Back

Manajemen Waktu saat Ujian IELTS

Manajemen Waktu

Dalam tes IELTS atau TOEFL, bagian penulisan terdiri dari dua tugas, masing-masing dengan waktu dua puluh menit dan dua puluh menit.

Dalam kebanyakan kasus, Anda diminta untuk menulis surat atau deskripsi berdasarkan grafik yang diberikan pada bagian pertama. Menghabiskan tiga menit untuk merencanakan atau membuat kerangka penulisan, lima belas menit untuk menulis, dan dua menit untuk memeriksa kembali apa yang telah kamu tulis adalah waktu yang baik. Apa pun yang Anda lihat pada grafik harus dicatat dengan tepat.

Baca juga: Mau Les IELTS Di Jakarta, Jangan Lewatkan Ini….

Dalam bagian kedua, Anda akan diminta untuk menulis esai dalam waktu enam puluh menit. Disarankan untuk menggunakan lima hingga tujuh menit untuk membuat kerangka penulisan, tiga puluh menit untuk menulis, dan tiga hingga lima menit untuk memeriksa jawaban Anda. Saat Anda membuat kerangka penulisan, pikirkan dan catat apa yang ingin Anda katakan dalam esai.

Sangat penting untuk diingat bahwa Anda harus meluangkan waktu yang cukup untuk memeriksa kembali tulisan Anda setelah Anda menulis. Menggunakan waktu dengan efektif untuk melakukan ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan kelancaran karya Anda.

Anda dapat menghadapi bagian penulisan tes IELTS atau TOEFL dengan lebih percaya diri dengan memperhatikan alokasi waktu yang diberikan.

Hal yang Harus Dipersiapkan:

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum mendaftar untuk tes IELTS atau TOEFL:

  1. Menggunakan Tes Percobaan: Belajar tentang cara soal IELTS dan TOEFL melalui simulasi tes IELTS, tes persiapan TOEFL, atau tes online gratis. Hal ini akan membantu Anda memahami struktur dan jenis pertanyaan tes.
  2. Mengukur Waktu: Pastikan Anda menghitung berapa lama Anda menghabiskan setiap bagian ujian. Setelah mencatat waktu dan hasil, bandingkan catatan waktu dan skor Anda pada ujian berikutnya. Ini meningkatkan efisiensi dan kecepatan pekerjaan.
  3. Memperluas Pengetahuan: Baca dan pelajari tentang topik-topik umum yang diujikan dalam IELTS atau TOEFL, seperti teknologi, pendidikan, pariwisata, dan lingkungan. Dengan mengetahui lebih banyak tentang topik-topik ini, Anda akan lebih siap untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan.
  4. Manajemen Waktu: Saat mengikuti tes IELTS dan TOEFL, pelajari cara mengatur waktu secara efektif. Latihan ini akan membantu Anda menyelesaikan setiap bagian tes dalam batas waktu yang ditentukan. Gunakan waktu yang efektif untuk membaca, memahami, dan menjawab pertanyaan.

Anda dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda dan meraih skor yang baik dalam tes IELTS atau TOEFL dengan melakukan persiapan yang matang dan berlatih secara konsisten.

Pentingnya Punya Skor IELTS Tinggi, Ini Alasannya

Manajemen Waktu IELTS

Listening

Untuk mendapatkan skor yang baik di bagian IELTS Listening, sangat penting untuk mengelola waktu dengan baik.

Berikut beberapa saran untuk manajemen waktu Anda:

  • Kenali struktur bagian Listening: Bagian pertama dan ketiga memiliki dua pembicara, sementara bagian kedua dan keempat memiliki satu pembicara. Bagian mendengarkan terdiri dari empat bagian, masing-masing dengan empat pertanyaan total. Mungkin bagian terakhir lebih sulit karena materi kuliah. Ketahui cara pergantian antara pembicara saat berbicara dengan dua orang.
  • Manajemen waktu persiapan Anda dengan bijak: Setiap akhir sesi atau bagian, Anda akan diberi beberapa menit untuk mempersiapkan diri sebelum rekaman berikutnya dimulai. Gunakan waktu ini dengan baik. Fokus pada bagian kosong yang akan membantu Anda menemukan kata-kata yang relevan dalam rekaman.
  • Identifikasi pertanyaan dan kata kunci: Perhatikan jenis pertanyaan yang diajukan, seperti pertanyaan pilihan ganda. Cari kata kunci dalam pertanyaan tersebut untuk membantu Anda menemukan informasi di rekaman. Melihat angka, nama, dan peristiwa penting akan membantu Anda mengikuti alur rekaman dan mengetahui apakah pembicara sudah membahas topik tertentu atau belum.
  • Manfaatkan diagram, peta, dan grafik: Jika ada diagram, peta, atau grafik yang ditampilkan, perhatikan judul dan kata kunci yang relevan. Ingat detail di sumbu X dan Y. Informasi ini dapat membantu Anda menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Anda.
  • Manajemen waktu saat mentransfer jawaban: Anda akan diberikan sepuluh menit setelah semua rekaman selesai untuk mentransfer jawaban ke lembar jawaban. Gunakan waktu ini dengan baik dan pastikan Anda mentransfer jawaban dengan benar.

Anda dapat meningkatkan kinerja Anda dalam bagian mendengarkan IELTS dengan mengatur waktu dengan baik dan menggunakan strategi yang tepat. Latihan yang cukup juga penting untuk membiasakan diri dengan format dan jumlah waktu yang diperlukan untuk tes tersebut.

Baca juga: Simulasi Tes IELTS: Cara Tepat Memperoleh Skor Tinggi

Reading

Ada 40 pertanyaan dalam bagian reading, yang harus dijawab dalam waktu 60 menit. Bagian ini terdiri dari tiga bacaan, dan tingkat kesulitan meningkat dari bacaan pertama hingga ketiga. Sangat penting untuk membagi waktu dengan cermat untuk setiap aspek.

Disarankan untuk bacaan pertama sekitar 15 menit. Luangkan tiga hingga lima menit untuk mencari kesalahan dan memastikan jawaban yang dimasukkan benar. Setelah itu, luangkan waktu lima hingga tujuh menit lagi untuk memahami isi bacaan. Setiap paragraf harus mengandung ide utama, dan buatlah ringkasan singkat di sampingnya. Saat mengerjakan soal, garis bawahi kata-kata kunci dapat membantu Anda menemukan jawaban.

Untuk bacaan kedua, berikan waktu sekitar 20 menit. Gunakan waktu pertama untuk mengecek kesalahan dan memastikan jawaban yang tepat, dan kemudian berikan waktu lima hingga tujuh menit untuk memahami bacaan. Setiap paragraf harus mengandung topik utama, dan Anda harus membuat ringkasan ringkas di bawahnya. Garis bawahi kata-kata kunci agar lebih mudah untuk menemukan jawaban saat menjawab pertanyaan.

Berapa Skor Tes IELTS Minimal Untuk Kuliah Di Luar Negeri? Ada Universitas Tujuan Kamu…

Luangkan waktu sekitar 25 menit untuk bacaan ketiga. Sama seperti pada bacaan sebelumnya, gunakan beberapa menit pertama untuk mengecek kesalahan dan memastikan jawaban yang benar. Kemudian, luangkan waktu lima hingga tujuh menit untuk memahami bacaan. Setiap paragraf harus mengandung ide utama, dan buat ringkasan pendek di sampingnya. Garis bawahi kata-kata kunci agar lebih mudah untuk menemukan jawaban saat menjawab pertanyaan.

Selama soal, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan. Jika Anda gagal menemukan jawaban dengan cepat, segera pindah ke pertanyaan berikutnya. Mengerjakan satu soal membutuhkan waktu paling lama 90 detik.

Diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bagian reading tes IELTS dan TOEFL dengan membagi waktu secara efektif dan menggunakan pendekatan ini.

Baca juga: Beasiswa LPDP: Peluang Wujudkan Mimpi Kuliah Di Luar Negeri

Writing

Dalam tes IELTS atau TOEFL, bagian writing terdiri dari dua tugas dengan waktu 20 menit dan 40 menit masing-masing.

Dalam kebanyakan kasus, Anda diminta untuk menulis surat atau deskripsi berdasarkan grafik yang diberikan pada bagian pertama. Menghabiskan tiga menit untuk merencanakan atau membuat kerangka penulisan, lima belas menit untuk menulis, dan dua menit untuk memeriksa kembali apa yang telah kamu tulis adalah waktu yang baik. Apa pun yang Anda lihat pada grafik harus dicatat dengan tepat.

Dalam bagian kedua, Anda akan diminta untuk menulis esai dalam waktu 60 menit. Disarankan untuk menggunakan lima hingga 7 untuk membuat kerangka penulisan, 30 menit untuk menulis, dan tiga hingga lima menit untuk memeriksa jawaban Anda. Saat Anda membuat kerangka penulisan, pikirkan dan catat apa yang ingin Anda katakan dalam esai.

3 Fungsi Penting Tes IELTS, Jangan Lewatkan ini…

Sangat penting untuk diingat bahwa Anda harus meluangkan waktu yang cukup untuk memeriksa kembali tulisan Anda setelah Anda menulis. Menggunakan waktu dengan efektif untuk melakukan ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan kelancaran karya Anda.

Kamu dapat menghadapi bagian writing tes IELTS atau TOEFL dengan lebih percaya diri dengan memperhatikan alokasi waktu yang diberikan.

Speaking

Bagian Speaking pada ujian IELTS terdiri dari tiga bagian dan berlangsung sekitar 11–14 menit.

Baca juga: Sukses Dapat Nilai TOEFL Tinggi? Ini Rahasianya

Bagian Pertama (4-5 menit)

Dalam bagian ini, penguji akan bertanya tentang diri Anda, keluarga, pekerjaan, sekolah, hobi, dan minat. Anda harus menjawab pertanyaan dengan singkat dan jelas, memberikan informasi penting tentang diri Anda dan topik yang relevan.

Kedua (3 menit)

Anda akan diberikan oleh penguji sebuah kartu topik di bagian ini. Anda akan diberi waktu satu menit untuk mempersiapkan diri, dan kemudian Anda harus berbicara tentang topik tersebut selama dua menit. Setelah itu, penguji akan mengajukan 1-2 pertanyaan tambahan tentang topik tersebut untuk menutup sesi.

Ketiga (4-5 menit)

Dalam bagian ini, penguji akan mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam tentang topik yang telah Anda bahas dalam bagian kedua. Mereka akan meminta Anda untuk memberikan jawaban yang lebih mendalam dan memperluas pemikiran Anda.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE

Agar berhasil dalam bagian Speaking, penting untuk mengikuti beberapa panduan yang dapat membantu kamu tampil lebih percaya diri dan natural di depan penguji. Speaking bukan hanya tentang kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga tentang cara menyampaikan ide dengan lancar, terstruktur, dan meyakinkan. Berikut beberapa langkah dan strategi yang bisa kamu terapkan agar performa Speaking-mu semakin maksimal:

  1. Jangan bertele-tele: Sebaiknya langsung ke inti masalah. Hindari pengulangan informasi yang tidak perlu atau tidak relevan.

Dalam bagian Speaking, waktu berbicara biasanya terbatas. Karena itu, penting untuk langsung menjawab pertanyaan tanpa terlalu banyak berpikir panjang atau berputar-putar. Misalnya, jika ditanya tentang opini terhadap pendidikan online, cukup mulai dengan kalimat seperti “In my opinion, online learning is very beneficial because…” lalu lanjutkan dengan dua hingga tiga alasan pendukung. Struktur yang jelas seperti ini membuat jawaban kamu terdengar fokus dan logis. Penguji akan lebih menghargai jawaban yang langsung, padat, dan mudah dipahami daripada jawaban yang panjang namun tidak memiliki arah yang jelas.

  1. Manajemen waktu dengan efisien: Pastikan waktu yang diberikan secara proporsional untuk setiap bagian. Usahakan untuk tidak memberikan jawaban yang terlalu singkat atau terlalu panjang.

Setiap bagian dalam tes Speaking biasanya memiliki durasi tertentu. Contohnya, dalam tes seperti PTE atau IELTS, kamu diberi waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum mulai berbicara, dan kemudian hanya sekitar satu hingga dua menit untuk menjawab. Gunakan waktu berpikir tersebut untuk menyusun kerangka jawaban: ide utama, alasan pendukung, dan contoh singkat. Dengan cara ini, jawabanmu akan terdengar terencana dan seimbang. Jika jawaban terlalu pendek, penguji bisa menilai kamu kurang menguasai topik. Sebaliknya, jika terlalu panjang, kamu bisa kehilangan fokus dan waktu akan habis sebelum menyelesaikan ide utama.

  1. Hindari jeda yang terlalu lama: Jika Anda tidak yakin dengan jawaban, berikan pendapat atau pemikiran singkat daripada menunggu terlalu lama untuk memberikan pendapat.

Jeda yang terlalu panjang dapat membuat kamu terlihat gugup atau kurang percaya diri. Saat kamu menemui pertanyaan sulit, jangan diam terlalu lama. Gunakan frasa penunda seperti “That’s an interesting question…” atau “Let me think for a second…” untuk memberi diri sendiri waktu berpikir tanpa terlihat pasif. Selain itu, biasakan melatih spontanitas dengan berbicara tentang berbagai topik sehari-hari — mulai dari hobi, berita terkini, hingga pengalaman pribadi. Semakin sering kamu berbicara dalam bahasa Inggris, semakin cepat otakmu menyusun kalimat dan mengurangi jeda saat tes berlangsung.

Pastikan Anda tiba lebih awal sebelum tes untuk memberi Anda waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dan tenang. Kamu dapat menghadapi bagian Speaking dengan percaya diri jika Anda mempersiapkan waktu dengan baik dan melakukan latihan yang cukup.

Persiapan mental sebelum ujian sering kali menjadi faktor penentu performa. Datang lebih awal memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beradaptasi dengan lingkungan ujian. Kamu bisa melakukan pernapasan ringan, minum air putih, dan meninjau kembali beberapa topik umum yang sering muncul. Jangan lupa untuk melakukan latihan mock test atau berbicara di depan cermin agar terbiasa dengan intonasi dan ekspresi wajah. Tes Speaking bukan hanya tentang apa yang kamu katakan, tetapi juga bagaimana kamu menyampaikannya — termasuk nada suara, kejelasan, dan kontak mata (jika ujian dilakukan tatap muka).

Selain itu, penting untuk memahami kriteria penilaian yang digunakan oleh penguji. Biasanya, aspek yang dinilai meliputi fluency and coherence (kelancaran dan keteraturan ide), lexical resource (kekayaan kosakata), grammatical range and accuracy (variasi dan ketepatan tata bahasa), serta pronunciation (pengucapan). Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa menargetkan latihan yang lebih spesifik. Misalnya, jika kamu sering berhenti di tengah kalimat, fokuslah pada kelancaran berbicara. Jika kosakatamu masih terbatas, perbanyak latihan dengan sinonim dan ungkapan sehari-hari.

Terakhir, ingatlah bahwa setiap kesalahan kecil dalam Speaking bukanlah akhir dari segalanya. Penguji tidak mencari kesempurnaan, melainkan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif. Jadi, jika kamu melakukan kesalahan, lanjutkan berbicara tanpa meminta maaf berulang kali. Tunjukkan bahwa kamu mampu mengoreksi diri dengan alami. Sikap positif dan rasa percaya diri dapat membuat penguji menilai kamu lebih baik secara keseluruhan.