
Melanjutkan studi ke luar negeri adalah impian banyak orang, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3. Selain prestasi akademik dan dokumen administrasi lainnya, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi calon mahasiswa internasional adalah skor TOEFL iBT. Tes ini tidak hanya menjadi penentu penerimaan di universitas ternama, tetapi juga membuka pintu peluang beasiswa, visa pelajar, hingga karir profesional di perusahaan multinasional. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa mengubah mimpi tersebut menjadi kenyataan yang lebih dekat.
Ujian ini digunakan oleh banyak institusi pendidikan di seluruh dunia sebagai indikator kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam konteks akademik. TOEFL iBT dirancang khusus untuk mengukur kesiapan calon mahasiswa dalam menghadapi tantangan linguistik di lingkungan perguruan tinggi, seperti membaca jurnal ilmiah, mendengarkan kuliah intensif, berpartisipasi dalam diskusi kelas, dan menulis laporan penelitian.
Setiap negara dan universitas telah menetapkan standar skor TOEFL iBT yang berbeda-beda tergantung program studi dan jenjang pendidikan yang dituju. Faktor-faktor seperti tingkat persaingan, fokus bidang studi (misalnya STEM vs humaniora), serta kebijakan imigrasi negara tujuan turut memengaruhi batas minimal ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset mendalam terhadap universitas incaranmu agar persiapanmu lebih terarah dan efisien.
Artikel ini akan membahas secara mendalam standar skor TOEFL iBT yang dibutuhkan di beberapa negara populer tujuan studi, serta pentingnya persiapan yang matang untuk menghadapi ujian ini. Kami akan menyajikan data terkini, contoh kasus nyata dari mahasiswa sukses, serta analisis perbandingan antarnegara untuk membantu kamu membuat keputusan yang lebih informed.
Di akhir artikel, kami juga akan merekomendasikan tempat kursus TOEFL iBT terbaik untuk membantu kamu mencapai target skor dengan lebih percaya diri. Dengan panduan lengkap ini, kamu tidak hanya akan memahami angka-angka skor, tapi juga strategi holistik untuk mengoptimalkan performa ujianmu.
Baca juga: 5 Rekomendasi Jurusan Ilmu Kesehatan Terbaik di Kampus Dunia
Apa Itu TOEFL iBT?
TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language – Internet-Based Test) adalah versi modern dari tes TOEFL yang sepenuhnya berbasis internet, diluncurkan oleh Educational Testing Service (ETS) pada tahun 2005. Tes ini dirancang untuk mengevaluasi seberapa baik seseorang dapat menggunakan dan memahami bahasa Inggris dalam lingkungan akademik, dengan pendekatan integrated skills yang menggabungkan beberapa kemampuan sekaligus, seperti membaca sambil mendengarkan atau menulis berdasarkan input audio.
Ujian ini meliputi empat bagian utama, yang masing-masing dirancang untuk mensimulasikan situasi nyata di kampus universitas:
- Reading (Membaca) – Mengukur kemampuan memahami teks akademik dan menjawab pertanyaan berdasarkan informasi tersebut. Bagian ini biasanya terdiri dari 3–4 passage panjang (sekitar 700 kata) dari berbagai disiplin ilmu, dengan 10 pertanyaan per passage. Tips sukses: Fokus pada vocabulary in context, skimming untuk ide utama, dan scanning untuk detail spesifik.
- Listening (Mendengarkan) – Menguji pemahaman terhadap percakapan dan kuliah dalam bahasa Inggris. Terdiri dari 2–3 conversations dan 4–6 lectures, dengan pertanyaan multiple-choice. Tantangan utama adalah note-taking efektif; latihlah dengan podcast akademik seperti TED Talks atau NPR untuk membiasakan telinga dengan aksen beragam (American, British, Australian).
- Speaking (Berbicara) – Mengukur kemampuan menyampaikan ide dan opini secara verbal dalam bahasa Inggris. Ada 4 tasks: 1 independent (opini pribadi) dan 3 integrated (membaca + mendengarkan + berbicara). Durasi respons 45–60 detik; kunci sukses adalah struktur jawaban yang jelas (introduction, body, conclusion) serta pengucapan yang natural meski dengan aksen non-native.
- Writing (Menulis) – Menilai kemampuan menyusun esai dalam konteks akademik. Terdiri dari 1 integrated task (baca + dengar + tulis, 20 menit) dan 1 independent task (opini essay, 30 menit). Panjang ideal: 150–225 kata untuk integrated, 300+ untuk independent. Gunakan template seperti TEEL (Topic, Explanation, Evidence, Link) untuk koherensi dan kohesi.
Skor TOEFL iBT berkisar dari 0 hingga 120, dengan masing-masing bagian bernilai maksimum 30 poin. Skor di atas 100 dianggap excellent, 90–100 good, 70–89 fair, dan di bawah itu memerlukan improvement. Hasil tes valid selama 2 tahun, dan kamu bisa mengulang ujian setiap 3 hari jika diperlukan, meski disarankan untuk fokus pada persiapan daripada retake berulang.
Mengapa TOEFL iBT Penting?
Sebagian besar universitas di negara-negara berbahasa Inggris mewajibkan pelamar internasional untuk menyerahkan skor TOEFL iBT sebagai bukti kemahiran bahasa Inggris. Tanpa skor yang memadai, aplikasi kamu bisa langsung ditolak, meski IPK dan pengalaman risetmu luar biasa. Tes ini bukan sekadar formalitas, melainkan prediksi akurat tentang kemampuanmu bertahan di lingkungan akademik yang demanding.
Ujian ini membantu universitas memastikan bahwa mahasiswa asing mampu mengikuti perkuliahan, memahami literatur akademik, dan berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. Bayangkan menghadapi seminar mingguan atau group project dengan rekan dari 20 negara berbeda – kemampuan bahasa yang solid menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang, termasuk networking dan publikasi ilmiah.
Selain itu, TOEFL iBT juga dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti:
- Beasiswa – Banyak lembaga pemberi beasiswa menetapkan skor minimum TOEFL iBT sebagai syarat aplikasi. Contoh: Fulbright Scholarship mensyaratkan minimal 100, sementara Chevening di Inggris sering meminta 90+. Skor tinggi bisa menjadi tie-breaker di antara ribuan pelamar.
- Visa pelajar – Beberapa negara meminta bukti kemahiran bahasa Inggris sebagai bagian dari proses pengajuan visa. Di AS, meski tidak wajib untuk F-1 visa, skor TOEFL membantu mempercepat approval; di Kanada, bisa mendukung SDS (Student Direct Stream) untuk processing lebih cepat.
- Pekerjaan – Perusahaan multinasional dan institusi internasional juga mengakui TOEFL iBT sebagai indikator kemampuan bahasa Inggris karyawan. Di era globalisasi, skor 100+ sering kali menjadi syarat untuk posisi entry-level di Google, McKinsey, atau UNHCR, terutama untuk non-native speakers.
Standar Skor TOEFL iBT di Negara-Negara Tujuan Studi Paling Populer
Berikut ini adalah kisaran skor TOEFL iBT yang umumnya diperlukan untuk diterima di perguruan tinggi di beberapa negara tujuan studi paling diminati. Data ini berdasarkan panduan resmi universitas dan situs ETS tahun 2025; selalu verifikasi langsung di website institusi karena kebijakan bisa berubah akibat faktor seperti pandemi atau reformasi kurikulum.
1. Amerika Serikat (80–100)
Amerika Serikat menjadi negara tujuan paling populer bagi mahasiswa internasional, dengan lebih dari 1 juta pelajar asing setiap tahunnya. Universitas-universitas seperti Harvard, MIT, dan Stanford biasanya mensyaratkan skor TOEFL iBT minimal 100 untuk program sarjana dan pascasarjana, karena kurikulumnya sangat intensif dengan diskusi dan penulisan ekstensif.
Namun, universitas lain mungkin menetapkan batas minimal sekitar 80–90, terutama untuk community colleges atau program undergraduate di state universities. Faktor penentu termasuk major: bidang seperti Medicine atau Law sering meminta 105+, sementara Engineering bisa lebih fleksibel di 90.
- Universitas top: 100–110 (contoh: Yale membutuhkan 100, Princeton 104)
- Universitas negeri/regional: 80–90 (misalnya University of Illinois at Chicago: 80)
- Program pascasarjana: 90–100 atau lebih (PhD di STEM sering 95+ untuk funding eligibility)
2. Inggris (87–96)
Di Inggris, ujian IELTS memang lebih umum, namun banyak juga universitas yang tetap menerima TOEFL iBT dengan konversi skor resmi. Universitas seperti University of Oxford dan Cambridge biasanya menetapkan skor TOEFL iBT minimal 100. Untuk universitas lainnya, kisaran 87–96 sudah cukup memadai, meski program seperti MBA di London Business School bisa mencapai 110.
Keuntungan TOEFL di Inggris: Beberapa institusi menawarkan conditional offer jika skor mendekati batas, diikuti dengan pre-sessional English course. Perhatikan juga perbedaan antar UKVI requirements untuk visa Tier 4.
- Universitas elite: 95–110 (Oxford: 110, Imperial College: 100)
- Universitas lainnya: 87–95 (misalnya University of Manchester: 90)
- Foundation program: 70–80 (cocok untuk gap year atau pathway programs)
3. Singapura (90–93)
Singapura adalah negara dengan sistem pendidikan bertaraf internasional dan lingkungan multikultural yang mendukung, menjadikannya hub pendidikan Asia dengan biaya hidup relatif terjangkau dibanding Barat. Universitas seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) biasanya mensyaratkan skor TOEFL iBT minimal 90–93, dengan penekanan pada integrated skills untuk program research-heavy.
Baca juga: Tips Efektif Belajar TOEFL dan IELTS! Strategi Menuju Skor Impian
Singapura juga menawarkan banyak beasiswa seperti ASEAN Scholarship yang mensyaratkan TOEFL 85+, sehingga persiapan dini sangat krusial di tengah persaingan ketat dari pelajar regional.
- Program sarjana dan magister: 90–100 (NUS Business: 100, SMU: 90)
- Universitas swasta/institusi teknis: 78–85 (SIM Global Education: 80)
4. Australia (79–90)
Australia menerima berbagai jenis tes bahasa Inggris, termasuk TOEFL iBT, dengan kebijakan yang ramah bagi pelajar internasional melalui CRICOS registration. Skor minimal yang dibutuhkan untuk masuk universitas top seperti University of Melbourne dan University of Sydney berkisar antara 90–100, terutama untuk program dengan komponen group work tinggi.
Namun secara umum, skor 79–90 sudah cukup untuk sebagian besar program studi, dan beberapa universitas menawarkan English pathway programs jika skor di bawah ambang. Perhatikan persyaratan OSHC (health insurance) yang sering terkait dengan proof of English.
- Universitas top: 90–100 (ANU: 95, Monash: 90)
- Universitas negeri: 80–90 (University of Queensland: 87)
- Diploma/Foundation: 70–79 (TAFE institutions: 75)
5. Jepang (78–80)
Sebagian besar universitas di Jepang juga mengadakan program internasional berbahasa Inggris, seperti Global 30 initiatives. TOEFL iBT pun digunakan sebagai alat seleksi masuk, khususnya untuk program sarjana internasional. Skor yang dibutuhkan biasanya berkisar antara 78–80, meski universitas seperti University of Tokyo bisa meminta 90+ untuk Super Global University programs.
Keunikan Jepang: Banyak beasiswa MEXT yang mensyaratkan TOEFL sebagai bagian dari aplikasi, dan skor tinggi bisa mengompensasi kekurangan di EJU (Examination for Japanese University Admission).
- Program internasional (English-taught): 78–85 (Kyoto University: 80)
- Program reguler (bahasa Jepang): Biasanya tidak memerlukan TOEFL, tapi JLPT N2+ diwajibkan
6. Korea Selatan (78–80)
Dengan meningkatnya jumlah program internasional, universitas di Korea Selatan juga banyak menggunakan TOEFL iBT sebagai syarat masuk. Skor TOEFL iBT minimal berkisar 78–80, tergantung institusinya, tapi untuk universitas top, target 90+ direkomendasikan karena persaingan dengan pelajar China dan Vietnam.
Korea menawarkan KGSP (Korean Government Scholarship) yang sering mensyaratkan TOEFL 90+, ditambah manfaat seperti tunjangan hidup dan kursus bahasa Korea gratis.
- Universitas top (KAIST, SNU): 85–100 (SNU Global MBA: 95)
- Universitas lainnya: 78–85 (Yonsei: 82)
7. Malaysia (78–79)
Sebagai negara Asia Tenggara yang berkembang pesat dalam sektor pendidikan, Malaysia memiliki banyak universitas internasional dengan biaya kuliah terjangkau. TOEFL iBT menjadi salah satu prasyarat masuk dengan skor rata-rata 78–79, cocok untuk pelajar Indonesia yang ingin studi dekat rumah sambil menikmati kredit transfer ke UK/Australia.
Branch campuses seperti Monash Malaysia atau Nottingham Malaysia sering align dengan standar induk, sehingga skor 85+ membuka peluang twin-degree programs.
- Universitas internasional (Nottingham, Monash Malaysia): 79–90
- Universitas lokal: 78+ (Universiti Malaya: 80)
Strategi untuk Mencapai Skor TOEFL iBT yang Diperlukan
Mendapatkan skor TOEFL iBT yang tinggi memerlukan perencanaan dan strategi belajar yang efektif. Banyak siswa gagal bukan karena kurang pintar, tapi karena kurang strategi – seperti mengabaikan time management atau over-relying pada hafalan vocabulary tanpa konteks. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu kamu mempersiapkan diri dengan optimal, didasarkan pada pengalaman ribuan test-takers sukses:
1. Mulai Persiapan Sejak Dini
Idealnya, persiapan TOEFL dimulai 3–6 bulan sebelum tanggal ujian. Ini memberikan cukup waktu untuk memperkuat keempat keterampilan yang diujikan. Buat roadmap: Bulan 1 fokus diagnostic test dan weakness identification, Bulan 2–4 intensive practice per section, Bulan terakhir full mock tests. Konsistensi harian (minimal 2 jam) lebih efektif daripada cramming seminggu sebelum ujian.
2. Latihan Secara Konsisten
Latihlah setiap bagian tes secara terpisah. Gunakan buku latihan resmi dari ETS (The Official Guide to TOEFL iBT), platform online seperti Magoosh, ETS TPO (Test Practice Online), serta rekaman audio dan video berbahasa Inggris. Bangun vocabulary 20 kata/hari melalui Anki app dengan spaced repetition; immersion dengan menonton CNN Student News atau membaca The Economist untuk exposure akademik.
3. Simulasikan Ujian
Lakukan simulasi ujian lengkap secara berkala untuk membiasakan diri dengan format dan waktu ujian. Ini juga membantu mengurangi kecemasan pada hari H. Atur environment mirip test center: Gunakan komputer, headset, dan timer ketat (Reading 54–72 menit, dll). Analisis skor per section untuk tracking progress; target improvement 5 poin per mock.
4. Evaluasi dan Perbaiki
Setelah setiap latihan, evaluasi hasilmu. Identifikasi kesalahan dan cari tahu bagaimana cara memperbaikinya. Misalnya, jika Listening lemah di inference questions, latihan khusus dengan script transkrip. Journal error log: Tulis pola kesalahan (e.g., misread negation words) dan review mingguan untuk mencegah pengulangan.
5. Ikuti Kursus Persiapan TOEFL
Belajar mandiri memang penting, tapi mengikuti kursus persiapan TOEFL akan memberikan keunggulan tambahan. Kamu bisa mendapatkan bimbingan langsung dari tutor berpengalaman, materi yang terstruktur, dan tips-tips berharga untuk strategi menjawab soal, seperti template speaking responses atau paraphrasing techniques untuk Writing. Kursus juga menyediakan community support untuk accountability.
Mengapa Memilih Kursus TOEFL iBT?
Kursus TOEFL memberikan berbagai manfaat, antara lain, yang terbukti meningkatkan skor rata-rata 10–20 poin dibanding self-study saja, berdasarkan data ETS dan alumni surveys:
Baca juga: Intip Cara Belajar Mahasiswa Oxford ala Maudy Ayunda
- Pembelajaran Terstruktur: Materi diajarkan sesuai dengan format dan standar TOEFL iBT, dengan modul progresif dari basic ke advanced, termasuk micro-skills seperti pronoun reference atau transition signals.
- Simulasi Ujian Nyata: Mendekati pengalaman ujian yang sebenarnya, lengkap dengan proctoring dan scoring rubrik resmi ETS.
- Umpan Balik dari Tutor: Kesalahan dikoreksi langsung oleh pengajar, dengan detailed feedback report (e.g., grammar accuracy 70%, content relevance 85%).
- Motivasi dan Dukungan: Belajar bersama teman sekelas bisa meningkatkan semangat dan kompetisi yang sehat, plus access ke study groups dan progress tracking dashboard.
Rekomendasi Kursus TOEFL iBT
Jika kamu sedang mencari tempat kursus TOEFL iBT yang terpercaya, Ultimate Education adalah pilihan yang sangat tepat. Dengan track record membantu ratusan siswa masuk universitas top dunia, kami menawarkan program hybrid (online/offline) yang fleksibel untuk berbagai jadwal.
Kami memahami bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan target skor yang berbeda, karena itu kami menyediakan program yang fleksibel dan bisa disesuaikan, mulai dari intensive 1-month crash course hingga comprehensive 3-month dengan guaranteed score improvement.
Mengapa memilih Ultimate Education?
- Instruktur Berpengalaman: Pengajar kami memiliki sertifikasi internasional (CELTA/TEFL) dan pengalaman luas dalam membimbing siswa mencapai skor tinggi, rata-rata 105+ untuk alumni kami.
- Materi Lengkap & Terupdate: Kami menggunakan materi resmi dan latihan dari ETS, serta sumber pelengkap lainnya yang relevan, termasuk AI-powered adaptive practice untuk personalized drills.
- Pendekatan Personal: Setiap siswa akan mendapatkan evaluasi dan program belajar yang disesuaikan dengan kemampuan dan target mereka, lengkap dengan one-on-one mentoring sessions.
- Simulasi Ujian Berkala: Membantu siswa terbiasa dengan tekanan waktu dan tipe soal, dengan full-length tests setiap 2 minggu dan instant scoring.
- Dukungan Konsultasi Studi Luar Negeri: Kami juga menyediakan layanan bimbingan untuk aplikasi universitas luar negeri, termasuk essay review, recommendation letter guidance, dan scholarship hunting.
Apakah kamu menargetkan universitas di Amerika, Inggris, Singapura, atau negara lainnya, Ultimate Education siap membantu dalam meraih skor TOEFL iBT yang kamu butuhkan. Banyak alumni kami kini studi di Ivy League, Russell Group, dan top Asia universities berkat fondasi bahasa yang kuat dari program kami.
Jangan biarkan hambatan bahasa menjadi penghalang mimpimu untuk kuliah di luar negeri. Mulai persiapanmu bersama kami sekarang juga, dan rasakan perbedaan dengan pendekatan yang proven dan student-centered!
Daftarkan dirimu di Ultimate Education dan capai skor TOEFL iBT impianmu!
