Back

Sebelum Switch Career Lewat Ausbildung, Kamu Wajib Pertimbangkan Hal Ini Dulu!

Belakangan ini, semakin banyak anak muda yang mulai kepikiran buat switch career alias ganti haluan karier.

Banyak alasan yang melatarbelakanginya, mulai dari merasa bosan di pekerjaan lama, nggak cocok dengan bidang yang digeluti sekarang, sampai keinginan buat punya karier yang lebih stabil dan bermakna.

Salah satu jalur yang lagi populer di kalangan generasi muda Indonesia adalah Ausbildung di Jerman. Program Ausbildung ini memungkinkan kamu untuk belajar sambil bekerja di Jerman, dengan gaji bulanan dan pengalaman kerja nyata di bidang yang kamu pilih.

Tapi sebelum kamu buru-buru ambil keputusan besar ini, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pikirkan matang-matang. Karena switch career bukan cuma soal pindah pekerjaan, tapi soal mulai hidup baru dengan arah dan tantangan yang berbeda.

Berikut hal-hal penting yang wajib kamu pertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan untuk switch career lewat Ausbildung.

Baca juga: Aksen Prancis Ternyata Nggak Cuma Satu! Kenalan Yuk Sama Gaya Ngomong Mereka

1. Pahami Dulu Alasan Kamu Mau Ganti Karier

Langkah pertama sebelum memutuskan untuk pindah karier adalah memahami alasan kamu sendiri. Jangan asal ikut-ikutan atau karena merasa tren Ausbildung sedang naik daun. Coba refleksikan dengan jujur, apa sebenarnya yang membuat kamu ingin berpindah haluan.

Apakah kamu merasa tidak berkembang di pekerjaan sekarang? Apakah kamu kehilangan semangat setiap kali berangkat kerja? Atau mungkin kamu baru menemukan passion yang selama ini kamu abaikan?

Kalau alasanmu jelas, keputusanmu juga akan lebih kuat. Misalnya, kalau kamu bosan karena rutinitas kerja yang monoton, mungkin kamu butuh bidang yang lebih dinamis.

Kalau kamu merasa tidak cocok karena budaya kerja yang terlalu menekan, mungkin kamu akan lebih bahagia di lingkungan yang memberi ruang eksplorasi dan belajar.

Dan kalau kamu merasa ingin berkembang lebih jauh tapi kesempatannya terbatas, Ausbildung bisa jadi solusi menarik. Di Jerman, sistem pelatihan ini memang dirancang supaya kamu bisa belajar teori di sekolah sekaligus praktik langsung di tempat kerja.

Jadi, kamu tidak cuma belajar di kelas, tapi juga langsung menerapkan ilmu di dunia kerja. Intinya, pastikan alasanmu kuat dan realistis. Keputusan besar seperti ganti karier seharusnya datang dari pemahaman diri yang dalam, bukan sekadar impuls sesaat.

2. Temukan Bidang yang Benar-Benar Cocok

Setelah tahu kenapa kamu ingin switch career, langkah berikutnya adalah menentukan bidang yang cocok untuk kamu tekuni.

Ausbildung di Jerman menawarkan banyak pilihan bidang, mulai dari keperawatan, teknik, kuliner, perhotelan, otomotif, hingga teknologi informasi. Tapi memilih bidang tidak boleh asal.

Kamu perlu mengenali diri sendiri. Apa minat dan keahlianmu saat ini? Aktivitas seperti apa yang membuatmu bersemangat? Apakah kamu tipe orang yang suka berinteraksi dengan orang lain, atau lebih nyaman bekerja dengan mesin dan data?

Kamu juga bisa membuat daftar hal-hal yang kamu sukai dan tidak sukai dari pekerjaan sebelumnya.

Misalnya, kalau kamu dulu kerja di kantor tapi merasa terjebak rutinitas, mungkin kamu akan lebih cocok di bidang yang menuntut aktivitas fisik dan interaksi langsung seperti hospitality atau perawatan. Selain itu, penting juga untuk memikirkan peluang kerja di masa depan.

Saat ini, beberapa bidang seperti keperawatan, teknik industri, dan IT termasuk yang paling banyak dibutuhkan di Jerman. Memilih bidang yang sesuai dengan kebutuhan pasar bisa membuka jalan karier yang lebih luas dan stabil di masa depan.

3. Buat Rencana Karier yang Jelas dan Realistis

Banyak orang terlalu fokus pada keinginan untuk pindah karier tanpa membuat perencanaan yang matang. Padahal, tanpa rencana yang jelas, kamu bisa kehilangan arah di tengah jalan. Mulailah dengan menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Misalnya, dalam satu tahun ke depan kamu ingin fokus belajar bahasa Jerman dan menyiapkan dokumen untuk mendaftar Ausbildung. Dalam lima tahun, kamu menargetkan sudah menyelesaikan Ausbildung dan bekerja tetap di Jerman.

Setelah itu, buat timeline yang realistis. Pelajari berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk setiap tahap. Rata-rata, untuk mencapai level bahasa Jerman yang dibutuhkan (minimal B1), kamu memerlukan waktu sekitar 9 sampai 12 bulan.

Setelah itu, proses pendaftaran Ausbildung biasanya memakan waktu 3 sampai 6 bulan, ditambah 2 sampai 3 bulan untuk pengurusan visa dan keberangkatan.

Dengan perencanaan yang jelas, kamu jadi tahu apa yang harus dilakukan dan kapan harus mulai. Selain itu, rencana yang rapi akan memudahkanmu mengatur keuangan dan energi, sehingga proses transisi karier berjalan lebih lancar.

Baca juga: Contoh Soal IELTS dan Latihan Praktis untuk Persiapan Mandiri

4. Hitung Waktu dan Biaya dengan Cermat

Switch career, terutama jika tujuannya ke luar negeri, tentu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Karena itu, kamu harus punya gambaran finansial yang jelas sejak awal.

Biaya utama biasanya berasal dari kursus bahasa Jerman. Untuk bisa mendaftar Ausbildung, kamu perlu menguasai bahasa sampai level B1 atau bahkan B2.

Biaya kursus bervariasi tergantung lembaga dan intensitas belajarnya, tapi rata-rata bisa mencapai 5 hingga 15 juta rupiah per level.

Selain itu, ada biaya tambahan untuk ujian bahasa seperti TestDaF atau telc, legalisasi dokumen, serta jasa penerjemah resmi. Jangan lupa juga menyiapkan dana untuk biaya hidup selama masa persiapan di Indonesia, seperti transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

Ketika sudah diterima Ausbildung, kabar baiknya kamu akan menerima gaji bulanan sekitar 900 hingga 1.200 euro, tergantung bidang dan wilayah.

Artinya, setelah tiba di Jerman, kamu bisa mulai mandiri secara finansial. Tapi tetap, modal awal di Indonesia harus diperhitungkan agar kamu tidak kesulitan di tengah jalan.

Dengan perhitungan matang, kamu bisa meminimalkan risiko keuangan dan memastikan semua langkah berjalan sesuai rencana.

5. Siapkan Mental dan Sikap yang Tangguh

Selain biaya dan rencana, hal yang tak kalah penting adalah kesiapan mental. Banyak orang lupa bahwa switch career berarti memulai segalanya dari nol.

Kamu mungkin akan belajar hal-hal baru, menghadapi tantangan yang tidak pernah kamu temui sebelumnya, bahkan harus beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya yang sangat berbeda.

Kalau kamu memilih jalur Ausbildung, kamu akan hidup di Jerman, jauh dari keluarga dan zona nyaman. Akan ada masa-masa sulit ketika kamu merasa homesick, kesulitan beradaptasi, atau bahkan frustrasi karena tekanan di tempat kerja.

Namun semua itu bisa kamu hadapi kalau kamu punya mental kuat dan motivasi yang konsisten. Kamu harus mau belajar, terbuka terhadap perubahan, dan tidak takut untuk meminta bantuan saat butuh.

Adaptasi memang butuh waktu, tapi kalau kamu konsisten, hasilnya sepadan.

6. Pelajari Gaya Hidup dan Budaya Kerja di Jerman

Sebelum benar-benar berangkat, penting juga untuk mengenal budaya dan gaya hidup masyarakat Jerman. Mereka dikenal disiplin, tepat waktu, dan menghargai profesionalisme.

Di Jerman, waktu adalah hal yang sangat penting. Kalau kamu bilang datang jam 8 pagi, mereka benar-benar mengharapkan kamu sudah ada di sana jam 8 tepat, bukan lima belas menit kemudian.

Selain itu, orang Jerman juga sangat menghargai kejujuran dan tanggung jawab. Kalau kamu tidak tahu sesuatu, lebih baik bilang belum tahu daripada berpura-pura bisa. Mereka menghormati orang yang mau belajar dan mau berusaha.

Kamu juga perlu siap hidup mandiri. Di sana, kamu mungkin harus mengurus semuanya sendiri, mulai dari masak, mencuci pakaian, hingga mengatur jadwal kerja dan belajar.

Tapi di sisi lain, pengalaman ini akan membuatmu tumbuh jadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri.

Baca juga: Kuliah di Swedia! Hidup, Belajar, dan Bertumbuh ala Negeri Viking

7. Jangan Takut untuk Memulai dari Nol

Banyak orang ragu untuk switch career karena merasa sudah terlalu tua, sudah punya posisi bagus di pekerjaan lama, atau takut gagal di bidang baru. Padahal, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.

Mungkin di awal terasa sulit karena kamu harus belajar hal-hal yang benar-benar baru, tapi ingat, semua orang yang sukses juga pernah berada di titik itu. Pengalaman kerja sebelumnya tidak akan hilang begitu saja. Justru bisa jadi modal berharga.

Misalnya, kalau kamu dulu bekerja di customer service lalu beralih ke bidang hospitality, kemampuan komunikasi dan problem-solving kamu akan sangat membantu.

Atau kalau kamu pernah bekerja di bidang administrasi lalu beralih ke keperawatan, kemampuanmu mengatur waktu dan bekerja terstruktur bisa jadi nilai tambah.

Switch career bukan berarti menghapus masa lalu, tapi menggunakannya sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

8. Evaluasi Diri Secara Berkala

Proses switch career tidak terjadi dalam semalam. Kamu perlu waktu dan proses yang panjang, dan di setiap tahapnya, penting untuk melakukan evaluasi diri.

Coba tanya ke diri sendiri secara berkala: apakah bidang yang kamu pilih masih terasa cocok? Apakah kamu menikmati proses belajar dan kerja? Apakah tujuan awalmu masih relevan?

Dengan evaluasi rutin, kamu bisa menyesuaikan langkah tanpa kehilangan arah. Kalau ternyata ada yang kurang cocok, kamu bisa mencari solusi lebih cepat, entah dengan mengubah strategi belajar, mencari mentor baru, atau bahkan mengganti bidang yang lebih sesuai.

Ultimate Education! Partner Terbaik untuk Persiapan Ausbildung dan TestDaF

Switch career lewat Ausbildung bisa menjadi langkah besar yang membawa perubahan positif dalam hidupmu, asalkan dilakukan dengan persiapan matang.

Pahami alasanmu, pilih bidang yang tepat, buat rencana karier yang jelas, hitung biaya dengan realistis, dan siapkan mental sebaik mungkin.

Perjalanan ini memang tidak mudah, tapi hasil akhirnya bisa sangat memuaskan. Kamu akan mendapatkan pengalaman internasional, penghasilan stabil, dan kesempatan membangun karier di negara dengan sistem kerja yang profesional.

Kalau kamu serius ingin switch career dan menjadikan Ausbildung sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah, jangan ragu untuk mencari bimbingan yang tepat.

Untuk kamu yang ingin memulai perjalanan Ausbildung dengan lebih percaya diri, Ultimate Education bisa jadi pilihan terbaik. Di sini, kamu bisa mengikuti kursus bahasa Jerman dari level dasar sampai mahir, termasuk kelas persiapan TestDaF dan telc.

Ultimate Education juga menyediakan bimbingan lengkap untuk persiapan Ausbildung, mulai dari pemilihan bidang, penyusunan dokumen, hingga pelatihan wawancara.

Selain itu, tersedia layanan penerjemah resmi yang membantu kamu menyiapkan dokumen sesuai standar Jerman.

Dengan mentor berpengalaman dan sistem pembelajaran yang interaktif, Ultimate Education siap membantu kamu mencapai impian berkarier di Jerman.

Jika kamu ingin serius memulai langkah baru, inilah saatnya untuk bergabung dan menyiapkan masa depan dengan cara yang tepat.