Ini 4 Istilah Tunjangan di Jepang yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Bekerja Disana!
Kalau kamu punya mimpi sekolah, magang, atau kerja di Jepang, satu hal penting yang sering disepelekan tapi krusial banget adalah soal tunjangan.
Kalau kamu punya mimpi sekolah, magang, atau kerja di Jepang, satu hal penting yang sering disepelekan tapi krusial banget adalah soal tunjangan.
Beberapa jenis pekerjaan di Jerman itu gajinya bukan cuma tinggi, tapi sampai ke level “nggak masuk akal” kalau dibandingin sama banyak negara lain. Bahkan kalau dikonversi, bisa setara miliaran rupiah per tahun.
Pernah kepikiran kalau paspor itu holy grail-nya para traveler? Mau ke mana aja, hampir pasti kita harus nyiapin paspor, apply visa, bolak-balik kantor imigrasi, dan segala drama administratifnya. Tapi, ternyata nggak semua orang di dunia butuh yang namanya paspor buat keliling negara lain.
Memang sih tempat-tempat itu ikonik banget dan worth it buat dikunjungi, tapi Korea Selatan itu sebenarnya punya banyak destinasi yang vibesnya lebih tenang, estetik, artsy, dan rasanya lebih “lokal”.
Jadi au pair itu bukan cuma soal tinggal di luar negeri, ketemu culture baru, dan punya pengalaman hidup yang beda dari kebanyakan orang. Lebih dari itu, au pair adalah perjalanan panjang yang butuh persiapan matang, termasuk urusan dokumen yang gak bisa disepelekan.
Buat banyak anak muda, tinggal di luar negeri itu bukan sekadar mimpi estetik ala Pinterest. Rasanya ada dorongan buat ngerasain hidup baru, nyemplung ke budaya baru, sekaligus upgrade diri. Nah, salah satu jalan yang paling realistis, ramah kantong, tapi tetap kece buat dicoba adalah program Au Pair ke Prancis.
Banyak orang punya mimpi kerja di Jerman. Gajinya stabil, kualitas hidup tinggi, sistem kerja rapi, plus kesempatan berkembang juga gede banget. Tapi percaya deh, nggak sedikit yang akhirnya mentok di tengah jalan.
Kerja di Jepang tuh bukan cuma soal gaji yang stabil, teknologi canggih, kerja rapi, dan budaya kerja yang tertata banget. Tapi ada satu hal penting yang sering banget bikin orang Indonesia salah langkah di awal, yaitu soal bagaimana cara “survive secara sosial” di lingkungan kantor Jepang.