autentik dan Menggugah Selera

Siapa yang tidak kenal dengan pizza, pasta, dan gelato? Italia adalah surga bagi para pecinta kuliner. Makanan khas Italia tidak hanya terkenal di seluruh dunia, tetapi juga sangat terjangkau dan autentik di negeri asalnya. Rata-rata, Anda bisa makan pizza margherita asli di Napoli hanya dengan 5–7 euro, atau pasta carbonara di Roma seharga 8 euro—jauh lebih murah dibandingkan versi Italian di luar negeri.

Kuliner di Italia adalah bagian tak terpisahkan dari budaya dan gaya hidup masyarakatnya. Setiap daerah di Italia memiliki keunikan rasa dan tradisi kuliner masing-masing—dikenal sebagai cucina regionale. Misalnya: pizza margherita asli dari Napoli (dengan tomat San Marzano dan mozzarella di bufala), pasta carbonara dari Roma (dengan guanciale dan pecorino romano), risotto alla milanese dari Milan (dengan saffron), hingga tiramisu dari Treviso (dengan mascarpone asli).

Misalnya, kamu bisa mencicipi pizza margherita asli dari Napoli, pasta carbonara dari Roma, risotto dari Milan, hingga tiramisu dari Treviso. Di Sicily, coba arancini dan cannoli; di Tuscany, nikmati bistecca alla fiorentina; di Liguria, jangan lewatkan pesto genovese. Setiap kota punya pasar lokal (mercato) di mana Anda bisa beli bahan segar dengan harga murah—sangat cocok untuk mahasiswa yang suka masak sendiri.

Tidak hanya lezat, makanan di Italia juga umumnya berbahan dasar segar dan sehat karena masyarakatnya sangat menghargai kualitas dan keaslian bahan pangan. Italia adalah pelopor gerakan Slow Food—menentang fast food dan mempromosikan makanan lokal, organik, dan berkelanjutan. Banyak mahasiswa internasional pulang dengan skill memasak Italia dasar—sangat berguna untuk impress teman atau keluarga di rumah!

Bagi mahasiswa internasional, ini adalah kesempatan langka untuk menjelajahi kekayaan rasa dan budaya kuliner dunia secara langsung. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena kamu bisa mendapatkan makanan lezat di kafe lokal, trattoria keluarga, atau street food dengan harga yang bersahabat—rata-rata 10–15 euro per hari sudah cukup untuk makan enak.

Ikuti cooking class gratis di universitas atau food tour di kota—banyak diadakan oleh asosiasi mahasiswa. Jangan lupa coba gelato artigianale (bukan yang pabrikan!) dan espresso di bar lokal—harganya hanya 1–2 euro.

5. Dikelilingi Pemandangan Indah dan Warisan Budaya Dunia

Italia adalah salah satu negara dengan jumlah situs Warisan Dunia UNESCO terbanyak di dunia—total 60 situs pada 2025, lebih banyak dari negara manapun. Dari keindahan alam seperti pegunungan Alpen di utara, Danau Como, pantai Amalfi, hingga kekayaan budaya seperti Colosseum di Roma, Menara Pisa, kota kuno Pompeii, kanal-kanal romantis di Venesia, dan Vatican—semuanya bisa kamu jelajahi selama masa studi di sana.

Dari keindahan alam seperti pegunungan Alpen dan pantai Amalfi, hingga kekayaan budaya seperti Colosseum di Roma, Menara Pisa, kota kuno Pompeii, dan kanal-kanal romantis di Venesia—semuanya bisa kamu jelajahi selama masa studi di sana. Jarak antar kota relatif dekat: dari Roma ke Florence hanya 1,5 jam dengan kereta cepat (Frecciarossa), dari Milan ke Venesia 2,5 jam. Tiket kereta pelajar sering diskon 30–50%.

Mahasiswa internasional sering memanfaatkan waktu luang untuk berwisata domestik. Jarak antar kota yang relatif dekat dan sistem transportasi publik yang efisien membuat perjalanan menjadi mudah dan murah. Dengan Trenitalia atau Italo, Anda bisa dapatkan tiket mulai 10 euro jika pesan jauh hari. Banyak mahasiswa yang membuat weekend itinerary sendiri: Sabtu ke Florence untuk seni Renaissance, Minggu ke Pisa untuk foto ikonik.

Kamu bisa menjadwalkan weekend getaway ke Florence untuk menikmati seni Renaissance, atau mendaki Cinque Terre di Liguria yang terkenal dengan desa-desa warna-warninya. Tak hanya itu, lokasi strategis Italia di jantung Eropa memungkinkan kamu untuk menjelajahi negara-negara tetangga seperti Prancis (Nice hanya 3 jam dari Turin), Swiss (Lugano 1 jam dari Milan), Austria, atau Slovenia hanya dalam beberapa jam perjalanan dengan kereta atau pesawat murah (Ryanair, EasyJet).

Pengalaman wisata ini bukan sekadar liburan—tapi juga pembelajaran hidup. Banyak mahasiswa desain yang terinspirasi oleh arsitektur Roma, mahasiswa sejarah yang hidup di Pompeii, atau mahasiswa bisnis yang belajar dari warisan entrepreneurship Italia. Kuliah di Italia = belajar di museum terbuka terbesar di dunia.

Beli Carta Giovani (kartu pemuda) untuk diskon museum, transportasi, dan atraksi. Gunakan Trenitalia Pass untuk traveling hemat antar kota.

6. Biaya Hidup yang Relatif Terjangkau di Eropa

Salah satu pertimbangan penting dalam memilih negara tujuan studi adalah biaya hidup. Dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Inggris (London: 1.500–2.000 euro/bulan), Swiss, atau Belanda, Italia memiliki biaya hidup yang lebih terjangkau. Menurut Numbeo 2025, biaya hidup di Italia 20–30% lebih rendah dari rata-rata Eropa Barat.

Mahasiswa internasional di Italia dapat hidup nyaman dengan anggaran sekitar 700–1.200 euro per bulan, tergantung pada kota tempat tinggal dan gaya hidup masing-masing. Rincian: sewa kamar di shared flat 300–500 euro (di Bologna/Turin lebih murah daripada Roma/Milan), makan 200–300 euro (masak sendiri + makan di luar sesekali), transportasi 30–50 euro (tiketing bulanan pelajar), dan hiburan 100 euro.

Biaya tersebut sudah mencakup kebutuhan dasar seperti akomodasi, makanan, transportasi, serta kebutuhan kuliah seperti buku dan perlengkapan belajar. Universitas negeri di Italia mematok biaya kuliah 900–4.000 euro/tahun untuk non-EU—jauh di bawah UK (15.000 GBP) atau AS (30.000 USD). Banyak yang dapat potongan berdasarkan ISEE (penghasilan keluarga).

Baca juga: 5 Program Unggulan untuk Kamu yang Ingin Berkarier di Jerman

Kota-kota seperti Bologna, Florence, dan Turin biasanya sedikit lebih murah dibandingkan Milan atau Roma, yang merupakan kota metropolitan utama. Bologna dikenal sebagai kota mahasiswa dengan biaya hidup terendah di antara kota besar—ideal untuk budget-conscious students.

Selain itu, banyak universitas di Italia yang memberikan beasiswa dan bantuan keuangan khusus bagi mahasiswa internasional. Beasiswa populer: DSU (regional, hingga 7.000 euro/tahun + akomodasi gratis), Invest Your Talent in Italy (untuk teknik/bisnis, termasuk internship), dan MAECI Scholarships (dari pemerintah Italia). Mahasiswa Indonesia sering berhasil dapat DSU penuh.

Dengan perencanaan yang baik, kuliah di Italia bisa menjadi pengalaman yang tidak hanya berkualitas, tapi juga ramah di kantong. Banyak mahasiswa bekerja paruh waktu (maksimal 20 jam/minggu) di kafe, toko, atau sebagai tutor bahasa—gaji 8–12 euro/jam cukup untuk biaya hidup ekstra.

Buat anggaran bulanan, cari flat di Subito.it atau grup FB Indonesian Students in Italy, dan ajukan DSU sejak awal—persyaratan hanya dokumen keuangan keluarga.

Italia, Pilihan Cerdas untuk Masa Depan Cerah

Melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri adalah keputusan besar yang akan membentuk masa depan kamu. Italia, dengan segala keunggulan budaya, pendidikan, gaya hidup, dan lingkungan sosialnya, memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya akademis, tapi juga personal dan emosional. Anda akan belajar mandiri, berpikir kritis, beradaptasi lintas budaya, dan membangun jaringan global—semua dalam lingkungan yang penuh inspirasi.

Italia, dengan segala keunggulan budaya, pendidikan, gaya hidup, dan lingkungan sosialnya, memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya akademis, tapi juga personal dan emosional. Banyak alumni Indonesia yang kuliah di Italia kini bekerja di perusahaan top seperti Unilever, Deloitte, atau startup di Jakarta—dengan gaji 50% lebih tinggi dari lulusan lokal.

Kamu akan kembali sebagai pribadi yang lebih dewasa, terbuka, dan siap menghadapi tantangan global. Pengalaman hidup di Italia—dari bernegosiasi di pasar hingga presentasi di depan profesor internasional—membentuk karakter yang tangguh dan visioner.

Jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk studi ke Italia, pastikan kamu sudah menyiapkan semua hal penting, termasuk kemampuan bahasa dan hasil tes standar internasional seperti SAT, IELTS, TOEFL iBT, TOEFL ITP, GMAT, GRE, ACT, atau GED. Skor minimal: IELTS 6.0–6.5, TOEFL iBT 78–90—tergantung program.

Kemampuan berbahasa Inggris dan nilai tes standar ini merupakan syarat penting untuk diterima di program internasional di universitas-universitas Italia. Selain itu, siapkan motivation letter yang kuat, CV akademik, dan surat rekomendasi—semua dalam bahasa Inggris.

Mulai persiapan 12 bulan sebelumnya. Ikuti pre-enrollment di kedutaan Italia (April–Juli) dan ajukan visa studi tipe D segera setelah LoA diterima.

Siap Kuliah ke Italia? Ultimate Education Siap Membimbingmu!

Untuk kamu yang ingin mempersiapkan studi ke Italia dengan maksimal, Ultimate Education adalah mitra terbaik yang bisa kamu andalkan. Kami telah membantu ratusan siswa Indonesia masuk universitas top di Italia—dari Politecnico di Milano hingga Bocconi.

Kami menyediakan kursus dan bimbingan profesional untuk berbagai tes internasional seperti SAT, IELTS, TOEFL iBT, TOEFL ITP, GMAT, GRE, ACT, dan GED. Program kami dirancang khusus: kelas kecil, simulasi tes mingguan, review esai, dan konsultasi aplikasi universitas.

Didukung oleh tim pengajar berpengalaman dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, Ultimate Education siap membantumu mencapai skor terbaik. Kami juga bantu urus dokumen Italia: pre-enrollment, legalisasi ijazah, dan simulasi wawancara visa.

Jangan biarkan kesempatan kuliah di Italia lewat begitu saja karena kurang persiapan. Bersama Ultimate Education, wujudkan impian studi internasionalmu dengan langkah yang tepat, strategis, dan penuh percaya diri. Banyak alumni kami kini menikmati la dolce vita di Italia—dan Anda bisa jadi yang berikutnya!

Hubungi kami sekarang dan jadwalkan sesi konsultasi gratis untuk rencana studi ke Italia atau negara tujuanmu lainnya!