Back

Daftar Vocabulary dalam Tes GRE: Ada Apa Saja?

Tes GRE (Graduate Record Examination) adalah ujian yang penting bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di negara-negara berbahasa Inggris. Salah satu bagian paling menantang adalah penguasaan kosakata atau vocabulary pada tes GRE. Memahami dan menguasai kosakata yang sering muncul dalam tes GRE dapat menjadi kunci untuk meraih skor yang tinggi. Kosakata dalam GRE tidak hanya menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga kemampuan untuk memahami konteks, nuansa, dan penggunaan kata dalam situasi akademis. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis kosakata yang diujikan, strategi untuk mempersiapkan diri, serta tips praktis untuk meningkatkan penguasaan kosakata secara efektif. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang untuk diterima di program pascasarjana impian Anda di universitas top dunia.

Baca Juga: Tips ini Bisa Menjaga Motivasi Kamu Selama Belajar GRE

1. Kosakata Umum yang Sering Muncul

Kosakata umum dalam tes GRE mencakup kata-kata yang sering digunakan dalam konteks akademis dan kehidupan sehari-hari. Memahami arti dan konteks penggunaan kata-kata ini sangat penting karena banyak soal yang menguji kemampuan peserta untuk memahami makna dari kalimat yang lebih kompleks. Kosakata ini biasanya muncul dalam soal Verbal Reasoning, seperti Text Completion dan Sentence Equivalence, yang menuntut pemahaman mendalam tentang makna kata dan hubungannya dengan konteks. Menguasai kosakata umum juga membantu dalam membaca teks akademis yang kompleks, yang sering kali menjadi bagian dari Reading Comprehension. Berikut beberapa contoh kosakata umum yang perlu dikuasai, beserta penjelasan mendalam tentang penggunaannya dalam GRE.

Contoh Kosakata Umum

1. Anomaly:

Kata ini berarti penyimpangan dari norma atau kebiasaan. Dalam konteks akademis, sebuah anomaly bisa merujuk pada data yang tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Misalnya, dalam penelitian ilmiah, sebuah anomaly dapat menunjukkan adanya faktor tak terduga yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Dalam tes GRE, kata ini sering muncul dalam soal yang menguji kemampuan peserta untuk memahami konteks ilmiah atau statistik. Menguasai kata ini juga membantu dalam memahami teks yang membahas ketidaksesuaian atau kejadian yang tidak biasa.

2. Benevolent:

Kata ini berarti baik hati atau dermawan. Dalam banyak teks, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan karakter seseorang atau organisasi yang memiliki niat baik. Dalam konteks GRE, benevolent mungkin muncul dalam teks humaniora atau soal yang membahas sifat-sifat positif tokoh atau institusi. Memahami nuansa kata ini penting untuk membedakannya dari kata lain seperti “altruistic” (tanpa pamrih) atau “charitable” (dermawan dalam konteks material).

3. Candid:

Berarti jujur dan langsung. Dalam konteks diskusi atau debat akademis, kejujuran sangat dihargai, sehingga pemahaman kata ini penting. Candid sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berbicara secara terbuka tanpa menyembunyikan fakta, dan dalam GRE, kata ini bisa muncul dalam soal yang menguji pemahaman tentang sikap atau karakter. Memahami sinonim seperti “frank” atau antonim seperti “deceptive” juga membantu dalam menjawab soal Sentence Equivalence.

4. Elicit:

Berarti menarik keluar atau memperoleh. Dalam konteks penelitian, peneliti sering berusaha untuk elicit informasi dari responden, misalnya melalui wawancara atau kuesioner. Dalam GRE, kata ini sering muncul dalam teks yang berkaitan dengan metodologi penelitian atau interaksi sosial. Menguasai kata ini membantu peserta memahami proses pengumpulan data atau informasi dalam konteks akademis.

Contoh dalam Tes GRE

Soal Contoh:

“The scientist’s findings were considered an anomaly in the context of existing research.”

Apa arti dari kata “anomaly” dalam kalimat di atas?

A. Penyimpangan

B. Keberhasilan

C. Penemuan

D. Kesesuaian

Jawaban yang benar: A. Penyimpangan

Soal seperti ini menguji kemampuan peserta untuk memahami makna kata dalam konteks kalimat. Untuk menjawab dengan benar, peserta harus mengenali bahwa “anomaly” merujuk pada sesuatu yang tidak sesuai dengan pola atau harapan, yang dalam kasus ini adalah temuan ilmiah yang menyimpang dari penelitian sebelumnya. Latihan dengan soal-soal serupa sangat penting untuk membiasakan diri dengan pola soal GRE.

Mengapa Penting?

Vocabulary GRE

Kosakata umum ini bukan hanya muncul dalam soal pilihan ganda, tetapi juga dalam teks bacaan yang perlu dipahami. Peserta yang tidak familiar dengan kata-kata ini mungkin akan kesulitan dalam menjawab soal yang membutuhkan pemahaman mendalam. Dalam bagian Verbal Reasoning, kosakata umum sering kali menjadi kunci untuk memahami teks Reading Comprehension yang panjang dan kompleks, serta untuk menyelesaikan soal Text Completion dan Sentence Equivalence dengan akurat. Menguasai kosakata ini juga membantu dalam menulis esai Analytical Writing, di mana penggunaan bahasa yang tepat dan bervariasi dapat meningkatkan skor.

Selain itu, kemampuan memahami kosakata umum juga mencerminkan kesiapan akademis untuk studi pascasarjana, karena banyak universitas menganggap skor Verbal Reasoning sebagai indikator kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Dengan menguasai kosakata ini, Anda dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi tes dan mempersiapkan diri untuk tantangan akademis di masa depan.

Cara Memperoleh Kosakata Umum

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menguasai kosakata umum. Membaca buku akademis, artikel, atau jurnal secara rutin adalah salah satu cara terbaik. Publikasi seperti *The New York Times*, *The Economist*, atau jurnal akademis di bidang yang Anda minati dapat memperkenalkan Anda pada kosakata yang sering muncul dalam GRE. Selain itu, menggunakan aplikasi pembelajaran kosakata seperti Quizlet, Anki, atau Magoosh GRE Vocabulary dapat sangat membantu, karena aplikasi ini menawarkan latihan interaktif dan kuis yang dirancang khusus untuk GRE. Membuat daftar kata baru dan mencoba menggunakannya dalam kalimat juga bisa meningkatkan ingatan, terutama jika Anda menghubungkan kata-kata tersebut dengan konteks yang relevan dengan minat atau tujuan akademis Anda.

Tips lainnya adalah bergabung dengan kelompok belajar atau forum online seperti Reddit (r/GRE) atau grup diskusi GRE, di mana Anda dapat berbagi dan mendiskusikan kosakata dengan peserta lain. Menonton video edukasi atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris juga dapat membantu Anda memahami penggunaan kata dalam konteks yang berbeda. Dengan pendekatan yang konsisten dan bervariasi, Anda dapat membangun kosakata yang kuat untuk menghadapi tes GRE.

Baca Juga: 5 Buku GRE Terbaik Agar Ujian Kamu Lebih Maksimal!

2. Kosakata Spesifik dan Teknikal

Selain kosakata umum, GRE juga menguji kosakata spesifik yang berkaitan dengan bidang akademis tertentu. Kosakata ini sering kali muncul dalam teks bacaan dan soal yang berkaitan dengan disiplin ilmu tertentu, seperti sains, ilmu sosial, dan humaniora. Kosakata teknikal ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami konsep akademis yang kompleks, yang sering kali menjadi bagian dari studi pascasarjana. Menguasai kosakata ini membantu peserta tidak hanya dalam Verbal Reasoning tetapi juga dalam mempersiapkan diri untuk lingkungan akademis yang menuntut pemahaman istilah-istilah khusus.

Contoh Kosakata Spesifik

1. Paradigm:

Dalam konteks ilmu sosial, kata ini sering digunakan untuk merujuk pada kerangka berpikir atau model yang mendasari teori atau penelitian tertentu. Misalnya, dalam sosiologi, sebuah paradigm dapat merujuk pada pendekatan struktural-fungsional atau konflik. Dalam GRE, kata ini sering muncul dalam teks yang membahas perkembangan teori atau perubahan perspektif dalam suatu disiplin ilmu.

2. Hypothesis:

Merupakan dugaan awal yang perlu diuji dalam penelitian. Memahami makna dan cara penggunaan kata ini sangat penting bagi para mahasiswa yang ingin berkarier di dunia akademis, karena hypothesis adalah dasar dari metode ilmiah. Dalam GRE, kata ini sering muncul dalam teks sains atau soal yang menguji pemahaman tentang proses penelitian.

3. Synthesis:

Berarti penggabungan beberapa elemen menjadi satu kesatuan. Dalam penelitian, synthesis sering merujuk pada penggabungan data dari berbagai sumber untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih luas. Dalam GRE, kata ini dapat muncul dalam teks yang membahas analisis data atau integrasi ide-ide akademis.

4. Qualitative:

Istilah ini merujuk pada penelitian yang berfokus pada aspek-aspek non-numerik, seperti perilaku, motivasi, dan pengalaman. Dalam GRE, qualitative sering muncul dalam teks yang membandingkan metode penelitian atau mendiskusikan pendekatan dalam ilmu sosial. Memahami perbedaan antara qualitative dan quantitative penting untuk menjawab soal-soal GRE dengan akurat.

Contoh dalam Tes GRE

Soal Contoh:

“The new research provides a paradigm shift in our understanding of environmental science.”

Apa arti dari “paradigm shift” dalam konteks kalimat di atas?

A. Perubahan yang tidak berarti

B. Perubahan radikal dalam pemikiran

C. Proses penelitian yang berlarut-larut

D. Penemuan baru yang kecil

Jawaban yang benar: B. Perubahan radikal dalam pemikiran

Soal ini menguji pemahaman peserta tentang istilah teknikal dan kemampuan untuk mengaitkannya dengan konteks. Kata “paradigm shift” menunjukkan perubahan mendasar dalam cara berpikir, yang sering kali relevan dalam teks yang membahas inovasi atau kemajuan ilmiah. Latihan dengan soal-soal serupa membantu peserta mengenali pola dan meningkatkan ketepatan dalam menjawab.

Mengapa Kosakata Spesifik Penting?

Vocabulary GRE

Kosakata spesifik ini sangat penting karena sering kali digunakan dalam pertanyaan yang memerlukan pemahaman konteks yang mendalam. Misalnya, dalam studi kasus atau artikel akademis, pemahaman yang kuat terhadap kosakata spesifik bisa memudahkan peserta tes dalam memahami dan menganalisis informasi. Kosakata ini juga mencerminkan kesiapan untuk studi pascasarjana, di mana istilah teknikal sering digunakan dalam diskusi, penelitian, dan penulisan akademis. Dalam GRE, kosakata spesifik sering muncul dalam teks Reading Comprehension yang membahas topik seperti sosiologi, psikologi, atau ilmu alam, sehingga penguasaan istilah ini dapat meningkatkan skor secara signifikan.

Selain itu, kemampuan memahami kosakata spesifik juga membantu dalam menulis esai Analytical Writing, di mana penggunaan istilah yang tepat dapat menunjukkan kedalaman pemikiran dan kemampuan analitis. Dengan menguasai kosakata ini, peserta dapat menunjukkan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan akademis di universitas ternama.

Cara Mempelajari Kosakata Spesifik

Untuk menguasai kosakata spesifik, disarankan untuk membaca literatur akademis di bidang yang diminati, seperti jurnal ilmiah atau buku teks universitas. Mengikuti seminar atau kuliah umum di kampus juga dapat memperluas pemahaman terhadap istilah teknis. Selain itu, mendengarkan podcast akademis, seperti *The Psychology Podcast* atau *Science Vs.*, atau menonton video yang membahas topik-topik akademis di platform seperti TED Talks, dapat membantu Anda memahami penggunaan istilah dalam konteks nyata. Anda juga bisa menggunakan sumber daya seperti *Barron’s Essential Words for the GRE* atau *Manhattan Prep GRE Vocabulary Flashcards* untuk fokus pada kosakata teknikal yang sering muncul dalam tes.

Tips lain adalah membuat glosarium pribadi untuk istilah-istilah teknikal dan menghubungkannya dengan bidang studi yang Anda targetkan untuk pascasarjana. Misalnya, jika Anda berencana belajar psikologi, fokuslah pada istilah seperti “cognitive dissonance” atau “empirical.” Dengan pendekatan yang terarah, Anda dapat membangun pemahaman yang kuat terhadap kosakata spesifik yang relevan.

Baca Juga: Pembaruan GRE 2024 terbaru: Tips dan Strategi Persiapan

3. Kosakata Sinonim dan Antonim

Soal yang berkaitan dengan sinonim dan antonim adalah salah satu tipe soal yang sering muncul dalam tes GRE, terutama dalam bagian Sentence Equivalence dan Text Completion. Peserta tes diminta untuk memilih kata yang memiliki makna yang sama atau berlawanan dengan kata yang diberikan, sering kali dalam konteks kalimat yang kompleks. Menguasai sinonim dan antonim membantu peserta memahami nuansa bahasa dan memilih jawaban yang paling tepat, yang merupakan keterampilan penting untuk studi pascasarjana.

Contoh Soal Sinonim dan Antonim

1. Sinonim: “Mitigate” berarti mengurangi. Sinonim yang tepat bisa berupa “alleviate” (meringankan) atau “ameliorate” (memperbaiki).

2. Antonim: “Obscure” berarti tidak jelas atau samar. Antonimnya bisa berupa “clear” (jelas) atau “evident” (nyata).

Contoh dalam Tes GRE

Soal Contoh:

“To mitigate the risks associated with climate change, scientists propose several innovative solutions.”

Apa sinonim terbaik dari kata “mitigate” dalam konteks kalimat di atas?

A. Memperburuk

B. Mengurangi

C. Mengabaikan

D. Mempercepat

Jawaban yang benar: B. Mengurangi

Soal ini menguji kemampuan peserta untuk mengenali sinonim yang sesuai dengan konteks kalimat. Kata “mitigate” dalam konteks ini berarti mengurangi risiko, sehingga “mengurangi” adalah jawaban yang paling tepat. Latihan dengan soal sinonim dan antonim membantu peserta mengenali hubungan antar kata dan meningkatkan kecepatan dalam menjawab soal.

Mengapa Sinonim dan Antonim Penting?

Vocabulary GRE

Mempelajari sinonim dan antonim membantu peserta tes untuk memahami nuansa dalam bahasa. Pemahaman ini sangat penting dalam konteks akademis, di mana makna yang tepat bisa sangat berpengaruh terhadap interpretasi teks. Dalam GRE, soal sinonim dan antonim sering kali menguji kemampuan untuk membedakan kata-kata dengan makna yang mirip tetapi memiliki nuansa berbeda, seperti “mitigate” versus “lessen” atau “obscure” versus “vague.” Kemampuan ini juga berguna dalam menulis esai Analytical Writing, di mana variasi kosa kata dapat meningkatkan kualitas argumen Anda.

Selain itu, soal sinonim dan antonim sering kali dirancang untuk mengelabui peserta dengan pilihan jawaban yang mirip, sehingga pemahaman mendalam tentang hubungan antar kata sangat penting. Dengan menguasai sinonim dan antonim, Anda dapat meningkatkan skor Verbal Reasoning dan menunjukkan kemampuan bahasa yang kuat kepada universitas.

Cara Mempelajari Sinonim dan Antonim

Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan aplikasi pembelajaran kosakata yang menawarkan fitur sinonim dan antonim, seperti Quizlet atau Memrise. Membuat kartu flash dengan kata-kata dan sinonim atau antonimnya juga bisa sangat membantu. Tulis kata utama di satu sisi dan daftar sinonim serta antonim di sisi lain, lalu uji diri Anda secara berkala. Selain itu, berlatih dengan soal-soal GRE dari tahun sebelumnya, seperti yang tersedia di *Official GRE Verbal Reasoning Practice Questions* dari ETS, akan memberikan gambaran tentang tipe soal yang mungkin muncul. Anda juga bisa menggunakan sumber online seperti *Vocabulary.com* untuk mempelajari hubungan antar kata dalam konteks yang interaktif.

Tips lainnya adalah membaca teks dengan kosa kata yang kaya, seperti artikel opini di *The Atlantic* atau *The New Yorker*, dan mencatat kata-kata dengan sinonim atau antonim yang relevan. Dengan pendekatan ini, Anda dapat membangun pemahaman yang lebih luas tentang nuansa bahasa dan meningkatkan kesiapan untuk tes GRE.

Baca Juga: Persiapan GRE Efektif: Tingkatkan Skor GRE Anda

4. Strategi Memperluas Kosakata

Memperluas kosakata adalah hal yang sangat penting dalam persiapan tes GRE, karena Verbal Reasoning menyumbang sebagian besar skor total. Dengan kosakata yang kuat, Anda dapat menjawab soal dengan lebih percaya diri dan memahami teks akademis dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk memperluas kosakata secara efektif dan efisien:

Membaca Secara Rutin

Membaca buku, artikel, atau jurnal secara rutin adalah cara terbaik untuk memperluas kosakata. Fokus pada bacaan yang beragam, termasuk fiksi, non-fiksi, dan literatur akademis. Publikasi seperti *Scientific American*, *The Guardian*, atau *Harvard Business Review* sering menggunakan kosakata yang mirip dengan yang muncul di GRE. Saat membaca, catat kata-kata baru, cari artinya, dan coba gunakan dalam kalimat Anda sendiri. Ini tidak hanya membantu mengenal kosakata baru, tetapi juga memahami konteks penggunaan kata-kata tersebut, yang sangat penting untuk soal GRE.

Selain itu, membaca teks dengan topik yang relevan dengan bidang studi pascasarjana yang Anda minati dapat membantu Anda menguasai kosakata spesifik sekaligus mempersiapkan diri untuk kurikulum akademis. Misalnya, jika Anda menargetkan program di bidang lingkungan, baca artikel tentang perubahan iklim atau keberlanjutan untuk mengenal istilah seperti “mitigate” atau “sustainability.”

Menggunakan Aplikasi Pembelajaran

Ada banyak aplikasi yang dirancang khusus untuk membantu pengguna belajar kosakata, seperti Magoosh GRE Vocabulary, Anki, atau Vocabulary.com. Aplikasi ini menawarkan fitur-fitur interaktif seperti kuis, permainan kata, dan pelacakan kemajuan, yang membuat belajar menjadi lebih menyenangkan. Pilih aplikasi yang sesuai dengan gaya belajar Anda, misalnya, aplikasi yang menawarkan latihan harian atau kartu flash digital. Beberapa aplikasi juga memungkinkan Anda untuk fokus pada kosakata GRE tertentu, seperti kata-kata yang sering muncul dalam Verbal Reasoning.

Keunggulan aplikasi adalah kemampuan untuk belajar di mana saja dan kapan saja, sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan kosakata. Pastikan untuk menggunakan aplikasi secara konsisten, misalnya dengan menetapkan target 10-20 kata baru setiap hari.

Membuat Kartu Flash

Membuat kartu flash adalah metode klasik yang masih sangat efektif. Tulis kata-kata baru di satu sisi dan definisinya di sisi lainnya. Tambahkan contoh kalimat atau sinonim/antonym untuk memperkuat pemahaman. Gunakan kartu ini untuk berlatih secara berkala, misalnya dengan metode spaced repetition, di mana Anda mengulang kata-kata dengan interval waktu yang semakin panjang untuk meningkatkan retensi. Anda juga bisa menggunakan aplikasi kartu flash seperti Anki untuk membuat kartu digital yang lebih praktis.

Untuk hasil maksimal, kelompokkan kartu flash berdasarkan tema, seperti kosakata sains, humaniora, atau sinonim/antonym, agar lebih mudah diingat. Anda juga bisa berbagi kartu dengan teman belajar untuk menambah motivasi.

Berlatih dengan Soal Latihan

Mengerjakan soal-soal latihan dari GRE akan memberi Anda pengalaman langsung tentang tipe soal yang akan dihadapi. Gunakan sumber resmi seperti *The Official Guide to the GRE General Test* dari ETS atau platform seperti Magoosh dan Kaplan, yang menawarkan bank soal GRE yang realistis. Latihan ini membantu Anda mengenali kata-kata yang sering muncul dalam tes dan memahami pola soal, seperti Text Completion atau Sentence Equivalence. Selain itu, analisis jawaban yang salah dapat membantu Anda mengidentifikasi kelemahan dalam penguasaan kosakata dan fokus pada area yang perlu diperbaiki.

Tips lainnya adalah mengatur sesi latihan dengan waktu yang realistis, seperti simulasi tes GRE selama 3-4 jam, untuk membiasakan diri dengan tekanan waktu. Dengan latihan yang konsisten, Anda akan lebih siap menghadapi soal-soal kosakata di hari ujian.

Baca Juga: Strategi Persiapan GRE yang Mengubah Skor dalam 3 Minggu

FAQ

1. Berapa banyak kosakata yang perlu saya kuasai untuk tes GRE?

Meskipun tidak ada angka pasti, banyak ahli merekomendasikan untuk menguasai sekitar 1.000 hingga 2.000 kata yang umum muncul dalam tes GRE. Ini akan memberikan Anda dasar yang kuat. Fokuslah pada kata-kata yang sering muncul dalam soal Verbal Reasoning, seperti yang terdapat dalam daftar seperti *Barron’s 800 Essential Words for the GRE*. Prioritaskan kata-kata yang relevan dengan bidang studi Anda untuk efisiensi belajar.

2. Apakah ada cara cepat untuk mempelajari kosakata GRE?

Menggunakan aplikasi pembelajaran atau membuat kartu flash dengan kata-kata baru dapat sangat membantu. Latihan secara konsisten dan membaca berbagai sumber juga sangat dianjurkan. Untuk hasil cepat, fokuslah pada 50-100 kata per minggu dan gunakan teknik seperti spaced repetition. Mengintegrasikan kosakata dalam percakapan sehari-hari atau menulis esai latihan juga dapat mempercepat pembelajaran.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah saya sudah menguasai kosakata dengan baik?

Cobalah mengerjakan soal-soal latihan GRE yang berkaitan dengan kosakata. Jika Anda bisa menjawab dengan baik, itu adalah indikasi yang baik bahwa Anda telah menguasai kosakata tersebut. Selain itu, cobalah menggunakan kata-kata tersebut dalam tulisan atau percakapan untuk menguji pemahaman konteks. Skor latihan Verbal Reasoning di atas 150 juga menunjukkan kemajuan yang baik.

4. Apakah kosakata GRE sama untuk semua tes?

Meskipun ada kosakata umum yang sering muncul, setiap tes GRE bisa memiliki variasi dalam soal dan kosakata yang diujikan. Namun, banyak kosakata inti yang tetap relevan, seperti kata-kata dalam daftar *Manhattan Prep 500 Essential Words*. Dengan mempersiapkan kosakata inti ini, Anda akan siap untuk sebagian besar variasi soal.

5. Bagaimana cara mempersiapkan diri jika saya merasa lemah dalam kosakata?

Mulailah dengan mengidentifikasi kata-kata yang kurang Anda kuasai. Buatlah rencana belajar yang mencakup membaca, latihan, dan menggunakan aplikasi pembelajaran untuk meningkatkan kosakata. Bergabung dengan kursus GRE, seperti yang ditawarkan oleh Ultimate Education, juga dapat memberikan panduan terstruktur dan bimbingan dari pengajar berpengalaman. Dengan rencana yang konsisten, Anda dapat mengatasi kelemahan dan meningkatkan skor GRE Anda.

Baca Juga: Strategi Menghadapi Analytical Writing GRE

Persiapan GRE dengan Ultimate Education

Ingin mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk tes GRE? Bergabunglah dengan kursus di Ultimate Education! Kami menawarkan materi lengkap dan strategi efektif untuk membantu Anda menguasai kosakata dan meraih skor tinggi. Dengan pengajar berpengalaman, simulasi tes, dan bimbingan personal, Ultimate Education telah membantu ratusan siswa mencapai skor GRE yang kompetitif untuk masuk ke universitas top dunia. Daftar sekarang dan wujudkan impian akademis Anda!

Tips Tambahan dari Ultimate Education: Untuk hasil maksimal, tetapkan jadwal belajar harian yang mencakup latihan kosakata, simulasi tes, dan analisis hasil. Jangan ragu untuk menghubungi tim kami untuk konsultasi gratis tentang strategi persiapan GRE yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat menghadapi tes GRE dengan percaya diri dan mencapai skor yang membuka pintu menuju universitas impian Anda.