
Kalau kamu lagi kepikiran untuk ikut IELTS tapi masih bingung harus mulai dari mana, tenang… kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang ngerasa IELTS itu ribet, mahal, dan kelihatannya cuma buat orang yang bahasa Inggrisnya udah dewa. Padahal kenyataannya, belajar IELTS dari nol itu sangat mungkin, asal tahu alurnya dan nggak asal belajar. Bayangkan saja, ribuan orang setiap tahunnya berhasil mencapai skor impian mereka meskipun memulai dari level dasar. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen dan pendekatan yang sistematis untuk membangun kemampuan bahasa Inggris secara bertahap.
IELTS bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa. Tes ini dipakai buat banyak kebutuhan penting, mulai dari daftar kuliah ke luar negeri, beasiswa, kerja di perusahaan internasional, sampai urusan imigrasi. Jadi wajar kalau persiapan tes IELTS nggak bisa setengah-setengah. Tapi kabar baiknya, kamu juga nggak perlu stres berlebihan.
Dengan strategi yang tepat, proses persiapannya bisa dijalanin pelan-pelan tapi konsisten. Misalnya, dengan mengalokasikan waktu belajar harian yang singkat tapi efektif, kamu bisa menghindari kelelahan dan tetap termotivasi sepanjang perjalanan persiapan tes IELTS ini. Selain itu, memahami bahwa kegagalan di awal adalah bagian dari proses belajar akan membantu kamu untuk tetap positif dan terus maju.
Di artikel ini, kita bakal bahas secara lengkap persiapan tes IELTS dari nol sampai hari ujian, dengan bahasa yang santai, realistis, dan pastinya aplikatif. Cocok buat kamu yang baru mau mulai atau masih di tahap bingung harus ngapain dulu. Kita akan pecah setiap langkah menjadi bagian yang mudah dicerna, lengkap dengan tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan dalam rutinitas harianmu. Dengan begitu, belajar IELTS dari nol tidak lagi terasa seperti mendaki gunung, tapi lebih seperti jalan santai menuju tujuan.
Baca juga: Review Kursus IELTS Terbaik di Indonesia! Biar Skor Tinggi Nggak Cuma Mimpi Tapi Jadi Realita
Kenalan Dulu Sama IELTS Biar Nggak Salah Langkah
Sebelum masuk ke tahap belajar, penting banget buat kenal dulu apa itu IELTS. IELTS atau International English Language Testing System adalah tes kemampuan bahasa Inggris internasional yang menilai empat skill utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Tes ini dirancang oleh organisasi ternama seperti British Council, IDP, dan Cambridge Assessment English, dan telah menjadi standar global untuk mengukur profisiensi bahasa Inggris. Dengan durasi tes sekitar 2 jam 45 menit, IELTS menuntut peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam konteks yang nyata, seperti diskusi akademik atau percakapan sehari-hari.
Ada dua jenis IELTS yang paling umum, yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. IELTS Academic biasanya dibutuhkan untuk keperluan akademik seperti kuliah atau beasiswa, sementara IELTS General lebih sering dipakai untuk kerja atau migrasi. Format tesnya mirip, tapi konteks soalnya beda. Misalnya di Academic, reading melibatkan teks ilmiah atau jurnal, sedangkan General lebih ke iklan atau instruksi kerja. Memilih jenis yang tepat dari awal akan membantu kamu untuk fokus pada materi yang relevan, sehingga persiapan tes IELTS menjadi lebih efisien dan targeted.
Dengan paham struktur tes dari awal, kamu jadi nggak belajar secara buta. Ini salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pemula saat belajar IELTS dari nol, yaitu langsung ngerjain soal tanpa tahu tujuan tiap bagian. Sebaliknya, dengan memahami blueprint tes, kamu bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahanmu secara lebih dini, serta menyusun rencana belajar yang disesuaikan. Insight ini tidak hanya menghemat waktu tapi juga meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi tes sebenarnya.
Mulai dari Nol Itu Wajar, Jangan Minder Duluan
Banyak orang yang memutuskan untuk berhenti bahkan sebelum memulai karena ngerasa kemampuan bahasa Inggrisnya masih pas-pasan. Padahal, IELTS itu bukan tes pintar, tapi tes kesiapan. Artinya, siapa pun bisa dapet skor bagus asal persiapannya matang. Bahkan, banyak cerita sukses dari orang-orang yang memulai dengan vocabulary dasar dan grammar sederhana, tapi berhasil mencapai band 7 atau lebih tinggi melalui latihan yang konsisten dan strategi yang cerdas.
Kalau kamu masih sering bingung dengan grammar, kosakata terbatas, atau belum pede ngomong bahasa Inggris, itu normal. Justru dari situ proses belajar dimulai. Kunci utama di tahap awal adalah jujur sama kemampuan diri sendiri. Dengan begitu, kamu bisa nyusun strategi belajar yang sesuai, bukan malah ngoyo dan burnout. Coba lakukan self-assessment sederhana, seperti mengerjakan diagnostic test online gratis, untuk melihat di mana posisimu sekarang dan apa yang perlu ditingkatkan terlebih dahulu dalam persiapan tes IELTS dari nol.
Tentukan Target Skor dari Awal
Salah satu langkah penting dalam persiapan tes IELTS adalah menentukan target skor. Target ini bakal jadi kompas selama kamu belajar. Misalnya, kalau kamu butuh skor 6.5 untuk daftar kuliah, maka fokus belajarnya beda dengan orang yang ngejar skor 7.5 ke atas. Target skor yang realistis akan membantu kamu untuk mengalokasikan waktu dan sumber daya dengan bijak, menghindari pemborosan energi pada area yang tidak terlalu krusial.
Target skor juga bantu kamu untuk ngukur progres. Jadi kamu nggak belajar asal dalam waktu yang lama, tapi tahu kapan harus lanjut ke tahap berikutnya. Idealnya, target skor ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi awal kemampuan bahasa Inggrismu. Pertimbangkan faktor seperti waktu yang tersedia sebelum ujian dan komitmen harianmu. Dengan tracking progres secara berkala, seperti melalui mock test mingguan, kamu bisa menyesuaikan strategi agar tetap on track menuju target tersebut dalam belajar IELTS dari nol.
Bangun Fondasi Bahasa Inggris yang Kuat
Buat kamu yang benar-benar belajar IELTS dari nol, jangan langsung loncat ke latihan soal berat. Fondasi itu penting. Mulai dari hal dasar seperti grammar umum, tenses yang sering muncul, dan kosakata sehari-hari. Fondasi yang solid ini akan menjadi pondasi bagi kemampuanmu dalam menghadapi soal-soal yang kompleks di tes nantinya, ini juga memastikan bahwa kamu tidak hanya menghafal tapi benar-benar memahami konsepnya.
Nggak perlu hafal semua rumus grammar. Fokus ke yang sering dipakai di IELTS, seperti present tense, past tense, dan sentence structure dasar. Untuk kosakata, biasakan belajar lewat konteks, bukan hafalan. Misalnya dari artikel, video, atau podcast berbahasa Inggris. Coba integrasikan kebiasaan ini ke dalam rutinitas harian, seperti membaca berita Inggris setiap pagi atau menonton serial dengan subtitle Inggris, untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan dan alami.
Semakin kuat fondasi kamu, makin gampang nanti ketika ngerjain soal IELTS yang kelihatannya ribet. Selain itu, fondasi yang baik juga akan membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri, karena kamu akan merasa lebih siap dalam menghadapi variasi soal yang mungkin muncul. Ingat, persiapan tes IELTS bukan sprint, tapi marathon, jadi bangun fondasi ini dengan sabar untuk hasil jangka panjang yang optimal.
Baca juga: IELTS Mock Test! Bukan Cuma Latihan, Tapi Kunci Biar Skor Asli Nggak Zonk
Latihan Listening Secara Bertahap
Listening sering jadi momok karena audionya cuma diputar sekali. Tapi sebenarnya, bagian ini bisa banget dilatih. Di tahap awal persiapan tes IELTS, kamu bisa mulai dari listening santai dulu, seperti nonton video berbahasa Inggris tanpa subtitle atau dengerin podcast ringan. Mulai dari topik yang kamu sukai, seperti musik atau hobi, untuk membangun kebiasaan mendengar tanpa tekanan, sehingga telinga kamu terbiasa dengan aksen dan kecepatan bicara yang beragam.
Kalau udah terbiasa, baru naik level ke soal listening IELTS yang asli. Latih kemampuan nangkep ide utama, detail penting, dan kata kunci. Jangan fokus ke satu kata yang kelewat, karena itu cuma bikin panik dan ketinggalan info lain.
Tips tambahan: catat kata-kata yang sering muncul dalam latihan, dan pelajari sinonimnya untuk meningkatkan pemahaman konteks. Dengan pendekatan bertahap ini, belajar IELTS dari nol di bagian listening akan terasa lebih manageable dan efektif.
Reading Nggak Harus Paham Semua Kata
Banyak peserta IELTS yang gagal di reading karena mikir harus ngerti semua kata di teks. Padahal, yang diuji itu kemampuan memahami informasi, bukan kemampuan menerjemahkan kata per kata. Fokus pada pemahaman keseluruhan paragraf dan hubungan antar kalimat akan lebih membantu daripada terjebak pada kata-kata asing.
Saat belajar IELTS dari nol, biasakan baca cepat dan cari ide utama. Teknik seperti skimming dan scanning itu penting banget. Kamu juga perlu latihan manajemen waktu, karena reading IELTS terkenal panjang dan waktunya ketat. Coba praktikkan dengan membaca artikel dari sumber seperti BBC atau The Guardian, lalu ringkas poin utamanya dalam waktu terbatas. Insight ini tidak hanya meningkatkan skor reading tapi juga kemampuan bahasa Inggris secara keseluruhan dalam persiapan tes IELTS.
Writing Itu Skill, Bukan Bakat
Writing sering dianggap bagian paling susah, padahal ini skill yang bisa dilatih. Dalam persiapan tes IELTS, writing perlu latihan rutin dan evaluasi. Mulai dari struktur dasar dulu, seperti pembukaan, isi, dan penutup. Pahami kriteria penilaian seperti task response, lexical resource, dan grammatical range untuk menargetkan peningkatan yang spesifik.
Nggak perlu langsung pakai kosakata ribet. Justru tulisan yang jelas, rapi, dan logis biasanya bakal dapet nilai lebih baik. Fokus ke coherence dan cohesion, alias alur tulisan yang nyambung dan enak dibaca. Contohnya, gunakan linking words seperti “however”, “furthermore”, atau “in addition” untuk menghubungkan ide-ide secara mulus.
Kalau bisa, biasakan minta feedback dari orang yang paham IELTS, karena self-correction itu cukup susah di bagian writing. Alternatifnya, gunakan forum online seperti Reddit atau grup IELTS di Facebook untuk berbagi tulisan dan mendapatkan masukan dari komunitas. Dengan latihan yang terarah, belajar IELTS dari nol di section writing akan membawa perbaikan yang signifikan dalam waktu singkat.
Speaking Bukan Tentang Aksen, tapi Kejelasan
Satu hal yang wajib kamu buang jauh-jauh saat persiapan tes IELTS adalah takut aksen. IELTS nggak menilai kamu harus ngomong kayak native speaker. Yang dinilai itu kelancaran, kejelasan, dan kemampuan menyampaikan ide. Jadi, fokus pada pengucapan yang jelas dan intonasi yang alami daripada mencoba meniru aksen tertentu.
Latihan speaking bisa dimulai dari hal simpel, seperti ngomong sendiri di depan kaca atau rekam suara sendiri. Biasakan jawab pertanyaan dengan struktur yang jelas, bukan jawaban super pendek. Misalnya, untuk pertanyaan sederhana, kembangkan dengan alasan, contoh, dan kesimpulan untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam bahasa Inggris.
Semakin sering latihan, rasa grogi bakal berkurang dengan sendirinya. Tambahkan variasi dengan berlatih bersama teman atau melalui app seperti Tandem untuk simulasi percakapan nyata, yang akan membuat persiapan tes IELTS di speaking jadi lebih dinamis dan menyenangkan.
Baca juga: Kuliah di Eropa Selatan? Ini Rekomendasi Kampus Keren yang Akademiknya Top
Konsistensi Lebih Penting dari Belajar Lama
Belajar IELTS nggak harus berjam-jam tiap hari. Yang penting konsisten. Bahkan 30–60 menit per hari, asal rutin, hasilnya akan jauh lebih terasa dibanding belajar maraton tapi cuma seminggu. Konsistensi ini akan membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan, yang pada akhirnya mengubah kemampuan bahasa Inggrismu secara permanen.
Bikin jadwal realistis yang sesuai sama rutinitas kamu. Misalnya hari ini fokus listening, besok reading, dan seterusnya. Dengan pola kayak gini, persiapan tes IELTS jadi lebih terarah dan nggak bikin capek mental. Gunakan tools seperti app Habitica atau Google Calendar untuk mengingatkan dan melacak progres, sehingga belajar IELTS dari nol tetap menyenangkan tanpa rasa terbebani.
Manajemen Waktu dan Sumber Belajar yang Efektif
Salah satu tantangan terbesar saat belajar IELTS dari nol adalah mengatur waktu dan memilih sumber belajar yang tepat tanpa membuang-buang energi. Banyak pemula yang langsung beli buku tebal atau ikut kursus mahal, tapi akhirnya kewalahan karena nggak tahu cara memanfaatkannya secara optimal. Padahal, dengan manajemen waktu yang baik, kamu bisa mencapai progres yang signifikan bahkan dengan budget terbatas.
Pertama, buat timeline realistis. Misalnya, kalau target ujianmu 3–6 bulan lagi, bagi waktu menjadi fase:
- 1–2 bulan pertama untuk fondasi (grammar + vocabulary dasar)
- 2 bulan berikutnya untuk latihan skill per bagian
- 1 bulan terakhir full simulasi + review kesalahan.
Gunakan teknik Pomodoro (25 menit belajar fokus + 5 menit istirahat) untuk menjaga konsentrasi tanpa cepat lelah. Aplikasi seperti Forest atau Focus Booster bisa membantu kamu stay on track tanpa terganggu HP.
Untuk sumber belajar, mulai dari yang gratis dulu supaya nggak boros. Situs resmi IELTS.org punya sample questions dan tips resmi yang sangat akurat. Kamu juga bisa manfaatkan Cambridge IELTS books (seri 1–19) untuk latihan autentik. Cukup beli satu atau dua buku terbaru saja, sisanya cari PDF legal atau pinjam dari teman. YouTube channel seperti IELTS Liz, E2 IELTS, atau IELTS Ryan juga menawarkan penjelasan gratis yang mudah dipahami, lengkap dengan contoh jawaban band 7+. Podcast seperti BBC Learning English atau 6 Minute English juga bagus untuk latihan listening sekaligus vocab sehari-hari.
Jangan lupa catat progress mingguan. Buat simple tracker di Google Sheets: skor mock test, vocabulary baru yang dipelajari, dan kesalahan umum. Dengan cara ini, kamu bisa lihat improvement secara nyata dan tetap termotivasi. Ingat, kualitas belajar lebih penting daripada kuantitas. Lebih baik 45 menit fokus penuh daripada 3 jam sambil scroll Instagram. Dengan manajemen waktu dan sumber yang tepat, persiapan tes IELTS dari nol akan terasa lebih terkontrol dan hasilnya akan lebih maksimal.
Simulasi Ujian Itu Wajib
Menjelang hari H, jangan lupa latihan full test. Simulasi ujian bantu kamu untuk adaptasi sama tekanan waktu dan suasana tes. Dari sini juga kamu bisa tahu bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Simulasi ini mirip dengan dress rehearsal, memastikan bahwa kamu siap secara teknis dan mental.
Idealnya, simulasi dilakukan beberapa kali sebelum ujian resmi. Jadi pas hari H, kamu nggak kaget dan lebih tenang. Analisislah hasil setiap simulasi untuk mengidentifikasi pola kesalahan, seperti waktu yang habis di reading atau kekurangan vocabulary di writing, dan sesuaikan latihan selanjutnya berdasarkan itu dalam persiapan tes IELTS.
Persiapan Mental Juga Nggak Kalah Penting

Selain kemampuan bahasa, mental juga punya peran besar. Tidur cukup, jaga pola makan, dan jangan belajar terlalu keras menjelang ujian. Percaya sama proses yang udah kamu jalanin. Teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga ringan bisa membantu mengurangi anxiety, dan memastikan bahwa kamu tampil optimal di hari ujian.
Ingat, IELTS itu bukan penentu nilai hidup kamu, tapi cuma alat buat mencapai tujuan yang lebih besar. Dengan mindset growth, setiap tantangan dalam belajar IELTS dari nol menjadi peluang untuk berkembang, bukan hambatan yang menakutkan.
Butuh Pendampingan Biar Lebih Terarah?
Kalau kamu ngerasa belajar sendiri itu berat, atau ingin persiapan tes IELTS yang lebih terstruktur dari nol sampai siap ujian, Ultimate Education bisa jadi pilihan yang pas. Di sini, kamu bisa ikut kursus dan bimbingan IELTS dengan metode yang jelas, materi update, dan pendampingan sesuai kebutuhan kamu. Tutor berpengalaman akan membantu mengidentifikasi kelemahanmu dan memberikan feedback personalisasi untuk percepatan progres.
Nggak cuma itu, Ultimate Education juga menyediakan jasa penerjemah profesional buat kamu yang butuh dokumen akademik atau keperluan resmi lainnya. Jadi semua kebutuhan bahasa Inggrismu bisa ditangani di satu tempat, praktis dan terpercaya. Layanan ini dirancang untuk mendukung perjalananmu secara holistik, dari persiapan tes hingga aplikasi tujuan akhir.
Kalau kamu ingin persiapan IELTS yang serius tapi tetap nyaman dan terarah, Ultimate Education layak banget masuk wishlist kamu sebagai rekomendasi tempat kursus terbaik. Banyak alumni yang berhasil mencapai skor tinggi berkat pendekatan yang inovatif dan support yang berkelanjutan di sini.
