Bosan dengan soal-soal pilihan ganda? Ingin membuktikan kemampuan berpikir kritis dan menulis Anda? Analytical Writing Assessment (AWA) adalah jawabannya! Di era informasi yang serba cepat, kemampuan menulis dengan baik dan berpikir kritis semakin dibutuhkan. Analytical Writing Assessment (AWA) hadir sebagai tolok ukur kemampuan Anda dalam kedua hal tersebut. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengapa AWA begitu penting, jenis soal apa saja yang akan Anda hadapi, dan tips-tips jitu untuk menaklukkan AWA.
AWA bukan hanya bagian dari ujian GMAT atau GRE, tetapi juga kunci untuk menonjolkan kemampuan analitis Anda di mata universitas top dunia. Bagi mahasiswa Indonesia yang bermimpi melanjutkan studi di luar negeri, skor AWA yang tinggi bisa menjadi pembeda utama dalam aplikasi Anda. Bayangkan, saat panitia penerimaan membaca esai Anda, mereka tidak hanya melihat kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga cara Anda berpikir mendalam dan logis. Kemampuan ini akan sangat berguna saat Anda menulis tesis, membuat proposal penelitian, atau bahkan menyusun laporan bisnis di masa depan. Lebih dari itu, AWA melatih Anda untuk menghadapi diskusi kelas yang intens di universitas internasional, di mana setiap mahasiswa diharapkan bisa membela argumennya dengan bukti kuat.
Untuk mahasiswa Indonesia yang menargetkan MBA di Harvard atau master di Oxford, menguasai AWA berarti menunjukkan bahwa Anda siap bersaing di level global. Artikel lengkap ini akan memandu Anda memahami struktur AWA dari awal hingga akhir, memberikan contoh soal nyata, dan strategi persiapan yang terbukti efektif. Dengan panduan ini, Anda tidak hanya akan meningkatkan skor AWA, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk kesuksesan akademik dan karir internasional Anda.
Baca juga: Pentingnya Integrated Reasoning (IR) dalam GMAT
Apa itu Analytical Writing Assessment (AWA)?
Analytical Writing Assessment (AWA) adalah komponen penting dalam berbagai ujian standar seperti GMAT, GRE, dan TOEFL. AWA dirancang untuk mengukur kemampuan Anda dalam berpikir kritis, menganalisis argumen, dan mengevaluasi informasi secara objektif. Dalam ujian AWA, Anda akan diberikan sebuah argumen dan diminta untuk menulis sebuah esai yang mengevaluasi kekuatan dan kelemahan argumen tersebut.
Secara lebih mendalam, AWA menguji bagaimana Anda bisa memecah argumen kompleks menjadi bagian-bagian kecil, mengidentifikasi asumsi tersembunyi, dan mengevaluasi kualitas bukti yang digunakan. Bagi pelajar Indonesia yang terbiasa dengan sistem pendidikan hafalan, AWA adalah tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan cara berpikir analitis yang baru. Anda akan belajar mempertanyakan “mengapa klaim ini dibuat?” dan “bukti apa yang benar-benar mendukung kesimpulan ini?”. Keterampilan ini tidak hanya penting untuk ujian, tetapi juga untuk karir masa depan di bidang konsultasi, hukum, atau manajemen yang membutuhkan analisis mendalam setiap hari.
Bagian AWA biasanya mengharuskan Anda menulis satu atau dua esai dalam waktu 30 menit, tergantung jenis ujian. Pada GMAT, Anda akan menghadapi tugas Analisis Argumen, sedangkan GRE mencakup tugas Argumen dan Isu. Kedua tugas ini menguji kemampuan Anda membedah argumen rumit, menemukan celah logika, dan menyampaikan analisis dengan jelas. Bagi pelajar Indonesia, keberhasilan di AWA menunjukkan penguasaan bahasa Inggris dan berpikir kritis yang esensial untuk program pascasarjana internasional.
Perbedaan utama antara tugas GMAT dan GRE perlu dipahami dengan baik. Tugas Analisis Argumen GMAT fokus pada kritik terhadap klaim yang diberikan, sementara tugas Isu GRE meminta Anda membangun posisi sendiri terhadap topik luas. Pendekatan ganda ini memastikan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan menulis Anda. Skor AWA sering ditinjau terpisah dari bagian lain, memungkinkan panitia penerimaan menilai keterampilan komunikasi secara independen. Dengan persiapan matang, AWA bisa menjadi kekuatan yang melengkapi aplikasi keseluruhan Anda, terutama saat bersaing dengan kandidat global.
Untuk persiapan efektif, kenali rubrik penilaian yang digunakan evaluator. Esai AWA GMAT dinilai dalam skala 0-6, berdasarkan kekuatan analisis, organisasi, dan penggunaan bahasa. Mengikuti kursus di Ultimate Education memberikan bimbingan terstruktur untuk menguasai keterampilan ini, memastikan esai Anda memenuhi harapan panitia penerimaan.
Rubrik penilaian menekankan bukan hanya isi, tetapi juga kecanggihan ide dan kejelasan ekspresi. Esai berprestasi tinggi biasanya memiliki paragraf terstruktur baik, struktur kalimat bervariasi, dan kosakata tepat. Bagi penutur non-native, fokus pada kesalahan tata bahasa umum dan latihan esai berwaktu dapat meningkatkan skor signifikan. Mendapatkan umpan balik dari tutor berpengalaman juga membantu menyempurnakan pendekatan, membuat persiapan lebih terarah dan efektif. Ingat, skor 5-6 menunjukkan analisis mendalam dengan bahasa fasih, sementara skor 3-4 masih memerlukan pengembangan struktur dan kedalaman.
Mengapa Analytical Writing Assessment Penting?
AWA bukan sekadar tes menulis; ini adalah jendela ke dalam kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan mengkomunikasikan ide-ide secara efektif. Kemampuan-kemampuan ini sangat krusial dalam berbagai aspek kehidupan, baik akademik maupun profesional.
Dalam konteks akademik Indonesia, AWA mempersiapkan Anda menghadapi tantangan menulis tesis atau makalah penelitian yang membutuhkan argumen solid dan analisis mendalam. Di dunia kerja, kemampuan ini membantu menyusun laporan bisnis, presentasi strategis, atau negosiasi kontrak. Bagi pelajar Indonesia, menguasai AWA berarti meningkatkan kepercayaan diri berkomunikasi global, membuka peluang karir di perusahaan multinasional seperti Google, McKinsey, atau bank investasi internasional yang beroperasi di Jakarta.
Di program pascasarjana, kemampuan menulis analitis esensial untuk menyusun makalah penelitian, proposal bisnis, atau analisis kebijakan. Panitia penerimaan menggunakan skor AWA untuk menilai apakah Anda bisa menangani tuntutan ketat mata kuliah tingkat lulusan. Bagi pelajar Indonesia, performa AWA kuat juga menunjukkan kemampuan mengkomunikasikan ide kompleks dalam bahasa Inggris, keterampilan krusial untuk studi di luar negeri dan diskusi akademik global.
Di dunia yang semakin terhubung, keterampilan AWA memungkinkan Anda berpartisipasi efektif dalam tim multikultural dan berkontribusi pada proyek internasional. Universitas menghargai pelamar yang tidak hanya bisa menganalisis tetapi juga mensintesis informasi dari sumber beragam, menjadikan AWA prediktor sukses potensial Anda di lingkungan kolaboratif. Bayangkan Anda sedang memimpin tim proyek di perusahaan startup Silicon Valley – kemampuan AWA memastikan ide Anda didengar dan dihargai.
- Berpikir Kritis: AWA melatih Anda untuk tidak hanya menerima informasi begitu saja, tetapi untuk mengevaluasinya secara mendalam. Anda diajak untuk bertanya “mengapa?” dan “bagaimana?” terhadap setiap argumen. Keterampilan ini berguna saat Anda mengevaluasi berita palsu di media sosial atau menganalisis laporan keuangan perusahaan.
- Analisis Data: Dalam era informasi yang melimpah, kemampuan menganalisis data menjadi semakin penting. AWA membantu Anda mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan dalam data, seperti saat menganalisis survei pasar atau laporan penjualan bulanan.
- Penyelesaian Masalah: Kemampuan memecahkan masalah yang kompleks adalah keterampilan yang sangat dihargai di dunia kerja. AWA melatih Anda untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi solusi yang ada, dan menyusun solusi baru yang inovatif.
Selain ketiga poin utama tersebut, AWA juga mengembangkan kemampuan mengelola waktu dan bekerja di bawah tekanan, aset berharga di lingkungan akademik dan profesional dinamis Indonesia. Dengan berlatih AWA, Anda belajar memprioritaskan ide utama dan menyampaikannya efisien, keterampilan yang dapat diterapkan dalam presentasi rapat direksi atau diskusi kelompok mahasiswa.
Di luar akademik, keterampilan AWA sangat dihargai di lingkungan profesional seperti bisnis, hukum, atau konsultasi, di mana komunikasi jelas dan analisis kritis mendorong pengambilan keputusan. Contohnya, manajer yang menganalisis laporan pasar atau pengacara yang mengevaluasi kasus menggunakan keterampilan yang sama dengan AWA. Berlatih keterampilan ini melalui persiapan AWA di Ultimate Education memberikan keunggulan kompetitif baik akademik maupun karir Anda.
Baca juga: Skor GMAT 2024: Cara Akses & Interpretasi Skor
Jenis dan Contoh Soal AWA
Secara umum, soal AWA dapat dibagi menjadi dua jenis utama:
Analisis Argumen (Argument Analysis)
Pada jenis soal ini, Anda akan diberikan sebuah argumen atau pernyataan yang seringkali mengandung kekurangan atau bias. Tugasmu adalah menganalisis argumen tersebut secara kritis.
Tugas Analisis Argumen tidak meminta Anda setuju atau menolak argumen, melainkan mengevaluasi struktur logikanya. Ini melibatkan identifikasi asumsi tak terucap, kesalahan logika, atau bukti yang hilang. Bagi pelajar Indonesia, tugas ini bisa menantang karena hambatan bahasa atau ketidakbiasaan dengan gaya argumentasi Barat, tetapi latihan dengan contoh soal dapat membangun kepercayaan diri. Penting untuk fokus pada kelemahan struktural, bukan opini pribadi Anda terhadap topiknya.
Contoh Soal:
“Perusahaan mobil listrik Z mengumumkan bahwa penjualan mobil listrik mereka meningkat pesat dalam tahun ini. Mereka menyimpulkan bahwa konsumen semakin sadar akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan dan akan terus beralih ke mobil listrik di masa depan. Analisislah argumen ini dengan cermat.”
Dalam menganalisis argumen ini, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
- Apakah peningkatan penjualan benar-benar disebabkan kesadaran lingkungan, atau ada faktor lain seperti subsidi pemerintah dan promo diskon?
- Apakah data penjualan mencakup seluruh pasar Indonesia, atau hanya segmen tertentu seperti kota besar Jakarta dan Surabaya?
- Apakah ada penjelasan alternatif untuk tren ini, seperti kenaikan harga bensin atau program insentif kendaraan listrik?
- Bagaimana dengan ketersediaan infrastruktur charging station di seluruh Indonesia yang masih terbatas?
Dengan latihan soal dari Ultimate Education, Anda akan terbiasa mengidentifikasi inkonsistensi seperti ini dan menyusun analisis yang tepat sasaran. Ingat, evaluator mencari analisis spesifik, bukan generalisasi luas.
Contoh Analisis Lengkap:
Argumen perusahaan Z menarik kesimpulan yang terlalu cepat dari data penjualan tahun ini. Meskipun peningkatan penjualan mobil listrik positif, belum tentu semua konsumen akan beralih permanen ke mobil listrik. Faktor eksternal seperti subsidi pemerintah Rp 80 juta per unit dan promo bunga 0% kemungkinan besar berkontribusi signifikan terhadap angka penjualan, bukan murni kesadaran lingkungan. Selain itu, data penjualan hanya dari 3 bulan terakhir mungkin tidak representatif tren tahunan, terutama mengingat musim libur yang biasanya meningkatkan pembelian kendaraan.
Lebih lanjut, argumen mengabaikan kendala infrastruktur charging station yang hanya ada di 15 kota besar Indonesia, membatasi daya tarik mobil listrik bagi konsumen di daerah. Untuk memperkuat argumen, perusahaan Z perlu menyajikan survei konsumen independen yang mengukur motivasi pembelian sebenarnya, bukan hanya mengandalkan data penjualan internal. Analisis seperti ini yang dicari evaluator – spesifik, berbasis bukti, dan membangun solusi konstruktif.
Kursus di Ultimate Education menyediakan latihan soal serupa dengan umpan balik personal, membantu Anda mencapai analisis sekelas skor 5-6.
Analisis Isu (Issue Analysis)
Pada jenis soal ini, Anda akan diminta untuk menyajikan pendapatmu mengenai suatu isu atau topik yang kontroversial. Anda harus mendukung pendapat Anda dengan alasan-alasan yang logis dan relevan.
Tugas Analisis Isu, umum di GRE, mengharuskan Anda mengambil sikap terhadap topik luas dan mendukungnya dengan argumen beralasan. Ini menguji kemampuan mengartikulasikan posisi jelas, menggunakan bukti efektif, dan menangani counterargument. Bagi pelajar Indonesia, latihan menulis esai bahasa Inggris membantu mengatasi tantangan bahasa dan meningkatkan kejelasan. Struktur esai yang baik: pendahuluan dengan tesis, tiga paragraf pendukung, dan kesimpulan yang menjawab counterargument.
Contoh Soal:
“Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat di Indonesia. Beberapa orang berpendapat bahwa AI akan membawa banyak manfaat bagi umat manusia, sementara yang lain khawatir akan dampak negatifnya terhadap lapangan kerja. Jelaskan pendapatmu mengenai peran AI dalam masyarakat Indonesia masa depan.”
Untuk menjawab soal ini, kita perlu:
- Mendefinisikan dengan jelas apa yang dimaksud dengan kecerdasan buatan, termasuk contoh aplikasi seperti Gojek AI routing.
- Mengidentifikasi berbagai jenis pekerjaan Indonesia yang berpotensi terpengaruh AI, dari driver ojek online hingga analis data bank.
- Menimbang dampak positif (efisiensi logistik) dan negatif (pengangguran di sektor manufaktur) pengembangan AI terhadap ekonomi Indonesia.
- Mengajukan solusi konkret seperti program pelatihan digital gratis dari pemerintah untuk 10 juta pekerja terdampak.
Saat menangani tugas Isu, susun esai dengan tesis jelas, poin pendukung, dan counterargument untuk menunjukkan penalaran seimbang. Latihan dengan contoh dari ETS GRE atau Ultimate Education akan mengembangkan keterampilan ini.
Contoh Respons Lengkap:
Saya percaya AI memiliki potensi besar membawa manfaat bagi Indonesia, tetapi harus diimbangi regulasi ketat. AI sudah meningkatkan efisiensi logistik Gojek 30%, menghemat waktu 2 jam per pengiriman di Jakarta. Di sektor kesehatan, AI diagnosis RSCM mendeteksi kanker payudara 15% lebih akurat dari dokter manusia. Namun, AI juga mengancam 2,7 juta pekerjaan manufaktur tekstil dalam 5 tahun ke depan.
Solusi saya: Kementerian Tenaga Kerja luncurkan “Program AI Reskilling” gratis untuk 10 juta pekerja, fokus pelatihan data science dan AI ethics selama 6 bulan. Contoh sukses: Singapura reskilling 40% pekerja terdampak AI dalam 3 tahun. Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa ubah ancaman AI menjadi peluang 5 juta lapangan kerja baru di tech startup dalam dekade mendatang.
Respons sampel ini seimbang, menggunakan data Indonesia spesifik, dan mengusulkan solusi konkret. Latihan dengan umpan balik dari Ultimate Education membantu menyempurnakan argumen dan mencapai esai berprestasi tinggi.
Ingatlah, AWA tidak hanya menguji kemampuan menulismu, tetapi juga kemampuan berpikir kritismu. Dengan latihan yang cukup, Anda akan mampu menguasai AWA dan meraih hasil yang memuaskan.
Baca juga: Top 5 Buku GMAT dengan Latihan Soal Terbaik
Tips untuk Menguasai AWA
Bagian Analytical Writing Assessment (AWA) pada GMAT bertujuan untuk mengukur kemampuan analitis serta argumentasi tulisan. Agar berhasil menulis esai yang kuat dan logis, berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda menguasai AWA:
Pahami Struktur Esai
Esai AWA biasanya membutuhkan analisis argumen, jadi fokuslah pada identifikasi asumsi yang tidak didukung, kesalahan logika, atau kelemahan dalam penalaran.
Struktur esai AWA ideal: 5 paragraf (pendahuluan, 3 isi analisis kelemahan berbeda, kesimpulan). Pendahuluan harus restate argumen dan outline 3 kelemahan utama. Setiap paragraf isi bahas satu kelemahan spesifik dengan contoh konkret, seperti “asumsi bahwa subsidi pemerintah permanen tidak berdasar karena anggaran negara terbatas”. Kursus di Ultimate Education mengajarkan organisasi esai efektif dalam batas waktu 30 menit.
Latihan Analisis Cepat
Anda hanya memiliki 30 menit untuk menyelesaikan esai. Maka, latih kemampuan untuk menganalisis argumen dengan cepat. Baca banyak contoh soal AWA dan coba identifikasi kelemahan utamanya dalam waktu singkat.
Bangun kecepatan dengan latihan analisis berwaktu: 5 menit planning, 20 menit writing, 5 menit revising. Gunakan sumber seperti GMAT Official Guide atau ETS GRE untuk soal autentik. Bagi pelajar Indonesia, baca artikel The Jakarta Post atau Tempo dalam bahasa Inggris untuk melatih identifikasi celah logika dengan cepat. Target: analisis 3 kelemahan utama dalam 4 menit pertama.
Gunakan Kerangka Sistematis
Kerangka umum bisa membantu mempercepat penulisan. Misalnya:
- Mulai dengan memperkenalkan argumen + 3 kelemahan utama
- Paragraf 1: Asumsi tidak tepat + contoh Indonesia
- Paragraf 2: Bukti tidak memadai + data alternatif
- Paragraf 3: Sebab-akibat salah + implikasi bisnis
- Kesimpulan: Ringkasan + saran perbaikan
Template ini memastikan esai terorganisir dan mencakup semua poin penting. Saat menganalisis argumen mobil listrik, paragraf pertama kritisi asumsi pertumbuhan penjualan = preferensi konsumen, sebutkan faktor subsidi Rp 80 juta. Latihan struktur ini dengan soal dari Ultimate Education menyederhanakan proses penulisan.
Manfaatkan Waktu Revisi
Sisihkan beberapa menit di akhir waktu untuk merevisi esai Anda. Periksa tata bahasa, ejaan, serta apakah alur pemikiran Anda logis dan mudah dipahami.
Revisi krusial untuk kejelasan dan profesionalisme. Cek kesalahan umum seperti subject-verb agreement atau run-on sentences yang sering terjadi pada penutur non-native. Checklist revisi 5 menit: 1) Transisi antar paragraf, 2) Kata ganti jelas, 3) Kata kunci diulang, 4) Kesimpulan kuat, 5) Ejaan nama Indonesia benar. Tools Grammarly + umpan balik Ultimate Education membantu poles esai dan hindari kesalahan penurunan skor.
Perbanyak Membaca Esai Sampel
Membaca esai contoh dengan skor tinggi akan memberi Anda gambaran tentang apa yang diharapkan. Perhatikan bagaimana penulis menyusun argumen dan mengidentifikasi kelemahan dengan jelas.
Review 20 esai skor 6 dari GMAT Official Guide atau ETS GRE. Perhatikan: transisi “Furthermore”, kosakata “unsubstantiated”, struktur logis. Gabung kursus Ultimate Education untuk akses 50+ esai sampel + kritik ahli. Target mingguan: analisis 3 esai top, tulis 2 esai sendiri, bandingkan skor.
Gunakan Kosakata yang Tepat
Meskipun tidak perlu menggunakan bahasa yang sangat rumit, usahakan untuk menulis dengan profesional. Hindari istilah yang terlalu informal dan pastikan penggunaan kata tepat dan relevan.
Bangun 100 kosakata akademik AWA: “assert”, “substantiate”, “fallacy”, “causal”, “correlation”. Latihan Quizlet 15 menit/hari + resources Ultimate Education. Hindari: “keren banget” ganti “compelling”, “ngaco” ganti “unsubstantiated”. Target: 8-10 kata kunci per esai untuk skor bahasa 5+.
Hindari Menyerang Argumen secara Emosional
Analisis AWA bukan tentang menunjukkan apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan argumen, melainkan tentang menganalisis logika di balik argumen tersebut. Bersikaplah netral dan objektif.
Objektivitas krusial untuk skor tinggi. Bukan “Argumen ini ngaco!”, tapi “Argumen bergantung pada asumsi tak terverifikasi tentang…”. Latihan dengan umpan balik Ultimate Education pastikan tone profesional-analitis. Contoh perbaikan: “Klaim perusahaan melemah karena…” bukan “Perusahaan bohong soal…”.
Managing Time Effectively
Manajemen waktu krusial di AWA dengan limit 30 menit. Buat jadwal belajar: latihan esai berwaktu 3x/minggu. Alokasi: 2-3 menit outline, 20-22 menit tulis, 5-6 menit revisi. Latihan dengan GMAT Official Practice Exams atau kursus Ultimate Education bantu kuasai keseimbangan ini. Target minggu 1: selesai 25 menit, minggu 4: tepat 30 menit skor 5+.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat meningkatkan kemampuan menulis dan analisis untuk bagian AWA pada GMAT. Selalu berlatih dengan soal-soal dan esai simulasi agar semakin terbiasa dengan format serta jenis argumen yang mungkin muncul.
Ingatlah, kunci untuk menguasai AWA adalah latihan yang konsisten dan tekun. Dengan mengikuti tips-tips di atas dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, Anda pasti dapat meningkatkan kemampuan menulis Anda dan meraih hasil yang memuaskan.
Baca juga: Kesalahan Umum GMAT: Tips dan Cara Persiapan Optimal
Memilih Kursus Persiapan AWA yang Tepat
Penting untuk diingat bahwa memilih kursus persiapan yang tepat adalah langkah kunci menuju kesuksesan dalam menghadapi ujian ini. Pemilihan lembaga kursus persiapan GMAT yang sesuai, metode pengajaran yang efektif, dan komitmen pribadi untuk belajar secara intensif akan membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan meraih skor yang diinginkan dalam ujian GMAT.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualifikasi pengajar (GMAT 700+), jenis kursus (online/intensif/kelompok kecil), dan ulasan mantan siswa (skor naik 100+ poin), calon peserta ujian dapat memilih kursus sesuai kebutuhan individu. Semoga artikel ini memberikan panduan yang bermanfaat bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kursus kelas persiapan GMAT.
Ultimate Education menyediakan persiapan GMAT dan GRE khusus AWA untuk pelajar Indonesia, fokus strategi esai dengan umpan balik personal mingguan. Riset ulasan siswa dan format kursus (live online/Jakarta offline) pastikan program cocok dengan gaya belajar dan jadwal Anda. Bonus: akses 100+ soal AWA original + sesi Q&A bulanan dengan tutor Harvard MBA.
Mengatasi Tantangan AWA bagi Pelajar Indonesia
Pelajar Indonesia sering hadapi tantangan unik dalam persiapan AWA: paparan terbatas menulis akademik Inggris dan ketidakbiasaan analisis kritis gaya Barat. Atasi dengan baca publikasi The Jakarta Post, Kompas English, atau Harvard Business Review 30 menit/hari untuk biasakan struktur argumentatif. Gabung grup diskusi atau workshop menulis di Ultimate Education berikan latihan dan umpan balik di lingkungan suportif dengan teman sebangsa.
Manajemen waktu juga hambatan karena limit 30 menit. Latihan tulis 10 esai Inggris/minggu bangun kecepatan dan kefasihan, cari umpan balik tingkatkan grammar dan clarity. Dengan atasi tantangan ini sejak awal, Anda tingkatkan kepercayaan diri dan performa hari ujian. Strategi tambahan: rekam latihan speaking 5 menit/hari untuk tingkatkan fluency tulis, join WhatsApp group AWA Ultimate Education untuk sharing tips harian.
Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang.
Dengan latihan konsisten dan resources tepat, Anda bisa unggul di AWA dan kuatkan aplikasi sekolah pascasarjana. Eksplorasi materi latihan gratis dari ETS GRE atau investasikan kursus komprehensif di Ultimate Education untuk capai skor target dan tampil menonjol di mata panitia penerimaan dunia. Mulai hari ini – 90 hari ke depan ubah skor AWA dari 3.0 menjadi 5.0!
