
Kalau kamu lagi siap-siap ikut IELTS, pasti sudah nggak asing lagi sama bagian Speaking. Buat banyak orang, sesi ini jadi salah satu yang paling bikin deg-degan. Bayangin aja, duduk berhadapan langsung sama examiner, terus harus ngomong pakai bahasa Inggris secara spontan. Salah dikit, langsung overthinking. Kurang lancar dikit, langsung panik. Tapi sebenarnya, dengan persiapan yang tepat, kamu bisa mengubah rasa deg-degan itu menjadi kepercayaan diri yang solid. Bagian Speaking ini bukan hanya tes kemampuan bahasa, tapi juga cara kamu berkomunikasi dalam situasi nyata, yang bisa berguna di kehidupan sehari-hari, seperti wawancara kerja atau diskusi internasional.
Nggak heran kalau banyak peserta akhirnya memilih jalan pintas: menghafal jawaban. Strategi ini mungkin terlihat menarik karena memberikan rasa aman, tapi seringkali justru membawa risiko yang lebih besar daripada manfaatnya. Banyak siswa yang saya temui mengalami hal ini, di mana hafalan malah membuat mereka terjebak dalam pola pikir kaku, yang sulit disesuaikan dengan pertanyaan tak terduga dari examiner.
Sayangnya, cara ini justru sering jadi bumerang. Mengapa? Karena examiner dilatih untuk mendeteksi jawaban yang tidak autentik, dan ini bisa memengaruhi penilaian secara keseluruhan. Lebih baik fokus pada pengembangan kemampuan alami daripada mengandalkan ingatan jangka pendek yang rentan lupa di bawah tekanan.
Dalam tes IELTS Speaking, jawaban yang terlalu kaku, terdengar seperti robot, atau mirip skrip hafalan malah bisa bikin nilai kamu turun. Examiner bisa dengan mudah mengenali mana jawaban yang natural dan mana yang hasil menghafal mentah-mentah. Selain itu, jawaban hafalan sering kali kurang menunjukkan kemampuan berpikir kritis atau kreativitas, yang sebenarnya menjadi poin plus dalam penilaian. Bayangkan jika kamu bisa merespons dengan alur pikiran yang mengalir, itu akan membuat examiner terkesan dan meningkatkan skor fluency serta coherence kamu.
Nah, lewat artikel ini, kamu bakal nemuin tips IELTS speaking yang bisa bantu kamu menjawab dengan lebih natural, percaya diri, dan tetap terstruktur tanpa perlu ribet menghafal. Yuk, kita bahas pelan-pelan. Kita akan mulai dari pemahaman dasar, kesalahan umum, struktur tes, hingga strategi praktis yang bisa langsung kamu terapkan dalam latihan harian. Dengan pendekatan ini, kamu bukan hanya siap untuk tes, tapi juga meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris secara keseluruhan, yang berguna untuk karir dan kehidupan sosial di era globalisasi ini.
Baca juga: Simulasi IELTS! Seberapa Akurat untuk Prediksi Skor Kamu? Yuk Cari Tahu
Kenapa IELTS Speaking Itu Penting Banget?
Sebelum masuk ke tips, kita pahami dulu kenapa bagian Speaking ini krusial. Banyak orang menganggap Speaking sebagai bagian yang paling subjektif, tapi sebenarnya ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan komunikasi holistik kamu. Dalam konteks IELTS, Speaking bukan sekadar tambahan, melainkan komponen utama yang mencerminkan bagaimana kamu akan berinteraksi di lingkungan berbahasa Inggris, seperti universitas luar negeri atau tempat kerja multinasional.
Dalam IELTS, Speaking menilai kemampuan kamu dalam:
- Menyampaikan ide dengan jelas
- Menggunakan kosakata yang tepat
- Mengatur tata bahasa dengan baik
- Berbicara dengan lancar dan natural
- Menjaga pengucapan tetap jelas
Nilai Speaking kamu bisa sangat menentukan peluang lolos beasiswa, kuliah luar negeri, atau kerja di perusahaan internasional. Jadi, nggak bisa asal-asalan. Misalnya, banyak universitas top seperti Oxford atau Harvard mensyaratkan skor Speaking minimal 7.0 untuk memastikan mahasiswa bisa berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas. Selain itu, di dunia kerja, kemampuan speaking yang baik bisa membuka pintu untuk promosi atau proyek internasional, di mana komunikasi verbal menjadi kunci sukses.
Yang diuji bukan cuma “bisa bahasa Inggris atau nggak”, tapi “bisa komunikasi dengan baik atau nggak”. Ini termasuk kemampuan mendengar pertanyaan examiner, merespons dengan relevan, dan bahkan mengajukan klarifikasi jika diperlukan. Pendekatan ini membuat tes lebih mirip dengan percakapan nyata, bukan sekadar monolog, sehingga mempersiapkan kamu untuk situasi dunia nyata di mana bahasa Inggris digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari.
Kesalahan Umum: Terlalu Mengandalkan Hafalan
Banyak peserta IELTS berpikir:
“Kalau aku hafalin jawaban, pasti aman.”
Padahal, kenyataannya nggak sesimpel itu. Hafalan mungkin bekerja untuk tes tulis, tapi dalam speaking, di mana interaksi langsung terjadi, pendekatan ini sering gagal karena kurangnya adaptasi. Banyak siswa yang akhirnya kehilangan poin karena jawaban mereka terdengar tidak autentik, yang memengaruhi kriteria penilaian seperti lexical resource dan grammatical range.
Beberapa masalah dari hafalan:
1. Terdengar Kaku dan Nggak Natural
Jawaban hafalan biasanya terdengar seperti membaca teks. Intonasinya datar, ekspresinya minim, dan nggak fleksibel. Examiner bisa langsung sadar kalau kamu cuma mengulang skrip. Selain itu, kurangnya variasi intonasi bisa membuat jawaban terasa monoton, yang menurunkan skor pronunciation. Untuk menghindari ini, coba latihan dengan merekam diri sendiri dan bandingkan dengan pembicara native untuk melihat perbedaan dalam alur bicara alami.
2. Mudah Lupa Saat Gugup
Pas ujian, tekanan itu besar. Deg-degan bisa bikin otak blank. Jawaban yang sudah dihafal bisa tiba-tiba hilang. Akhirnya malah makin panik. Ini sering terjadi karena hafalan bergantung pada memori jangka pendek, yang rentan terhadap stres. Lebih baik bangun fondasi pemahaman topik sehingga kamu bisa improvisasi, seperti dalam percakapan sehari-hari, di mana kita jarang menghafal kata demi kata.
3. Nggak Fleksibel dengan Pertanyaan
Kalau pertanyaannya sedikit dimodifikasi, kamu bisa kebingungan karena jawabannya nggak sesuai skrip. Padahal di IELTS, pertanyaan sering berkembang. Examiner mungkin menanyakan follow-up questions berdasarkan jawabanmu, dan hafalan tidak mempersiapkan kamu untuk itu. Ini bisa mengakibatkan jeda panjang atau jawaban yang tidak relevan, yang memengaruhi fluency. Untuk mengatasinya, latihan dengan variasi pertanyaan acak bisa membantu membangun fleksibilitas mental.
Pahami Struktur IELTS Speaking Dulu
Salah satu tips IELTS speaking paling penting adalah: kenali formatnya. Dengan memahami struktur, kamu bisa mengantisipasi apa yang akan datang dan mempersiapkan strategi khusus untuk setiap bagian. Ini bukan hanya tentang menjawab pertanyaan, tapi juga mengelola waktu dan energi selama tes berlangsung, yang bisa membantu mengurangi kecemasan secara signifikan.
Tes Speaking terdiri dari 3 bagian:
Part 1: Introduction & Interview
Durasi: 4–5 menit
Isinya: pertanyaan ringan tentang diri kamu
Contoh:
- Where are you from?
- Do you like reading?
- What do you usually do in your free time?
Bagian ini santai, kayak ngobrol. Tujuannya adalah untuk membuat kamu rileks dan menunjukkan kemampuan dasar dalam percakapan sehari-hari. Gunakan kesempatan ini untuk membangun rapport dengan examiner, seperti dengan senyum atau kontak mata, yang bisa membantu kesan keseluruhan. Banyak peserta meremehkan bagian ini, padahal ini fondasi untuk skor fluency awal.
Part 2: Long Turn
Durasi: 3–4 menit
Kamu dikasih kartu topik, lalu:
- 1 menit persiapan
- 1–2 menit berbicara nonstop
Contoh topik: Describe a person who inspires you.
Di sini, kamu diuji kemampuan monolog, jadi penting untuk mengorganisir ide dengan baik selama waktu persiapan. Catat poin-poin kunci seperti who, what, when, why, dan how untuk memastikan jawabanmu koheren dan mencakup semua aspek topik. Ini juga kesempatan untuk menunjukkan vocabulary range dengan contoh spesifik dari pengalaman pribadi.
Part 3: Discussion
Durasi: 4–5 menit
Diskusi lebih dalam dan abstrak.
Contoh:
- Why is education important in modern society?
- How has technology changed communication?
Kalau kamu paham alurnya, kamu bakal lebih siap dan nggak kaget. Bagian ini mirip debat ringan, di mana examiner akan menantang ide kamu untuk melihat kemampuan argumentasi. Gunakan transisi seperti “On the other hand” atau “Furthermore” untuk membuat diskusi mengalir, dan jangan ragu untuk memberikan opini pribadi yang didukung alasan logis. Ini adalah bagian di mana skor tertinggi bisa didapat jika kamu menunjukkan pemikiran mendalam.
Tips IELTS Speaking: Jawab Natural Tanpa Hafalan
Sekarang masuk ke bagian inti. Ini dia strategi yang bisa kamu pakai. Strategi ini dirancang untuk membangun kebiasaan berbicara alami, bukan sekadar trik sementara. Dengan menerapkannya secara konsisten, kamu akan melihat perbaikan tidak hanya di skor IELTS, tapi juga di kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara umum, yang bisa berguna dalam presentasi, meeting, atau bahkan traveling.
1. Gunakan Pola, Bukan Kalimat Hafalan
Daripada menghafal kalimat panjang, lebih baik hafal pola jawaban.
Contoh pola sederhana:
- Opening
- Explanation
- Example
- Closing
Misalnya:
“I think… because… For example… So, in my opinion…”
Dengan pola ini, kamu bisa fleksibel jawab apa pun. Pola seperti ini membantu menjaga coherence, yang merupakan 25% dari skor Speaking. Coba terapkan dalam latihan harian, misalnya saat mendeskripsikan hari kamu dalam bahasa Inggris, untuk membuatnya menjadi kebiasaan otomatis. Selain itu, pola ini memungkinkan kamu menambahkan detail pribadi, yang membuat jawaban lebih engaging dan kurang seperti skrip.
2. Biasakan Paraphrasing
Paraphrasing = mengulang pertanyaan dengan kata sendiri.
Contoh:
Examiner:
“Do you like traveling?”
Kamu:
“Yes, I really enjoy traveling because it helps me relax and explore new cultures.”
Ini bikin jawaban kamu terdengar lebih natural dan matang. Paraphrasing juga menunjukkan kemampuan lexical resource yang baik, karena kamu bisa menggunakan sinonim seperti “enjoy” alih-alih “like”. Latih ini dengan membaca artikel berbahasa Inggris dan merangkumnya dengan kata sendiri, yang bisa meningkatkan vocabulary secara organik tanpa menghafal daftar kata.
Baca juga: Berapa Lama Sertifikat IELTS Berlaku? Jangan Sampai Salah Hitung, Ini Faktanya!
3. Jangan Takut Pakai Bahasa Sederhana
Banyak yang mikir:
“Harus pakai vocabulary susah biar dapat nilai tinggi.”
Padahal, yang dinilai itu ketepatan dan kelancaran, bukan seberapa ribet katanya. Kalimat sederhana tapi lancar lebih bagus daripada kalimat rumit tapi belepotan. Ingat, examiner mencari kemampuan komunikasi efektif, bukan demonstrasi kata-kata langka. Jika kamu pakai kata kompleks tapi salah konteks, itu bisa menurunkan skor. Fokus pada akurasi dan gunakan kata sederhana untuk membangun kalimat yang lebih panjang dan deskriptif.
Contoh:
❌ Inappropriate:
“I possess an immense fascination toward international excursions.”
✅ Better:
“I really like traveling abroad.”
Dalam praktiknya, campurkan bahasa sederhana dengan sedikit idiom atau phrasal verbs untuk menambah variasi, seperti “wind down” untuk “relax”, tapi pastikan kamu nyaman menggunakannya agar terdengar natural.
4. Latih Jawaban Spontan Setiap Hari
Speaking itu skill, bukan hafalan.
Coba biasakan:
- Ngomong depan kaca
- Rekam suara sendiri
- Cerita pakai bahasa Inggris
- Latihan sama teman
Misalnya, tiap hari jawab 3 pertanyaan IELTS secara spontan. Lama-lama, otak kamu terbiasa mikir pakai English. Ini seperti latihan otot, di mana konsistensi adalah kunci. Mulai dari 5 menit sehari, lalu tingkatkan, dan review rekaman untuk identifikasi area perbaikan seperti filler berlebih atau pengucapan yang kurang jelas. Banyak aplikasi seperti ELSA Speak atau YouTube channel IELTS bisa jadi sumber pertanyaan latihan gratis.
5. Gunakan Filler dengan Bijak
Kalau butuh mikir, nggak apa-apa pakai filler.
Contoh:
- Well…
- Actually…
- Let me think…
- In my opinion…
Ini lebih baik daripada diam lama. Tapi jangan kebanyakan juga ya 😄 Filler alami seperti ini menunjukkan bahwa kamu sedang berpikir, yang normal dalam percakapan. Namun, jika terlalu sering, bisa menurunkan fluency. Latih untuk mengganti filler dengan transisi yang lebih konstruktif, seperti “That’s an interesting question because…”, untuk menjaga alur bicara tetap lancar dan profesional.
6. Kembangkan Jawaban, Jangan Pendek Banget
Jawaban “Yes” atau “No” doang itu kurang. Selalu tambahkan alasan.
Contoh:
Question: Do you like music?
Answer:
“Yes, I really like music because it helps me relax after a busy day. I usually listen to pop and acoustic songs in the evening.”
Dengan mengembangkan jawaban, kamu menunjukkan kemampuan menggunakan bahasa untuk menjelaskan ide, yang meningkatkan skor lexical dan grammatical range. Coba targetkan setidaknya 2-3 kalimat per jawaban di Part 1, dan gunakan connector seperti “because”, “for example”, atau “besides” untuk membuatnya lebih koheren. Ini juga membantu examiner melihat kedalaman pemikiran kamu.
7. Bangun Cerita di Part 2
Di Part 2, kamu harus bisa storytelling.
Gunakan alur:
- Background
- Detail
- Feeling
- Impact
Ini bikin cerita kamu hidup dan enak didengar. Storytelling efektif karena membuat jawaban lebih memorable dan menunjukkan kemampuan narrative. Misalnya, saat mendeskripsikan pengalaman, tambahkan detail sensorik seperti “I remember the fresh sea breeze” untuk membuatnya vivid. Latih dengan topik umum seperti “Describe a memorable trip” untuk membangun kepercayaan diri dalam menyusun cerita secara spontan.
8. Latihan dengan Timer
Biasakan latihan pakai waktu asli.
- Part 2: 1 menit persiapan, 2 menit bicara
- Jangan berhenti di tengah
Ini penting biar kamu terbiasa. Menggunakan timer membantu mengelola waktu, menghindari jawaban terlalu pendek atau panjang. Rekam sesi latihan dan analisis apakah kamu mencapai durasi minimal tanpa filler berlebih. Ini juga melatih ketahanan mental, karena tes asli berlangsung sekitar 11-14 menit tanpa jeda, jadi stamina bicara perlu dibangun secara bertahap.
9. Perhatikan Pronunciation, Bukan Aksen
IELTS nggak nuntut kamu aksen British atau American.
Yang penting:
- Jelas
- Konsisten
- Mudah dipahami
Lebih baik pronunciation rapi daripada sok aksen tapi salah. Fokus pada aspek seperti stress syllable, intonation, dan linking words. Misalnya, latihan dengan shadow speaking, di mana kamu meniru pembicara native dari podcast atau video, untuk meningkatkan kejelasan tanpa memaksakan aksen. Ini bisa meningkatkan skor pronunciation hingga 1 band jika dilakukan konsisten.
10. Bangun Percaya Diri
Percaya diri itu kunci. Kalau kamu yakin sama jawaban kamu, examiner juga lebih nyaman dengarnya. Ingat: mereka bukan mau menjatuhkan kamu, tapi menilai kemampuan kamu. Bangun percaya diri dengan visualisasi sukses, seperti membayangkan tes berjalan lancar, atau bergabung dengan komunitas IELTS untuk berbagi pengalaman. Mindset positif ini bisa mengurangi kesalahan karena gugup dan membuat bicara lebih alami.
Contoh Jawaban Natural IELTS Speaking
Contoh Part 1
Question: Do you like reading?
Answer:
“Yes, I really enjoy reading, especially novels and self-development books. I usually read before going to bed because it helps me relax.”
Contoh ini menunjukkan bagaimana jawaban sederhana bisa dikembangkan dengan alasan pribadi, membuatnya terdengar autentik. Kamu bisa tambahkan detail seperti judul buku favorit untuk membuatnya lebih panjang, tapi tetap relevan, yang membantu dalam menunjukkan vocabulary terkait hobi.
Contoh Part 2
Topic: Describe your favorite teacher.
Answer (ringkas):
“My favorite teacher is my high school English teacher. She was very patient and always encouraged us to speak confidently. Because of her, I became more interested in learning English…”
Dalam jawaban lengkap, tambahkan background seperti bagaimana kamu bertemu guru itu, detail pelajaran memorable, perasaan saat itu, dan dampak jangka panjang pada karir kamu. Ini memastikan jawaban mencapai durasi 1-2 menit dan mencakup semua poin cue card, sambil menjaga alur cerita yang engaging.
Contoh Part 3
Question: Why is education important?
Answer:
“I think education is important because it helps people develop critical thinking and improve their quality of life. It also opens more career opportunities.”
Kembangkan dengan contoh seperti bagaimana pendidikan digital telah mengubah akses informasi, atau dampaknya pada ekonomi global. Ini menunjukkan kemampuan diskusi abstrak, yang krusial untuk skor tinggi di Part 3, di mana examiner mencari opini mendalam dan dukungan logis.
Baca juga: Sejarah IELTS! Dari Cuma Ujian Bahasa Biasa Sampai Jadi Tiket Global ke Karier Dunia
Tips Tambahan Biar Speaking Kamu Makin Mantap

Beberapa hal kecil tapi efeknya besar:
- Tidur cukup sebelum tes
- Datang lebih awal
- Minum air putih
- Jangan bandingin diri sama peserta lain
- Fokus sama performa sendiri
Mental yang tenang = performa maksimal. Selain itu, coba meditasi singkat atau breathing exercise sebelum tes untuk mengurangi adrenalin berlebih. Jangan lupa sarapan sehat untuk menjaga energi, karena tes Speaking sering di pagi hari. Tips ini mungkin terdengar sederhana, tapi banyak peserta yang mengabaikannya dan akhirnya performa terganggu oleh faktor non-teknis seperti kelelahan atau dehidrasi.
Menghadapi IELTS Speaking nggak harus dengan hafalan mati-matian. Justru, cara terbaik adalah membangun kebiasaan berbicara yang natural, fleksibel, dan percaya diri. Dengan kombinasi pemahaman struktur, latihan rutin, dan mindset yang tepat, kamu bisa mengubah tantangan ini menjadi kekuatan.
Dengan memahami format tes, menggunakan pola jawaban, rajin latihan spontan, dan menjaga mindset positif, kamu bisa meningkatkan skor Speaking secara signifikan. Ingat, setiap latihan adalah investasi untuk masa depan, baik untuk studi maupun karir internasional.
Ingat, IELTS bukan tentang jadi sempurna, tapi tentang jadi komunikator yang efektif. Dengan pendekatan ini, kamu tidak hanya lulus tes, tapi juga siap menghadapi dunia yang semakin terkoneksi melalui bahasa Inggris.
Mau Skor IELTS Speaking Lebih Tinggi? Latihan Bareng yang Ahli Aja
Kalau kamu pengin persiapan IELTS yang lebih terarah, terstruktur, dan sesuai standar internasional, Ultimate Education siap bantu kamu. Kami memahami bahwa setiap siswa punya kebutuhan unik, jadi program kami dirancang untuk adaptasi personal, memastikan kemajuan maksimal dalam waktu singkat.
Di sini, kamu bisa dapat:
- Kursus IELTS dengan mentor berpengalaman
- Latihan Speaking langsung dengan feedback detail
- Simulasi tes real
- Bimbingan strategi tes
- Jasa penerjemah profesional untuk kebutuhan akademik dan dokumen
Dengan metode belajar yang personal dan fleksibel, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dibimbing sampai benar-benar siap menghadapi tes. Mentor kami, yang banyak berpengalaman sebagai examiner atau tutor IELTS certified, akan memberikan insight langsung tentang apa yang dicari dalam penilaian, membantu kamu menghindari kesalahan umum dan memaksimalkan potensi.
Yuk, mulai langkah kamu sekarang bareng Ultimate Education, dan wujudkan skor IELTS impianmu tanpa drama ✨💪. Daftar sekarang untuk konsultasi gratis dan lihat bagaimana kami bisa transformasikan persiapanmu menjadi kesuksesan nyata.