Back

Seperti Apa Perbedaan Katakana dan Hiragana?

Bahasa jepangBahasa Jepang memiliki sistem penulisan yang unik dan berbeda dengan bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sistem ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah Jepang yang telah berkembang selama ribuan tahun. Salah satu aspek yang paling mencolok dari bahasa Jepang adalah penggunaan tiga jenis karakter utama: Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji merupakan aksara ideografis yang diadopsi dari Tiongkok sekitar abad ke-5, sedangkan Hiragana dan Katakana adalah dua sistem penulisan fonetik yang diciptakan di Jepang untuk melengkapi Kanji. Di antara ketiga jenis karakter ini, Hiragana dan Katakana adalah dua sistem penulisan yang sangat penting dan sering digunakan dalam berbagai konteks sehari-hari, mulai dari buku anak-anak, manga, novel, hingga dokumen resmi, iklan, dan media digital. Penggunaan yang tepat dari ketiga sistem ini menciptakan keseimbangan visual dan makna dalam tulisan Jepang, sehingga memahami peran masing-masing sangat krusial bagi pembelajar bahasa Jepang.

Meskipun keduanya termasuk dalam kategori “kana” (huruf fonetik), Hiragana dan Katakana memiliki perbedaan yang signifikan dalam penggunaan dan fungsi. Perbedaan ini sering menjadi tantangan awal bagi pemula, karena memilih sistem yang tepat dapat mempengaruhi kejelasan, gaya, dan bahkan kesopanan dalam komunikasi tertulis. Banyak orang yang baru mulai belajar bahasa Jepang sering kali merasa bingung mengenai perbedaan antara keduanya, terutama saat membaca teks campuran yang menggabungkan Kanji, Hiragana, dan Katakana dalam satu kalimat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perbedaan antara Katakana dan Hiragana, termasuk pengertian, fungsi, manfaat, serta contoh penggunaannya. Kami juga akan membahas sejarah singkat perkembangan kedua sistem ini, tips praktis menghafal karakter, latihan sederhana untuk pemula, serta aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca menu restoran, menonton anime tanpa subtitle, atau menulis pesan kepada teman Jepang. Dengan pemahaman yang lebih luas dan terstruktur, Anda akan lebih percaya diri dalam membaca koran Jepang, mengikuti berita, atau bahkan menulis esai dalam bahasa Jepang.

Baca Juga: 8 Fakta Penting tentang JLPT bagi yang Ingin Tinggal di Jepang

1. Apa Itu Hiragana?

Hiragana adalah salah satu dari dua jenis huruf fonetik dalam sistem penulisan bahasa Jepang. Hiragana terdiri dari 46 karakter dasar yang masing-masing mewakili satu suku kata. Setiap karakter dalam Hiragana digunakan untuk menuliskan kata-kata asli Jepang yang tidak menggunakan kanji. Hiragana sering digunakan untuk menulis kata-kata yang bersifat asli Jepang, seperti partikel, kata kerja, kata sifat, dan juga sebagai tanda baca dalam teks yang lebih kompleks. Selain itu, Hiragana sering muncul sebagai furigana (penjelasan baca kecil di atas Kanji) pada buku anak-anak, majalah, atau dokumen resmi untuk membantu pembaca yang belum mahir Kanji. Dalam konteks pendidikan, Hiragana biasanya menjadi materi pertama yang diajarkan kepada anak-anak Jepang di sekolah dasar dan kepada pembelajar asing, karena karakternya yang sederhana dan melengkung memberikan kesan lembut serta mudah diingat.

Pengertian Hiragana

Hiragana adalah alfabet fonetik yang digunakan dalam bahasa Jepang untuk menulis kata-kata Jepang asli yang tidak memiliki kanji atau kata-kata yang diubah menjadi bentuk fonetik. Hiragana juga digunakan untuk menuliskan infleksi kata kerja, kata sifat, serta partikel, dan dalam pembelajaran bahasa Jepang, Hiragana biasanya diajarkan terlebih dahulu. Sistem ini dikembangkan pada abad ke-9 oleh seorang biksu bernama Kūkai (juga dikenal sebagai Kōbō Daishi) dari bentuk tulisan tangan Kanji yang disederhanakan, yang dikenal sebagai man’yōgana. Karena bentuknya yang bulat dan mengalir, Hiragana sering diasosiasikan dengan gaya penulisan feminin, santai, dan ekspresif, sehingga banyak digunakan dalam surat pribadi, puisi, dan cerita pendek.

Fungsi Hiragana

  • Menulis Kata-kata Jepang Asli: Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata yang tidak memiliki kanji, atau kata-kata yang memiliki kanji tetapi dalam bentuk yang lebih sederhana atau informal. Misalnya, kata “yamai” (sakit) bisa ditulis dengan Kanji 病, tetapi dalam konteks anak-anak atau penjelasan sederhana, ditulis sebagai やまい.
  • Infleksi Kata Kerja dan Kata Sifat: Hiragana sering digunakan untuk menuliskan infleksi pada kata kerja dan kata sifat, yang merupakan bagian penting dalam tata bahasa Jepang. Contohnya, kata kerja “taberu” (makan) menjadi “tabemasu” (makan – bentuk sopan) dengan akhiran -masu ditulis dalam Hiragana.
  • Penggunaan dalam Partikel: Partikel seperti “は” (wa), “が” (ga), dan “を” (wo) semuanya ditulis dalam Hiragana. Partikel ini adalah elemen tata bahasa yang menghubungkan kata dalam kalimat, dan tanpa Hiragana, struktur kalimat Jepang akan sulit dipahami.
  • Furigana dan Penjelasan: Hiragana digunakan sebagai furigana untuk memberikan petunjuk baca Kanji yang rumit, terutama pada materi untuk pemula atau anak-anak.

Manfaat Hiragana

  • Meningkatkan Pemahaman Teks Jepang: Dengan memahami Hiragana, pembelajar bahasa Jepang dapat membaca teks dasar, seperti buku anak-anak, percakapan sehari-hari, atau lirik lagu J-pop. Ini menjadi pintu masuk untuk memahami struktur kalimat Jepang yang unik.
  • Dasar Pembelajaran Kanji dan Katakana: Hiragana adalah dasar untuk mempelajari Kanji dan Katakana karena sering kali digunakan dalam kalimat bersama dengan karakter-karakter tersebut. Tanpa Hiragana, sulit untuk memahami bagaimana Kanji diucapkan atau bagaimana kalimat dibentuk.
  • Membantu Pengucapan yang Benar: Karena bersifat fonetik, Hiragana membantu pembelajar melatih pengucapan yang akurat sejak awal, menghind them mispronunciation yang sering terjadi saat belajar dari romaji saja.

2. Apa Itu Katakana?

Katakana adalah sistem penulisan fonetik lain dalam bahasa Jepang yang terdiri dari 46 karakter dasar. Katakana digunakan terutama untuk menulis kata-kata asing yang dipinjam dari bahasa lain (disebut sebagai loanwords), nama-nama tempat dan orang, serta istilah teknis dan ilmiah. Berbeda dengan Hiragana yang lembut, Katakana memiliki garis-garis tegas dan sudut tajam, memberikan kesan modern, tegas, dan sering digunakan dalam konteks yang menekankan kata-kata dari luar budaya Jepang. Katakana juga sering muncul dalam iklan, nama merek, menu restoran internasional, dan judul film asing.

Pengertian Katakana

Katakana adalah salah satu jenis huruf fonetik yang digunakan dalam bahasa Jepang, dan hampir selalu digunakan untuk menuliskan kata-kata pinjaman dari bahasa asing. Sebagian besar kata-kata yang berasal dari bahasa Inggris, seperti “computer” (kompyūta), atau “coffee” (kōhī), biasanya ditulis menggunakan Katakana. Katakana memiliki bentuk yang lebih tajam dan lebih angular dibandingkan dengan Hiragana. Sistem ini dikembangkan pada abad ke-9 dari bagian-bagian Kanji yang dipotong dan disederhanakan, sering digunakan oleh biksu Buddha untuk mencatat bacaan sutra atau catatan ilmiah. Karena asal-usulnya yang praktis dan teknis, Katakana sering diasosiasikan dengan konteks ilmiah, teknologi, dan globalisasi.

Fungsi Katakana

  • Menulis Kata Pinjaman (Loanwords): Katakana digunakan untuk menulis kata-kata yang dipinjam dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Contoh: インターネット (intānetto, internet), スマートフォン (sumātofon, smartphone).
  • Menulis Nama Orang dan Tempat Asing: Nama-nama orang asing, tempat, atau merek dagang yang tidak memiliki kanji akan ditulis dengan Katakana. Misalnya: アメリカ (Amerika), ジャカルタ (Jakarta).
  • Onomatopeia dan Efek Suara: Katakana juga digunakan untuk menulis kata-kata yang meniru suara atau efek, seperti “バタバタ” (batabata) yang menggambarkan suara langkah kaki cepat, atau “ドキドキ” (dokidoki) untuk detak jantung.
  • Penekanan dan Gaya: Katakana sering digunakan untuk menekankan kata dalam kalimat, mirip seperti huruf kapital atau italic dalam bahasa Inggris, terutama dalam manga, iklan, atau teks informal.

Manfaat Katakana

  • Mempermudah Pemahaman Kata Asing: Dengan memahami Katakana, pembelajar bahasa Jepang dapat lebih mudah membaca kata-kata yang berasal dari bahasa asing, terutama dalam konteks modern seperti teknologi, makanan internasional, dan hiburan.
  • Membaca Teks Teknologi dan Ilmu Pengetahuan: Banyak istilah teknis, ilmiah, dan teknologi yang ditulis menggunakan Katakana, sehingga memahaminya akan sangat berguna dalam studi lebih lanjut, pekerjaan di perusahaan Jepang, atau membaca manual produk.
  • Meningkatkan Kemampuan Mendengar: Karena banyak kata Katakana berasal dari bahasa Inggris, pembelajar dapat menebak arti dari konteks dan pengucapan, sehingga meningkatkan kemampuan listening secara tidak langsung.

Baca Juga: Perbedaan Tes Bahasa Jepang: JTEST, NAT Test, EJU, dan JLPT

3. Perbedaan antara Hiragana dan Katakana

Meskipun Hiragana dan Katakana sama-sama merupakan sistem penulisan fonetik yang mewakili suku kata dalam bahasa Jepang, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok antara keduanya. Perbedaan ini tidak hanya pada bentuk visual, tetapi juga pada konteks budaya, sejarah, dan fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Hiragana dan Katakana yang perlu dipahami secara mendalam:

a. Penggunaan

  • Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata Jepang asli, infleksi kata kerja, partikel, dan penghubung. Ini adalah tulisan “default” untuk elemen tata bahasa Jepang.
  • Katakana digunakan untuk menulis kata-kata pinjaman dari bahasa asing, nama-nama orang dan tempat asing, serta onomatopeia atau efek suara. Ini sering menandakan sesuatu yang “asing” atau “modern”.

b. Bentuk Karakter

  • Hiragana memiliki bentuk yang lebih halus dan melengkung, lebih “lembut” dan “bulat”. Bentuk ini memberikan kesan feminin, santai, dan alami.
  • Katakana memiliki bentuk yang lebih tajam dan angular, lebih “kaku” dibandingkan dengan Hiragana. Bentuk ini sering diasosiasikan dengan ketegasan, modernitas, dan penekanan.

c. Contoh Penggunaan

  • Hiragana: ありがとう (Arigatou, “terima kasih”), はし (hashi, “jembatan”), 食べる (taberu, “makan”).
  • Katakana: コンピュータ (konpyūta, “komputer”), コーヒー (kōhī, “kopi”), テレビ (terebi, “televisi”).

d. Asal Usul

  • Hiragana berasal dari bentuk tulisan tangan kanji yang disederhanakan (cursive style), dikembangkan oleh wanita bangsawan pada periode Heian untuk menulis puisi dan diary.
  • Katakana berasal dari bagian-bagian kanji yang dipotong untuk membentuk karakter-karakter baru, awalnya digunakan oleh biksu untuk catatan akademis dan agama.

e. Konteks Budaya dan Gaya

  • Hiragana: Lebih sering digunakan dalam tulisan tradisional, sastra, dan konteks pribadi.
  • Katakana: Dominan dalam iklan, media massa, teknologi, dan konteks global.

4. Persamaan antara Hiragana dan Katakana

Meskipun terdapat banyak perbedaan antara Hiragana dan Katakana, kedua sistem penulisan ini juga memiliki beberapa persamaan yang mendasar. Persamaan ini menjadi alasan mengapa keduanya sering disebut sebagai “saudara kembar” dalam sistem penulisan Jepang. Berikut adalah beberapa persamaan antara Hiragana dan Katakana yang penting untuk dipahami:

a. Fonetik

Kedua sistem ini adalah sistem penulisan fonetik, yang berarti setiap karakter mewakili satu suku kata atau suara. Misalnya, karakter “あ” (a) dalam Hiragana dan “ア” (a) dalam Katakana keduanya mewakili bunyi yang sama. Ini berlaku untuk semua 46 karakter dasar, ditambah modifikasi seperti dakuten (゛) dan handakuten (゜) yang mengubah bunyi, seperti “か” menjadi “が” atau “は” menjadi “ぱ”.

b. Jumlah Karakter

Baik Hiragana maupun Katakana masing-masing terdiri dari 46 karakter dasar yang mencakup semua suku kata dalam bahasa Jepang. Meskipun bentuknya berbeda, keduanya mewakili fonetik yang sama. Selain itu, keduanya juga memiliki karakter kombinasi (yōon) seperti きゃ (kya) dan modifikasi untuk suku kata panjang atau nasal.

c. Penggunaan dalam Kalimat

Keduanya dapat digunakan bersama-sama dalam satu kalimat. Misalnya, sebuah kalimat dalam bahasa Jepang mungkin menggunakan Hiragana untuk kata kerja dan partikel, sementara Katakana digunakan untuk menulis kata pinjaman dari bahasa asing. Contoh: 私はコーヒーを飲みます (Watashi wa kōhī o nomimasu) – “Saya minum kopi”, di mana “watashi wa o nomimasu” menggunakan Hiragana, dan “kōhī” menggunakan Katakana.

d. Belajar Bersama

Kedua sistem ini biasanya diajarkan bersamaan setelah pengenalan dasar, karena saling melengkapi. Banyak aplikasi dan buku pelajaran menggunakan tabel perbandingan untuk membantu menghafal bentuk yang sesuai.

5. Kapan Menggunakan Hiragana dan Katakana?

Pemilihan antara Hiragana dan Katakana bergantung pada konteks kalimat dan jenis kata yang digunakan. Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk memilih antara Hiragana dan Katakana, beserta contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari:

  • Hiragana digunakan untuk kata-kata Jepang asli, partikel, dan infleksi kata kerja. Gunakan saat menulis kalimat formal tanpa Kanji, atau untuk anak-anak.
  • Katakana digunakan untuk kata pinjaman, nama asing, atau kata yang menggambarkan suara. Gunakan saat menulis nama diri Anda dalam bahasa Jepang, atau saat memesan makanan asing di restoran.

Misalnya:

  • Hiragana: さくら (sakura, “cherry blossom”), たべる (taberu, “makan”), ともだち (tomodachi, “teman”).
  • Katakana: カメラ (kamera, “kamera”), バナナ (banana, “pisang”), パソコン (pasokon, “komputer pribadi”).

Tips praktis: Jika ragu, tanyakan pada diri sendiri – apakah kata ini asli Jepang atau dari bahasa asing? Jika asing, gunakan Katakana. Jika asli dan tidak ada Kanji, gunakan Hiragana.

6. Manfaat Memahami Hiragana dan Katakana

Memahami dan menguasai Hiragana dan Katakana sangat penting untuk setiap pembelajar. Berikut adalah manfaat utama dari mempelajari kedua sistem penulisan ini, baik untuk tujuan akademis, pekerjaan, maupun hobi:

  • Dasar Pembelajaran Bahasa Jepang: Menguasai Hiragana dan Katakana adalah langkah pertama yang sangat penting dalam mempelajari bahasa Jepang, karena kedua sistem ini digunakan dalam hampir setiap aspek tulisan Jepang. Tanpa ini, Anda tidak bisa melanjutkan ke Kanji atau tata bahasa tingkat lanjut.
  • Mempermudah Membaca dan Menulis: Dengan memahami Hiragana dan Katakana, pembelajar dapat membaca teks Jepang dasar, seperti manga, buku anak-anak, atau dialog sehari-hari. Ini juga memungkinkan Anda menulis nama, alamat, atau pesan sederhana dengan benar.
  • Komunikasi yang Efektif: Menguasai kedua sistem penulisan ini memungkinkan pembelajar untuk menulis dan membaca dengan lebih lancar, yang sangat berguna dalam berkomunikasi dengan penutur asli bahasa Jepang, baik secara langsung maupun online.
  • Peluang Karir dan Studi: Banyak perusahaan Jepang dan universitas mengharuskan kemampuan dasar kana untuk tes masuk atau wawancara kerja.

Baca Juga: Belajar Bahasa Jepang: Mengapa Dan Bagaimana Memulainya

Hiragana dan Katakana adalah dua sistem penulisan fonetik dalam bahasa Jepang yang memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, meskipun keduanya mewakili fonetik yang sama. Hiragana digunakan untuk menulis kata-kata Jepang asli dan partikel, sedangkan Katakana digunakan untuk menulis kata-kata pinjaman dari bahasa asing, nama-nama tempat, dan onomatopeia. Memahami keduanya sangat penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari bahasa Jepang dengan baik dan memahami teks Jepang secara keseluruhan. Dengan latihan rutin, seperti menulis jurnal harian, membaca manga sederhana, atau menggunakan aplikasi flashcard, Anda bisa menguasai kedua sistem ini dalam waktu singkat. Ingat, kesabaran dan konsistensi adalah kunci utama dalam belajar bahasa Jepang.

Jika Anda kesulitan mempelajari Hiragana dan Katakana atau ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepang Anda, jangan ragu untuk bergabung dengan Ultimate Education. Kami menawarkan kursus bahasa Jepang dengan pengajaran yang terstruktur dan menyenangkan, yang dirancang untuk membantu Anda menguasai bahasa Jepang dengan cepat dan efektif. Kelas kami mencakup latihan intensif kana, simulasi percakapan, dan persiapan ujian JLPT. Segera daftarkan diri Anda dan raih kemampuan bahasa Jepang yang lebih baik bersama kami! Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan jadwal kelas terbaru.