
Dalam dunia pendidikan tinggi, ujian standar seperti GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examination) merupakan dua ujian yang sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana. Meskipun keduanya digunakan untuk keperluan masuk ke program pascasarjana, baik dalam bidang manajemen maupun bidang lainnya, perbedaan antara GMAT dan GRE sangatlah signifikan.
GMAT dan GRE bukan hanya sekadar tes akademik, tetapi juga alat yang membantu universitas menilai potensi calon mahasiswa dalam menghadapi tantangan studi lanjutan. Bagi banyak pelajar internasional, termasuk dari Indonesia, memahami perbedaan ini sangat krusial karena dapat memengaruhi strategi persiapan dan pilihan program studi. Misalnya, jika Anda berencana mengejar karir di bidang bisnis global, memilih ujian yang tepat bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan. Selain itu, dengan perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum pendidikan tinggi, ujian-ujian ini terus berevolusi untuk mencerminkan kebutuhan pasar kerja modern, seperti kemampuan analisis data dan pemikiran kritis yang semakin dibutuhkan di era digital ini.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan mendasar antara GMAT dan GRE, mulai dari struktur ujian, fokus materi, hingga tujuan penggunaannya dalam proses penerimaan masuk ke perguruan tinggi. Dengan memahami karakteristik unik dari kedua ujian ini, pembaca akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam memilih ujian yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam melangkah ke jenjang pendidikan pascasarjana.
Artikel ini juga akan memberikan insight tambahan mengenai tips persiapan yang efektif, seperti bagaimana mengatur jadwal belajar yang seimbang antara pekerjaan dan studi, serta sumber daya online yang dapat dimanfaatkan untuk latihan soal. Memahami konteks global dari ujian ini akan membantu Anda melihat bagaimana skor Anda dibandingkan dengan kandidat dari berbagai negara, sehingga meningkatkan motivasi untuk mencapai hasil optimal. Selain itu, kita akan bahas bagaimana pandemi COVID-19 telah memengaruhi format ujian, seperti adopsi tes online yang membuat akses lebih mudah bagi calon mahasiswa di daerah terpencil.
Baca juga: Skor GMAT : Pendaftaran di Universitas di Luar Negeri
Apa itu GMAT dan GRE?
GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examination) merupakan ujian standar yang digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke program pascasarjana di berbagai universitas di seluruh dunia.
Ujian-ujian ini telah menjadi standar emas dalam seleksi mahasiswa pascasarjana selama puluhan tahun, dengan GMAT pertama kali diperkenalkan pada tahun 1953 oleh Graduate Management Admission Council (GMAC), sementara GRE dikelola oleh Educational Testing Service (ETS) sejak 1936. Kedua tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan intelektual yang tidak hanya bergantung pada pengetahuan spesifik, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis dan adaptasi. Bagi pelajar Indonesia, mempersiapkan ujian ini sering kali melibatkan kursus tambahan atau self-study, mengingat perbedaan sistem pendidikan yang mungkin membuat materi tes terasa menantang. Selain itu, biaya ujian dan persiapan bisa menjadi pertimbangan, dengan GMAT biasanya lebih mahal daripada GRE, sehingga perencanaan keuangan juga penting.
GMAT
Ujian GMAT umumnya digunakan sebagai syarat masuk ke program MBA (Master of Business Administration) atau program manajemen lainnya. GMAT mengukur kemampuan analitis, logika, matematika, bahasa Inggris, serta keterampilan menulis esai analitis.
Lebih lanjut, GMAT dirancang khusus untuk menilai kemampuan yang relevan dengan dunia bisnis, seperti pengambilan keputusan berdasarkan data dan pemahaman konteks ekonomi. Banyak sekolah bisnis top seperti Harvard Business School atau Stanford GSB yang memerlukan skor GMAT tinggi sebagai indikator potensi sukses di program mereka. Untuk persiapan, disarankan untuk memulai dengan diagnostic test untuk mengidentifikasi kelemahan, kemudian fokus pada latihan soal adaptif yang mirip dengan format tes sebenarnya. Insight dari alumni sering menekankan pentingnya manajemen waktu selama tes, karena GMAT menggunakan format computer-adaptive yang menyesuaikan kesulitan soal berdasarkan jawaban sebelumnya, sehingga strategi menjawab menjadi kunci utama.
GRE
Sementara itu, GRE digunakan untuk masuk ke berbagai program pascasarjana di luar bidang manajemen, seperti ilmu sosial, ilmu alam, humaniora, dan lainnya. GRE menguji kemampuan analitis, matematika, bahasa Inggris, dan keterampilan menulis esai analitis.
GRE menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, karena skornya diterima oleh ribuan program pascasarjana di seluruh dunia, termasuk beberapa program MBA yang kini mulai menerima GRE sebagai alternatif. Tes ini menekankan pada kemampuan verbal yang mendalam, seperti analisis teks kompleks dan vocabulary tingkat lanjut, yang sangat berguna untuk bidang seperti sastra atau psikologi. Tips persiapan termasuk membangun vocabulary melalui membaca jurnal akademik dan latihan esai untuk mengasah kemampuan argumen logis. Selain itu, GRE memiliki fitur ScoreSelect yang memungkinkan Anda memilih skor terbaik untuk dikirim ke universitas, memberikan keuntungan strategis dalam aplikasi.
Kedua ujian ini memiliki bagian penilaian yang berbeda-beda, seperti bagian penilaian keterampilan verbal, matematika, dan menulis esai. Skor yang diperoleh dari ujian GMAT atau GRE menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh universitas atau program pascasarjana dalam proses seleksi masuk.
Namun, perlu diingat bahwa skor hanyalah satu bagian dari aplikasi keseluruhan; pengalaman kerja, rekomendasi, dan esai pribadi juga memainkan peran penting. Bagi pelajar yang berlatar belakang non-native English speaker, tantangan terbesar sering pada bagian verbal, sehingga kursus bahasa Inggris khusus tes bisa sangat membantu. Insight dari pakar pendidikan menunjukkan bahwa persiapan minimal 3-6 bulan diperlukan untuk mencapai skor kompetitif, dengan fokus pada latihan rutin dan review kesalahan.
Mengapa tes GRE penting untuk studi S2 di luar negeri? Pelajari caranya di sini.
Komponen tes GMAT dan GRE
Tes GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examination) memiliki komponen yang berbeda:
Memahami komponen ini secara mendalam dapat membantu dalam menyusun strategi belajar yang efektif, seperti mengalokasikan waktu lebih banyak pada bagian yang dirasa sulit. Selain itu, kedua tes ini menggunakan pendekatan yang adaptif, di mana kesulitan soal disesuaikan secara real-time, sehingga latihan dengan software simulasi menjadi esensial untuk membangun stamina mental selama ujian yang berlangsung beberapa jam.
Komponen tes GMAT terdiri dari:

Analytical Writing Assessment (AWA)
Bagian ini menguji kemampuan menulis esai analitis berdasarkan analisis argumen yang diberikan.
Dalam AWA GMAT, Anda diminta untuk mengkritik argumen yang disajikan, mengidentifikasi kelemahan logika, dan mengusulkan perbaikan. Tips untuk sukses termasuk mempraktikkan outline esai dalam waktu singkat, karena Anda hanya memiliki 30 menit. Banyak kandidat sukses menekankan pentingnya menggunakan template esai untuk memastikan struktur yang jelas, seperti pengenalan, body dengan contoh, dan kesimpulan. Insight dari scorer resmi menunjukkan bahwa esai yang baik bukan hanya tentang grammar, tapi juga kedalaman analisis dan relevansi contoh yang diberikan.
Integrated Reasoning
Menguji kemampuan analitis, interpretasi data, dan pemecahan masalah menggunakan informasi yang disajikan dalam berbagai format.
Bagian ini unik untuk GMAT dan mencakup grafik, tabel, dan multi-source reasoning, yang mencerminkan tugas bisnis nyata seperti analisis laporan keuangan. Untuk persiapan, gunakan data real dari berita bisnis untuk latihan, dan fokus pada kecepatan karena ada 12 soal dalam 30 menit. Narasi dari profesional bisnis menunjukkan bahwa keterampilan ini sangat berharga di tempat kerja, membuat GMAT lebih relevan untuk karir manajemen.
Quantitative Reasoning
Bagian ini menilai kemampuan matematika, termasuk pemahaman konsep matematika, pemecahan masalah, dan analisis data.
Quantitative GMAT mencakup algebra, geometri, dan statistik, dengan soal yang sering kali memerlukan pemikiran out-of-the-box. Tips termasuk menguasai shortcut matematika dan latihan dengan timer untuk membangun kecepatan. Insight dari tutor berpengalaman adalah untuk fokus pada pemahaman konsep daripada hafalan, karena soal adaptif bisa menjadi sangat rumit jika Anda benar secara konsisten.
Verbal Reasoning
Menguji pemahaman bahasa Inggris melalui pemahaman teks, kemampuan menarik kesimpulan, serta logika dalam menyelesaikan soal.
Verbal GMAT termasuk reading comprehension, critical reasoning, dan sentence correction. Strategi efektif meliputi membaca artikel dari The Economist atau Scientific American untuk meningkatkan kemampuan comprehension. Banyak peserta menemukan bahwa bagian ini menantang karena memerlukan pemahaman nuansa bahasa, sehingga latihan harian sangat direkomendasikan.
Baca juga: Penguasaan Ujian GMAT: Waktu, Format, dan Strategi Sukses
Sementara itu, komponen tes GRE terdiri dari:

Analytical Writing
Sama seperti GMAT, tes ini menguji kemampuan menulis esai analitis berdasarkan analisis argumen.
Analytical Writing GRE terdiri dari dua tugas: Issue Task dan Argument Task, masing-masing 30 menit. Tips mencakup mempelajari topik umum seperti etika atau teknologi, dan menggunakan contoh spesifik untuk mendukung argumen. Insight menunjukkan bahwa scorer mencari keragaman vocabulary dan struktur logis, sehingga review esai oleh peer bisa membantu meningkatkan skor.
Verbal Reasoning
Menguji kemampuan memahami teks, menganalisis hubungan antarkata, dan mengidentifikasi makna kata.
Verbal GRE fokus pada vocabulary tingkat tinggi dan analisis teks, dengan soal seperti text completion dan sentence equivalence. Strategi termasuk mempelajari root words Yunani/Latin untuk vocabulary, dan latihan reading passage dari jurnal akademik. Banyak kandidat sukses menggunakan flashcard apps untuk menghafal ribuan kata.
Quantitative Reasoning
Bagian ini menilai kemampuan matematika siswa, termasuk pemecahan masalah, interpretasi data, dan pemahaman konsep matematika.
Quantitative GRE mirip dengan GMAT tapi lebih menekankan pada pemahaman konsep dasar, dengan kalkulator on-screen tersedia. Tips mencakup latihan soal quantitative comparison yang unik, dan fokus pada data sufficiency. Insight dari pengguna menunjukkan bahwa bagian ini lebih mudah bagi yang kuat di matematika sekolah menengah, tapi tetap memerlukan latihan untuk format soal.
Perbedaan utama terletak pada bagian Integrated Reasoning yang ada dalam GMAT, yang tidak ada dalam GRE. GMAT secara khusus dirancang untuk calon mahasiswa yang tertarik pada program MBA atau program manajemen lainnya, sementara GRE lebih sering digunakan untuk berbagai program pascasarjana di luar bidang manajemen, seperti ilmu sosial, ilmu alam, dan humaniora.
Perbedaan ini mencerminkan filosofi desain tes: GMAT lebih berorientasi bisnis, sementara GRE lebih akademis umum. Bagi yang ragu, banyak universitas kini menerima keduanya, jadi bandingkan rata-rata skor yang dibutuhkan untuk program target Anda.
Pilih kursus persiapan GRE di Jakarta dengan bijak, disini.
Rentang Skor GMAT dan GRE

Rentang skor untuk GMAT dan GRE adalah sebagai berikut:
Memahami rentang skor ini penting untuk menetapkan target realistis berdasarkan persyaratan universitas. Misalnya, skor GMAT di atas 700 sering dibutuhkan untuk sekolah bisnis elit, sementara GRE di atas 160 per bagian untuk program top. Konversi skor antara GMAT dan GRE juga tersedia secara resmi untuk perbandingan.
GMAT:
- Skor total GMAT berkisar antara 200 hingga 800 poin.
- Bagian Analytical Writing Assessment (AWA) diberi skor dari 0 hingga 6, dengan interval 0,5 poin.
- Skor Integrated Reasoning berkisar antara 1 hingga 8, dalam interval 1 poin.
- Skor Quantitative dan Verbal Reasoning juga berkisar antara 0 hingga 60, namun umumnya mengacu pada rentang tertentu untuk kategori yang berbeda.
Skor total GMAT dihitung dari Quantitative dan Verbal, dengan persentil yang menunjukkan perbandingan dengan tes taker lain. Skor 700+ menempatkan Anda di persentil 90%, yang sangat kompetitif untuk aplikasi MBA.
GRE:
- Skor Verbal Reasoning dan Quantitative Reasoning GRE berkisar antara 130 hingga 170 poin, dalam interval 1 poin.
- Bagian Analytical Writing GRE diberi skor dari 0 hingga 6, dalam interval 0,5 poin.
Skor GRE dilaporkan per bagian, dengan total tidak resmi sering dihitung dengan menjumlahkan Verbal dan Quantitative. Skor 160+ dianggap kuat untuk sebagian besar program.
Meskipun rentang skor total pada GMAT dan GRE terlihat berbeda, penting untuk dicatat bahwa kedua ujian ini memiliki sistem skoring yang mempertimbangkan kinerja individu di setiap bagian, yang kemudian diakumulasikan untuk mendapatkan skor total. Skor ini kemudian digunakan oleh universitas atau program pascasarjana sebagai salah satu faktor penentu dalam proses seleksi masuk.
Namun, universitas sering melihat persentil daripada skor mentah, karena itu mencerminkan kompetitivitas relatif. Tips untuk meningkatkan skor termasuk retake tes setelah persiapan tambahan, dengan batas maksimal 5 kali per tahun untuk keduanya.
Baca juga: Navigasi Persiapan GRE: Tips untuk Skor Tertinggi
Apa yang Membedakan antara GMAT dan GRE?
Beberapa perbedaan antara GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examination) meliputi:
Perbedaan ini tidak hanya struktural, tapi juga mencerminkan tujuan akhir dari masing-masing tes, dengan GMAT lebih berorientasi karir bisnis dan GRE lebih akademis. Memahami ini dapat membantu dalam memilih tes yang selaras dengan profil pribadi Anda.
Fokus Materi:
- GMAT lebih berfokus pada kemampuan analitis, logika, matematika, dan bahasa Inggris, terutama untuk masuk ke program MBA atau program manajemen lainnya.
- GRE lebih luas dalam fokus materi, menguji kemampuan analitis, matematika, bahasa Inggris, serta digunakan untuk berbagai program pascasarjana di luar bidang manajemen.
Fokus GMAT pada integrated reasoning membuatnya ideal untuk yang ingin mengasah skill bisnis, sementara GRE’s verbal emphasis cocok untuk bidang humaniora.
Bagian Ujian:
- GMAT memiliki bagian Integrated Reasoning yang menguji keterampilan analitis terintegrasi, selain bagian Analytical Writing Assessment (AWA), Quantitative, dan Verbal Reasoning.
- GRE terdiri dari bagian Analytical Writing, Verbal Reasoning, dan Quantitative Reasoning, tanpa bagian terintegrasi seperti GMAT.
Absennya integrated reasoning di GRE membuat tes ini lebih pendek, sekitar 3 jam 45 menit vs GMAT’s 3 jam 7 menit.
Rentang Skor:
- Rentang skor GMAT adalah 200 hingga 800 poin untuk skor total, dengan skor tambahan untuk setiap bagian tes.
- GRE memiliki rentang skor antara 130 hingga 170 poin untuk setiap bagian Verbal dan Quantitative Reasoning, serta skor 0 hingga 6 poin untuk bagian Analytical Writing.
Perbedaan skala ini membuat perbandingan langsung sulit, tapi tools konversi resmi tersedia.
Tujuan Penggunaan:
- GMAT sering kali diperlukan untuk masuk ke program MBA atau manajemen.
- GRE lebih sering digunakan untuk masuk ke berbagai program pascasarjana di berbagai disiplin ilmu.
Tujuan ini memengaruhi pilihan tes berdasarkan karir masa depan.
Perbedaan-perbedaan ini membuat GMAT lebih ditekankan pada kemampuan analitis dan manajerial, sementara GRE lebih serbaguna dan digunakan untuk berbagai disiplin ilmu di tingkat pascasarjana. Pemilihan antara GMAT dan GRE sering kali tergantung pada program studi yang diinginkan oleh calon mahasiswa.
Untuk memaksimalkan peluang, konsultasikan dengan konselor pendidikan untuk menyesuaikan pilihan tes dengan profil Anda.
Siapkan diri untuk perjalanan GMAT Anda! Pelajari cara mendaftar, pilih tanggal ujian yang sempurna, dan pastikan prosesnya berjalan lancar, disini.
Pilih mana: GMAT atau GRE?

Pilihan antara GMAT atau GRE seringkali tergantung pada beberapa faktor, seperti program studi yang diinginkan, tujuan karier, dan persyaratan masuk universitas atau program pascasarjana tertentu. Beberapa pertimbangan untuk memilih antara keduanya meliputi:
Keputusan ini harus didasari riset mendalam, termasuk menghubungi alumni program target untuk insight real.
Program Studi yang Dituju:
Jika Anda berminat masuk ke program MBA atau manajemen, GMAT mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok karena ujian ini lebih berfokus pada keterampilan manajerial dan analitis.
Jika Anda tertarik pada program pascasarjana di luar bidang manajemen, GRE dapat menjadi opsi yang lebih luas karena digunakan untuk berbagai disiplin ilmu.
Misalnya, untuk program seperti Master in Finance, GMAT sering lebih disukai, sementara untuk PhD in Psychology, GRE lebih umum.
Persyaratan Masuk Universitas atau Program:
Pastikan untuk memeriksa persyaratan masuk universitas atau program pascasarjana yang Anda tuju. Beberapa program mungkin lebih memilih GMAT, sementara yang lain menerima skor GRE.
Banyak universitas seperti MIT atau NYU kini fleksibel, tapi cek situs resmi untuk konfirmasi.
Kemampuan dan Kesiapan Pribadi:
Pertimbangkan area mana yang menjadi kekuatan Anda dan di mana Anda merasa lebih percaya diri. Ujian yang mempertimbangkan kekuatan Anda dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Jika Anda kuat di matematika tapi lemah verbal, GRE mungkin lebih mudah karena kalkulatornya.
Tujuan Karier:
Jika Anda memiliki tujuan karier yang spesifik yang terkait dengan manajemen atau bisnis, GMAT mungkin memberikan persiapan yang lebih sesuai dengan kebutuhan karier Anda.
Untuk karir di research atau akademik, GRE lebih selaras.
Kesiapan untuk Mempelajari Materi Ujian:
Evaluasi jenis materi dan bagian-bagian ujian dari masing-masing tes. Lihat mana yang lebih sesuai dengan kemampuan Anda dan berapa lama waktu yang bisa Anda alokasikan untuk mempersiapkan ujian.
Pertimbangkan juga biaya dan ketersediaan pusat tes di lokasi Anda.
Pemilihan antara GMAT atau GRE sebaiknya didasarkan pada penelitian yang teliti tentang persyaratan masuk program pascasarjana yang diinginkan serta kesesuaian ujian dengan kekuatan, kebutuhan, dan tujuan akademis serta karier Anda.
Akhirnya, coba tes praktik keduanya untuk melihat mana yang lebih cocok.
Baca juga: Membongkar GRE: Kunci Anda untuk Diterima di Pascasarjana
GMAT (Graduate Management Admission Test) dan GRE (Graduate Record Examination) merupakan dua ujian standar yang digunakan sebagai syarat masuk ke program pascasarjana di berbagai universitas di seluruh dunia. Meskipun keduanya berfungsi sebagai alat penilaian untuk masuk ke program pascasarjana, terdapat perbedaan signifikan dalam fokus materi, bagian ujian, rentang skor, dan tujuan penggunaannya.
GMAT cenderung lebih terfokus pada kemampuan analitis, logika, manajemen, dan cocok digunakan untuk program MBA atau manajemen lainnya. Di sisi lain, GRE memiliki cakupan yang lebih luas dalam materi dan digunakan untuk berbagai program pascasarjana di luar bidang manajemen.
Kesimpulan ini menekankan bahwa pilihan tes harus disesuaikan dengan aspirasi individu, dengan persiapan yang matang sebagai kunci sukses.
Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang.
Pertanyaan Umum (FAQs)
Apa perbedaan utama antara GMAT dan GRE?
GMAT lebih terfokus pada keterampilan manajerial dan analitis, sementara GRE lebih luas dan digunakan untuk berbagai program pascasarjana di berbagai disiplin ilmu.
Selain itu, GMAT memiliki bagian Integrated Reasoning yang tidak ada di GRE, membuatnya lebih spesifik untuk bisnis.
Bagaimana cara memilih antara GMAT dan GRE?
Pilihlah ujian berdasarkan program studi yang diinginkan, persyaratan masuk universitas atau program, kekuatan pribadi, dan tujuan karier Anda.
Lakukan tes diagnostik untuk keduanya guna menilai performa awal dan kesesuaian.
Apakah skor GMAT atau GRE lebih penting dalam proses seleksi masuk?
Penting untuk memahami persyaratan dan preferensi universitas atau program pascasarjana yang Anda lamar. Beberapa program mungkin lebih mementingkan skor GMAT, sementara yang lain mungkin menerima skor GRE.
Namun, skor hanyalah satu faktor; holistik review termasuk GPA dan pengalaman juga krusial.
Berapa rentang skor untuk GMAT dan GRE?
Rentang skor GMAT adalah 200 hingga 800 poin, sementara GRE memiliki rentang skor antara 130 hingga 170 poin untuk setiap bagian Verbal dan Quantitative Reasoning.
Targetkan persentil tinggi untuk kompetitivitas.
Apakah ujian GMAT atau GRE bisa diulang?
Ya, baik GMAT maupun GRE dapat diulang dengan batasan waktu tertentu antara tes yang satu dengan yang lain.
GMAT bisa diulang hingga 5 kali dalam 12 bulan, dengan jeda 16 hari, sementara GRE setiap 21 hari.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan antara GMAT dan GRE, membantu calon mahasiswa dalam memilih ujian yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam melanjutkan pendidikan pascasarjana. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, diharapkan pembaca dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk meraih tujuan akademis mereka.
Dengan informasi ini, Anda siap untuk langkah selanjutnya dalam perjalanan pendidikan Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.