Back

Perbedaan Academic IELTS dan General IELTS: Pilih yang Tepat untuk Tujuan Anda

Tes IELTS (International English Language Testing System) adalah salah satu ujian kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak diakui di dunia. Tes ini digunakan oleh individu yang ingin studi, bekerja, atau bermigrasi ke negara-negara berbahasa Inggris seperti Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. IELTS tidak hanya mengukur kemampuan berbahasa Inggris secara umum, tetapi juga menilai seberapa baik seseorang mampu menggunakan bahasa tersebut dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.

IELTS menjadi standar emas bagi institusi pendidikan tinggi, perusahaan multinasional, dan badan imigrasi di berbagai negara. Tes ini dirancang untuk mengukur empat keterampilan utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Setiap komponen memiliki tantangan tersendiri, sehingga persiapan yang matang sangat penting untuk mencapai skor yang diinginkan. Bagi banyak peserta, memahami format tes dan menguasai strategi menjawab soal adalah kunci untuk meningkatkan peluang keberhasilan, baik untuk keperluan akademik, profesional, maupun imigrasi.

Namun, banyak orang masih belum memahami perbedaan antara IELTS Academic dan IELTS General Training. Kedua versi ini memiliki struktur, tujuan, dan jenis soal yang berbeda. IELTS Academic ditujukan untuk mereka yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, sementara IELTS General Training biasanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin bekerja, mengikuti pelatihan profesional, atau bermigrasi ke negara-negara berbahasa Inggris. Mengetahui perbedaan ini sangat penting agar Anda bisa memilih jenis tes yang sesuai dengan tujuan Anda.

Memilih jenis tes yang tepat bukan hanya soal memenuhi persyaratan institusi atau negara tujuan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dengan strategi yang sesuai. Misalnya, IELTS Academic menuntut kemampuan analisis teks yang lebih kompleks, sedangkan IELTS General Training lebih fokus pada kemampuan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan utama antara kedua jenis tes ini, memberikan tips praktis untuk meningkatkan performa Anda, serta merekomendasikan tempat kursus IELTS terbaik di Jakarta untuk membantu Anda meraih skor tinggi.

Reading Test General Training IELTS

Perbedaan IELTS dalam Writing

Bagian Reading pada IELTS General Training menilai kemampuan peserta dalam memahami berbagai jenis teks berbahasa Inggris yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Teks-teks tersebut bisa berupa artikel majalah, brosur, pengumuman, surat, hingga instruksi kerja. Tujuannya adalah mengukur kemampuan membaca dan memahami informasi faktual, deskriptif, maupun argumentatif.

Bagian Reading ini terdiri dari tiga bagian dengan total 40 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Teks pada bagian pertama biasanya pendek dan berfokus pada informasi praktis, seperti iklan atau jadwal transportasi. Bagian kedua sering kali mencakup teks yang berkaitan dengan dunia kerja, seperti pedoman perusahaan atau kontrak kerja. Sementara itu, bagian ketiga berisi teks yang lebih panjang dan kompleks, seperti artikel jurnalistik atau esai singkat. Tingkat kesulitan meningkat seiring dengan berjalannya tes, sehingga manajemen waktu menjadi sangat penting.

Reading IELTS General terdiri dari tiga bagian dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. Di bagian awal, teks biasanya singkat dan mudah, sementara di bagian akhir, teks menjadi lebih panjang dan kompleks. Setiap bagian memiliki tipe pertanyaan yang beragam, mulai dari multiple choice, matching headings, hingga true/false/not given.

Untuk memperoleh skor tinggi, peserta disarankan berlatih membaca secara aktif setiap hari. Gunakan waktu untuk membaca artikel berita berbahasa Inggris seperti BBC, The Guardian, atau National Geographic. Selain itu, cobalah memahami konteks dan ide utama setiap paragraf, bukan hanya mencari kata kunci. Teknik ini akan sangat membantu ketika menghadapi soal-soal yang membutuhkan inferensi atau kesimpulan.

Selain membaca secara rutin, penting juga untuk memahami jenis-jenis pertanyaan yang sering muncul. Misalnya, soal true/false/not given menuntut kemampuan untuk membedakan fakta yang disebutkan dalam teks, opini penulis, atau informasi yang tidak disebutkan sama sekali. Untuk soal matching headings, Anda perlu melatih kemampuan mengidentifikasi ide utama setiap paragraf dengan cepat. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan keterampilan ini adalah dengan membuat ringkasan singkat dari setiap artikel yang Anda baca, menggunakan kata-kata Anda sendiri. Latihan ini akan membantu Anda lebih terbiasa dengan struktur teks dan meningkatkan kecepatan membaca.

Tips lain yang sangat efektif adalah melatih skimming (membaca cepat untuk menemukan ide utama) dan scanning (mencari informasi spesifik). Kedua teknik ini sering digunakan oleh peserta berpengalaman untuk menghemat waktu saat mengerjakan soal Reading. Untuk menguasai teknik ini, cobalah berlatih dengan teks berbahasa Inggris yang bervariasi, seperti laporan berita, artikel opini, atau bahkan dokumen resmi. Pastikan Anda juga membatasi waktu saat berlatih untuk mensimulasikan kondisi ujian yang sebenarnya.

Tes Reading IELTS Academic

Perbedaan IELTS dalam reading

Bagian Reading pada IELTS Academic dirancang untuk menilai kemampuan memahami teks akademik yang sering dijumpai di lingkungan universitas atau penelitian ilmiah. Peserta akan berhadapan dengan teks yang lebih kompleks dan formal dibandingkan versi General Training. Materi bacaan biasanya diambil dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, buku teks universitas, dan publikasi akademik lainnya.

Teks pada bagian Reading IELTS Academic sering kali mencakup topik-topik seperti sains, teknologi, lingkungan, atau sejarah, dengan kosakata yang lebih teknis dan struktur kalimat yang kompleks. Peserta diharapkan tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga mampu menganalisis argumen, mengidentifikasi pandangan penulis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang disajikan. Oleh karena itu, persiapan untuk bagian ini membutuhkan pendekatan yang lebih analitis dibandingkan dengan General Training.

Selain membaca pemahaman dasar, bagian ini juga mengukur kemampuan menganalisis, mengenali argumen, dan mengidentifikasi pandangan penulis. Oleh karena itu, calon peserta disarankan untuk memperluas kosakata akademik mereka dan terbiasa membaca teks ilmiah.

Untuk sukses di bagian ini, penting untuk membiasakan diri dengan struktur teks akademik. Misalnya, teks ilmiah sering kali memiliki pendahuluan yang menjelaskan latar belakang masalah, diikuti oleh argumen utama dan bukti pendukung, serta kesimpulan yang merangkum temuan. Dengan memahami struktur ini, Anda dapat lebih mudah menemukan informasi yang relevan untuk menjawab soal. Selain itu, latihan membaca dengan waktu terbatas akan membantu Anda mengelola tekanan waktu selama ujian.

Beberapa strategi yang terbukti efektif untuk bagian ini adalah mencatat kata kunci, memahami struktur teks (seperti pendahuluan, argumentasi, dan kesimpulan), serta melakukan latihan membaca cepat dengan batas waktu. Membiasakan diri membaca artikel akademik dari sumber seperti JSTOR atau ScienceDirect juga dapat meningkatkan kesiapan Anda. Selain itu, cobalah untuk membuat glosarium pribadi dari kata-kata akademik yang sering muncul, seperti “analyze,” “hypothesis,” atau “implication,” dan gunakan kata-kata tersebut dalam latihan menulis Anda untuk memperkuat pemahaman.

Tes Writing IELTS General Training

Perbedaan IELTS dalam writing

Bagian Writing pada IELTS General Training terdiri dari dua tugas (Task 1 dan Task 2). Pada Task 1, peserta diminta menulis surat formal, semi-formal, atau informal berdasarkan situasi tertentu, seperti menulis kepada atasan, teman, atau perusahaan. Di sini dinilai kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas, menggunakan struktur surat yang tepat, serta memilih gaya bahasa sesuai konteks.

Task 1 biasanya mengharuskan Anda menulis surat sepanjang 150 kata dalam waktu sekitar 20 menit. Surat ini bisa berupa permintaan informasi, keluhan, atau undangan, tergantung pada situasi yang diberikan. Untuk sukses, pastikan Anda memahami perbedaan antara gaya formal (misalnya, menulis kepada manajer perusahaan) dan informal (misalnya, menulis kepada teman). Gunakan frasa seperti “I am writing to inquire about…” untuk surat formal, atau “I hope you’re doing well” untuk surat informal. Struktur yang jelas, dengan paragraf pembuka, isi, dan penutup, juga sangat penting.

Pada Task 2, peserta harus menulis esai dengan panjang minimal 250 kata yang berisi pendapat atau argumen terhadap topik tertentu. Penilaian meliputi kemampuan berpikir kritis, koherensi ide, penggunaan tata bahasa yang benar, dan variasi kosakata.

Task 2 sering kali membahas topik sosial, seperti pendidikan, lingkungan, atau teknologi. Untuk mendapatkan skor tinggi, Anda perlu menyusun esai dengan struktur yang jelas: pendahuluan yang memperkenalkan topik, dua atau tiga paragraf isi yang mengembangkan argumen dengan contoh konkret, dan penutup yang merangkum pandangan Anda. Pastikan setiap paragraf memiliki satu ide utama yang didukung oleh penjelasan atau contoh. Misalnya, jika topiknya adalah tentang dampak teknologi terhadap komunikasi, Anda bisa membahas manfaat seperti kemudahan koneksi global di satu paragraf, dan tantangan seperti berkurangnya interaksi tatap muka di paragraf lain.

Tips untuk sukses di bagian ini adalah berlatih menulis setiap hari dengan membatasi waktu sesuai durasi ujian sebenarnya. Gunakan template struktur esai seperti pembukaan (introduction), isi (body paragraphs), dan penutup (conclusion). Membaca artikel opini dari media internasional dapat membantu memperluas ide dan kosakata. Selain itu, mintalah umpan balik dari tutor atau teman yang mahir berbahasa Inggris untuk mengidentifikasi kesalahan tata bahasa atau kelemahan dalam logika argumen Anda.

Tes Writing IELTS Academic

Perbedaan IELTS dalam writing

Untuk IELTS Academic Writing, peserta menghadapi dua tugas yang menguji kemampuan menulis dalam konteks akademik. Pada Task 1, peserta diminta untuk menjelaskan data dari grafik, diagram, atau tabel dengan gaya bahasa formal. Kemampuan menganalisis data, mengidentifikasi tren, dan menyusun penjelasan yang logis menjadi kunci utama di bagian ini.

Task 1 biasanya mengharuskan Anda menulis laporan sepanjang 150 kata dalam waktu 20 menit. Anda perlu menggambarkan data secara objektif tanpa memberikan opini pribadi. Misalnya, jika diberikan grafik batang yang menunjukkan tingkat polusi udara di beberapa kota, Anda harus mengidentifikasi tren utama (misalnya, kota mana yang memiliki polusi tertinggi) dan membandingkan data dengan jelas. Gunakan frasa seperti “The data indicates that…” atau “There was a significant increase in…” untuk menjaga nada formal.

Pada Task 2, peserta menulis esai argumentatif atau diskursif tentang topik akademik. Ini mengukur kemampuan berpikir analitis, mengorganisasi ide, serta mengemukakan pendapat dengan dukungan alasan yang kuat. Peserta perlu menghindari pengulangan ide dan memastikan setiap paragraf saling berhubungan dengan baik.

Esai pada Task 2 sering kali membahas isu-isu kompleks, seperti dampak globalisasi atau pentingnya pendidikan tinggi. Untuk sukses, pastikan Anda menggunakan struktur esai yang kuat dan mendukung argumen dengan contoh atau data yang relevan. Misalnya, jika topiknya adalah tentang pentingnya energi terbarukan, Anda bisa menyebutkan statistik tentang emisi karbon atau contoh keberhasilan negara tertentu dalam menggunakan energi surya. Latihan menulis esai dengan topik yang beragam akan membantu Anda lebih siap menghadapi pertanyaan yang tidak terduga.

Untuk memperbaiki hasil, biasakan membaca artikel ilmiah dan menulis ringkasan dengan kata-kata sendiri. Latihan ini tidak hanya memperkaya kosakata akademik, tetapi juga membantu memahami bagaimana struktur argumentasi ilmiah dibangun. Selain itu, perhatikan penggunaan penghubung (connectors) seperti “furthermore,” “in contrast,” atau “consequently” untuk membuat tulisan Anda lebih koheren dan profesional.

Rekomendasi Tempat Kursus IELTS di Jakarta: Persiapan untuk Beasiswa Luar Negeri

Jika Anda berencana untuk melanjutkan studi ke luar negeri atau mengejar karir internasional, memilih tempat kursus IELTS yang tepat di Jakarta adalah langkah penting. Dengan bimbingan dari lembaga yang berpengalaman, Anda bisa memahami format ujian, strategi menjawab soal, serta memperkuat keempat komponen IELTS: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Kursus IELTS yang berkualitas tidak hanya membantu Anda memahami teknis ujian, tetapi juga memberikan strategi praktis untuk mengatasi kelemahan Anda. Selain itu, banyak lembaga kursus di Jakarta menawarkan simulasi tes, konsultasi beasiswa, dan bimbingan personal untuk membantu Anda mencapai skor target, seperti 6.5 atau 7.0, yang sering kali menjadi syarat untuk beasiswa atau pendaftaran universitas ternama.

1. Ultimate Education

Ultimate Education dikenal sebagai lembaga kursus yang fokus pada bahasa akademik dan persiapan tes IELTS. Dengan tutor berpengalaman dan metode belajar interaktif, siswa dapat mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka dengan cepat dan efektif.

Program ini mencakup seluruh komponen ujian—membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara—serta menyediakan simulasi tes IELTS berkala agar siswa terbiasa dengan kondisi ujian sesungguhnya. Ultimate Education juga memberikan umpan balik mendalam dari pengajar bersertifikat untuk membantu peserta memperbaiki kelemahan mereka.

Selain itu, lembaga ini memiliki fasilitas pembelajaran lengkap baik secara online maupun tatap muka, serta menawarkan sesi konsultasi beasiswa luar negeri bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan. Pendekatan yang sistematis dan personal menjadikan Ultimate Education salah satu kursus IELTS terbaik di Jakarta. Mereka juga menyediakan materi belajar yang diperbarui secara rutin untuk mencerminkan tren soal IELTS terbaru, sehingga Anda selalu siap menghadapi perubahan format ujian.

2. British Council Foundation

Perbedaan IELTS

Sebagai penyelenggara resmi IELTS, British Council Foundation menawarkan kursus dengan pendekatan berbasis teknologi terkini. Materi pembelajarannya mengikuti standar internasional dengan pengajar yang bersertifikat. Anda dapat menyesuaikan program sesuai tingkat kemampuan, mulai dari beginner hingga advanced.

British Council Foundation juga menawarkan akses ke sumber belajar digital, seperti aplikasi dan platform online, yang memungkinkan Anda berlatih kapan saja dan di mana saja. Program mereka mencakup latihan intensif untuk setiap komponen IELTS, dengan fokus pada pengembangan keterampilan spesifik seperti menulis esai akademik atau berbicara dengan percaya diri dalam sesi Speaking. Selain itu, lembaga ini sering mengadakan workshop gratis tentang strategi ujian dan sesi informasi tentang beasiswa luar negeri, yang sangat bermanfaat bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi di universitas ternama.

Dengan reputasi global dan pengalaman panjang dalam menyelenggarakan IELTS, British Council Foundation adalah pilihan yang sangat baik untuk Anda yang mencari kursus dengan standar internasional. Pastikan Anda memanfaatkan sesi konsultasi dengan pengajar untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Anda.