
Graduate Management Admission Test (GMAT) merupakan langkah penting bagi para calon mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan tinggi, terutama di program-program MBA di seluruh dunia. GMAT bukan sekadar tes, melainkan sebuah jendela bagi pihak penerimaan untuk melihat potensi dan kesiapan seseorang menghadapi tantangan akademis di tingkat lanjutan. Tes ini dirancang untuk mengevaluasi kemampuan analitis, kuantitatif, verbal, dan keterampilan menulis yang penting dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai GMAT, mulai dari struktur ujian, strategi persiapan yang efektif, hingga dampaknya dalam proses seleksi penerimaan. Kami juga akan memberikan wawasan tentang bagaimana GMAT dapat menjadi kunci sukses bagi mereka yang ingin meraih pendidikan tinggi berkualitas di bidang manajemen dan bisnis. Dengan persiapan yang tepat, GMAT dapat membuka pintu menuju universitas ternama dan peluang karir global. Mari kita eksplorasi bersama bagaimana GMAT dapat menjadi langkah strategis menuju kesuksesan akademik dan profesional Anda.
Baca juga: Beasiswa Stipendium Hungaricum 2024-2025: Peluang Pendidikan Menarik di Hungaria
Format Tes GMAT 2024
Tes GMAT terdiri dari empat bagian utama yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dan analitis calon mahasiswa, yang semuanya relevan untuk keberhasilan di program MBA atau pascasarjana lainnya. Setiap bagian mengevaluasi keterampilan spesifik yang diperlukan dalam dunia bisnis, mulai dari analisis argumen hingga pengambilan keputusan berbasis data. Berikut adalah format GMAT dan penjelasan mendalam mengenai setiap bagian, termasuk strategi persiapan untuk membantu Anda menghadapi tantangan ujian:
Analytical Writing Assessment (AWA)
Format: 1 esai dengan waktu 30 menit.
Pada bagian ini, peserta diminta untuk menilai suatu argumen dan menulis esai analitis yang memberikan penjelasan logis dan mendalam terhadap kelemahan atau kekuatan argumen tersebut. Anda akan diberikan sebuah argumen tertulis, seperti pernyataan kebijakan atau strategi bisnis, dan tugas Anda adalah menganalisis logika di balik argumen tersebut, mengidentifikasi asumsi yang tidak berdasar, dan mengevaluasi bukti yang disajikan. Bagian AWA menguji kemampuan berpikir kritis, kemampuan menyusun argumen yang terstruktur, dan keterampilan menulis dalam bahasa Inggris akademik. Untuk sukses, latihlah menulis esai dengan struktur yang jelas: pendahuluan yang memperkenalkan analisis Anda, paragraf isi yang menguraikan kelemahan atau kekuatan argumen, dan kesimpulan yang merangkum temuan Anda. Gunakan contoh argumen dari materi resmi GMAC untuk berlatih, dan pastikan Anda berlatih menulis dalam waktu 30 menit untuk mensimulasikan kondisi ujian. Untuk non-penutur asli bahasa Inggris, perbanyak latihan menulis dengan membaca artikel akademik atau esai bisnis untuk meningkatkan kosakata dan gaya penulisan formal.
Integrated Reasoning (IR)
Format: 12 pertanyaan dengan waktu 30 menit.
Bagian ini mengukur kemampuan peserta untuk mengintegrasikan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber, termasuk grafik, tabel, dan teks pendukung. Pertanyaan-pertanyaan ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap situasi bisnis dan pengambilan keputusan, seperti mengevaluasi laporan keuangan, data penjualan, atau tren pasar. Jenis soal meliputi analisis tabel, interpretasi grafik, penalaran multi-sumber, dan analisis dua bagian. Bagian IR menuntut kemampuan untuk memahami data kompleks, mengenali pola, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang diberikan dalam waktu singkat. Untuk mempersiapkan diri, biasakan diri dengan format data visual seperti diagram batang, grafik garis, dan tabel pivot. Latihan dengan soal-soal resmi GMAT untuk IR sangat penting, karena soal-soal ini sering kali menyerupai laporan bisnis dunia nyata. Selain itu, tingkatkan kecepatan analisis Anda dengan berlatih menjawab soal dalam waktu rata-rata 2,5 menit per soal, dan pelajari cara mengidentifikasi informasi yang relevan dengan cepat untuk menghindari kelebihan waktu.
Quantitative Reasoning (QR)
Format: 31 pertanyaan dengan waktu 62 menit.
Bagian ini mengukur kemampuan peserta dalam pemecahan masalah matematis dan pemahaman konsep-konsep dasar matematika, termasuk aljabar, geometri, aritmatika, dan analisis data. Soal-soal terdiri dari dua jenis: Problem Solving, yang menguji kemampuan menghitung dan menyelesaikan masalah matematika, dan Data Sufficiency, yang menguji kemampuan untuk mengevaluasi apakah data yang diberikan cukup untuk menyelesaikan masalah. Bagian ini tidak memerlukan pengetahuan matematika tingkat lanjut seperti kalkulus, tetapi menuntut ketelitian, logika, dan kecepatan dalam perhitungan. Untuk mempersiapkan diri, tinjau konsep-konsep matematika dasar seperti persamaan linear, probabilitas, statistik, dan geometri. Gunakan teknik seperti back-solving (mencoba jawaban dari opsi) atau plugging in numbers untuk mempercepat pemecahan soal Problem Solving. Untuk Data Sufficiency, pelajari pendekatan sistematis untuk mengevaluasi pernyataan tanpa menghitung jawaban secara penuh. Latihan dengan soal-soal resmi GMAT akan membantu Anda mengenali pola soal dan meningkatkan efisiensi waktu, karena Anda hanya memiliki sekitar 2 menit per soal.
Verbal Reasoning (VR)
Format: 36 pertanyaan dengan waktu 65 menit.
Bagian ini mengukur kemampuan peserta dalam pemahaman dan penafsiran bacaan, kemampuan logika verbal, dan keterampilan menulis. Pertanyaan mencakup tiga jenis: Reading Comprehension, yang menguji kemampuan memahami ide utama dan detail teks; Critical Reasoning, yang menguji kemampuan mengevaluasi argumen dan menarik kesimpulan logis; dan Sentence Correction, yang menguji kemampuan memperbaiki kalimat agar sesuai dengan tata bahasa dan gaya bahasa Inggris yang benar. Bagian ini sangat menantang bagi non-penutur asli bahasa Inggris, karena membutuhkan pemahaman mendalam tentang nuansa bahasa dan logika verbal. Untuk mempersiapkan diri, baca artikel akademik dan bisnis dari sumber seperti The Economist, Harvard Business Review, atau The Wall Street Journal untuk meningkatkan kemampuan Reading Comprehension. Untuk Sentence Correction, pelajari aturan tata bahasa seperti subject-verb agreement, parallelism, dan penggunaan modifiers. Untuk Critical Reasoning, pelajari jenis argumen seperti kausalitas, analogi, atau penguatan/pelemahan argumen untuk mengenali pola soal. Latihan rutin dengan soal-soal resmi GMAT akan membantu Anda membiasakan diri dengan waktu rata-rata 1,8 menit per soal.
GMAT menggunakan sistem Computer-Adaptive Test (CAT), yang berarti tingkat kesulitan pertanyaan akan disesuaikan berdasarkan kinerja peserta sebelumnya di bagian Quantitative dan Verbal Reasoning. Sistem ini membuat ujian lebih dinamis, karena jawaban yang benar pada soal awal akan memunculkan soal yang lebih sulit, yang berkontribusi pada skor lebih tinggi. Skor akhir GMAT berkisar antara 200 hingga 800, dengan bobot nilai yang berbeda untuk setiap bagian. Skor AWA (0-6) dan IR (1-8) dinilai terpisah dari skor total. GMAT memberikan gambaran holistik mengenai kemampuan dan potensi calon mahasiswa dalam menjalani pendidikan pascasarjana, terutama dalam bidang manajemen dan bisnis. Untuk mencapai skor kompetitif (biasanya 700+ untuk sekolah bisnis top), penting untuk memahami sistem CAT dan berlatih dengan soal-soal yang mensimulasikan adaptasi tingkat kesulitan.
Yuk, temukan informasi terbaru seputar Beasiswa LPDP 2024! Baca artikel ini untuk mendapatkan insight mendalam tentang persyaratan, tips aplikasi, dan peluang yang menanti.
Perbedaan GMAT dan GRE

Graduate Management Admission Test (GMAT) dan Graduate Record Examinations (GRE) adalah dua ujian standar yang sering digunakan untuk penerimaan ke program pascasarjana, termasuk MBA. Memilih antara GMAT dan GRE bisa menjadi keputusan strategis, tergantung pada tujuan akademik, kekuatan pribadi, dan persyaratan program. Berikut adalah perbandingan mendalam antara GMAT dan GRE untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat:
Fokus Materi:
- GMAT: Lebih menekankan kemampuan analitis dan keterampilan pemecahan masalah dalam konteks bisnis. Bagian Quantitative Reasoning dan Verbal Reasoning GMAT dirancang khusus untuk mengukur kemampuan yang relevan dengan lingkungan bisnis, seperti analisis data keuangan, evaluasi strategi, atau pengambilan keputusan berdasarkan informasi. Bagian Integrated Reasoning secara unik menguji kemampuan mengelola data kompleks, yang sering ditemui dalam manajemen.
- GRE: Cenderung lebih umum dan tidak memiliki fokus khusus pada bisnis. GRE mencakup tiga bagian: Verbal Reasoning, Quantitative Reasoning, dan Analytical Writing, yang dirancang untuk berbagai program pascasarjana, mulai dari ilmu sosial hingga sains. Bagian Verbal Reasoning GRE lebih menekankan pada kosa kata yang kompleks dan pemahaman teks akademik, yang mungkin lebih menantang bagi non-penutur asli bahasa Inggris.
Struktur Ujian:
- GMAT: Terdiri dari Analisis Argumen (1 esai, 30 menit), Integrasi Pengetahuan Bisnis (12 soal, 30 menit), Quantitative Reasoning (31 soal, 62 menit), dan Verbal Reasoning (36 soal, 65 menit). GMAT menggunakan sistem Computer-Adaptive Test (CAT), di mana tingkat kesulitan pertanyaan disesuaikan berdasarkan kinerja peserta secara real-time, menjadikannya ujian yang dinamis dan menantang.
- GRE: Terdiri dari Analytical Writing (2 esai, 60 menit), Verbal Reasoning (2 bagian, masing-masing 20 soal, 60 menit total), dan Quantitative Reasoning (2 bagian, masing-masing 20 soal, 70 menit total). GRE juga menggunakan sistem CAT, tetapi tingkat kesulitan disesuaikan per bagian, bukan per soal, memberikan pengalaman ujian yang sedikit berbeda.
Konteks Program Pascasarjana:
- GMAT: Lebih umum digunakan untuk program-program bisnis, terutama program MBA. Banyak sekolah bisnis bergengsi, seperti Harvard Business School, Wharton, atau INSEAD, secara tradisional lebih memilih skor GMAT karena relevansinya dengan keterampilan bisnis. Skor GMAT yang tinggi sering dianggap sebagai indikator kuat untuk sukses di lingkungan bisnis.
- GRE: Lebih umum diterima di berbagai program pascasarjana di berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu sosial, sains, dan seni. Meskipun awalnya kurang populer di sekolah bisnis, GRE kini diterima oleh banyak program MBA, termasuk universitas ternama seperti Stanford dan Yale, memberikan fleksibilitas bagi pelamar yang ingin mendaftar ke berbagai jenis program.
Struktur Pertanyaan:
- GMAT: Pertanyaan GMAT cenderung lebih kontekstual dan terkait dengan dunia bisnis. Contohnya, Integrasi Pengetahuan Bisnis adalah unik untuk GMAT, mengharuskan peserta menganalisis data dari grafik atau tabel yang menyerupai laporan bisnis. Soal Data Sufficiency di bagian Quantitative juga eksklusif untuk GMAT, menguji logika dalam mengevaluasi kecukupan data.
- GRE: Pertanyaan GRE bersifat lebih umum dan kurang spesifik terhadap bisnis. Bagian Verbal Reasoning lebih menekankan pada kosa kata tingkat lanjut dan pemahaman teks akademik, sementara Quantitative Reasoning mencakup konsep matematika dasar tanpa konteks bisnis yang kuat. Soal-soal GRE lebih berorientasi pada pengetahuan umum dan keterampilan akademik.
Pilihan antara GMAT dan GRE seringkali tergantung pada kebijakan penerimaan program pascasarjana yang diinginkan dan preferensi pribadi calon mahasiswa. Jika Anda menargetkan program MBA top, GMAT sering menjadi pilihan yang lebih aman karena preferensi sekolah bisnis. Namun, jika Anda ingin fleksibilitas untuk mendaftar ke berbagai jenis program pascasarjana, GRE bisa menjadi alternatif yang baik. Untuk membuat keputusan, coba lakukan tes diagnostik untuk kedua ujian melalui sumber resmi seperti GMAC atau ETS, lalu bandingkan performa Anda di kedua tes tersebut. Selalu periksa persyaratan program yang Anda lamar di situs resmi universitas untuk memastikan ujian yang tepat dipilih.
Baca juga: Beasiswa Fulbright 2024-2025: Persyaratan & Manfaat
Tips Meningkatkan Skor GMAT

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda meningkatkan skor GMAT. Dengan strategi yang tepat dan persiapan yang disiplin, Anda dapat mencapai skor kompetitif (biasanya 700+ untuk sekolah bisnis top) yang membuka pintu menuju program MBA impian Anda. Berikut adalah panduan mendalam untuk membantu Anda mempersiapkan diri:
Pahami Struktur Ujian
Mengetahui struktur dan format ujian tes GMAT dengan baik akan membantu Anda merencanakan strategi belajar yang lebih efektif. Pelajari durasi, jumlah pertanyaan, jenis soal, dan sistem penilaian untuk setiap bagian (AWA, IR, QR, dan VR). Pahami bagaimana sistem Computer-Adaptive Test (CAT) bekerja, di mana jawaban yang benar pada soal awal akan memunculkan soal yang lebih sulit, yang berkontribusi pada skor yang lebih tinggi. Misalnya, di bagian Quantitative dan Verbal, menjawab soal-soal awal dengan benar sangat penting karena memengaruhi tingkat kesulitan soal berikutnya. Gunakan sumber resmi GMAC untuk mempelajari format ujian, dan lakukan tes praktik untuk membiasakan diri dengan alur dan tekanan waktu.
Buat Jadwal Persiapan yang Teratur
Jadwalkan waktu persiapan Anda dengan baik untuk menutupi semua bagian ujian. Alokasikan waktu setiap hari untuk fokus pada kelemahan Anda, seperti Quantitative Reasoning jika matematika bukan keunggulan Anda, atau Verbal Reasoning jika bahasa Inggris perlu ditingkatkan. Misalnya, Anda bisa menghabiskan 1-2 jam per hari untuk setiap bagian, dengan jadwal mingguan yang mencakup latihan simulasi penuh untuk mensimulasikan kondisi ujian. Rencanakan persiapan selama 2-3 bulan untuk hasil optimal, dengan jeda istirahat untuk menjaga fokus dan kesehatan mental. Gunakan alat seperti kalender atau aplikasi perencanaan untuk melacak kemajuan Anda, dan tetapkan target skor mingguan untuk memantau peningkatan. Konsistensi dalam belajar akan membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan Anda secara bertahap.
Gunakan Materi Resmi GMAT
Manfaatkan materi persiapan resmi dari Graduate Management Admission Council (GMAC), penyelenggara GMAT. Buku panduan resmi, seperti GMAT Official Guide, berisi soal-soal autentik yang mencerminkan format dan tingkat kesulitan ujian sebenarnya. Tes praktik resmi yang tersedia di situs GMAC juga penting untuk mensimulasikan kondisi ujian, termasuk sistem CAT. Materi ini memberikan gambaran akurat tentang apa yang diharapkan pada hari ujian, termasuk pola soal seperti Data Sufficiency atau Critical Reasoning. Selain itu, gunakan perangkat lunak GMAT Prep dari GMAC untuk latihan berbasis komputer yang realistis, yang membantu Anda membiasakan diri dengan antarmuka ujian dan tekanan waktu.
Berkonsentrasi pada Kelemahan
Identifikasi area yang perlu diperbaiki dan berfokus pada kelemahan Anda. Lakukan tes diagnostik atau pre-test melalui sumber resmi GMAC atau platform seperti Magoosh untuk mengetahui area yang lemah, seperti Data Sufficiency di bagian Quantitative atau Sentence Correction di bagian Verbal. Fokus pada kelemahan ini dengan latihan tambahan, misalnya menggunakan soal-soal spesifik dari buku panduan atau platform online. Tinjau kesalahan Anda secara mendetail untuk memahami pola kesalahan, seperti kesalahan perhitungan atau miskonsepsi logika, dan perbaiki dengan latihan tambahan. Dengan menyeimbangkan latihan antara kelemahan dan kekuatan, Anda dapat memaksimalkan skor secara keseluruhan tanpa mengabaikan area yang sudah dikuasai.
Praktik dengan Waktu Terbatas
Selama latihan, atur waktu yang sama seperti ujian sebenarnya untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu dan mengurangi kecemasan saat ujian. Gunakan stopwatch untuk mensimulasikan kondisi ujian, seperti 2 menit per soal di bagian Quantitative dan Verbal, atau 2,5 menit per soal di bagian IR. Latihan ini membantu Anda membiasakan diri dengan tekanan waktu dan meningkatkan kecepatan tanpa mengorbankan akurasi. Prioritaskan soal-soal yang lebih mudah terlebih dahulu untuk memastikan Anda tidak kehabisan waktu pada soal yang sulit. Lakukan simulasi ujian penuh secara rutin untuk membangun stamina mental, karena GMAT berlangsung lebih dari 3 jam. Platform seperti GMAT Prep atau Manhattan Prep menawarkan tes simulasi yang realistis untuk membantu Anda berlatih.
Ayo, jelajahi perbedaan antara GMAT dan GRE dalam artikel ini! Temukan informasi lengkap untuk membantu pilihan ujianmu. Apa kelebihan dan kekurangan keduanya? Baca sekarang dan siapkan diri dengan pengetahuan yang tepat!
Gunakan Teknik Eliminasi

Jika Anda menghadapi pertanyaan yang sulit, gunakan teknik eliminasi untuk mengurangi opsi yang salah. Teknik ini sangat efektif di bagian Quantitative dan Verbal, di mana Anda dapat menghilangkan jawaban yang jelas-jelas salah berdasarkan logika, pola umum, atau ketidaksesuaian dengan pertanyaan. Misalnya, dalam soal Sentence Correction, eliminasi opsi dengan kesalahan tata bahasa yang jelas seperti subject-verb disagreement. Dalam soal Data Sufficiency, eliminasi opsi yang tidak relevan dengan data yang diminta. Teknik ini meningkatkan peluang memilih jawaban yang benar, terutama ketika waktu terbatas atau Anda tidak yakin dengan solusi lengkap. Latihan rutin dengan soal-soal GMAT akan membantu Anda mengenali pola jawaban yang salah dengan lebih cepat.
Perkuat Keterampilan Analitis dan Kritis
Sebagian besar bagian tes GMAT mengukur keterampilan analitis dan kritis, terutama di bagian AWA, IR, dan Critical Reasoning. Untuk memperkuat keterampilan ini, biasakan diri dengan mengevaluasi argumen dari artikel bisnis atau editorial di media seperti The Economist, Financial Times, atau Harvard Business Review. Latih kemampuan untuk mengidentifikasi asumsi, mengevaluasi bukti, dan menarik kesimpulan logis. Untuk bagian IR, pelajari cara menganalisis data dari laporan bisnis atau studi kasus untuk meningkatkan kemampuan mengenali pola dan tren. Untuk Critical Reasoning, pelajari jenis-jenis argumen seperti kausalitas, analogi, atau penguatan/pelemahan argumen untuk mengenali pola soal. Latihan ini akan membantu Anda mengembangkan pemikiran logis yang tajam, yang sangat penting untuk skor tinggi di GMAT.
Mengembangkan Keterampilan Menulis
Pahami format esai Analytical Writing Assessment (AWA) dan kembangkan kemampuan menulis analitis Anda. Latihan menulis secara teratur dapat meningkatkan kualitas esai Anda, terutama dalam hal struktur, kejelasan, dan logika. Gunakan contoh argumen dari materi resmi GMAC untuk berlatih mengidentifikasi kelemahan logis, seperti asumsi yang tidak berdasar, kurangnya bukti, atau generalisasi yang salah. Tulis esai dengan struktur yang jelas: pendahuluan, analisis argumen dalam 2-3 paragraf isi, dan kesimpulan. Tinjau esai Anda untuk memastikan bahasa yang jelas, logis, dan bebas dari kesalahan tata bahasa. Untuk non-penutur asli bahasa Inggris, perbanyak latihan menulis dengan membaca esai bisnis atau artikel akademik untuk meningkatkan kosakata dan gaya penulisan formal. Latihan dalam waktu 30 menit akan membantu Anda mengelola waktu dengan baik pada hari ujian.
Menggunakan Sumber Belajar Tambahan
Selain materi resmi GMAC, gunakan buku panduan dan sumber belajar lainnya untuk memperdalam pemahaman. Platform online seperti Magoosh, Manhattan Prep, atau Kaplan menawarkan soal-soal latihan dan tes simulasi yang realistis. Buku panduan seperti Princeton Review atau Veritas Prep juga memberikan strategi dan soal latihan tambahan. Video tutorial di YouTube, seperti saluran resmi GMAC atau saluran persiapan GMAT populer, dapat memberikan perspektif visual tentang cara menyelesaikan soal-soal sulit. Bergabunglah dengan forum online seperti GMAT Club atau Beat The GMAT untuk berdiskusi dengan peserta lain, berbagi tips, dan mendapatkan solusi untuk soal-soal sulit. Kursus persiapan GMAT, baik online maupun offline, juga dapat memberikan bimbingan terstruktur dari instruktur berpengalaman, terutama untuk area yang sulit seperti Quantitative Reasoning atau AWA.
Istirahat yang Cukup sebelum Ujian
Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup pada hari-hari menjelang ujian untuk menjaga kondisi fisik dan mental yang optimal. Tidur selama 7-8 jam per malam selama seminggu sebelum ujian akan membantu Anda tetap fokus dan berenergi. Hindari belajar berlebihan pada hari sebelum ujian; sebaliknya, lakukan review ringan dan relaksasi, seperti meditasi, jalan santai, atau mendengarkan musik untuk mengurangi kecemasan. Pada hari ujian, makan makanan bergizi seperti oatmeal, telur, atau buah-buahan untuk energi yang stabil, dan hindari kafein berlebihan untuk mencegah kegelisahan. Datang ke lokasi ujian lebih awal untuk menghindari stres tambahan dan membiasakan diri dengan lingkungan ujian.
Ingatlah bahwa setiap orang belajar dengan cara yang berbeda, jadi eksperimenlah dengan berbagai strategi dan temukan metode yang paling efektif untuk Anda. Konsistensi, kesabaran, dan fokus pada peningkatan adalah kunci kesuksesan dalam meningkatkan skor GMAT. Dengan pendekatan yang terstruktur, Anda dapat mencapai skor yang kompetitif, seperti 700 atau lebih, untuk program MBA di sekolah bisnis top seperti Harvard, Wharton, atau INSEAD.
Baca juga: Ujian GMAT: Segala yang Perlu Anda Ketahui
Artikel ini telah membahas secara rinci tentang tes GMAT, yang merupakan langkah penting bagi mereka yang bercita-cita meraih pendidikan tinggi di tingkat pascasarjana, khususnya program MBA. Dengan mengeksplorasi struktur ujian, strategi persiapan, dan perbedaan dengan GRE, diharapkan pembaca dapat memahami pentingnya GMAT dalam proses seleksi penerimaan dan bagaimana mempersiapkan diri secara efektif. GMAT tidak hanya mengukur kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan analitis, kuantitatif, dan verbal yang penting dalam dunia bisnis. Dengan persiapan yang tepat, termasuk latihan intensif, penggunaan sumber resmi, dan manajemen waktu yang baik, setiap calon mahasiswa dapat menghadapi ujian ini dengan percaya diri dan meraih skor yang mendukung tujuan akademik dan profesional mereka. Mulailah perjalanan Anda menuju kesuksesan dengan langkah yang tepat hari ini.
Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda. Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang.
FAQs (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa perbedaan utama antara GMAT dan GRE?
GMAT lebih fokus pada kemampuan analitis dan keterampilan bisnis, terutama untuk program MBA, dengan bagian Integrated Reasoning yang unik. GRE bersifat lebih umum, mencakup berbagai program pascasarjana, dengan penekanan pada kosa kata dan teks akademik. GMAT sering lebih disukai oleh sekolah bisnis, tetapi GRE semakin diterima sebagai alternatif. Pilih berdasarkan kekuatan Anda dan persyaratan program.
Berapa lama ujian GMAT berlangsung?
GMAT memiliki total waktu ujian sekitar 3 jam 7 menit, terdiri dari empat bagian utama: Analytical Writing Assessment (30 menit), Integrated Reasoning (30 menit), Quantitative Reasoning (62 menit), dan Verbal Reasoning (65 menit), ditambah dua istirahat opsional selama 8 menit. Total durasi termasuk waktu administrasi bisa mencapai 3,5 jam.
Bagaimana cara meningkatkan skor GMAT?
Beberapa tips untuk meningkatkan skor GMAT melibatkan pemahaman yang baik terhadap struktur ujian, membuat jadwal persiapan yang teratur, fokus pada kelemahan, berlatih dengan waktu terbatas, dan menggunakan sumber belajar resmi GMAC. Gunakan teknik eliminasi, perkuat keterampilan analitis, dan kembangkan kemampuan menulis untuk AWA. Istirahat yang cukup sebelum ujian juga penting untuk performa optimal.
Apakah GRE dapat digunakan sebagai alternatif untuk program MBA?
Ya, beberapa program MBA menerima skor GRE sebagai alternatif untuk GMAT, termasuk sekolah bisnis top seperti Stanford dan Yale. Namun, beberapa sekolah masih lebih memilih GMAT karena relevansinya dengan keterampilan bisnis. Periksa persyaratan program untuk memastikan pilihan terbaik.
Berapa skor maksimum yang dapat dicapai dalam ujian GMAT?
Skor maksimum GMAT adalah 800 untuk skor total, yang mencakup Quantitative dan Verbal Reasoning. Skor AWA dinilai pada skala 0-6, dan IR pada skala 1-8, keduanya terpisah dari skor total.
Apakah ada batas waktu untuk pengiriman skor GMAT ke sekolah pascasarjana?
Anda dapat mengirimkan skor GMAT ke sekolah pascasarjana hingga lima tahun setelah tanggal ujian. Namun, sebaiknya Anda memeriksa kebijakan penerimaan setiap sekolah terkait batas waktu mereka, karena beberapa program mungkin memiliki persyaratan yang lebih ketat.
