Visa Liburan Kerja atau yang lebih dikenal dengan Working Holiday Visa (WHV) merupakan jenis visa khusus yang memungkinkan pemuda Indonesia untuk bekerja sambil berlibur di Australia selama hingga 12 bulan. Program ini membuka akses ke berbagai pekerjaan seperti pelayan restoran, pemotong daging, packer, kurir paket, resepsionis, staf administrasi, serta pekerjaan di sektor pertanian dan peternakan. Selain mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup dan traveling, WHV memberikan pengalaman hidup mandiri, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta memperluas wawasan budaya Australia yang kaya akan keindahan alam seperti Great Barrier Reef, Outback, dan kota-kota modern seperti Sydney dan Melbourne. Banyak peserta WHV yang pulang dengan keterampilan baru, jaringan internasional, dan cerita petualangan yang memperkaya karir masa depan mereka.
Working Holiday Visa bukan sekadar visa kerja biasa, melainkan kesempatan emas bagi warga Indonesia untuk menggabungkan produktivitas dan rekreasi. Anda bisa bekerja paruh waktu atau penuh waktu sambil menjelajahi pantai-pantai indah, festival budaya, hingga kuliner khas Australia. Penghasilan dari pekerjaan ini sering digunakan untuk mendanai perjalanan antar kota, tiket pesawat domestik, atau bahkan kursus singkat untuk pengembangan diri. Program ini juga mendorong pertukaran budaya dua arah—Anda bisa memperkenalkan makanan Indonesia seperti rendang atau batik kepada rekan kerja Australia, sekaligus belajar nilai-nilai seperti work-life balance dan inovasi yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. Dengan demikian, WHV tidak hanya meningkatkan keuangan pribadi, tapi juga membangun karakter tangguh dan perspektif global yang sangat berharga di era digital saat ini.
Program WHV menjadi jembatan ideal untuk memahami kehidupan di Australia secara mendalam. Anda akan berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah, belajar dialek Australia, dan menikmati gaya hidup outdoor seperti barbecue di taman atau surfing di Bondi Beach. Pengalaman ini sering kali menjadi titik balik karir—banyak alumni WHV yang kemudian melamar pekerjaan tetap di Australia atau menggunakan pengalaman ini sebagai modal untuk promosi jabatan di Indonesia. Selain itu, program ini aman dan terstruktur karena didukung oleh pemerintah kedua negara, sehingga Anda bisa fokus menikmati petualangan tanpa khawatir masalah administratif yang rumit. Dengan segala manfaat ini, tidak heran jika WHV menjadi pilihan utama generasi muda Indonesia yang ingin mengupgrade diri sambil menikmati liburan impian.
Dengan beragam keuntungan yang ditawarkan WHV, mulai dari pengalaman kerja internasional, peningkatan skill bahasa, hingga eksplorasi budaya dan alam Australia, visa ini menjadi magnet bagi ribuan pemuda Indonesia setiap tahunnya. Program ini tidak hanya tentang bekerja dan liburan, tapi juga tentang transformasi diri—menjadi lebih mandiri, adaptif, dan berpikiran terbuka. Banyak cerita sukses dari peserta sebelumnya yang berhasil membiayai seluruh perjalanan mereka hanya dari gaji WHV, bahkan pulang dengan tabungan. Oleh karena itu, jika Anda sedang mencari cara untuk menggabungkan kerja produktif dengan liburan bermakna, WHV Australia adalah jawaban yang sempurna untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Baca juga: Perbedaan Working Holiday Visa di Kanada dan Australia

Berikut adalah beberapa persyaratan bagi Anda yang ingin mengajukan WHV:
1. Usia Antara 18-30 Tahun
Salah satu syarat utama untuk mengajukan WHV Australia tahun 2023 adalah rentang usia pemohon yang harus berada di antara 18 hingga 30 tahun pada saat pengajuan. Kebijakan ini sengaja dirancang untuk menargetkan generasi muda yang energik, ingin belajar, dan siap beradaptasi dengan lingkungan baru. Usia ini dianggap sebagai masa prime untuk mengembangkan soft skills seperti komunikasi lintas budaya, manajemen waktu, dan ketahanan mental—semua yang akan sangat berguna dalam karir jangka panjang. Jika Anda berada di luar rentang usia ini, sayangnya Anda tidak memenuhi syarat dasar, namun masih ada visa lain seperti skilled migration yang bisa dipertimbangkan di masa depan.
2. Belum Pernah Mendapatkan WHV Sebelumnya
Pemohon harus memastikan bahwa mereka belum pernah mendapatkan WHV sebelumnya, baik untuk Australia maupun negara lain dalam program serupa. Aturan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang belum pernah merasakan pengalaman internasional semacam ini. Dengan demikian, kuota visa tetap terjaga dan manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Jika Anda pernah memiliki WHV subclass 417 atau 462, maka aplikasi baru akan ditolak secara otomatis. Namun, jika Anda pernah memiliki visa lain seperti student visa, itu tidak menjadi penghalang selama tidak melanggar aturan imigrasi sebelumnya.
3. Paspor dengan Masa Berlaku Minimal 18 Bulan
Paspor pemohon harus memiliki masa berlaku minimal 18 bulan sejak tanggal pengajuan aplikasi. Persyaratan ini penting untuk memastikan bahwa paspor Anda tetap valid selama masa tinggal di Australia, termasuk kemungkinan perpanjangan atau perjalanan pulang-pergi. Jika paspor Anda akan habis masa berlakunya dalam waktu dekat, segera perpanjang di kantor imigrasi sebelum mengajukan WHV. Paspor yang valid juga menjadi bukti identitas resmi yang diperlukan untuk membuka rekening bank, menyewa akomodasi, atau mengurus pajak di Australia. Pastikan juga paspor Anda memiliki halaman kosong yang cukup untuk stempel masuk dan keluar negara.
4. Surat Dukungan WHV (SDUWHV) yang Valid
Pemohon wajib memiliki Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa (SDUWHV) yang masih berlaku dan diterbitkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri atau instansi terkait. Dokumen ini berfungsi sebagai rekomendasi resmi bahwa Anda adalah warga negara yang baik dan memenuhi kriteria nasional untuk program WHV. Proses pengurusan SDUWHV biasanya memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung kelengkapan berkas. Pastikan untuk mengajukan SDUWHV jauh-jauh hari sebelum deadline aplikasi visa Australia, karena tanpa dokumen ini, aplikasi Anda akan langsung ditolak oleh Department of Home Affairs.
5. Foto Diri Ukuran Paspor
Sebagai bagian dari proses administrasi, Anda diwajibkan menyertakan foto diri berukuran paspor (4×6 cm) dengan latar belakang putih, tanpa kacamata, dan ekspresi netral. Foto ini akan digunakan untuk kartu identitas visa dan dokumen resmi lainnya. Anda bisa mengambil foto di studio profesional atau menggunakan jasa foto instan di mal-mal besar. Pastikan foto diambil dalam 6 bulan terakhir agar sesuai dengan penampilan Anda saat ini. Foto yang buram, terlalu gelap, atau tidak sesuai spesifikasi akan menyebabkan penolakan aplikasi, jadi perhatikan detail ini dengan seksama.
Baca ini untuk mengenal tingkatan CEFR dalam bahasa Inggris dan cara mengevaluasi serta meningkatkan kemampuan Anda secara efektif sebelum mengajukan WHV.
6. Rekening Bank dengan Saldo Minimal 5.000 AUD atau Setara Rp50 Juta
Untuk membuktikan kemampuan finansial mandiri, Anda harus memiliki rekening bank dengan saldo minimal 5.000 AUD (sekitar Rp50 juta rupiah, tergantung kurs saat itu). Bukti ini bisa berupa print out rekening koran 3 bulan terakhir atau surat keterangan bank resmi. Tujuan persyaratan ini adalah memastikan Anda bisa bertahan hidup di Australia setidaknya selama 1-2 bulan pertama sebelum mendapatkan pekerjaan. Australia memiliki biaya hidup yang relatif tinggi, terutama di kota besar seperti Sydney (sewa kamar bisa Rp5-7 juta/bulan) dan Melbourne. Jika saldo Anda kurang, pertimbangkan untuk menabung lebih atau mencari sponsor keluarga yang sah—namun pastikan semua dokumen asli dan dapat diverifikasi oleh imigrasi.
7. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (IELTS Minimal Skor 4.5)
Kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat krusial karena Anda akan bekerja dan berkomunikasi sehari-hari di lingkungan berbahasa Inggris. Sertifikat IELTS General Training dengan skor minimal 4.5 overall (tidak ada band di bawah 4.0) adalah bukti yang diterima. Alternatif lain seperti TOEFL iBT (minimal 32) atau PTE Academic (minimal 30) juga bisa digunakan, asalkan masih berlaku (2 tahun sejak tanggal tes). Persiapan IELTS bisa dilakukan dengan kursus intensif, belajar mandiri melalui aplikasi, atau mengikuti tryout online. Skor 4.5 setara dengan level B1 CEFR—cukup untuk percakapan dasar seperti memesan makanan, wawancara kerja sederhana, atau memahami instruksi di tempat kerja. Jika skor Anda belum mencukupi, fokuslah pada listening dan speaking yang sering menjadi tantangan bagi pemula.
8. Dokumen Verifikasi Ijazah atau Surat Keterangan Mahasiswa Aktif
Bagi lulusan SMA/sederajat, sertakan ijazah yang dilegalisir. Bagi mahasiswa aktif, lampirkan surat keterangan dari universitas yang menyatakan Anda masih terdaftar dan sedang cuti studi (jika diperlukan). Dokumen ini membuktikan bahwa Anda memiliki pendidikan minimal setara Year 12 Australia. Proses legalisasi bisa dilakukan di kampus, Dinas Pendidikan, atau Kemenkumham. Pastikan terjemahan resmi ke bahasa Inggris jika dokumen asli dalam bahasa Indonesia. Persyaratan ini membantu imigrasi menilai kesiapan akademis Anda untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Australia yang menuntut kemampuan belajar cepat dan kerjasama tim.
9. Medical Check-Up Termasuk X-Ray di Panel Radiologi yang Ditunjuk (Kondisional)
Pemeriksaan kesehatan dilakukan di rumah sakit atau klinik panel yang ditunjuk oleh imigrasi Australia di Indonesia, seperti Siloam, RSCM, atau Medistra. Tes meliputi pemeriksaan fisik umum, darah, urine, dan X-ray dada untuk mendeteksi TBC. Biaya sekitar Rp2-3 juta dan hasil akan langsung dikirim ke imigrasi secara elektronik melalui sistem eMedical. Pemeriksaan ini bersifat kondisional—jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis atau pernah tinggal di negara berisiko tinggi, tes tambahan mungkin diperlukan. Pastikan tubuh dalam kondisi prima dengan istirahat cukup, hindari alkohol 48 jam sebelum tes, dan bawa kacamata jika diperlukan. Hasil medical yang clean adalah kunci utama untuk mendapatkan visa grant.
Selain persyaratan di atas, perlu diketahui bahwa Working Holiday Visa awalnya berlaku selama 12 bulan penuh. Namun, Anda bisa memperpanjang hingga tahun kedua atau ketiga dengan melakukan specified work di regional Australia seperti memetik buah, bekerja di peternakan sapi, atau konstruksi di pedesaan selama minimal 88 hari (untuk tahun kedua) dan 6 bulan (untuk tahun ketiga). Specified work ini tidak hanya membuka peluang perpanjangan, tapi juga memberikan pengalaman unik hidup di pedesaan Australia, gaji yang kompetitif (sering di atas award wage), dan kesempatan menjelajahi daerah seperti Tasmania atau Queensland yang jarang dikunjungi turis biasa. Semua persyaratan dirancang untuk memastikan Anda memiliki pengalaman WHV yang aman, produktif, dan sesuai regulasi imigrasi Australia.
Baca juga: Peluang Beasiswa Australia Awards Scholarship: S2 dan S3 di Australia
Tips Selama Menjalani WHV
Selama menjalani program Working Holiday Visa (WHV), ada banyak strategi yang bisa diterapkan agar pengalaman Anda maksimal, aman, dan berkesan. Tips berikut mencakup aspek hukum, pekerjaan, akomodasi, keuangan, kesehatan, hingga eksplorasi budaya—semuanya dirancang berdasarkan pengalaman ribuan peserta WHV sebelumnya. Dengan perencanaan matang, Anda bisa menghindari masalah umum seperti kehabisan uang, kesulitan mencari kerja, atau melanggar aturan imigrasi yang berujung deportasi.
Pelajari Hukum dan Peraturan
Langkah pertama dan terpenting adalah memahami secara mendalam semua aturan WHV melalui situs resmi imigrasi Australia (homeaffairs.gov.au). Ketahui hak Anda seperti upah minimum ($23.23/jam untuk casual worker), jam kerja maksimal (tidak ada batas, tapi maksimal 6 bulan per employer), dan larangan bekerja di industri tertentu seperti konstruksi berbahaya tanpa sertifikat. Pelajari juga hukum lokal seperti larangan minum alkohol di tempat umum, aturan lalu lintas (selalu di kiri), dan kewajiban pajak (TFN harus diurus dalam 28 hari setelah mulai bekerja). Bergabunglah dengan grup Facebook WHV Indonesia untuk update regulasi terbaru dan sharing pengalaman dari sesama peserta.
Pekerjaan
Cari pekerjaan yang sesuai passion dan skill melalui platform seperti Seek, Indeed, Gumtree, atau Harvest Trail untuk pekerjaan musiman. Sektor hospitality (restoran, kafe, hotel) selalu membutuhkan tenaga kerja, terutama di kota besar. Buat resume Australia-style (maksimal 2 halaman, fokus pada achievement), siapkan cover letter, dan latih interview dalam bahasa Inggris. Jangan ragu mulai dari pekerjaan entry-level seperti dish washer atau fruit picker—banyak yang naik jabatan dalam 3 bulan. Manfaatkan Trial Period (3-6 bulan) untuk mencoba berbagai bidang sebelum commit jangka panjang. Ingat, Anda boleh bekerja full-time tapi tidak lebih dari 6 bulan dengan satu employer kecuali dapat izin khusus.
Akomodasi
Pilih akomodasi sesuai budget dan lokasi kerja. Hostel (Rp300-500 ribu/malam) cocok untuk minggu pertama, lalu pindah ke share house (Rp1,5-2,5 juta/minggu termasuk bill) melalui Flatmates.com.au atau grup Facebook. Hindari kontrak sewa jangka panjang sebelum punya pekerjaan tetap. Di regional area, banyak farm yang menyediakan akomodasi gratis plus makanan sebagai bagian gaji. Selalu periksa kondisi rumah (kebersihan, keamanan, akses transportasi) dan buat perjanjian tertulis dengan landlord. Gunakan aplikasi seperti Domain atau Realestate untuk mencari opsi murah di pinggiran kota.
Keuangan
Buat anggaran bulanan realistis: akomodasi (40%), makanan (20%), transportasi (15%), hiburan (15%), tabungan (10%). Gunakan aplikasi seperti Pocketbook atau Excel untuk tracking pengeluaran. Buka rekening bank Australia (Commonwealth, ANZ, NAB) dalam 1 minggu setelah tiba untuk menerima gaji dan menghindari fee transfer internasional. Ajukan Tax File Number (TFN) online untuk mendapatkan gaji full tanpa potongan pajak darurat 46,5%. Simpan struk pengeluaran untuk klaim tax return di akhir tahun finansial (Juni)—banyak WHVer mendapat refund $2,000-4,000. Hindari utang kartu kredit dan selalu punya dana darurat minimal $1,000.
Asuransi Kesehatan: Wajib memiliki Overseas Visitor Health Cover (OVHC) dari provider seperti Medibank, Bupa, atau Allianz (mulai dari $40/bulan). Asuransi ini men covering biaya dokter, rumah sakit, dan obat-obatan. Tanpa asuransi, biaya dokter umum saja bisa $80/visit dan rawat inap jutaan rupiah. Beberapa superannuation fund juga menyediakan asuransi tambahan. Selalu bawa kartu asuransi dan nomor membership saat bepergian.
Baca artikel ini untuk memahami mengapa kemampuan bahasa Inggris menjadi kunci sukses di dunia kerja internasional, termasuk selama WHV di Australia.
Jaringan Sosial
Bangun jaringan dengan bergabung di komunitas Indonesia di Australia (PPIA, masjid, gereja, atau acara budaya). Ikuti meetup melalui Meetup.com atau Eventbrite untuk bertemu lokal. Jaringan ini membantu mencari info lowongan kerja, tempat tinggal murah, hingga teman traveling. Banyak WHVer yang mendapatkan pekerjaan melalui rekomendasi teman. Hadiri job fair, volunteer di event lokal, atau ikut kursus singkat untuk memperluas koneksi. Jangan ragu meminta bantuan—kebanyakan orang Australia ramah dan suka membantu newcomer.
Eksplorasi
Maksimalkan waktu luang untuk traveling. Gunakan Greyhound bus pass untuk perjalanan antar negara bagian dengan hemat, atau sewa campervan bersama teman untuk road trip. Kunjungi ikon seperti Uluru, Great Ocean Road, atau Whitsunday Islands. Manfaatkan diskon pelajar/internasional di museum, taman nasional, dan transportasi umum. Buat bucket list dan rencanakan perjalanan di luar musim liburan untuk harga lebih murah. Dokumentasikan perjalanan melalui blog atau Instagram—banyak WHVer yang kemudian menjadi travel influencer.
Belajar Bahasa
Meski sudah punya IELTS 4.5, terus tingkatkan bahasa Inggris melalui percakapan sehari-hari, nonton TV lokal (SBS, ABC), atau ikut kelas gratis di TAFE/community centre. Pelajari slang Australia seperti “arvo” (afternoon), “brekkie” (breakfast), atau “heaps” (banyak). Bahasa yang baik membuka pintu promosi kerja dan pertemanan lebih dalam. Gunakan aplikasi Duolingo, HelloTalk untuk language exchange, atau ikut conversation club. Dalam 3 bulan, kemampuan Anda bisa naik ke level B2 jika konsisten berlatih.
Prioritaskan Keselamatan
Selalu waspada terhadap pencurian tas di tempat ramai, hindari jalan sepi malam hari, dan gunakan transportasi resmi. Di pantai, perhatikan rambu bahaya arus atau ubur-ubur. Selalu beri tahu teman rencana perjalanan jika hiking sendirian. Daftar di Smart Traveller untuk update keamanan dari pemerintah Australia. Simpan nomor darurat 000 dan hotline konsulat Indonesia. Jika bekerja di farm, pastikan employer menyediakan pelatihan safety dan peralatan pelindung.
Patuhi Aturan Imigrasi
Jangan pernah bekerja melebihi 6 bulan dengan satu employer tanpa izin, atau tinggal setelah visa expired—konsekuensinya banned masuk Australia 3 tahun. Laporkan perubahan alamat dalam 28 hari melalui ImmiAccount. Jika ingin extend visa, kumpulkan payslip dan bukti specified work sebelum visa habis. Gunakan VEVO untuk cek status visa kapan saja. Selalu bawa passport atau digital copy saat bepergian antar negara bagian.
Ingatlah bahwa WHV adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk tumbuh, belajar, dan menjelajahi dunia. Dengan disiplin, keterbukaan, dan semangat petualangan, Anda akan pulang dengan kenangan indah, skill baru, dan versi diri yang lebih baik.
Baca juga: 5 Rekomendasi Film untuk Belajar Bahasa Inggris

Working Holiday Visa (WHV) Australia 2023 adalah peluang emas bagi pemuda Indonesia untuk merasakan kehidupan di negara maju sambil bekerja dan berlibur. Artikel ini telah membahas secara lengkap persyaratan, proses aplikasi, manfaat, hingga tips praktis selama di Australia. Dengan visa ini, Anda bisa tinggal selama 1 tahun penuh, bekerja di berbagai sektor, dan menjelajahi keindahan alam seperti Opera House, Blue Mountains, atau Kangaroo Island. Banyak peserta yang berhasil memperpanjang visa hingga 3 tahun dengan melakukan pekerjaan regional, sehingga total pengalaman bisa mencapai 1.095 hari penuh petualangan dan pembelajaran.
Visa ini tidak hanya memberikan penghasilan (rata-rata $25-35/jam untuk pekerjaan casual), tapi juga pengalaman hidup yang tak ternilai: mandiri mengatur keuangan, beradaptasi dengan budaya baru, dan membangun kepercayaan diri. Anda akan pulang dengan cerita tentang bekerja di vineyard Margaret River, menonton sunrise di Uluru, atau merayakan New Year di Sydney Harbour. Pengalaman ini sering menjadi modal kuat untuk melamar pekerjaan di perusahaan multinasional atau bahkan melanjutkan studi S2 di Australia dengan beasiswa.
Namun, persiapan matang adalah kunci sukses. Pastikan semua dokumen lengkap, keuangan mencukupi, dan mental siap menghadapi culture shock. Pelajari budaya Australia seperti punctuality, direct communication, dan respect for personal space. Ikuti update kebijakan imigrasi karena aturan bisa berubah setiap tahun. Dengan persiapan yang baik, WHV akan menjadi chapter terbaik dalam hidup Anda.
Jadi, bagi pemuda Indonesia yang ingin petualangan luar biasa, Working Holiday Visa Australia 2023 adalah pintu masuk menuju mimpi. Mulai persiapan dari sekarang—belajar bahasa Inggris, menabung, dan mengumpulkan dokumen. Satu tahun di Australia bisa mengubah hidup Anda selamanya.
Pelajari segala yang perlu Anda ketahui tentang IELTS General Training dengan panduan ini, baca selengkapnya di sini.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa itu Working Holiday Visa (WHV) untuk Australia tahun 2023?
WHV Australia 2023 adalah visa sementara yang memungkinkan pemuda dari negara mitra, termasuk Indonesia, untuk bekerja dan berlibur di Australia selama maksimal 12 bulan. Visa ini termasuk dalam subclass 462 dan memiliki kuota tahunan yang ditentukan oleh pemerintah Australia. Program ini dirancang untuk mendorong pertukaran budaya dan pengalaman kerja internasional bagi generasi muda.
Siapa yang berhak mengajukan WHV Australia 2023?
Pemuda berusia 18-30 tahun, memiliki pendidikan minimal SMA/sederajat, sehat jasmani rohani, berkelakuan baik, dan belum pernah memiliki WHV sebelumnya. Anda juga harus memiliki dana minimal 5.000 AUD, asuransi kesehatan, dan kemampuan bahasa Inggris dasar (IELTS 4.5). Pemohon tidak boleh memiliki tanggungan anak di bawah 18 tahun.
Apa saja persyaratan utama yang harus dipenuhi?
Persyaratan utama meliputi: usia 18-30 tahun, paspor valid 18 bulan, SDUWHV, saldo bank 5.000 AUD, IELTS 4.5, ijazah/surat mahasiswa aktif, medical check-up, dan foto paspor. Semua dokumen harus asli dan diterjemahkan ke bahasa Inggris jika diperlukan. Proses aplikasi dilakukan secara online melalui ImmiAccount dengan biaya sekitar 510 AUD.
Berapa lama proses aplikasi WHV Australia 2023?
Proses aplikasi biasanya memakan waktu 2-8 minggu, tergantung kelengkapan dokumen dan jumlah pemohon. 75% aplikasi diproses dalam 28 hari, 90% dalam 48 hari. Ajukan aplikasi minimal 3 bulan sebelum rencana keberangkatan untuk menghindari keterlambatan, terutama di musim puncak (Juni-Agustus).
Berapa biaya yang terkait dengan WHV Australia 2023?
Biaya aplikasi visa sekitar 510 AUD (sekitar Rp5,5 juta). Biaya tambahan meliputi medical check-up (Rp2-3 juta), IELTS (Rp3,3 juta), SDUWHV (gratis), asuransi kesehatan (minimal $500/tahun), dan tiket pesawat PP (Rp12-20 juta). Total persiapan awal sekitar Rp25-35 juta, tergantung gaya hidup.
Apakah saya bisa memperpanjang Working Holiday Visa?
Ya, Anda bisa mengajukan visa tahun kedua setelah menyelesaikan 88 hari specified work di regional Australia (pertanian, perikanan, konstruksi). Untuk tahun ketiga, lakukan 6 bulan specified work tambahan. Banyak peserta yang memanfaatkan ini untuk menjelajahi lebih dalam dan menabung lebih banyak.
Apakah saya boleh bekerja di Australia dengan WHV?
Tentu, Anda boleh bekerja full-time atau part-time, maksimal 6 bulan dengan satu employer. Pekerjaan populer meliputi hospitality, retail, fruit picking, dan administrasi. Gaji rata-rata $25-35/jam untuk casual, dengan penalty rates di weekend/holiday hingga $50/jam.
Apakah saya perlu memiliki pekerjaan sebelum mengajukan WHV?
Tidak, Anda tidak wajib memiliki job offer sebelum mengajukan visa. Banyak peserta yang mencari kerja setelah tiba di Australia melalui job fair, online platform, atau koneksi lokal. Namun, memiliki rencana kerja akan memperkuat aplikasi Anda.
Apakah saya boleh keluar Australia selama masa WHV?
Ya, WHV bersifat multiple entry—Anda bisa keluar masuk Australia sesering yang diinginkan selama visa masih berlaku. Cocok untuk traveling ke New Zealand, Bali, atau pulang kampung. Pastikan paspor dan visa valid saat kembali, dan bawa bukti dana jika dipertanyakan di imigrasi.
Ketika visa saya hampir habis, apa yang harus saya lakukan?
Jika ingin memperpanjang, ajukan visa tahun kedua sebelum visa pertama habis dengan melampirkan bukti specified work. Jika ingin pulang, pastikan semua pajak dan superannuation diklaim. Jika ingin stay dengan visa lain (student, skilled), konsultasikan dengan migration agent terdaftar. Jangan overstay—konsekuensinya berat.
Working Holiday Visa Australia 2023 adalah gerbang menuju petualangan luar biasa di negeri kanguru. Dengan memahami persyaratan, proses, manfaat, dan tips di atas, Anda siap memanfaatkan peluang ini sepenuhnya untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu dipersiapkan. Yuk, mulai persiapan IELTS Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan WHV. Ada banyak tes latihan online di internet, tapi masih bingung? Bergabunglah bersama kami sekarang untuk bimbingan profesional dan terarah.
