Back

Strategi Sukses Speaking TOEFL iBT untuk Skor Tinggi

Bagian Speaking dalam TOEFL iBT sering kali menjadi salah satu tantangan terbesar bagi calon test-takers. Dengan durasi sekitar 17 menit (tepatnya 16 menit sejak update 2023), Anda diminta untuk berbicara mengenai berbagai topik, termasuk menggabungkan keterampilan membaca dan mendengar dalam menjawab pertanyaan. TOEFL iBT Speaking dinilai oleh AI (SpeechRater) + human raters dengan skor 0-4 per task, dikonversi ke 0-30 overall. Skor 22+ (Good) memerlukan delivery clear, coherent topic development, dan sustained speech tanpa hesitation berlebih. Riset ETS menunjukkan 70% kandidat Asia stuck di 18-21 karena limited vocabulary range, poor note-taking, atau pronunciation issues. Dengan 30-50 hours deliberate practice (4-6 minggu), peningkatan 4-6 poin sangat achievable, terutama jika fokus pada TPO (TOEFL Practice Online) dan feedback AI.

Artikel ini akan membahas strategi efektif yang dapat membantu Anda meningkatkan performa dalam bagian Speaking TOEFL iBT, termasuk rubric resmi ETS, sample responses level 4, common errors, dan resources gratis seperti ETS Quick Prep, BestMyTest, serta Magoosh TOEFL.

Baca juga: Tips Teknik Belajar TOEFL iBT Terbaik

Pahami Format Speaking TOEFL iBT

Bagian Speaking pada TOEFL iBT terdiri dari empat tugas (sejak Juli 2023: Task 1 Independent, Tasks 2-4 Integrated). Total 16 menit, direkam via microphone, dinilai pada Delivery (pronunciation, pace, intonation ~33%), Language Use (vocab, grammar ~33%), Topic Development (coherence, completeness ~33%). Target level 4 per task: “generally well-paced flow with minor hesitations”, “wide range of vocabulary”, “fully developed response with clear progression”.

Tugas 1: Independent Speaking (Personal Choice/Preference)

  • Anda diminta memberikan pendapat atau menjelaskan pengalaman pribadi terkait topik yang diberikan. Biasanya, Anda harus merespons selama 45 detik setelah diberikan waktu persiapan 15 detik. Prompt example: “Some people prefer to live in a small town. Others prefer to live in a big city. Which would you prefer? Use reasons and details to support your answer.” Struktur ideal: Intro (1-2 sec: state preference), Reason 1 + example (15 sec), Reason 2 + example (15 sec), Mini-conclusion (5 sec). Gunakan template: “I prefer X because… For example… Moreover… In short…”.

Tugas 2-4: Integrated Speaking

  • Pada bagian ini, Anda harus menggabungkan kemampuan berbicara dengan membaca atau mendengarkan. Task 2 (Campus Announcement): Read 75-100 word notice (45 sec), listen to 60-90 sec conversation (1-2 students), respond 60 sec (prep 30 sec). Summarize problem + student’s opinion + reasons. Task 3 (Academic Summary): Read 100-word passage (45 sec), listen to 120-150 sec lecture excerpt, respond 60 sec (prep 30 sec). Summarize professor’s point + how reading supports/contradicts. Task 4 (Lecture Summary): Listen only to 90-120 sec lecture, respond 60 sec (prep 20 sec). Summarize main idea + 2 key examples. Template universal: “The reading states that… The [student/lecturer] [agrees/disagrees] because… For instance…”. Note-taking critical: use 2-column format (Reading | Listening).

Pemahaman mendalam mengenai format ini akan membantu Anda merasa lebih siap dan menghindari kejutan saat ujian berlangsung. Gunakan official ETS rubrics (toefl.org) untuk self-scoring: record responses, compare dengan level 3-4 samples di TOEFL TV YouTube.

Latih Pengucapan yang Jelas

Salah satu kriteria penilaian Speaking TOEFL iBT adalah pengucapan (bagian Delivery). Meski aksen tidak akan memengaruhi skor Anda secara langsung (ETS: “intelligible speech”), pengucapan yang tidak jelas dapat mengurangi pemahaman pendengar. SpeechRater AI mendeteksi word stress, intonation, dan syllable clarity. Untuk memastikan pengucapan Anda jelas:

  • Kenali kelemahan Anda: Identifikasi bunyi atau kata yang sulit Anda ucapkan (misal /θ/ think, /r/ vs /l/), kemudian fokus untuk memperbaikinya. Anda bisa menggunakan aplikasi seperti ELSA Speak (AI feedback, Rp150.000/bulan) atau Forvo untuk native pronunciation.
  • Bicara perlahan dan teratur: Bicara terlalu cepat sering kali menyebabkan pengucapan yang tidak jelas. Target 120-140 words/minute (native pace); gunakan metronome app untuk practice. Level 4: “fluid expression with occasional pauses for planning”.
  • Perhatikan intonasi dan stress: Bahasa Inggris menggunakan intonasi dan penekanan suku kata yang berbeda dari bahasa lain. Latih thought groups: “The university / plans to close / the old library / due to budget cuts.” Gunakan Rachel’s English YouTube untuk shadow practice 15 menit/hari.
  • Linked speech: Practice reductions: “going to” → “gonna”, “want to” → “wanna” untuk natural flow tanpa slang berlebih.

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan speaking TOEFL iBT Anda! Baca artikel ini yang membahas cara efektif untuk meraih hasil maksimal dalam 30 hari. Jadwal: Minggu 1-2 pronunciation drills, Minggu 3-4 integrated tasks.

Gunakan Struktur yang Jelas

Selain kelancaran berbicara, penilaian dalam Speaking TOEFL iBT juga berfokus pada bagaimana Anda menyusun respons (Topic Development). Jawaban Anda harus memiliki struktur yang jelas dengan pengantar, isi utama, dan kesimpulan. Level 4 rubric: “response is sustained and sufficient; ideas are connected with clear progression”. Gunakan signposting phrases untuk coherence.

  • Gunakan kalimat pengantar yang singkat: Misalnya, “In my opinion, I believe…” atau “The reading passage discusses… while the lecturer argues…”. Intro 1-2 kalimat, langsung ke point.
  • Dukung jawaban dengan detail yang relevan: Setelah memberikan pendapat atau ringkasan, berikan alasan yang kuat atau detail dari teks yang dibaca atau didengar. Gunakan transition: “First”, “Additionally”, “For example”. Integrated: paraphrase reading (1 sentence), link to listening (1-2 sentences), explain (2 examples).
  • Akhiri dengan kalimat kesimpulan: Mengakhiri respons dengan kalimat penutup menunjukkan bahwa Anda telah menyelesaikan jawaban dengan baik. Contohnya, “That’s why I think…” atau “Therefore, the lecturer casts doubt on the reading.” Mini-conclusion 3-5 detik.
  • Template Task 1: Preference + Reason 1 (detail) + Reason 2 (detail) + Recap.

Manfaatkan Waktu Persiapan dengan Efektif

Untuk setiap tugas, Anda akan diberikan waktu persiapan (15 detik Task 1, 30 detik Tasks 2-3, 20 detik Task 4). Waktu ini sangat penting untuk mempersiapkan ide-ide utama yang akan Anda sampaikan. Note-taking template: divide screen/paper into sections (Reading | Listening | Response outline). Practice dengan timer untuk speed.

  • Catat poin-poin penting: Anda tidak perlu menuliskan seluruh jawaban, cukup buat catatan singkat berupa poin-poin utama (3-5 keywords per section). Gunakan abbreviations: Univ = university, Std = student, Prof = professor.
  • Susun jawaban secara logis: Susun jawaban Anda dalam urutan yang logis: Reading summary → Listening opinion → Link (how/why) → Examples. 30 detik: 10 detik read notes, 20 detik outline speech.
  • Jangan panik: 15 detik mungkin terdengar sangat singkat, namun dengan latihan, Anda akan terbiasa menggunakan waktu tersebut dengan efektif. Fokuslah pada ide inti daripada detail kecil. Jika blank, use filler: “Well, let me think…”.
  • Practice drills: 50 TPO tasks dengan strict timer; aim <5 detik hesitation total per response.

Baca juga: TOEFL iBT vs TOEFL ITP: Perbedaan dan Keuntungannya

Latih Kemampuan Meringkas dan Menggabungkan Informasi

Dalam tugas Integrated Speaking, Anda akan diminta untuk membaca teks, mendengarkan kuliah, dan kemudian menyatukan informasi dari kedua sumber tersebut dalam respons Anda. Meringkas informasi dengan tepat menjadi sangat penting dalam bagian ini (80% skor Topic Development). Gunakan reporting verbs: “The reading claims…”, “The professor refutes this by stating…”.

  • Identifikasi gagasan utama: Fokus pada gagasan utama dari teks yang dibaca dan bagian mendengar. Reading: topic sentence pertama + bold terms. Listening: signal phrases “The main point is…”, “For example…”.
  • Catat poin-poin utama: Saat mendengarkan, perhatikan informasi yang mendukung atau bertentangan dengan teks yang dibaca. 2-column notes: Left (Reading: 3 bullets), Right (Listening: opinion + 2 reasons).
  • Hubungkan informasi: Saat menjawab, pastikan Anda menghubungkan informasi dari dua sumber dengan baik. Phrases: “This directly contradicts the reading because…”, “The lecture supports the proposal by explaining…”.
  • Paraphrase: Jangan copy; gunakan synonyms: “decline” → “decrease”, “beneficial” → “advantageous”.

Perluas Kosakata dan Ekspresi yang Sesuai

Meskipun Anda tidak perlu menggunakan kosakata yang sangat kompleks, memiliki variasi kosakata dan ungkapan yang tepat sangat membantu meningkatkan kesan dalam jawaban Anda (Language Use level 4: “wide range, precise word choice”). Target 150-200 unique words across 4 tasks. Beberapa strategi untuk memperluas kosakata Anda termasuk:

  • Gunakan sinonim: Jangan selalu menggunakan kata yang sama. Misalnya, daripada terus menggunakan “good”, gunakan “excellent”, “beneficial”, “valuable”, “advantageous” sesuai konteks. Buat word bank per topic: education (rigorous, curriculum, foster).
  • Latih frasa dan idiom yang umum digunakan: Idiom dan frasa yang sering digunakan dalam bahasa Inggris akan membuat jawaban Anda terdengar lebih alami: “a double-edged sword”, “on the same page”, “break the ice” (gunakan 1-2 per test).
  • Baca dan dengarkan konten dalam bahasa Inggris: Membaca artikel, menonton video, atau mendengarkan podcast dalam bahasa Inggris akan membantu Anda menemukan kosakata baru. Gunakan NPR, TED Talks, atau TOEFL-specific: “Academic Word List” (570 words).
  • Collocations: “make a decision” bukan “do a decision”; practice dengan Quizlet TOEFL decks.

Siap meraih sukses dalam TOEFL iBT? Baca artikel ini yang membahas strategi dan tips jitu untuk membantu Anda mencapai skor impian (target 26+ untuk top unis seperti MIT, Stanford).

Kelola Kegugupan Saat Berbicara

Gugup adalah hal yang sangat umum terjadi, terutama saat harus berbicara dalam bahasa asing di bawah tekanan waktu. ETS data: anxiety causes 20% score drop. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi kegugupan dengan teknik CBT (Cognitive Behavioral Therapy) inspired:

  • Latihan secara berkala: Semakin sering Anda berlatih, semakin terbiasa Anda dengan tekanan berbicara dalam situasi tes. 1 full mock test/week dengan webcam + timer; simulate test center.
  • Gunakan teknik pernapasan: Jika merasa cemas, cobalah teknik pernapasan 4-7-8 (inhale 4, hold 7, exhale 8) sebelum Task 1.
  • Fokus pada ide, bukan pada kesalahan kecil: Kesalahan kecil, seperti salah pengucapan satu kata, tidak akan berdampak besar pada skor Anda (minor errors allowed di level 3-4). Mindset: “Communicate, don’t perfect”.
  • Positive visualization: 5 menit sebelum test, bayangkan skor 28 muncul di layar.

Dengarkan dan Evaluasi Rekaman Diri Sendiri

Salah satu metode yang paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara adalah dengan merekam jawaban Anda dan mendengarkannya kembali. Ini memungkinkan Anda mengevaluasi kelemahan, seperti pengucapan, intonasi, atau kekompakan ide. Gunakan phone voice recorder atau BestMyTest platform (AI scoring Rp500.000/ bulan).

  • Identifikasi area yang perlu diperbaiki: Apakah Anda terdengar terlalu cepat? (>150 wpm = unclear). Apakah ide-ide Anda disampaikan dengan jelas? Count fillers (um, uh >3 = level 2).
  • Bandingkan dengan contoh jawaban yang baik: Mendengarkan contoh jawaban dengan skor tinggi (ETS TPO samples level 4) bisa memberikan gambaran tentang bagaimana jawaban yang sempurna seharusnya.
  • Lakukan perbaikan bertahap: Setiap kali Anda menemukan kelemahan, fokuskan latihan pada area tersebut dan terus ulangi hingga terlihat peningkatan. Error log: Date | Task | Issue | Fix | Next score.

Baca juga: TOEFL iBT: Raih Tujuan Akademis dan Profesional Anda

Persiapkan Dirimu untuk Topik Umum

Dalam Tugas Independent Speaking, topik yang diberikan bisa sangat bervariasi, mulai dari pengalaman pribadi hingga pandangan tentang isu-isu sosial. 80% prompts dari 10 categories. Mempersiapkan diri dengan berbagai topik umum akan membantu Anda lebih siap. Buat personal story bank (5 experiences per category).

  • Pendidikan dan pengalaman belajar (online vs traditional, importance of homework)
  • Teknologi dan pengaruhnya (social media pros/cons, AI in daily life)
  • Hubungan sosial dan keluarga (living with parents vs alone, helping friends)
  • Lingkungan dan perubahan iklim (recycling, public transport)
  • Additional: Health, Travel, Work, Government, Culture.

Dengan memikirkan jawaban potensial untuk berbagai topik ini, Anda akan lebih siap untuk merespons dengan cepat selama ujian. Practice 1 prompt/day dari Magoosh TOEFL Question 1 list (free PDF).

Gunakan Aplikasi dan Sumber Daya Online

Ada banyak sumber daya online yang dirancang khusus untuk membantu Anda mempersiapkan Speaking TOEFL iBT. Gratis: ETS TOEFL Go app (official TPO), YouTube (TOEFL TV, TST Prep), Notefull free templates. Berbayar: BestMyTest (AI + human feedback, Rp1.000.000/3 bulan), Magoosh TOEFL (video lessons + 500 prompts). Gunakan Discord TOEFL communities untuk speaking partners.

Sedang mempersiapkan TOEFL iBT? Jangan lewatkan artikel ini yang memberikan panduan lengkap dan tips praktis untuk membantu Anda siap menghadapi ujian.

Berhasil dalam bagian Speaking TOEFL iBT memerlukan kombinasi antara pemahaman format, strategi persiapan, serta latihan yang konsisten. Dengan mengikuti tips yang telah dijelaskan di atas—mulai dari memahami struktur soal hingga melatih pengucapan—Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi ujian dengan percaya diri. Ingat, kunci utamanya adalah deliberate practice (record-analyze-improve) dan consistency: 45 menit/hari > 3 jam sekali seminggu. Skor 25+ membuka 90% universitas US/UK.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda persiapkan. Mari mulai persiapan Anda untuk mencapai skor yang memenuhi persyaratan universitas target Anda (contoh: Harvard GRE waiver jika TOEFL 100+). Banyak sekali tes latihan online yang tersedia di internet, namun masih merasa bingung? Bergabunglah dengan kami sekarang untuk kursus intensif dengan native tutors dan AI feedback.

FAQs

Apakah aksen akan memengaruhi skor?

Aksen tidak memengaruhi skor selama pengucapan Anda jelas dan mudah dimengerti (ETS official policy). Penilaian lebih menitikberatkan pada kelancaran, struktur jawaban, dan pemahaman topik. Contoh: Indian/Chinese accents rutin capai 26+ jika intelligible.

Apakah saya bisa mengulang bagian Speaking jika tidak puas dengan hasilnya?

Tidak bisa ulang bagian saja; jika Anda merasa tidak puas dengan hasil tes TOEFL iBT, Anda bisa mengikuti tes ulang full. Tidak ada batasan jumlah pengambilan tes, namun Anda harus menunggu minimal 3 hari (sebelumnya 12 hari). Biaya Rp3.200.000 per test; gunakan score select untuk kirim hanya best score.

Apa yang harus saya lakukan jika saya kehabisan waktu saat berbicara?

Jika waktu habis sebelum Anda menyelesaikan jawaban, cobalah untuk tetap tenang dan tidak panik. Fokus pada menjawab secara ringkas dan efektif dengan memastikan poin utama tersampaikan terlebih dahulu. Practice dengan timer beep 5 detik sebelum end untuk force conclusion. Incomplete response = level 2 max.

Bagaimana jika saya tidak memahami topik yang diberikan?

Jika Anda merasa kesulitan memahami topik, coba gunakan waktu persiapan untuk menyusun respons yang paling relevan berdasarkan pemahaman Anda. Ingat bahwa TOEFL iBT menilai kemampuan komunikasi Anda, bukan pengetahuan spesifik tentang suatu topik. Gunakan general statements: “From my experience…” atau paraphrase prompt.

Apakah saya bisa melihat teks bacaan selama menjawab Integrated Speaking?

Anda hanya bisa melihat teks bacaan saat persiapan (45 detik), tetapi tidak saat memberikan jawaban (60 detik). Jadi, penting untuk memahami poin-poin utama dari bacaan selama waktu persiapan dan note-taking cepat. Screen hilang saat recording mulai.

Bagaimana cara meningkatkan kecepatan berbicara tanpa mengorbankan kejelasan?

Latihan berbicara dengan kecepatan yang wajar dan teratur (120-140 wpm). Cobalah untuk berbicara secara alami dengan intonasi yang baik, tanpa tergesa-gesa. Dengan berlatih secara berkala, Anda akan menemukan kecepatan berbicara yang tepat sambil tetap mempertahankan kejelasan. Gunakan speech-to-text app untuk measure wpm real-time.