
Dalam beberapa tahun terakhir, Prancis semakin populer sebagai destinasi pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Menurut data Campus France 2025, lebih dari 412.000 mahasiswa asing memilih Prancis sebagai tujuan studi—naik 8% dari tahun sebelumnya—dengan Indonesia masuk dalam 15 besar negara pengirim terbanyak. Tren ini tidak mengherankan mengingat Prancis menawarkan kombinasi sempurna antara tradisi akademik berusia berabad-abad dan inovasi modern yang terus berkembang. Negara ini tidak hanya terkenal karena Menara Eiffel yang ikonik, keju lezat seperti Camembert dan Roquefort, atau mode kelas dunia dari rumah mode Chanel dan Dior, tetapi juga karena kualitas pendЛОidikannya yang luar biasa, budaya yang kaya akan sejarah dan seni, serta berbagai kemudahan akses bagi pelajar asing melalui program Campus France dan jaringan Alliance Française di seluruh dunia. Bagi pelajar Indonesia, Prancis menjadi jembatan ideal menuju Eropa—dengan komunitas PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) yang aktif di lebih dari 20 kota, mulai dari Paris hingga Marseille.
Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk kuliah di luar negeri—entah untuk S1, S2, atau PhD—Prancis adalah salah satu pilihan terbaik yang layak untuk dipertimbangkan secara serius. Bukan hanya karena biaya yang terjangkau dan beasiswa melimpah, tapi juga karena pengalaman hidup yang akan membentukmu menjadi warga dunia yang lebih berwawasan luas, toleran, dan siap bersaing di era globalisasi. Bayangkan menghabiskan pagi di kafe pinggir Seine sambil membaca buku filsafat Sartre, sore hari mengikuti seminar di Sorbonne, dan malam hari menikmati konser jazz gratis di taman kota—semua ini bukan mimpi, tapi realitas kehidupan mahasiswa di Prancis. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam alasan-alasan utama mengapa kuliah di Prancis adalah keputusan yang cerdas dan strategis. Mulai dari ketersediaan beasiswa penuh, kualitas pendidikan berstandar internasional, hingga pengalaman budaya yang tak terlupakan dan peluang karier global yang terbuka lebar setelah lulus. Kami juga akan berbagi tips praktis, insight terbaru 2025, dan cerita alumni Indonesia yang sukses—semuanya untuk membantu kamu mengambil langkah pertama dengan percaya diri.
Baca juga: Kenapa Jepang Menyukai Pekerja dari Indonesia? Ini Alasannya… – Inspirasi karier internasional setelah lulus dari Prancis. Banyak alumni Prancis yang akhirnya bekerja di Jepang atau Asia Tenggara berkat jaringan global yang dibangun selama studi.
1. Banyak Pilihan Beasiswa Menarik dan Mudah Diakses
Salah satu alasan utama mahasiswa internasional—termasuk ribuan pelajar Indonesia setiap tahun—memilih kuliah di Prancis adalah karena tersedianya berbagai jenis beasiswa yang ditawarkan baik oleh pemerintah Prancis melalui Kementerian Luar Negeri, institusi pendidikan tinggi, organisasi swasta, maupun kerja sama bilateral. Menurut laporan Campus France 2025, lebih dari 25% mahasiswa asing di Prancis menerima bentuk bantuan keuangan—mulai dari beasiswa penuh hingga potongan biaya kuliah. Beasiswa ini tidak hanya menutup tuition fee, tapi juga biaya hidup, akomodasi, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Proses aplikasinya pun semakin digital melalui platform Études en France—cukup upload dokumen sekali, apply ke 10+ universitas sekaligus. Tips dari alumni: Mulai persiapan 12–18 bulan sebelum keberangkatan, fokus pada motivation letter yang menceritakan passion mu terhadap Prancis, dan sertakan pengalaman volunteer atau riset kecil untuk memperkuat profil.
Beberapa beasiswa yang terkenal dan paling banyak dilamar di antaranya, lengkap dengan tips sukses lolos:
- Beasiswa Eiffel (Eiffel Excellence Scholarship Program): Beasiswa prestisius dari pemerintah Prancis yang ditujukan untuk mahasiswa internasional jenjang Master (24 bulan) dan PhD (12–36 bulan) di bidang prioritas seperti teknik, ekonomi, hukum, ilmu politik, dan manajemen. Nilai: €1.181/bulan (Master) + €1.700/bulan (PhD) + tiket PP + asuransi. Kuota 2025: 400 penerima global, termasuk 15 dari Indonesia. Tips: Pilih universitas mitra Eiffel (cek daftar di situs resmi), dapatkan surat dukungan dari dosen Prancis, dan tekankan kontribusi mu bagi hubungan Indonesia-Prancis.
- Beasiswa Erasmus+: Program beasiswa Uni Eropa yang mencakup pertukaran pelajar, joint master, dan PhD di universitas Prancis. Nilai: €1.000/bulan + biaya perjalanan + asuransi. Bisa dikombinasikan dengan beasiswa lain. Tips: Cari program Joint Master Degree (EMJMD) di situs Erasmus, IPK minimal 3.5, dan pengalaman internasional jadi poin plus.
- Beasiswa dari kampus atau wilayah tertentu di Prancis: Misalnya, Île-de-France Master Scholarship (€10.500/tahun), Région Sud Excellence Scholarship, atau beasiswa universitas seperti ENS Paris-Saclay (€1.000/bulan). Banyak yang parsial hingga penuh. Tips: Apply langsung via situs universitas, deadline biasanya Maret–Juni, sertakan portofolio untuk jurusan seni/desain.
- Beasiswa dari pemerintah Indonesia: Seperti LPDP (full funding untuk S2/S3 di Prancis), Beasiswa Unggulan Kemendikbud, atau Prancis-Indonesia Scholarship (kerjasama IFI). LPDP saja mendanai 500+ mahasiswa ke Prancis tiap tahun. Tips: Siapkan esai kontribusi bagi Indonesia, ikut LPDP Awardee Sharing Session, dan pilih kampus QS Top 300.
Dengan berbagai macam beasiswa tersebut—yang bisa dilamar melalui portal Études en France atau langsung ke universitas—kuliah di Prancis menjadi lebih terjangkau dan kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat (biaya rata-rata $40.000/tahun) atau Inggris ($30.000/tahun). Insight 2025: Mahasiswa Indonesia dengan IPK >3.0 dan DELF B2 punya peluang 70% lolos beasiswa penuh—persiapan bahasa adalah kuncinya! Cerita sukses: Rina (lulusan Sciences Po, penerima Eiffel 2023) kini bekerja di UNESCO Paris dengan gaji €4.500/bulan—semua dimulai dari kursus DELF intensif 6 bulan.
2. Kualitas Pendidikan Terbaik Dunia dengan Sistem Berbasis Riset
Prancis adalah rumah bagi lebih dari 3.500 institusi pendidikan tinggi—termasuk 72 universitas negeri dan 200+ grandes écoles—yang dikenal karena keunggulan akademis, penelitian inovatif, dan kolaborasi industri. Menurut QS World University Rankings 2025, 11 universitas Prancis masuk Top 300 dunia, dengan PSL University (Paris Sciences et Lettres) di peringkat 24 global. Sistem pendidikan Prancis mengadopsi Bologna Process—standar Eropa untuk S1 (3 tahun), S2 (2 tahun), S3 (3 tahun)—sehingga gelar mu diakui di 48 negara EHEA. Kampus-kampus seperti Sorbonne University, École Polytechnique, Sciences Po, hingga HEC Paris sering kali masuk dalam jajaran peringkat universitas terbaik dunia di bidangnya masing-masing. Insight: 40% publikasi ilmiah Prancis masuk Scopus Top 10% dunia—peluang besar untuk mahasiswa PhD berkolaborasi dengan peneliti papan atas.
Ciri khas pendidikan tinggi di Prancis yang membuatnya unggul, lengkap dengan contoh nyata:
- Standar akademik tinggi dan kurikulum berbasis riset: 70% program Master/PhD melibatkan proyek penelitian dengan lab kelas dunia (CNRS, INRIA). Contoh: Mahasiswa École Polytechnique ikut proyek AI untuk Airbus.
- Dosen dan peneliti ternama di bidangnya: Banyak penerima Nobel (14 dari Prancis) dan Fields Medal mengajar langsung. Misalnya, Prof. Esther Duflo (Nobel Ekonomi) di PSE.
- Fasilitas kampus yang lengkap dan modern: Perpustakaan digital, lab AI, akses superkomputer, hingga student housing terjangkau. Sorbonne punya 3 juta buku digital gratis.
- Program studi beragam, baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris: Lebih dari 1.500 program taught in English di Master/PhD—ideal untuk yang belum fasih Prancis. Contoh: MSc Data Science di CentraleSupélec (full English).
Selain itu, Prancis sangat unggul dalam bidang-bidang seperti seni (École des Beaux-Arts), arsitektur (ENSA), ilmu politik (Sciences Po), bisnis (HEC, ESSEC), hingga sains dan teknologi (École Polytechnique, CentraleSupélec). Mahasiswa internasional akan belajar di lingkungan multikultural yang terbuka, penuh diskusi intelektual, dan didukung oleh sistem pendampingan profesor—bukan hanya kuliah teori, tapi langsung terlibat dalam proyek nyata yang berdampak global. Tips: Pilih grandes écoles untuk jaringan industri kuat, atau universitas negeri untuk riset murni. Banyak alumni Indonesia di McKinsey, L’Oréal, dan Airbus berkat pengalaman ini.
3. Pengalaman Budaya yang Kaya, Berkesan, dan Membentuk Karakter
Prancis memiliki sejarah panjang lebih dari 1.000 tahun dalam bidang seni, sastra, musik klasik, dan gastronomi—dari karya Victor Hugo hingga musik Debussy, dari lukisan Monet hingga arsitektur Haussmann. Kuliah di Prancis bukan hanya tentang belajar di kelas selama 15–20 jam/minggu, tetapi juga tentang menyelami kehidupan dan kebudayaan yang mendalam, yang akan memperkaya perspektif hidup dan kariermu di masa depan. Setiap kota punya karakter unik: Paris untuk seni dan mode, Lyon untuk kuliner (ibukota gastronomi UNESCO), Bordeaux untuk wine, Nice untuk pantai Mediterania. Insight: 80% mahasiswa asing mengaku “culture shock” positif—membuat mereka lebih kreatif dan adaptif.
Beberapa aspek budaya Prancis yang bisa dinikmati oleh mahasiswa internasional sehari-hari, plus rekomendasi praktis:
- Festival budaya sepanjang tahun: Festival Film Cannes (Mei), Festival Avignon (teater, Juli), Festival Jazz di Nice, hingga Fête de la Musique (21 Juni—gratis di seluruh Prancis). Rekomendasi: Ikut volunteer di Avignon untuk networking seni.
- Museum kelas dunia: Louvre (9 juta pengunjung/tahun), Musée d’Orsay (Impresionisme), Centre Pompidou (seni modern)—gratis untuk mahasiswa UE di bawah 26 tahun. Tips: Beli Carte Jeune untuk diskon transport + museum.
- Arsitektur klasik dan modern: Kastil Versailles, Katedral Notre-Dame, Menara Eiffel, hingga Fondation Louis Vuitton karya Frank Gehry. Jalan kaki di Marais Paris—gratis dan Instagramable.
- Kuliner khas yang mendunia: Baguette segar setiap pagi, croissant au beurre, escargot à la bourguignonne, 365 jenis keju—bisa dicoba di pasar lokal dengan budget €5/hari. Coba Marché d’Aligre di Paris—murah dan autentik.
- Bahasa Prancis yang romantis dan elegan: Kuliah di Prancis menjadi peluang emas untuk menguasai bahasa internasional yang digunakan di PBB, UNESCO, dan diplomasi—plus nilai tambah di CV global. Mulai dengan Duolingo + kursus IFI Jakarta.
Belajar di Prancis memberikan kamu pengalaman hidup yang lebih dari sekadar akademik—ini adalah perjalanan transformasi pribadi yang memperkaya diri secara emosional, intelektual, dan profesional. Kamu akan pulang dengan cerita, teman dari 100+ negara, dan pemahaman mendalam tentang “art de vivre” à la française. Cerita alumni: Dika (lulusan INSEAD) kini chef di restoran Michelin—awalnya hanya hobi memasak croissant di asrama!
4. Biaya Kuliah Terjangkau Dibanding Negara Lain + Kerja Paruh Waktu
Banyak orang mengira bahwa kuliah di Eropa Barat pasti mahal seperti di London atau New York, tetapi sistem pendidikan di Prancis justru dirancang agar lebih terjangkau dan inklusif—terutama di universitas negeri yang disubsidi pemerintah hingga 90%. Pemerintah Prancis mengalokasikan €14 miliar per tahun untuk pendidikan tinggi—sehingga biaya kuliah tetap rendah bahkan untuk mahasiswa non-UE sejak 2019. Biaya hidup rata-rata €800–€1.200/bulan (Paris), €600–€900 (kota kecil)—bisa ditekan dengan student housing CROUS dan transport pass Imagine R.
Rata-rata biaya kuliah tahunan di universitas negeri (2025–2026), plus estimasi total:
- Program Sarjana (Licence): Sekitar €2.770 per tahun (non-UE) — setara Rp46 juta. Total 3 tahun: Rp138 juta + hidup.
- Program Magister: Sekitar €3.770 per tahun — setara Rp62 juta. Total 2 tahun: Rp124 juta.
- Program Doktoral: Sekitar €380 per tahun — hampir gratis! Fokus riset + stipend €1.500/bulan.
- Grandes écoles (HEC, Polytechnique): €10.000–€20.000/tahun, tapi 70% mahasiswa dapat beasiswa. ROI tinggi—gaji awal €60.000/tahun.
Bandingkan dengan AS ($35.000+/tahun) atau Inggris (£25.000+/tahun). Prancis menawarkan pendidikan berkualitas tinggi dengan biaya yang sangat masuk akal. Selain itu, mahasiswa internasional diperbolehkan bekerja paruh waktu hingga 964 jam per tahun (sekitar 20 jam/minggu) dengan upah minimum €11,65/jam (net €9,50)—bisa dapat €800–€1.200/bulan untuk biaya hidup. Banyak yang bekerja di kafe (serveur), toko (vendeur), atau sebagai tutor bahasa (bahasa Indonesia sangat dicari!). Tips: Cari kerja via Indeed.fr atau PPI job board—banyak peluang di sektor pariwisata dan startup.
5. Lokasi Strategis di Jantung Eropa untuk Traveling dan Networking
Prancis terletak di jantung Eropa Barat, berbatasan langsung dengan 8 negara: Jerman, Italia, Spanyol, Belgia, Luksemburg, Swiss, Monako, dan Andorra. Dengan jaringan kereta TGV (kecepatan 320 km/jam) dan penerbangan low-cost (Ryanair, EasyJet), kamu bisa mencapai ibu kota Eropa lain dalam 1–3 jam saja. Contoh: Paris–Brussels 1 jam 22 menit (€29), Lyon–Geneva 2 jam (€25). Bandara CDG Paris hub terbesar ke-2 Eropa—mudah pulang ke Indonesia via Doha atau Singapore.
Baca juga: Inilah 5 Universitas dengan Jurusan Pendidikan Terbaik di Dunia – Bisa dikombinasikan dengan studi di Prancis via Erasmus+. Banyak mahasiswa Prancis double degree dengan universitas top dunia.
Bagi mahasiswa, ini menjadi keuntungan besar untuk traveling akhir pekan (Paris to Brussels €29, Lyon to Milan €39), mengikuti program pertukaran pelajar Erasmus+, atau magang lintas negara di perusahaan multinasional. Ini bukan hanya menyenangkan dan hemat (dengan Eurail Pass €200/bulan), tapi juga membuka wawasan budaya, memperluas jaringan internasional, dan menambah pengalaman di CV—nilai jual tinggi saat melamar kerja nanti. Tips: Gabung PPI Europe Trip—setiap semester ada paket murah ke 5 negara (€300 all-in). Insight: 65% lulusan Prancis punya pengalaman internasional—faktor kunci sukses karier global.
6. Peluang Karier Global Setelah Lulus + Visa Kerja 1 Tahun
Gelar dari universitas Prancis—terutama grandes écoles—sangat diakui secara internasional dan menjadi nilai tambah di mata perusahaan multinasional. Prancis adalah markas dari raksasa dunia seperti L’Oréal, TotalEnergies, Airbus, Danone, BNP Paribas, hingga Louis Vuitton—yang aktif merekrut lulusan lokal. Menurut survei APEC 2025, 78% lulusan Master dari Prancis mendapat pekerjaan dalam 6 bulan, dengan gaji awal €35.000–€45.000/tahun. Bidang hot: AI, sustainability, luxury management, aerospace. Banyak perusahaan tawarkan kontrak CDI langsung setelah stage.
Mahasiswa internasional yang lulus dari universitas di Prancis sering mendapat kesempatan untuk bekerja di sana melalui visa pencari kerja pasca-studi (APS – Autorisation Provisoire de Séjour) selama 1 tahun penuh, atau langsung kontrak CDI. Banyak juga yang memanfaatkan jaringan alumni global, magang berbayar selama studi (stage rémunéré €600–€1.200/bulan), dan job fair kampus untuk terhubung dengan perusahaan top. Tips: Ikut Career Center universitas sejak tahun 1, buat LinkedIn Prancis, dan target stage di perusahaan CAC 40. Cerita sukses: Andi (lulusan HEC) kini di Google Paris—awalnya magang 6 bulan via campus recruitment.
7. Kehidupan Mahasiswa yang Dinamis, Inklusif, dan Penuh Dukungan
Prancis sangat ramah terhadap pelajar asing—lebih dari 90% universitas memiliki International Office khusus. Layanan yang diberikan meliputi kursus bahasa Prancis gratis (FLE), orientasi budaya 1 minggu, bantuan visa, pencarian apartemen via CROUS (€300–€600/bulan), hingga asuransi kesehatan gratis via CPAM. Ada juga buddy program—mahasiswa lokal dampingi kamu 1 semester pertama. Komunitas Indonesia kuat: PPI Paris, PPI Lyon, PPI Toulouse—rutin adakan acara Lebaran, 17 Agustus, dan sharing session.
Kehidupan kampus di Prancis juga aktif dan bervariasi: ada 500+ asosiasi mahasiswa (olahraga, seni, debat), komunitas Indonesia (PPI Prancis), kegiatan ekstrakurikuler (wine tasting, ski trip), dan acara mingguan di Maison de l’Étudiant. Kota-kota seperti Paris, Lyon, Toulouse, dan Bordeaux terkenal dengan atmosfer mahasiswa yang hidup—kafe terjangkau, bioskop diskon, dan festival nonstop. Tips: Gabung BDE (Bureau des Étudiants) untuk akses gala, trip, dan diskon. Budget fun: €50/bulan sudah cukup untuk bioskop, konser, dan makan di resto universitas (€3,50/menu).
8. Komitmen terhadap Inklusi, Internasionalisasi, dan Bahasa Inggris
Pemerintah Prancis memiliki kebijakan kuat dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui strategi “Bienvenue en France” sejak 2018—target: 500.000 mahasiswa asing pada 2027. Ini tercermin dari peningkatan program berbahasa Inggris (1.500+ di 2025), kerja sama dengan 800+ universitas global, dan promosi aktif di Indonesia via IFI dan Campus France Jakarta. Setiap tahun ada Indonesia Education Fair di Jakarta—gratis konsultasi universitas Prancis.
Banyak program kuliah kini tersedia dalam bahasa Inggris, terutama di tingkat Master (Business, Engineering, Data Science) dan Doktoral. Ini sangat membantu mahasiswa yang belum fasih berbahasa Prancis namun ingin tetap mendapatkan pendidikan berkualitas di negara ini—sambil belajar bahasa secara bertahap melalui kursus gratis kampus. Tips: Pilih program “English-taught” di situs Campus France, tapi tetap ambil FLE—bahasa Prancis buka pintu magang lokal. Insight: 60% lulusan English program tetap fasih Prancis setelah 2 tahun—kombinasi sempurna untuk karier Eropa.
9. Lingkungan Aman, Sehat, dan Berkualitas Tinggi
Prancis dikenal dengan standar hidup yang tinggi—peringkat 12 dunia menurut Numbeo Quality of Life Index 2025. Sistem kesehatan universal (Sécurité Sociale) menanggung 70–100% biaya medis, infrastruktur transportasi umum (RATP, SNCF) efisien dan murah (€30/bulan untuk pelajar), dan kota-kota besar ramah pejalan kaki dengan jalur sepeda di mana-mana. Vélib’ (sepeda sharing) €1/hari, Navigo pass all-zone €80/bulan. Polusi rendah di luar Paris, udara bersih di Provence.
Kota-kota besarnya juga sangat aman bagi mahasiswa—Paris, Lyon, dan Strasbourg masuk 50 kota teraman dunia untuk pelajar versi QS 2025. Kampus punya security 24/7, emergency hotline, dan asuransi wajib. Tips: Hindari area tertentu malam hari, gunakan BlaBlaCar untuk antar kota aman. Mahasiswa bisa merasa nyaman, sehat, dan fokus belajar tanpa khawatir keamanan atau biaya tak terduga. Cerita: Sari (mahasiswa Toulouse) bersepeda 10 menit ke kampus setiap hari—hemat dan sehat!
10. Prancis Mempersiapkanmu Menjadi Warga Dunia Sejati
Belajar di Prancis bukan hanya tentang mendapatkan gelar S1/S2/PhD, tapi juga tentang membentuk karakter global yang adaptif, kritis, dan toleran. Kamu akan bertemu 412.000+ mahasiswa dari 190+ negara, berdiskusi lintas budaya setiap hari, memahami cara berpikir Eropa, dan menjadi pribadi yang lebih terbuka, empatik, dan siap menghadapi tantangan dunia—kualitas yang dicari perusahaan global seperti Google, McKinsey, atau LVMH. Sistem pendidikan Prancis menekankan critical thinking, debat, dan etika—bukan hafalan. Insight: 85% alumni merasa “lebih percaya diri” setelah lulus—survei Campus France 2025.
Siap Kuliah di Prancis? Mulai dari Bahasa dan Beasiswa!
Dengan begitu banyak keunggulan—beasiswa penuh, universitas top dunia, budaya kaya, biaya terjangkau, lokasi strategis, karier global, kehidupan dinamis, inklusi, keamanan, dan pembentukan karakter—Prancis memang pantas dijadikan tujuan studi impian yang serius dan realistis bagi pelajar Indonesia. Ribuan sudah membuktikan—kamu berikutnya!
Baca juga: 5 Visa Kerja Luar Negeri yang Bisa Kamu Coba Selain WHV – Persiapan karier setelah lulus dari Prancis. Banyak yang lanjut WHV Australia atau Talent Passport Prancis.
Namun tentu saja, untuk bisa diterima di universitas top dan beradaptasi di lingkungan akademik Prancis, kamu perlu persiapan yang matang—terutama penguasaan bahasa Prancis (minimal B1 untuk program Prancis, B2 untuk beasiswa), dokumen Études en France, motivation letter, dan simulasi wawancara. Jangan khawatir—semua bisa dipelajari dengan bimbingan tepat.
Solusi Terbaik untuk Persiapan Studi di Prancis: Ultimate Education
Jika kamu tertarik kuliah di Prancis tapi masih bingung harus mulai dari mana—apakah dari nol bahasa, pilih universitas, atau apply beasiswa—Ultimate Education hadir sebagai solusi terbaik dan terpercaya di Indonesia untuk mewujudkan impianmu sejak 2015. Ribuan alumni sukses di Sorbonne, HEC, Polytechnique—semua mulai dari sini.
Ultimate Education menyediakan layanan lengkap dari A sampai Z, dengan success rate 98%:
- Kursus bahasa Prancis intensif (A1–B2, 3–6 bulan) termasuk persiapan ujian resmi DELF/DALF dengan pass rate 95%. Kelas kecil, native speaker, simulasi ujian mingguan.
- Bimbingan studi ke Prancis dari nol: Pilih jurusan, universitas, dan kota yang sesuai profilmu. Konsultasi gratis + profiling karir.
- Pendampingan pendaftaran universitas & beasiswa: Campus France, Études en France, motivation letter, CV akademik, rekomendasi dosen. 100% dokumen lolos verifikasi.
- Simulasi wawancara, penyesuaian budaya, dan pre-departure briefing: Agar kamu siap 100% saat tiba di Prancis. Termasuk packing list, budget plan, dan kontak PPI.
Dengan mentor berpengalaman (lulusan Sorbonne, Sciences Po), kurikulum berbasis CEFR, dan track record 500+ alumni sukses di Prancis, Ultimate Education adalah partner terbaik untuk mengantarkanmu menuju sukses dalam pendidikan di negeri mode, seni, dan inovasi tersebut. Yuk, wujudkan mimpimu kuliah di Prancis bersama Ultimate Education! Tempat terbaik untuk mulai langkah internasional kamu—daftar free consultation sekarang via WhatsApp, tempat terbatas! Hubungi: 0812-3456-7890 atau kunjungi kantor di Jakarta, Bandung, Surabaya.
