Back

Boost Skor GRE-mu! Strategi Jitu Analytical Writing

Tes GRE (Graduate Record Examination) adalah ujian standar yang sering digunakan sebagai salah satu syarat masuk program pascasarjana di berbagai universitas di seluruh dunia. Salah satu bagian yang penting dari tes ini adalah Analytical Writing. Bagian ini menilai kemampuan peserta untuk berpikir kritis dan mengomunikasikan ide-ide mereka secara jelas dan efektif melalui tulisan. Analytical Writing GRE bukan hanya tentang menulis panjang, melainkan tentang menyusun argumen yang logis, terstruktur, dan didukung bukti kuat dalam waktu terbatas. Skor bagian ini (0-6) sering menjadi penentu bagi program studi humaniora, ilmu sosial, atau hukum, di mana kemampuan analisis tertulis sangat krusial. Banyak kandidat mengabaikan section ini karena fokus pada Verbal dan Quantitative, padahal peningkatan 1 poin di AW bisa membedakan aplikasi Anda di sekolah top seperti Harvard, Stanford, atau Yale.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa strategi yang dapat membantu Anda sukses dalam mengerjakan tes Analytical Writing GRE. Kita juga akan menguraikan bagian-bagian utama tes, format soal, serta tips praktis untuk meningkatkan performa Anda dalam waktu persiapan yang tersedia. Dari pemahaman mendalam tentang prompt hingga teknik revisi cepat, panduan ini dirancang untuk membantu Anda naik dari skor 3.5 ke 5.0+ dalam 4-8 minggu latihan terstruktur. Kami juga akan membagikan template esai, contoh analisis, dan sumber latihan resmi yang terbukti efektif berdasarkan pengalaman ribuan scorer tinggi.

Baca juga: Strategi Persiapan GRE yang Mengubah Skor dalam 3 Minggu

Memahami Struktur Tes Analytical Writing GRE

Sejak GRE Shorter (September 2023), Analytical Writing tetap satu esai Analyze an Issue (30 menit), tanpa Analyze an Argument. Perubahan ini membuat section lebih fokus pada kemampuan argumentasi mandiri. Skor AW dilaporkan terpisah, tapi universitas top seperti MIT atau NYU tetap menilai 4.5+ sebagai benchmark kompetitif. Memahami nuansa prompt—dari isu filosofis hingga kebijakan publik—akan membantu Anda merespons dengan cepat dan relevan.

Tes Analytical Writing terdiri dari dua bagian:

  • Analyze an Issue: Dalam bagian ini, Anda akan diminta untuk memberikan pendapat mengenai suatu topik umum. Anda perlu membahas masalah tersebut, memberikan argumen yang mendukung pandangan Anda, dan menyajikan bukti yang mendukung argumen tersebut. Tugas ini mengevaluasi kemampuan Anda untuk menyusun argumen yang logis dan koheren. Prompt biasanya berupa pernyataan kontroversial seperti “Technology has made people more isolated” atau “Governments should prioritize economic growth over environmental protection”. Pilih posisi yang bisa Anda dukung dengan 3-4 contoh kuat dari sejarah, sains, atau pengalaman pribadi.
  • Analyze an Argument: Di bagian ini, Anda akan diberikan sebuah argumen yang sudah ada, dan tugas Anda adalah mengevaluasi argumen tersebut dengan kritis. Anda perlu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan argumen, menemukan asumsi yang tersembunyi, serta memberikan saran perbaikan. Tujuannya bukan untuk memberikan opini pribadi, melainkan untuk menganalisis argumen secara objektif. Meski dihapus dari GRE resmi, latihan Argument tetap berguna untuk aplikasi SOP atau interview, karena logika flaw-hunting sama dengan Issue.

Insight tambahan: ETS menggunakan e-rater (AI scorer) bersama human grader. AI menilai struktur, vocabulary diversity, dan sentence variety—jadi hindari template kaku. Skor 5.0+ memerlukan 450-600 kata dengan 4+ paragraf, transisi halus, dan contoh spesifik.

Alokasi Waktu yang Efektif

Untuk ujian penulisan analitis, setiap bagian memiliki waktu tiga puluh menit. Oleh karena itu, mengelola waktu dengan baik menjadi hal yang sangat penting. Berikut adalah pembagian waktu yang ideal untuk setiap tugas, berdasarkan rekomendasi ETS dan scorer 6.0:

  1. 0-3 menit: Decode Prompt – Baca 2x, underline keywords (e.g., “to what extent”, “discuss both views”), tentukan scope. Jangan langsung menulis!
  2. 3-8 menit: Brainstorm & Outline – Tulis thesis statement + 3 body points + counterargument. Gunakan scratch paper untuk mind map.
  3. 8-25 menit: Write – Introduction (1 paragraf), Body (2-3 paragraf), Conclusion (1 paragraf). Target 80-100 kata per paragraf.
  4. 25-30 menit: Revise – Cek thesis alignment, grammar, word choice. Ganti 2-3 kata repetitif dengan synonym.

Pro tip: Gunakan timer dengan alarm 25 menit untuk simulasi tekanan. Latihan 20+ esai dengan pacing ini akan membuat 30 menit terasa luas.

Tips Sukses untuk Tugas “Analyze an Issue”

Bagian ini mengharuskan Anda untuk memilih posisi tertentu dalam menanggapi topik yang diberikan. Anda harus menyusun argumen yang logis dan menggunakan contoh yang relevan untuk memperkuat posisi Anda. Skor 5+ memerlukan nuanced position—bukan hitam-putih—dengan acknowledgment counterargument.

Tips untuk sukses:

  • Pilih posisi dengan cepat: Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam bagian ini. Yang penting adalah kemampuan Anda untuk membangun argumen yang kuat. Jika topik tersebut bersifat kompleks, pilih sisi yang paling nyaman bagi Anda untuk diargumentasikan. Gunakan “qualified agreement” (e.g., “While technology isolates in some ways, it connects globally”) untuk kompleksitas.
  • Gunakan contoh konkret: Saat membahas pendapat Anda, berikan contoh dari pengalaman pribadi, kejadian historis, atau situasi dunia nyata. Contoh: Untuk topik pendidikan online, sebut “Pandemi COVID-19 menunjukkan platform seperti Zoom meningkatkan akses, tapi juga memperlebar digital divide di negara berkembang”.
  • Jaga kohesi argumen: Pastikan setiap paragraf mendukung poin utama yang Anda pilih. Hindari argumen yang tidak relevan atau melebar dari topik. Gunakan topic sentence di awal paragraf dan linking words (furthermore, however, consequently).
  • Acknowledge Counterargument: Dedikasikan 1 paragraf untuk pandangan oposisi, lalu rebut dengan logika kuat. Ini menunjukkan critical thinking mendalam.

Contoh Kerangka Esai Analyze an Issue:

  1. Introduction (60-80 kata): Paraphrase prompt, state nuanced thesis (e.g., “Although X has benefits, its drawbacks in Y and Z outweigh them”).
  2. Body 1 (100 kata): Argumen utama + contoh spesifik (historis/sains).
  3. Body 2 (100 kata): Argumen kedua + data hipotetis atau studi.
  4. Body 3 (80 kata): Counterargument + rebuttal.
  5. Conclusion (60 kata): Restate thesis, call to action atau broader implication.

Strategi untuk Tugas “Analyze an Argument”

Tugas ini berbeda dari Analyze an Issue karena Anda tidak diharapkan untuk menyatakan pendapat pribadi. Fokus utama adalah menganalisis kelemahan dalam argumen yang diberikan, seperti asumsi yang tidak valid, bukti yang tidak memadai, atau kesimpulan yang terlalu cepat. Meski dihapus, latihan ini melatih logical reasoning untuk Verbal RC.

Tips untuk sukses:

  • Identifikasi asumsi tersembunyi: Banyak argumen yang mengandalkan asumsi yang belum terbukti. Tugas Anda adalah menemukan asumsi-asumsi tersebut dan menjelaskan mengapa asumsi tersebut mungkin salah atau tidak memadai. Gunakan “causal flaw” (A causes B without evidence) atau “analogy weak” template.
  • Perhatikan bukti yang diberikan: Analisis apakah bukti yang digunakan untuk mendukung argumen cukup kuat. Jika tidak ada cukup data, hal ini bisa menjadi kelemahan utama yang perlu Anda bahas. Tanya: “Is the sample representative? Is correlation confused with causation?”
  • Sarankan perbaikan: Selain menunjukkan kelemahan argumen, tawarkan saran tentang bagaimana argumen tersebut dapat diperbaiki. Misalnya, sebutkan bukti tambahan yang diperlukan untuk memperkuat kesimpulan (e.g., “Conduct a longitudinal study across demographics”).
  • Gunakan Template Flaw: “The argument assumes that… however, this may not hold if… To strengthen, the author should provide…”.

Contoh Kerangka Esai Analyze an Argument:

  1. Introduction: Restate conclusion + evidence ringkas.
  2. Body 1: Flaw 1 (assumption) + explanation + weakening question.
  3. Body 2: Flaw 2 (evidence gap) + alternative explanation.
  4. Body 3: How to strengthen (2-3 saran spesifik).
  5. Conclusion: Overall weakness + conditional acceptance.

Jangan lewatkan! Baca artikel ini yang membahas pembaruan GRE 2024 dan temukan semua informasi penting yang perlu kamu ketahui untuk mempersiapkan ujianmu dengan lebih baik!

Latihan Menulis secara Konsisten

ujian2

Untuk sukses dalam tes Analytical Writing, latihan menulis secara teratur sangat penting. Tulislah esai untuk berbagai topik baik di bagian Analyze an Issue maupun Analyze an Argument. Berikut beberapa tips latihan menulis yang terbukti meningkatkan skor 1.5+ poin dalam 30 hari:

  • Berlatih dengan topik GRE resmi: ETS (penerbit GRE) menyediakan daftar topik yang mungkin muncul di tes. Gunakan topik-topik ini untuk latihan. Pool Issue: 150+ topik di ets.org/gre/issue-pool. Pilih 2 topik/hari, tulis dalam 30 menit.
  • Baca contoh esai yang mendapatkan skor tinggi: Melihat contoh-contoh esai yang sukses dapat membantu Anda memahami apa yang dinilai baik dalam tulisan. Anda dapat menemukan contoh esai dengan skor tinggi di situs resmi GRE atau sumber belajar lainnya. Analisis 1 esai 6.0/hari: apa thesisnya? Bagaimana transisinya? Vocabulary apa yang digunakan?
  • Minta umpan balik: Jika memungkinkan, mintalah orang lain (seperti guru atau teman) untuk membaca esai Anda dan memberikan umpan balik. Seperti struktur argumen atau tata bahasa, mereka dapat membantu Anda menemukan area yang perlu diperbaiki. Alternatif: Gunakan Grammarly Premium + GRE essay grading service (Magoosh, Manhattan Prep).
  • Error Log: Catat 3 kesalahan terbesar per esai (e.g., weak example, repetitive words, poor transition). Review mingguan untuk pattern.

Tips untuk Meningkatkan Gaya Penulisan

Selain membuat argumen yang masuk akal, perhatikan gaya penulisan Anda. Gaya yang jelas dan profesional akan membuat esai Anda lebih efektif dan menarik. ETS menilai “facility with language”—artinya sentence variety, precise diction, dan rhetorical devices.

Tips untuk meningkatkan gaya penulisan:

  • Gunakan variasi kalimat: Hindari menggunakan kalimat yang terlalu sederhana atau monoton. Variasikan panjang dan struktur kalimat untuk membuat tulisan lebih dinamis. Campur simple, compound, complex sentences (e.g., “While X improves efficiency, it undermines Y; consequently, balance is crucial”).
  • Perhatikan transisi antarparagraf: Transisi yang baik antara paragraf dapat membantu menjaga aliran argumen. Gunakan kata penghubung seperti “selain itu,” “namun,” atau “di sisi lain” untuk menjaga kohesi esai. Advanced: “Building on this point”, “Conversely”, “This assumption overlooks”.
  • Sederhanakan bahasa: Hindari penggunaan kata-kata yang tidak perlu. Tujuan Anda adalah mengomunikasikan ide secara jelas, bukan untuk memamerkan kosakata. Ganti “utilize” dengan “use”, tapi gunakan “mitigate” jika tepat konteks.
  • Rhetorical Devices: Gunakan analogy, rhetorical question, atau parallelism untuk impact (e.g., “Is technology a bridge or a barrier?”).

Mengelola Stres dan Waktu pada Hari Ujian

Pada hari tes, penting untuk menjaga ketenangan dan fokus. Meskipun persiapan sangat penting, bagaimana Anda mengelola stres dan waktu selama ujian juga akan mempengaruhi hasil akhir. AW adalah section pertama—perform baik di sini akan boost confidence untuk Verbal/Quant.

Tips untuk mengelola stres dan waktu:

  • Datang lebih awal: Usahakan tiba di tempat ujian lebih awal untuk menghindari stres pada saat-saat terakhir. Check-in 30 menit sebelum, lakukan breathing exercise.
  • Jaga fokus pada setiap bagian: Jangan terlalu khawatir tentang bagian lain dari tes selama mengerjakan Analytical Writing. Fokuskan energi Anda untuk menyelesaikan setiap bagian dengan baik. Jika stuck, tulis placeholder dan lanjut.
  • Gunakan waktu dengan bijak: Jangan terburu-buru menyelesaikan esai, tetapi juga jangan terlalu lama merenungkan satu ide. Gunakan alokasi waktu 30 menit secara bijaksana. Jika <25 menit, prioritaskan conclusion.
  • Mindset: Visualisasikan sukses malam sebelumnya. Gunakan positive self-talk: “Saya sudah latihan 50 esai, ini hanya satu lagi”.

Baca juga: 5 Buku GRE Terbaik Agar Ujian Kamu Lebih Maksimal!

Sukses dalam tes Analytical Writing GRE membutuhkan kombinasi antara pemahaman yang baik tentang struktur tes, latihan menulis yang konsisten, serta kemampuan untuk berpikir kritis. Dengan strategi yang tepat, manajemen waktu yang baik, dan latihan yang terarah, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk meraih skor yang tinggi. Riset menunjukkan kandidat dengan 30+ esai latihan memiliki akurasi 40% lebih tinggi dalam struktur dan argumen.

Jangan lupa untuk terus melatih kemampuan menulis Anda dan meminta umpan balik dari orang lain. Semakin sering Anda berlatih, semakin meningkat rasa percaya diri Anda dalam menghadapi tantangan ujian ini. Gabungkan dengan reading harian dari The Atlantic atau Scientific American untuk vocabulary dan ide.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang. Program GRE Ultimate Education menawarkan 1-on-1 coaching dengan scorer 5.5+, unlimited essay grading, dan garansi peningkatan 1 poin AW.

FAQs

Bagaimana saya bisa meningkatkan keterampilan saya untuk tes ini?

Latihan menulis secara teratur sangat penting. Anda bisa berlatih menggunakan topik yang tersedia di situs resmi GRE, meminta umpan balik dari teman atau mentor, serta membaca esai yang mendapatkan skor tinggi untuk mempelajari gaya penulisan yang baik. Tambahkan daily journaling 300 kata untuk fluency.

Apakah saya perlu menggunakan kosakata yang sulit untuk mendapatkan skor tinggi?

Tidak perlu menggunakan kosakata yang terlalu sulit. Penguji lebih memperhatikan seberapa jelas dan kuat argumen yang Anda sampaikan. Gunakan bahasa yang tepat dan sederhana, tetapi tetap efektif. Target 20% advanced vocab per esai.

Apa contoh-contoh topik yang mungkin muncul dalam tes?

ETS, penerbit GRE, menyediakan daftar topik resmi untuk Analyze an Issue dan Analyze an Argument di situs mereka. Topik-topik ini mencakup isu-isu umum seperti pendidikan, lingkungan, teknologi, dan etika. Contoh: “Laws should enforce recycling” atau “College education is overrated”.

Apa yang terjadi jika saya tidak menyelesaikan esai dalam waktu yang ditentukan?

Sebaiknya Anda mencoba menyelesaikan esai dalam batas waktu. Jika tidak selesai, esai Anda tetap akan dinilai, tetapi mungkin tidak sekuat esai yang memiliki kesimpulan atau argumen lengkap. Minimal 4 paragraf untuk skor 4.0+.

Bagaimana cara mengelola waktu selama tes?

Alokasikan 5 menit pertama untuk merencanakan, 20 menit untuk menulis, dan 5 menit terakhir untuk merevisi. Ini adalah pembagian waktu yang ideal untuk memastikan esai Anda terstruktur dengan baik. Latih dengan timer GRE resmi.

Apakah saya bisa melihat kembali esai saya setelah menyelesaikannya?

Setelah Anda menyelesaikan satu bagian (misalnya, Analyze an Issue), Anda tidak bisa kembali lagi untuk mengeditnya setelah berpindah ke bagian Analyze an Argument atau bagian lain dari tes GRE. Pastikan revisi di 5 menit terakhir.

Bagaimana cara penilaian Analytical Writing GRE?

Setiap esai dinilai oleh dua penilai, satu dari manusia dan satu dari program komputer. Skor dari kedua penilai ini digabungkan, dan hasil akhirnya berkisar antara 0 hingga 6, dengan kenaikan 0,5 poin. Jika selisih >1, third grader menilai.

Berapa skor Analytical Writing yang baik untuk GRE?

Skor rata-rata untuk bagian Analytical Writing adalah sekitar 3,5 hingga 4. Nilai lebih dari 4 dianggap cukup bagus dan berada di atas rata-rata. Namun, tergantung pada program studi yang Anda tuju, beberapa mungkin menginginkan skor yang lebih tinggi. Top PhD programs target 5.0+.

Apakah Analytical Writing lebih penting dibandingkan dengan verbal dan quantitative?

Meskipun bagian Analytical Writing penting, bagian Verbal Reasoning dan Quantitative Reasoning cenderung lebih diperhatikan oleh sebagian besar program studi. Namun, program studi tertentu seperti hukum atau ilmu sosial mungkin memberi bobot yang lebih besar pada Analytical Writing. Cek requirement spesifik universitas.

Apakah saya boleh memilih topik sendiri?

Tidak, Anda harus menulis esai yang berkaitan dengan topik ujian. Topik-topik ini diambil dari daftar resmi yang tersedia di situs ETS. Tidak ada pilihan—satu prompt acak.

Apakah saya perlu memberikan pendapat pribadi pada bagian Analyze an Argument?

Tidak, bagian ini mengharuskan Anda untuk menganalisis argumen yang diberikan secara objektif. Anda tidak perlu memberikan pandangan pribadi atau pendapat Anda tentang topik tersebut. Fokus pada logical flaws saja.