Back

One Skill Retake IELTS! Aturan Baru yang Wajib Kamu Tahu Biar Skor Nggak Nanggung

one skill retake ielts

Kalau kamu lagi berjuang ngejar skor IELTS impian, pasti pernah ngerasain fase: “Aduh, overall sih udah oke, tapi kok satu skill ini jeblok banget, sih?” 😩
Entah itu Listening yang kelewat cepat, Reading yang bikin pusing, Writing yang ribet, atau Speaking yang bikin grogi. Bayangkan aja, kamu udah capek-capek belajar berbulan-bulan, tapi gara-gara satu bagian aja, mimpi kuliah di luar negeri atau dapat beasiswa jadi tertunda. Frustrasi banget, kan? Tapi jangan khawatir, karena sekarang ada cara pintar buat atasi masalah ini tanpa harus mulai dari nol lagi.

Dulu, kalau satu skill aja nilainya kurang, ya udah… harus retake full test. Capek, mahal, dan mental juga kepake. Bayar biaya tes penuh lagi, nunggu jadwal baru, dan latihan ulang semua skill—itu semua bikin energi terkuras habis. Belum lagi tekanan waktu kalau deadline aplikasi universitas atau visa lagi mepet. Tapi sekarang, ada kabar baik buat kamu: One Skill Retake IELTS. Fitur ini seperti “lifesaver” yang bikin proses perbaikan skor jadi lebih targeted dan efisien.

Yup, fitur ini jadi salah satu “penyelamat” buat banyak pejuang IELTS. Tapi, sebelum kamu buru-buru daftar, penting banget buat paham aturan, syarat, dan strateginya. Biar nggak salah langkah. Misalnya, kalau kamu nggak cek syaratnya dulu, bisa-bisa malah kecewa karena lokasi tes nggak support atau lewat batas waktu. Makanya, artikel ini bakal bantu kamu paham semuanya dari A sampai Z, supaya one skill retake IELTS bisa jadi senjata rahasia buat capai target band score impianmu.

Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tuntas tentang one skill retake IELTS dengan bahasa santai, nggak ribet, dan pastinya up to date. Let’s go! 🚀 Dari definisi dasar, keuntungannya, syarat pendaftaran, sampai tips sukses yang bisa langsung kamu terapkan. Plus, kita juga bakal bahas mitos-mitos yang sering bikin bingung, biar kamu nggak termakan hoaks di forum online.

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku IELTS Terbaik untuk Pemula Biar Belajar jadi Lebih Terarah

Apa Itu One Skill Retake IELTS?

One Skill Retake IELTS adalah kebijakan baru yang memungkinkan peserta tes mengulang satu skill saja dari empat komponen IELTS, yaitu:

  • Listening: Bagian di mana kamu dengerin audio dan jawab pertanyaan berdasarkan itu. Sering bikin deg-degan karena kecepatan bicaranya.
  • Reading: Membaca teks panjang dan jawab soal inferensi atau detail. Ini butuh skill skimming dan scanning yang tajam.
  • Writing: Nulis essay dan report yang koheren, dengan grammar dan vocabulary yang solid. Banyak yang takut di sini karena subjektif.
  • Speaking: Wawancara tatap muka atau rekaman, di mana fluency dan pronunciation diuji. Grogi sering jadi musuh utama.

Jadi, misalnya:

  • Listening: 7.5
  • Reading: 7.0
  • Writing: 5.5
  • Speaking: 7.0

Target kamu minimal 6.5 semua skill. Yang kurang cuma Writing. Dengan sistem lama, kamu harus ikut full test lagi. Tapi dengan one skill retake, kamu cukup mengulang Writing saja. Lebih hemat waktu, biaya, dan energi. Bayangkan, alih-alih habisin 2-3 jam buat tes penuh, kamu cuma fokus 1 jam buat Writing, dan hasilnya langsung update overall score. Ini bikin persiapanmu jauh lebih ringkas, apalagi kalau kamu lagi juggling kerja atau kuliah.

Program ini diperkenalkan oleh penyelenggara resmi IELTS seperti British Council dan IDP Education sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan peserta di era modern. Mereka paham banget kalau peserta IELTS sekarang lebih beragam—ada mahasiswa, profesional, bahkan orang tua yang migrasi—dan nggak semuanya punya waktu luang buat retake full. Fitur ini mulai diterapkan sejak 2023 di beberapa negara, termasuk Indonesia, dan terus berkembang biar lebih accessible. Kalau kamu lagi nyari info cara one skill retake IELTS, ini jawaban yang tepat.

Kenapa One Skill Retake Jadi Game Changer?

Buat banyak orang, IELTS bukan cuma tes biasa. Ini “gerbang” buat:

  • Kuliah ke luar negeri, seperti program master di UK atau Australia yang butuh band 6.5-7.0.
  • Daftar beasiswa, misalnya LPDP atau Chevening yang super kompetitif.
  • Kerja di perusahaan internasional, seperti di bidang IT atau finance yang minta proof English proficiency.
  • Migrasi ke luar negeri, buat poin visa seperti di Kanada atau New Zealand.

Makanya, setiap 0.5 band score itu berharga banget. Satu poin aja bisa bedain diterima atau nggak di universitas impian.

Dengan adanya one skill retake IELTS, kamu dapat beberapa keuntungan utama:

1. Lebih Hemat Biaya

Biaya full test IELTS itu nggak murah. Di Indonesia, bisa sekitar Rp 3-4 juta per tes. Kalau cuma satu skill yang kurang, retake penuh rasanya kayak “buang-buang duit”. One skill retake bikin kamu bayar lebih sedikit karena fokus di satu bagian—biasanya 50-70% dari biaya full test, tergantung provider. Hematannya bisa dipake buat kursus tambahan atau beli materi latihan, yang justru bikin skor naik lebih cepat.

2. Lebih Efisien Waktu

Nggak perlu nunggu lama buat jadwal full test. Biasanya jadwal one skill retake lebih fleksibel. Cocok buat kamu yang lagi dikejar deadline kampus atau kerjaan. Misalnya, kalau tes utama kamu di Januari, retake bisa dijadwalin Februari yang sama, tanpa nunggu slot bulan depan yang sering penuh. Ini berarti kamu bisa submit aplikasi lebih cepat, tanpa delay berbulan-bulan.

3. Fokus Perbaikan

Kamu bisa benar-benar fokus latihan di satu skill yang lemah. Jadi persiapannya lebih matang dan terarah. Alih-alih bagi waktu buat semua skill, kamu bisa deep dive ke Writing misalnya—latihan essay setiap hari, dapat feedback, dan track progress. Hasilnya? Peningkatan skor yang lebih signifikan, karena energi nggak terpecah.

4. Mental Lebih Aman

Ngerjain full test itu melelahkan. Dengan retake satu skill, stresnya jauh lebih ringan. Kamu nggak perlu ulang semua dari nol. Ini seperti “second chance” yang nggak bikin kamu merasa gagal total, tapi justru empower buat perbaiki satu area. Banyak testimoni dari peserta bilang, mental mereka lebih fresh, dan performa ikut naik karena nggak overthink soal skill lain yang udah bagus.

Apakah Semua Orang Bisa Pakai One Skill Retake?

Sayangnya, nggak semua peserta bisa langsung pakai fitur ini. Ada beberapa syarat penting yang harus kamu penuhi. Ini penting banget buat dicek di awal, supaya nggak ada kejutan saat mau daftar. Kalau syaratnya nggak match, mending rencanain full retake dari sekarang biar nggak buang waktu.

1. Tes Harus Berbasis Komputer

One skill retake hanya berlaku untuk IELTS Computer-Based Test. Kalau kamu ikut paper-based test, fitur ini belum bisa digunakan. Jadi, mulai sekarang, kalau ada pilihan, lebih aman pilih CBT (computer-based). Kenapa? Karena CBT lebih cepat hasilnya keluar (dalam 3-5 hari), dan lebih mudah buat retake karena sistem digitalnya support update skor otomatis. Di Indonesia, pusat tes seperti di Jakarta atau Surabaya udah banyak yang CBT-friendly.

2. Lokasi Tes Harus Mendukung

Nggak semua test center menyediakan layanan ini. Hanya pusat tes tertentu yang sudah terdaftar resmi. Makanya, sebelum daftar, cek dulu apakah tempat tes kamu mendukung one skill retake. Kamu bisa kunjungi situs British Council atau IDP, masukin lokasi, dan lihat opsi yang tersedia. Di kota besar seperti Bandung atau Medan, dukungannya udah lumayan bagus, tapi di daerah kecil mungkin masih terbatas.

3. Batas Waktu Retake

Biasanya, kamu hanya bisa melakukan one skill retake dalam waktu tertentu setelah tes utama (misalnya maksimal 60 hari). Kalau lewat, ya hangus. Ini desainnya biar kamu nggak tunda-tunda persiapan, tapi langsung action. Jadi, kalau hasil tes keluar dan ada skill jelek, langsung rencanain jadwal latihan intensif dalam 1-2 bulan ke depan.

4. Hanya Bisa Sekali

Dalam satu sertifikat IELTS, kamu cuma boleh pakai one skill retake satu kali. Jadi, pastikan kamu benar-benar siap sebelum mengulang. Ini berarti, gunakan kesempatan ini wisely—fokus latihan yang berkualitas, bukan asal ikut tes. Kalau perlu, invest di kursus khusus skill itu buat maximize hasil.

Baca juga: Hasil IELTS Keluar Berapa Lama? Ini Jawaban Lengkapnya Biar Kamu Nggak Overthinking

Bagaimana Sistem Nilainya?

Ini yang sering bikin bingung: “Nanti sertifikatnya gimana?” Tenang, sistemnya cukup rapi. Nggak ada yang rumit, dan semuanya transparan biar kamu bisa track progress dengan mudah.

Setelah kamu melakukan one skill retake:

  • Nilai skill yang diulang → diganti dengan nilai terbaru. Misalnya, Writing dari 5.5 jadi 6.5, langsung update.
  • Nilai skill lain → tetap. Listening, Reading, Speaking nggak berubah, jadi nggak ada resiko turun.
  • Overall band score → dihitung ulang. Rata-rata dari empat skill baru, dan ini yang penting buat aplikasi kamu.

Kamu akan dapat sertifikat baru yang mencantumkan hasil gabungan lama dan baru. Dan yes, sertifikat ini resmi dan diakui oleh universitas, lembaga, dan institusi yang menerima IELTS. Bahkan, lembaga seperti Harvard atau Oxford udah konfirmasi penerimaannya, asal skor overallnya memenuhi syarat. Prosesnya digital, jadi kamu bisa download TRF (Test Report Form) baru dalam hitungan hari.

Kapan One Skill Retake Layak Diambil?

Nggak semua kondisi cocok buat one skill retake. Ini beberapa situasi ideal: Kamu harus evaluasi hasil tes dulu secara jujur, lihat selisih skor antar skill, dan pertimbangkan timeline pribadi. Jangan buru-buru, tapi juga jangan tunda kalau emang pas.

✅ Cocok Kalau:
  • Hanya 1 skill yang jauh di bawah target, misalnya selisih 0.5-1.0 band dari yang lain.
  • Skill lain sudah stabil di atas 6.5, nggak perlu dikhawatirkan lagi.
  • Kamu yakin bisa naik dalam waktu singkat, seperti 4-6 minggu latihan intensif.
  • Deadline mepet, seperti aplikasi universitas tutup dalam 2 bulan.

Contoh: Target 7.0, tapi Writing 6.0. Nah, ini cocok banget buat one skill retake. Kamu bisa fokus nulis 10-15 essay, dapat feedback, dan retake dengan percaya diri. Hasilnya? Overall naik ke 6.75 atau lebih, cukup buat banyak program.

❌ Kurang Cocok Kalau:
  • Banyak skill di bawah target, seperti dua atau tiga yang jelek—mending full retake.
  • Nilai kamu turun hampir semua, artinya persiapan dasar perlu dirombak total.
  • Persiapan awal kurang matang, dan kamu nggak punya waktu ekstra buat latihan targeted.

Kalau kasusnya begini, lebih baik full test ulang sekalian. Ini bisa jadi momentum buat review strategi belajar keseluruhan, seperti ganti buku atau ikut kursus baru.

Strategi Sukses One Skill Retake IELTS

Biar retake kamu nggak sia-sia, ini beberapa tips penting yang wajib kamu terapkan. Strategi ini berdasarkan pengalaman ribuan peserta sukses, dan bisa disesuaikan dengan skill yang kamu ulang. Ingat, konsistensi adalah kunci—latihan harian lebih baik daripada cramming seminggu sebelum tes.

1. Analisis Kesalahan dengan Jujur

Sebelum daftar ulang, tanya ke diri sendiri:

  • Kenapa nilai aku jelek di skill ini? Apakah karena kurang vocabulary atau waktu habis?
  • Kurang latihan? Hitung berapa jam seminggu kamu dedikasikan buat skill itu.
  • Kurang strategi? Misalnya, di Reading, apakah kamu skip soal sulit atau overread?
  • Kurang paham format soal? Review lagi official guide IELTS.

Jangan cuma bilang, “Ya udah, apes aja.” No. Kamu harus tahu akar masalahnya. Buat jurnal kesalahan: catat tiap mock test, identifikasi pattern, dan buat action plan. Ini bakal bikin retake-mu jauh lebih targeted dan efektif.

2. Fokus ke Format IELTS

Setiap skill punya “jebakan” masing-masing. Pahami dulu formatnya biar nggak kaget di hari H.

Listening

Biasanya gagal karena:

  • Nggak fokus di awal, apalagi pas distractor muncul.
  • Salah baca instruksi, seperti word limit yang ketat.
  • Salah ejaan, yang bikin jawaban invalid meski ide benar.

Latihan: fokus ke spelling dan prediction. Dengar podcast BBC setiap hari, tulis transkrip, dan cek akurasi. Target: 80% benar di mock test sebelum retake.

Reading

Masalah utama:

  • Kehabisan waktu karena baca lambat.
  • Salah teknik scanning, malah baca full paragraph.
  • Overthinking, ragu jawaban yang sebenarnya benar.

Latihan: timing dan skimming. Baca artikel The Guardian dalam 20 menit, jawab pertanyaan inferensi. Gunakan highlighter virtual di CBT practice app.

Writing

Ini paling sering jadi “korban”. Banyak yang stuck di band 5-6 karena kurang struktur.

Masalah:

  • Struktur kacau, nggak ada intro-body-conclusion yang jelas.
  • Ide kurang, essay terasa shallow tanpa example.
  • Grammar banyak error, seperti subject-verb agreement atau tense inconsistency.

Latihan: essay template + feedback mentor. Mulai dengan outline: 2 menit planning, 35 menit writing. Target coherence score 7.0 dengan linking words seperti “furthermore” atau “on the other hand”.

Speaking

Biasanya:

  • Gugup, bikin fluency drop dan filler words banyak (um, ah).
  • Jawaban pendek, kurang develop idea dengan reason-example.
  • Kosakata terbatas, stuck di basic words tanpa synonym.

Latihan: simulasi interview. Rekam diri jawab cue card 2 menit, review pronunciation dengan app seperti ELSA Speak. Practice fluency dengan teman atau tutor via Zoom.

3. Gunakan Mock Test

Sebelum retake, minimal ikut 2–3 kali mock test khusus skill yang mau diulang. Ini penting buat:

  • Ngukur kesiapan, lihat apakah skor naik 0.5 band dari tes sebelumnya.
  • Adaptasi waktu, biar nggak panik pas jam tes asli.
  • Kurangi nervous, karena familiar dengan pressure.

Pilih mock dari sumber resmi seperti Cambridge IELTS book, atau platform online gratis. Catat skor tiap sesi buat track improvement—ini motivasi banget!

4. Cari Mentor atau Tutor

Latihan sendiri itu bagus. Tapi latihan dengan mentor jauh lebih efektif, apalagi buat Writing dan Speaking. Mereka bisa spot error yang kamu lewatin, seperti awkward phrasing atau weak argument.

Feedback langsung = upgrade lebih cepat. Cari tutor certified IELTS dengan rating tinggi di platform seperti Preply atau lokal di Ultimate Education. Session 1-on-1 bisa bikin band score naik 1.0 dalam sebulan.

5. Atur Mental dan Pola Hidup

Percaya atau nggak, tidur, makan, dan stres ngaruh banget ke performa. Dehidrasi aja bisa bikin konsentrasi drop di Reading.

Menjelang tes:

  • Tidur cukup, minimal 7 jam malam sebelum tes.
  • Kurangi begadang, ganti dengan light review pagi hari.
  • Jangan overthinking, practice mindfulness atau breathing exercise 5 menit sehari.

Santai, tapi tetap serius. Ingat, IELTS cuma satu step—kamu udah hebat karena berani coba lagi!

Mitos vs Fakta Tentang One Skill Retake IELTS

Biar nggak salah paham, yuk lurusin beberapa mitos. Forum online sering rame dengan opini, tapi yuk stick ke fakta dari official source biar nggak misleading.

❌ Mitos: Sertifikatnya Nggak Resmi

✅ Fakta: Sertifikat tetap resmi dan diakui. British Council dan IDP kasih TRF baru yang valid 2 tahun, sama seperti full test.

❌ Mitos: Nilai Lama Dihapus Semua

✅ Fakta: Yang berubah cuma skill yang diulang. Skill lain aman, overall di-recalculate fair and square.

❌ Mitos: Semua Kampus Nolak

✅ Fakta: Mayoritas institusi internasional menerima, termasuk top uni seperti UCL atau University of Toronto. Cek policy spesifik di situs mereka kalau ragu.

❌ Mitos: Bisa Retake Berkali-kali

✅ Fakta: Cuma sekalijrah satu kali. Ini biar fitur nggak disalahgunakan, tapi cukup buat yang serius perbaiki.

Baca juga: Cara Meningkatkan Nilai IELTS Secara Realistis dan Bisa Untuk Kamu Capai

Dampak One Skill Retake untuk Masa Depanmu

Fitur ini bukan cuma soal “ulang tes”. Tapi soal strategi jangka panjang yang bikin karir dan pendidikanmu lebih smooth.

Dengan one skill retake:

  • Kamu lebih cepat tembus target, dari 6.0 ke 7.0 dalam 2 bulan, bukan 6 bulan.
  • Lebih hemat budget, saving Rp 1-2 juta yang bisa dipake buat tiket pesawat atau application fee.
  • Lebih fleksibel ngatur rencana, cocok buat yang lagi full-time job.
  • Lebih percaya diri, karena bukti kamu bisa improve targeted.

Buat kamu yang lagi ngejar S2, beasiswa, atau kerja luar negeri, ini jelas advantage besar. Bayangkan, bukannya stuck di skor lama, kamu langsung maju ke next level—dari apply job lokal ke global opportunity.

One Skill Retake, Peluang Kedua yang Harus Dimaksimalkan

One Skill Retake IELTS adalah solusi modern buat kamu yang udah “hampir lolos”, tapi kehalang satu skill. Ini seperti upgrade dari sistem tes tradisional yang kaku, ke yang lebih user-friendly dan adaptive.

Dengan sistem ini, kamu nggak perlu ulang dari nol. Tapi ingat, fitur ini cuma efektif kalau kamu:

  • Tahu kelemahanmu, dari analisis tes sebelumnya.
  • Siap latihan serius, minimal 10-15 jam per minggu.
  • Pakai strategi yang tepat, seperti mock test dan feedback loop.

Kalau asal daftar tanpa persiapan, ya hasilnya bakal sama aja. Jadi, manfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Jangan setengah-setengah. Mulai hari ini: evaluasi skor, pilih skill, dan buat jadwal latihan. Kamu pasti bisa naik band score dan buka pintu baru buat masa depan.

Rekomendasi Kursus IELTS & Jasa Penerjemah Terpercaya

Kalau kamu pengen serius ngejar skor IELTS, apalagi buat persiapan one skill retake, belajar sendirian kadang nggak cukup. Kamu butuh guidance yang structured biar nggak lost direction.

Nah, Ultimate Education hadir sebagai solusi buat kamu yang pengen:

  • Kursus IELTS terstruktur, dari basic sampai advanced, dengan modul khusus per skill.
  • Bimbingan Writing & Speaking intensif, termasuk review essay harian dan simulasi speaking real-time.
  • Try out dan mock test rutin, simulasi CBT lengkap dengan scoring akurat.
  • Mentor berpengalaman, native speaker atau certified tutor yang paham trik IELTS inside-out.
  • Plus layanan jasa penerjemah profesional untuk kebutuhan akademik dan dokumen resmi, seperti transkrip atau motivation letter, biar aplikasi kamu lengkap tanpa hassle.

Dengan metode belajar yang santai, relevan, dan fokus ke target skor kamu, Ultimate Education siap bantu kamu naik level tanpa ribet. Banyak alumni kami yang sukses naik 1-2 band setelah ikut program, termasuk yang pake one skill retake.

Jadi, daripada trial and error sendirian, mending belajar bareng yang udah terbukti.
Skor naik, peluang makin terbuka, masa depan makin cerah. ✨ Hubungi kami sekarang buat free consultation dan mulai journey IELTS-mu dengan percaya diri!