Dalam dunia global yang semakin terhubung, kebutuhan akan komunikasi antarbahasa semakin meningkat. Dua profesi yang sering kali dikaitkan dengan penerjemahan adalah interpreter dan translator. Meskipun terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan penting dalam hal peran dan proses kerja. Artikel ini akan menjelaskan dengan jelas perbedaan antara interpreter dan translator.
Baca juga: Dari Seoul ke Seluruh Dunia: 10 Bintang Kpop Fasih Berbahasa Inggris
Definisi dan Peran Interpreter
Apa itu Interpreter?
Interpreter adalah seorang profesional yang memiliki keterampilan untuk menerjemahkan komunikasi lisan secara langsung antara dua bahasa yang berbeda. Mereka sering digunakan dalam situasi seperti konferensi internasional, pertemuan bisnis, atau acara-acara penting lainnya di mana partisipan berbicara dalam bahasa yang berbeda.
Peran Interpreter
Interpreter memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan ucapan dalam satu bahasa, memahaminya dengan cepat, dan menerjemahkannya secara lisan ke bahasa target. Mereka harus memiliki keterampilan multitasking yang luar biasa, karena mereka harus mampu mendengarkan sambil menerjemahkan dalam waktu nyata. Interpreter juga harus menguasai kosakata teknis dalam berbagai bidang, agar dapat menerjemahkan dengan akurat dan tepat.
Definisi dan Peran Translator
Apa itu Translator?
Translator, di sisi lain, adalah individu yang menerjemahkan teks tertulis dari satu bahasa ke bahasa lain. Mereka sering bekerja dengan dokumen seperti buku, artikel, laporan, atau materi promosi. Translator harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kedua bahasa yang terlibat serta konteks budaya di balik teks.
Peran Translator
Peran utama seorang translator adalah mengubah teks asli ke dalam bahasa target dengan akurasi yang tinggi. Mereka harus memastikan bahwa pesan, gaya penulisan, dan makna yang terkandung dalam teks asli tetap terjaga dalam terjemahan. Translator juga harus memperhatikan nuansa dan makna yang tidak langsung terlihat dalam bahasa sumber, sehingga dapat mentransfernya dengan baik ke dalam bahasa target.
Baca juga: Sukses di Dunia Kerja dengan Mahir Berbahasa Inggris
Perbedaan Utama Antara Interpreter dan Translator
Bahasa yang Dikerjakan
Perbedaan pertama antara interpreter dan translator adalah bahasa yang mereka kerjakan. Interpreter bekerja dengan bahasa lisan, sedangkan translator fokus pada teks tertulis. Interpreter harus memiliki kemampuan mendengarkan dan berbicara secara fasih dalam kedua bahasa yang terlibat, sementara translator harus memiliki kemampuan membaca dan menulis dengan baik.
Proses Kerja
Interpreter bekerja secara langsung dan simultan, menerjemahkan ucapan dengan cepat tanpa ada jeda waktu. Mereka harus berpikir cepat dan merespons dalam waktu nyata. Translator, di sisi lain, dapat bekerja secara terpisah dengan waktu yang lebih fleksibel. Mereka dapat merenungkan dan memeriksa terjemahan mereka untuk memastikan akurasi dan kesesuaian dengan konteks.
Baca juga: Bahasa Inggris Karyawan: Manfaat dan Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris dalam Dunia Kerja
Keterampilan yang Dibutuhkan
Interpreter dan translator juga memerlukan keterampilan yang berbeda. Interpreter harus memiliki kemampuan multitasking yang luar biasa, pemahaman yang cepat, serta kemampuan berpikir dan merespons secara spontan. Di sisi lain, translator harus memiliki keahlian dalam bahasa tertulis, pengetahuan kosakata yang luas, dan kemampuan untuk mengungkapkan pesan dengan gaya penulisan yang sesuai.
Interpreter dan translator memiliki peran yang berbeda dalam memfasilitasi komunikasi antarbahasa. Interpreter bekerja dengan bahasa lisan secara langsung, sementara translator fokus pada terjemahan teks tertulis. Perbedaan bahasa yang dikerjakan, proses kerja, dan keterampilan yang dibutuhkan membedakan kedua profesi ini. Keduanya sangat penting dalam memungkinkan interaksi yang efektif antara individu atau kelompok yang berbicara dalam bahasa yang berbeda.
Baca juga: Cara Efektif Belajar Bahasa Inggris ala Native Speaker
FAQs
Apakah seseorang bisa menjadi Interpreter dan Translator sekaligus?
Ya, beberapa orang dapat memiliki keterampilan baik sebagai interpreter maupun translator. Namun, peran ini membutuhkan fokus dan keterampilan yang berbeda, jadi tidak semua orang dapat menjadi ahli dalam kedua bidang tersebut.
Interpreter dituntut untuk memiliki kemampuan mendengar dan berbicara secara cepat, karena mereka harus menyampaikan pesan secara langsung tanpa waktu untuk berpikir panjang. Sementara itu, translator memiliki waktu lebih fleksibel untuk meneliti, memilih diksi yang tepat, dan menjaga keakuratan makna tulisan. Meskipun begitu, seseorang yang menguasai kedua kemampuan ini akan memiliki peluang karier yang lebih luas, terutama dalam bidang diplomasi, bisnis internasional, atau media. Banyak profesional yang awalnya bekerja sebagai translator kemudian melatih diri menjadi interpreter agar bisa menangani proyek yang lebih beragam.
Jika Anda tertarik untuk menjadi keduanya, penting untuk memahami perbedaan konteks penggunaannya. Misalnya, interpreter sering bekerja dalam konferensi, rapat bisnis, atau wawancara, sedangkan translator lebih banyak bekerja dengan dokumen tertulis seperti kontrak, artikel, atau naskah akademik. Menggabungkan kedua kemampuan ini tidak hanya meningkatkan fleksibilitas karier, tetapi juga menunjukkan tingkat profesionalisme yang tinggi di bidang bahasa.
Apakah Interpreter dan Translator hanya bekerja dengan bahasa lisan?
Interpreter biasanya bekerja dengan bahasa lisan, sedangkan translator fokus pada bahasa tertulis. Namun, dalam beberapa kasus, interpreter juga dapat melakukan terjemahan tulisan secara langsung.
Selain itu, ada juga bentuk lain dari interpretasi seperti sign language interpreting (juru bahasa isyarat) yang digunakan untuk membantu komunikasi dengan komunitas tunarungu. Sementara translator kadang terlibat dalam penerjemahan audiovisual seperti subtitle film, video edukasi, atau konten digital. Dalam era digital saat ini, batas antara komunikasi lisan dan tulisan semakin kabur karena munculnya platform daring yang menggabungkan keduanya. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi para profesional bahasa untuk memperluas bidang keahlian mereka.
Dengan perkembangan teknologi komunikasi, beberapa interpreter juga mulai memanfaatkan sistem remote interpreting atau penerjemahan jarak jauh yang dilakukan melalui aplikasi video conference. Hal ini membuktikan bahwa profesi interpreter dan translator tidak lagi terbatas pada satu bentuk komunikasi saja, tetapi berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan kemajuan teknologi global.
Apakah Interpreter dan Translator menggunakan alat bantu penerjemah?
Interpreter cenderung tidak menggunakan alat bantu penerjemah, karena mereka harus merespons secara cepat dan langsung. Translator, di sisi lain, sering menggunakan alat bantu penerjemah seperti kamus online atau perangkat lunak terjemahan.
Namun, di era modern ini, baik interpreter maupun translator mulai terbantu oleh berbagai inovasi teknologi. Translator profesional, misalnya, menggunakan Computer-Assisted Translation (CAT tools) seperti SDL Trados, MemoQ, atau Wordfast untuk menjaga konsistensi istilah dan efisiensi waktu. Tools ini bukan berarti menggantikan peran manusia, melainkan mempercepat proses kerja tanpa mengorbankan kualitas. Sedangkan interpreter kadang memanfaatkan perangkat pendukung seperti headset berkualitas tinggi, sistem mikrofon khusus, atau aplikasi konferensi yang mendukung multi-channel audio.
Meskipun begitu, kemampuan analisis dan pemahaman konteks tetap menjadi kunci utama. Tidak ada alat yang bisa menggantikan sensitivitas manusia terhadap budaya, humor, atau nuansa emosional dalam komunikasi. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti keahlian linguistik seorang profesional bahasa.
Bisakah seorang Translator menjadi Interpreter tanpa pengalaman sebelumnya?
Meskipun memiliki latar belakang sebagai translator dapat memberikan pemahaman yang baik tentang bahasa, tidak semua translator dapat dengan mudah beralih menjadi interpreter. Proses kerja yang berbeda dan keterampilan yang dibutuhkan membuat peralihan tersebut memerlukan latihan dan pengalaman tambahan.
Translator biasanya terbiasa dengan pekerjaan yang memungkinkan waktu untuk riset dan penyuntingan, sementara interpreter harus mampu berpikir cepat dan menjaga fokus tinggi selama proses berlangsung. Untuk menjadi interpreter profesional, seseorang perlu melatih kemampuan mendengar aktif, kefasihan berbicara, serta manajemen tekanan dalam waktu nyata. Banyak lembaga pelatihan kini menawarkan program sertifikasi khusus bagi mereka yang ingin beralih karier dari translator ke interpreter.
Selain itu, pengalaman di lapangan juga berperan penting. Interpreter sering kali bekerja dalam situasi yang dinamis, seperti sidang, seminar internasional, atau wawancara langsung. Kesiapan mental, empati terhadap pembicara, dan kemampuan adaptasi menjadi aspek penting yang harus dikuasai. Dengan latihan yang konsisten, seorang translator berpotensi mengembangkan diri menjadi interpreter yang handal dan serba bisa.
Apakah gaji Interpreter dan Translator berbeda?
Gaji interpreter dan translator dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tingkat pengalaman, lokasi, dan jenis pekerjaan. Secara umum, interpreter cenderung mendapatkan bayaran yang lebih tinggi karena kerja mereka yang langsung dan membutuhkan respons cepat.
Sebagai contoh, interpreter yang bekerja di acara internasional atau lembaga resmi seperti PBB, kedutaan besar, atau konferensi multinasional dapat memperoleh bayaran per jam yang jauh lebih tinggi dibandingkan translator dokumen biasa. Hal ini karena beban kerja interpreter lebih intens dan membutuhkan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Namun, translator juga dapat memperoleh penghasilan besar apabila mereka mengkhususkan diri pada bidang-bidang tertentu seperti hukum, medis, atau teknis yang membutuhkan keahlian terminologi spesifik.
Selain itu, faktor reputasi dan jaringan profesional juga memengaruhi pendapatan di kedua profesi ini. Seorang translator atau interpreter dengan portofolio klien internasional dan sertifikasi resmi biasanya memiliki daya tawar yang lebih tinggi. Jadi, perbedaan gaji bukan hanya karena jenis pekerjaan, tetapi juga karena tingkat profesionalisme, spesialisasi, serta nilai tambah yang ditawarkan oleh masing-masing individu.
Sebagai contoh, interpreter yang bekerja di acara internasional atau lembaga resmi seperti PBB, kedutaan besar, atau konferensi multinasional dapat memperoleh bayaran per jam yang jauh lebih tinggi dibandingkan translator dokumen biasa. Hal ini karena beban kerja interpreter lebih intens dan membutuhkan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Namun, translator juga dapat memperoleh penghasilan besar apabila mereka mengkhususkan diri pada bidang-bidang tertentu seperti hukum, medis, atau teknis yang membutuhkan keahlian terminologi spesifik.
Selain itu, faktor reputasi dan jaringan profesional juga memengaruhi pendapatan di kedua profesi ini. Seorang translator atau interpreter dengan portofolio klien internasional dan sertifikasi resmi biasanya memiliki daya tawar yang lebih tinggi. Jadi, perbedaan gaji bukan hanya karena jenis pekerjaan, tetapi juga karena tingkat profesionalisme, spesialisasi, serta nilai tambah yang ditawarkan oleh masing-masing individu.



