Back

Minimal TOEFL LPDP 2025: Panduan Lengkap Syarat, Solusi Skor 600, Bedah Soal, & Roadmap

Daftar Isi

  1. Pendahuluan: Realita Pahit Seleksi Administrasi
  2. Apa Itu TOEFL LPDP? Kenapa Angka Ini Sangat Krusial?
  3. Rincian Lengkap Minimal TOEFL LPDP Terbaru (Update 2025)
  1. Jebakan “Minimal”: LPDP vs Syarat Universitas (LoA)
  2. Bedah Jenis Tes: TOEFL ITP vs iBT vs IELTS
  1. Strategi Teknis Per Section (Deep Dive)
  1. Roadmap Belajar 3 Bulan (Kurikulum Mandiri)
  2. Psikologi Tes: Mengatasi Mental Block Saat Ujian
  3. Tools, Buku, dan Sumber Belajar Terbaik
  4. FAQ Lengkap Seputar Minimal TOEFL LPDP
  5. Penutup & Rekomendasi Program

Pendahuluan: Realita Pahit Seleksi Administrasi

Pemerintah Austraia akan menambah kuota mahasiswa asal Indonesia mulai 2026
Pemerintah Austraia akan menambah kuota mahasiswa asal Indonesia mulai 2026

Halo Sobat Ultimate Education! Mari kita bicara jujur dari hati ke hati.

Setiap kali pembukaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dibuka, ribuan, bahkan puluhan ribu pemuda-pemudi terbaik bangsa berlomba-lomba mendaftar. Mereka menyiapkan essay kontribusi yang membara, surat rekomendasi dari tokoh hebat, dan rencana studi yang detail. Namun, saat pengumuman seleksi administrasi keluar, ribuan nama gugur. Alasannya sepele tapi fatal: Skor bahasa Inggris tidak memenuhi syarat minimal TOEFL LPDP.

Banyak yang berpikir, “Ah, nanti saja tesnya mepet deadline, bisa dikebut.” Ini adalah kesalahan fatal. Bahasa Inggris adalah skill, bukan pengetahuan hafalan yang bisa dipelajari semalam suntuk (SKS). Memenuhi minimal TOEFL LPDP adalah bukti bahwa kamu memiliki ketahanan akademik (academic resilience).

Negara ingin berinvestasi pada kandidat yang tidak akan “mati konyol” saat kuliah nanti karena tidak bisa membaca jurnal atau tidak paham kuliah dosen. Oleh karena itu, memahami secara mendalam berapa minimal TOEFL LPDP dan bagaimana cara mencapainya adalah langkah nol yang wajib kamu lakukan sebelum menulis satu kata pun di essay-mu.


Apa Itu TOEFL LPDP? Kenapa Angka Ini Sangat Krusial?

Mungkin ada sobat yang baru pertama kali mendengar istilah ini. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah salah satu instrumen ukur kemampuan bahasa Inggris yang paling tua dan paling diakui di dunia, dikelola oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat.

Hubungan Erat LPDP dan Kemampuan Bahasa

LPDP tidak memiliki tes bahasa sendiri. Mereka “meminjam” standar internasional seperti TOEFL dan IELTS untuk menyaring kandidat. Kenapa skor minimal TOEFL LPDP ditetapkan di angka tertentu (misalnya 500 atau 550)?

  1. Standar Akademik Global: Angka 500 (ITP) atau 61 (iBT) dianggap sebagai ambang batas terbawah (threshold) seseorang bisa memahami konteks percakapan dan teks tingkat menengah-lanjut. Di bawah itu, kamu akan kesulitan mencerna materi kuliah S2.
  2. Indikator Kerja Keras: Mencapai skor tinggi membutuhkan dedikasi. LPDP mencari calon pemimpin yang punya daya juang. Jika menaklukkan TOEFL saja kamu malas, bagaimana mau menaklukkan tesis S3?
  3. Persyaratan LoA (Letter of Acceptance): LPDP hanya jembatan dana. Tujuan akhirnya adalah kamu diterima di kampus. Kampus butuh syarat bahasa. Jadi, syarat minimal TOEFL LPDP sebenarnya adalah “pemanasan” sebelum kamu menghadapi syarat kampus yang sesungguhnya.

Rincian Lengkap Minimal TOEFL LPDP Terbaru (Update 2025)

Penerima Beasiswa Indonesia Maju Summer Youth
Penerima Beasiswa Indonesia Maju Summer Youth

Ini adalah bagian terpenting. Jangan sampai kamu salah target. Syarat minimal TOEFL LPDP berbeda-beda tergantung jalur mana yang kamu pilih. Salah baca syarat bisa berakibat fatal (salah ambil jenis tes atau kurang skor).

Berikut adalah detail persyaratan berdasarkan buku panduan terbaru (mengacu pada tren kebijakan LPDP 2024-2025):

Jalur Reguler (Umum)

Jalur ini adalah jalur “neraka” dengan persaingan paling ketat. Tidak ada toleransi untuk skor di bawah standar.

  • Magister (S2) Dalam Negeri:
  • Minimal TOEFL ITP: 500
  • Minimal TOEFL iBT: 61
  • Minimal IELTS: 6.0
  • Minimal PTE Academic: 50
  • Analisis: Skor 500 ITP sebenarnya level “Intermediate”. Banyak lulusan S1 jurusan non-sastra Inggris pun bisa mencapainya dengan belajar 1-2 bulan.
  • Magister (S2) Luar Negeri:
  • Minimal TOEFL iBT: 80
  • Minimal IELTS: 6.5
  • Minimal PTE Academic: 58
  • Peringatan Keras: Jalur Reguler Luar Negeri TIDAK MENERIMA TOEFL ITP. Jangan buang uang tes ITP jika kamu mau ke luar negeri lewat jalur reguler. Wajib iBT atau IELTS.
  • Doktoral (S3) Dalam Negeri:
  • Minimal TOEFL ITP: 530
  • Minimal TOEFL iBT: 70
  • Minimal IELTS: 6.0
  • Doktoral (S3) Luar Negeri:
  • Minimal TOEFL iBT: 94
  • Minimal IELTS: 7.0
  • Analisis: Angka 94 iBT itu tinggi, Sobat! Ini setara dengan level Advanced. Kamu harus lancar speaking dan writing essay yang koheren.

Jalur Afirmasi

Jalur ini dikhususkan untuk Daerah Afirmasi (3T), Prasejahtera, dan Penyandang Disabilitas. LPDP memberikan kelonggaran (relaksasi) syarat bahasa, dengan harapan penerima beasiswa akan diberikan pelatihan (Pengayaan Bahasa) sebelum kuliah.

  • Magister (S2) & Doktoral (S3) – Dalam & Luar Negeri:
  • Minimal TOEFL ITP: 400
  • Minimal TOEFL iBT: 33
  • Minimal IELTS: 5.0
  • Minimal PTE Academic: 30
  • Catatan Penting: Walaupun syarat daftarnya cuma 400, kamu nanti WAJIB meningkatkan skor tersebut selama masa Pengayaan Bahasa untuk mendapatkan LoA kampus. Jadi, jangan terlena!

Jalur Targeted (PNS, TNI, POLRI)

Jalur khusus untuk aparatur negara. Syaratnya biasanya sedikit di bawah reguler atau sama, tergantung kebijakan spesifik tahun berjalan.

  • Magister & Doktoral (S2/S3) – Dalam Negeri:
  • Minimal TOEFL ITP: 500
  • Minimal TOEFL iBT: 61
  • Minimal IELTS: 6.0
  • Magister & Doktoral (S2/S3) – Luar Negeri:
  • Minimal TOEFL iBT: 80
  • Minimal IELTS: 6.5
  • Minimal TOEFL ITP: Terkadang diterima untuk PNS/TNI/POLRI tujuan negara tertentu (non-English speaking countries), tapi Sangat Disarankan ambil iBT/IELTS agar aman.

Jebakan “Minimal”: LPDP vs Syarat Universitas (LoA)

universitas kedokteran terbaik di dunia versi ultimate education
universitas kedokteran terbaik di dunia versi ultimate education

Ini adalah rahasia yang jarang dibahas. Minimal TOEFL LPDP itu seringkali berbeda dengan Minimal TOEFL Universitas.

Contoh Kasus Nyata:

Kamu mendaftar LPDP Jalur Reguler Luar Negeri. Syarat LPDP adalah TOEFL iBT 80. Kamu tes dan dapat skor 82. Kamu lolos seleksi LPDP. Hore!

Tapi, kampus tujuanmu adalah Harvard University atau University of Melbourne. Saat kamu mau daftar kampus (cari LoA), ternyata mereka minta TOEFL iBT 100 atau IELTS 7.0.

Apa yang terjadi?

Kamu punya beasiswa (LPDP), tapi kamu ditolak kampus. Kamu punya waktu terbatas (biasanya 18 bulan) untuk cari LoA. Kalau dalam 18 bulan skor kamu nggak naik-naik ke 100, beasiswa LPDP-mu bisa HANGUS.

Tips dari Ultimate Education:

Jangan jadikan angka minimal TOEFL LPDP sebagai target akhir. Jadikan syarat kampus tujuanmu sebagai target utama.

  • Cek website universitas tujuan.
  • Lihat “Admission Requirement” untuk International Students.
  • Biasanya jurusan Hukum, Kedokteran, dan Bisnis minta skor lebih tinggi daripada jurusan Teknik.

Bedah Jenis Tes: TOEFL ITP vs iBT vs IELTS

Banyak Sobat Ultimate Education yang bingung bedanya apa. Mari kita bedah anatominya biar kamu nggak salah strategi belajar.

Anatomi TOEFL ITP (Paper Based)

Ini adalah jenis tes “klasik”. Masih berbasis kertas (Paper Based) atau komputer lokal (Digital).

  • Skill yang diuji:
  1. Listening Comprehension (50 soal, 35 menit): Percakapan pendek, panjang, dan kuliah.
  2. Structure & Written Expression (40 soal, 25 menit): Grammar, mencari kesalahan kalimat.
  3. Reading Comprehension (50 soal, 55 menit): 5 teks akademik dengan pertanyaan.
  • Range Skor: 310 โ€“ 677.
  • Kelebihan: Biaya murah (Rp550rb – Rp600rb), soal tipe pilihan ganda semua, tidak ada Speaking dan Writing essay.
  • Kekurangan: Tidak diakui secara global untuk kampus top dunia (hanya untuk internal institusi atau beasiswa dalam negeri/Asia tertentu).

Anatomi TOEFL iBT (Internet Based)

Ini adalah standar emas tes TOEFL saat ini. Tes dilakukan online di test center resmi.

  • Skill yang diuji:
  1. Reading: Membaca teks akademik padat & menjawab pertanyaan.
  2. Listening: Mendengarkan kuliah dosen & percakapan kampus.
  3. Speaking: Berbicara ke microphone (direkam). Ada tugas Independent (pendapat pribadi) dan Integrated (baca+dengar lalu bicara).
  4. Writing: Menulis 2 essay. Integrated Task dan Academic Discussion.
  • Range Skor: 0 โ€“ 120.
  • Kelebihan: Diakui 100% universitas di dunia (terutama USA).
  • Kekurangan: Mahal (sekitar Rp3,4 juta), durasi tes panjang, butuh skill aktif (ngomong & nulis).

Sertifikat Mana yang Ditolak LPDP?

Ini krusial. LPDP sangat ketat verifikasi keaslian.

  • DITOLAK: TOEFL Prediction, TOEFL Like, English Proficiency Test (EPT) keluaran lembaga kursus lokal (LIA, ILP, dll) yang bukan ITP resmi ETS.
  • DITERIMA: Hanya sertifikat yang dikeluarkan oleh ETS (untuk TOEFL) atau Cambridge/IDP/British Council (untuk IELTS).
  • Ciri sertifikat ITP resmi: Ada logo ETS, kertas berwarna khusus (biasanya pink/orange/hijau tergantung level), dan skor bisa diverifikasi online oleh panitia.

Strategi Teknis Per Section (Deep Dive)

Untuk mencapai minimal TOEFL LPDP (misal 550 ITP), kamu harus menguasai strategi per sesi. Kita fokus ke TOEFL ITP dulu karena ini yang paling banyak diambil pelamar Dalam Negeri & Afirmasi.

Listening Comprehension: Trik Menangkap Kata Kunci

Masalah utama: “Bullenya ngomong kecepetan!” atau “Nggak fokus.”

Strategi Part A (Short Dialogues):

  • Fokus pada Orang Kedua: Dalam percakapan pendek, 90% jawaban ada di respons pembicara kedua.

Contoh:

  • Speaker A: “The coffee is too hot.”
  • Speaker B: “Why don’t you wait a minute?”
  • Pertanyaan: What does the woman suggest?
  • Kunci: Dengarkan “Wait a minute”. Jangan terkecoh kata “Coffee” atau “Hot”.
  • Hindari Bunyi Mirip (Similar Sound): Jika di audio kamu dengar kata “Walk”, jangan pilih jawaban yang ada kata “Work”. Itu biasanya jebakan. ETS suka mengecoh telinga kita.

Strategi Part B & C (Long Conversation/Talks):

  • Preview Jawaban: Sebelum audio diputar, curi waktu 5-10 detik untuk membaca pilihan jawaban (A, B, C, D). Ini membantumu menebak topik. “Oh, pilihannya tentang biologi sel, berarti nanti kuliahnya tentang Biologi.”

Structure & Written Expression: Pola Grammar Wajib

Ini adalah lumbung poin! Soal structure punya pola matematika yang pasti. Kalau kamu menguasai pola ini, minimal toefl lpdp 500 itu enteng.

Materi Wajib Kuasa:

  1. Subject + Verb Agreement: Pastikan Subjek Tunggal ketemu Verb Tunggal (She eats, They eat). Hati-hati dengan Appositive (keterangan tambahan di antara dua koma) yang sering mengecoh.

Contoh: The boy, along with his friends, is playing. (Verb “is” ikut “The boy”, bukan “friends”).

  1. Passive Voice: Pola Be + V3.
  2. Parallel Structure: Kalau ada and, but, or, struktur kiri dan kanan harus sama. (Swimming, running, and cycling – Benar. Swimming, run, and to cycle – Salah).
  3. Reduced Clause: Kalimat majemuk yang dipersingkat. Ini materi advanced yang sering muncul di nomor 30-40.

Reading Comprehension: Teknik Hemat Waktu

50 soal dalam 55 menit. Artinya 1 soal = 1 menit. Mustahil membaca seluruh teks dengan detail.

Teknik Skimming & Scanning:

  1. Baca Soal Dulu! Jangan baca teks dulu. Lihat apa yang ditanya.
  • Main Idea: Baca kalimat pertama setiap paragraf.
  • Detail Question: Cari kata kunci di soal (misal: “According to paragraph 2, when did the war start?”). Cari angka tahun di teks.
  • Vocabulary: Cari sinonim sesuai konteks kalimat.
  1. Jangan Terpaku: Kalau nemu satu kata sulit, LEWATI. Jangan berhenti dan mikir artinya apa. Tebak saja dari konteks kalimatnya.
  2. Urutan Pengerjaan: Kerjakan soal Vocabulary dan Reference (kata ganti “it refers to…”) terlebih dahulu karena paling cepat. Baru kerjakan Main Idea terakhir.

Roadmap Belajar 3 Bulan (Kurikulum Mandiri)

Banyak Sobat Ultimate Education yang gagal karena belajar acak-acakan. Hari ini belajar Listening, besok libur 3 hari, besoknya belajar Reading. NO! Kamu butuh konsistensi.

Berikut kurikulum mandiri menuju minimal TOEFL LPDP 550+:

Bulan 1: Building Foundation (Grammar & Vocab)

  • Target: Menguasai pola kalimat dasar dan menambah 300 kosakata baru.
  • Minggu 1: Fokus Parts of Speech (Noun, Verb, Adjective, Adverb) dan Tenses dasar (Present, Past, Future, Perfect).
  • Minggu 2: Pelajari Subject-Verb Agreement dan Passive Voice. Hafalkan 10 vocab akademik per hari.
  • Minggu 3: Pelajari Clause (Noun Clause, Adjective Clause). Mulai dengarkan podcast bahasa Inggris (BBC Learning English).
  • Minggu 4: Latihan soal Structure Part A (Nomor 1-15). Evaluasi kelemahan.

Bulan 2: Skill Mastery (Listening & Reading)

  • Target: Telinga terbiasa, mata cepat membaca.
  • Minggu 5: Drill Listening Part A. Pelajari idiom umum.
  • Minggu 6: Drill Listening Part B & C. Latihan mencatat poin penting sambil mendengar (Note-taking).
  • Minggu 7: Reading: Latihan teknik Skimming & Scanning. Fokus soal Main Idea & Inference.
  • Minggu 8: Reading: Fokus soal Vocabulary & Reference. Ambil Mini Try Out (setengah durasi).

Bulan 3: Drilling & Simulation (Mental War)

  • Target: Manajemen waktu dan ketahanan fisik.
  • Minggu 9: Full Try Out 1. Kerjakan non-stop 2 jam. Hitung skor. Analisis salahnya di mana.
  • Minggu 10: Perbaiki kelemahan dari Try Out 1. Kalau lemah di Structure, gempur materi Structure lagi.
  • Minggu 11: Full Try Out 2 & 3. Kondisikan suasana seperti tes asli (dingin, sunyi, pakai speaker).
  • Minggu 12: Masa tenang. Review catatan kecil. Tidur cukup. Daftar tes resmi.

Psikologi Tes: Mengatasi Mental Block Saat Ujian

Teknis sudah jago, tapi pas hari H, tangan gemetar, perut mulas, otak blank. Ini namanya Performance Anxiety. Sayang banget kalau gagal capai minimal TOEFL LPDP gara-gara panik.

Tips Mengatasinya:

  1. Datang Lebih Awal: Sampai di lokasi 45-60 menit sebelum tes. Adaptasi dengan suhu ruangan, posisi toilet, dan suasana gedung.
  2. Visualisasi Positif: Pejamkan mata, bayangkan kamu mengerjakan soal dengan lancar. Ini teknik atlet profesional.
  3. Fokus “One Question at a Time”: Kalau kamu nggak bisa jawab soal nomor 5, lupakan! Jangan dipikirin terus sampai nomor 10. Relakan. Fokus ke soal di depan mata. Panik di satu soal bisa merusak buyar 5 soal berikutnya (Dominos Effect).
  4. Bawa “Senjata” Fisik:
  • Jaket/Sweater (Ruang tes biasanya dingin ekstrem).
  • Pensil 2B cadangan (min. 2 batang) dan penghapus bersih.
  • Air minum & Coklat (untuk dikonsumsi sebelum masuk ruangan, boost energi otak).

Tools, Buku, dan Sumber Belajar Terbaik

Jangan belajar dengan tangan kosong. Berikut rekomendasi alat tempur untuk menembus minimal TOEFL LPDP:

Buku Kitab Suci (Wajib Punya salah satu):

  1. Longman Preparation Course for the TOEFL Test (Deborah Phillips): Ini adalah “kitab suci” pemula. Penjelasannya sangat runtut dari Skill 1 sampai Skill 60. Wajib punya buat yang mulai dari nol.
  2. Barronโ€™s TOEFL: Soal-soalnya terkenal lebih susah dari tes asli. Bagus untuk shock therapy dan latihan mental.
  3. ETS Official Guide: Buku resmi dari pembuat soal. Paling akurat merepresentasikan format tes terkini.

Website & Aplikasi Gratis:

  1. TST Prep (YouTube): Channel terbaik untuk tips TOEFL iBT.
  2. Learn Toefl with Daniel (YouTube): Penjelasan Structure ITP yang sangat renyah dalam Bahasa Indonesia.
  3. Quizlet: Cari set “TOEFL Vocabulary” untuk main flashcard di HP saat senggang.
  4. BBC 6 Minute English: Bagus untuk melatih listening topik umum.

FAQ Lengkap Seputar Minimal TOEFL LPDP

Pertanyaan-pertanyaan ini dikumpulkan dari sesi konsultasi ratusan siswa Ultimate Education:

  1. Apakah skor TOEFL Prediction dari lembaga bahasa universitas (misal LIA/ILP) bisa dipakai?

Jawabannya tegas: TIDAK UNTUK LPDP. LPDP hanya menerima sertifikat Institutional (ITP) resmi yang dikeluarkan ETS (biasanya ada watermark/security feature khusus). Sertifikat “Prediction” atau “EPT” buatan lembaga kursus hanya berlaku untuk syarat wisuda internal kampus mereka, bukan untuk beasiswa nasional. Hati-hati, banyak yang gugur di sini!

  1. Kalau skor saya 497, sedangkan syaratnya 500, apakah boleh dibulatkan?

Sistem seleksi LPDP itu komputerisasi di tahap awal. Jika input angka kamu <500, sistem otomatis reject. Tidak ada pembulatan ke atas. Kurang 1 poin pun gagal. Jadi targetkanlah skor aman di 530+ agar tidur nyenyak.

  1. Berapa lama masa berlaku skor TOEFL untuk LPDP?

Sertifikat TOEFL berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes. Pastikan saat kamu klik “Submit” pendaftaran LPDP, sertifikatmu belum expired.

  1. Apakah saya bisa mendaftar LPDP dulu tanpa TOEFL, nanti menyusul?

Tidak bisa. Sertifikat bahasa adalah dokumen wajib unggah di awal pendaftaran (Seleksi Administrasi). Tanpa upload dokumen ini, kamu tidak bisa lanjut. Kecuali untuk beberapa skema targeted tertentu yang kebijakannya sangat spesifik (namun jarang sekali), standarnya adalah wajib ada di awal.

  1. Lebih gampang mana: TOEFL ITP atau iBT?

Secara teknis, ITP lebih “sederhana” karena hanya Pilihan Ganda dan tidak ada Speaking/Writing. Bagi orang Indonesia yang pasif (jago grammar tapi kaku ngomong), ITP lebih mudah. Namun, iBT lebih “bergengsi” dan diterima global. Sesuaikan dengan syarat jurusanmu.

  1. Bagaimana jika saya gagal mencapai minimal TOEFL LPDP, apakah ada kesempatan remedial?

LPDP tidak mengenal remedial saat seleksi. Kalau gagal administrasi, kamu harus menunggu pembukaan batch/tahap berikutnya (biasanya 6 bulan kemudian). Makanya, persiapkan matang-matang agar “One Shot, One Kill”.

  1. Apakah TOEFL Home Edition masih diterima di 2025?

Selama pandemi, LPDP menerima TOEFL iBT Home Edition. Namun, seiring kondisi normal, ada kemungkinan kebijakan ini diperketat kembali ke tes On-site (di test center). Selalu pantau FAQ resmi di website lpdp.kemenkeu.go.id menjelang pembukaan.

  1. Berapa biaya tes TOEFL ITP dan iBT 2025?
  • TOEFL ITP: Sekitar Rp550.000 – Rp650.000 (tergantung penyelenggara).
  • TOEFL iBT: Sekitar USD $205 – $210 (Rp3,4 Juta – Rp3,5 Juta).
  • IELTS: Sekitar Rp3.150.000 – Rp3.250.000.
  • Investasi yang lumayan, kan? Makanya jangan sampai gagal dan harus tes ulang (re-test) berkali-kali.

Penutup & Rekomendasi Program

Fiuh! Panjang sekali ya perjalanan kita membedah minimal TOEFL LPDP ini, Sobat Ultimate Education.

Tapi percayalah, artikel sepanjang ini belum seberapa dibanding perjuangan yang akan kamu hadapi nanti saat kuliah S2/S3. Memenuhi syarat minimal TOEFL LPDP hanyalah gerbang pembuka. Di baliknya, ada dunia akademik global yang menantang, networking internasional, dan masa depan karier yang gemilang.

Jangan jadikan TOEFL sebagai momok yang menakutkan. Jadikan ia sebagai “Gym Otak”. Semakin sering kamu berlatih, semakin kuat otot bahasamu. Ingat, tidak ada orang yang bodoh bahasa Inggris, yang ada hanyalah orang yang belum menemukan metode belajar yang tepat atau kurang jam terbang.

Merasa butuh partner lari untuk maraton TOEFL ini?

Belajar otodidak memang hemat, tapi rentan tersesat dan kehilangan motivasi. Kalau kamu tipe orang yang butuh:

  1. Kurikulum Terstruktur: Nggak pusing mikir besok belajar apa.
  2. Feedback Langsung: Ada mentor yang mengoreksi kenapa jawabanmu salah.
  3. Simulasi Tes: Try Out berkala dengan standar ETS.
  4. Strategi Rahasia: Tips & trik menjawab cepat yang nggak ada di buku.

Maka, bergabunglah dengan keluarga besar Ultimate Education. Kami telah mengantarkan ribuan siswa menembus skor impian mereka dan mendapatkan LoA dari kampus top dunia.

๐Ÿ‘‰ Program Unggulan Kami:

  • Ingin fokus tembus skor 550+ dalam 1 bulan? Cek program Intensive TOEFL Preparation kami.
  • Berubah haluan ingin ke Eropa/Australia? Program Persiapan IELTS kami punya track record alumni band 7.0+.
  • Incar Top Tier University di Amerika (S1)? Wajib cek Persiapan SAT.
  • Mau lanjut S2 Bisnis/Manajemen di US? Sikat skor tinggi di Persiapan GRE.

Jangan biarkan skor TOEFL menjadi penghalang cita-citamu mengabdi untuk negeri. Mari persiapkan diri sekarang juga. The best time to start was yesterday. The second best time is NOW.

Semangat berjuang, Pejuang Beasiswa! Sampai jumpa di kelas! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโœˆ๏ธ๐ŸŽ“